Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Saturday, May 2, 2026

Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar: Gema Harapan Gedung Guru di Hari Pendidikan Nasional 2026

Sore itu, 2 Mei 2026, langit di atas Stadion Panunjung Taruna, Kapuas, tampak cerah menyambut peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Riuh rendah ribuan peserta sudah memadati area tribun dan lapangan sejak siang. Di antara lautan seragam PGRI, pramuka, dan pakaian adat yang dikenakan para guru serta siswa, Kang Mardi berjalan mantap memasuki stadion. Sebagai salah satu saksi perkembangan dunia pendidikan di daerah ini, ia merasakan betul ada energi yang berbeda pada upacara Hardiknas tahun ini.

Upacara sore itu bukan sekadar seremoni tahunan. Selain dihadiri oleh jajaran guru, pelajar, perwakilan Dinas Pendidikan, dan berbagai elemen masyarakat, tribun kehormatan juga dipenuhi oleh unsur Forkopimda. Semua mata tertuju pada momentum penting: pencanangan program "Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar", sebuah visi besar untuk membawa kualitas pendidikan di Kabupaten Kapuas ke tingkat yang lebih tinggi.

Aspirasi dari Bumi Tingang Menteng Panunjung Tarung

Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Bupati Kapuas, H.M. Wiyatno. Dalam amanatnya yang penuh semangat, sang Bupati tidak hanya menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pahlawan tanpa tanda jasa, tetapi juga memanfaatkan momen berharga tersebut untuk menyuarakan langsung jeritan hati para guru di pelosok Kapuas. Kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas), Dr. Fajar Riza Ul Haq, sore itu menjadi angin segar sekaligus jembatan harapan.

Bupati H.M. Wiyatno dengan lugas membeberkan kondisi geografis Kapuas yang sangat luas—bahkan mencapai lima kali luas Pulau Jawa. Sebuah fakta yang menuntut perjuangan fisik luar biasa bagi para tenaga pendidik.

"Guru-guru kita yang bertugas di wilayah hulu perlu waktu sampai tujuh jam perjalanan untuk bisa sampai ke ibu kota kabupaten setiap kali ada kegiatan. Setibanya di Kapuas, mereka sering kesulitan tempat tinggal karena kapasitas hotel yang terbatas. Akhirnya, banyak yang terpaksa menumpang tidur di rumah teman atau kerabat," ungkap Bupati di hadapan ribuan peserta.

Mengingat keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Bupati secara terbuka memohon dukungan dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun sebuah Gedung Guru.

"Tanah sudah kita sediakan secara mandiri, tetapi karena keterbatasan APBD, kami sangat mengharapkan bantuan Kementerian Pendidikan. Mudah-mudahan dengan kehadiran Pak Wamen ini, menjadi anugerah bagi para guru. Saya yakin, doa sepuluh ribu guru yang ada di Kabupaten Kapuas akan memberikan keberkahan buat kita semua," harap H.M. Wiyatno, yang langsung disambut tepuk tangan riuh dari para guru yang hadir, termasuk Kang Mardi yang turut mengamini doa tersebut.

Bupati menjelaskan lebih lanjut bahwa Gedung Guru yang diimpikan ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai gedung pertemuan atau aula, melainkan juga dilengkapi dengan fasilitas penginapan bagi guru-guru dari daerah terpencil. Selain itu, kompleks tersebut direncanakan bakal menjadi Kampus PGRI guna menunjang peningkatan kompetensi para guru.

Respons Wamendiknas: Sinergi Antar-Kementerian

Mendengar aspirasi yang begitu mendalam dan konkret, Wamendiknas Dr. Fajar Riza Ul Haq memberikan respons yang positif dan realistis. Beliau mengapresiasi kegigihan Pemkab Kapuas dan para guru, serta berjanji akan membawa usulan strategis ini ke tingkat pusat.

Namun, Dr. Fajar juga memberikan penjelasan mengenai regulasi tata kelola anggaran di tingkat kementerian agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

"Aspirasi yang sangat luar biasa dari para guru di Kabupaten Kapuas ini nantinya akan saya sampaikan langsung kepada Kementerian Pekerjaan Umum," jelas Wamendiknas.

"Saya akan bicarakan ke beliau (Menteri PU), mudah-mudahan ada kelonggaran anggaran. Karena pembangunan fisik skala besar semacam itu secara aturan merupakan ranah Kementerian PU. Kecuali untuk urusan revitalisasi sekolah yang rusak, itu baru menjadi otoritas dan akan kami bantu sepenuhnya, Pak Bupati," tambah Fajar Riza Ul Haq disambut anggukan penuh pemahaman dari jajaran Forkopimda.

Langkah Awal Menuju Kapuas Bersinar

Matahari perlahan mulai condong ke barat ketika upacara resmi dibubarkan. Suasana sore di stadion masih terasa hangat dengan obrolan-obrolan penuh harapan. Kang Mardi berjalan meninggalkan stadion dengan senyum tipis di wajahnya. Langkah pencanangan "Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar" hari ini terasa jauh lebih bermakna karena tidak hanya berisi jargon, melainkan ada langkah nyata untuk memperjuangkan kesejahteraan dan fasilitas bagi para guru.

Bagi Kang Mardi dan ribuan guru lainnya di Kabupaten Kapuas, janji koordinasi antara Wamendiknas dan Kementerian PU sore ini adalah lentera baru. Sebuah harapan bahwa esok hari, lelahnya perjalanan tujuh jam menyusuri sungai dan jalanan setapak dari pelosok akan disambut oleh sebuah rumah singgah yang layak—Gedung Guru Kabupaten Kapuas.

 
Share:

0 comments:

Post a Comment

Arsip


Followers

Recent Comment

`