Gerak Jalan

Gerak Jalan Tradisional menempuh jarak 28 KM dari Markas Besar Komando Djawa (MBKD) Jendral Soedirman Desa Kepurun, Manisrenggo finish di Monumen Juang 45 Joggrangan Klaten.

Juara O2SN SD KALTENG 2015

Hasil O2SN Tingkat SD Cabang Olahraga Tenis Meja Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005

Juara HUT KORPRI Kapuas

Kejuaraan Tenis Meja dan Sepak Bola Mini dalam Rangka HUT KORPRI Kabupaten Kapuas Tahun 2011

Juara Kelas 9.4

Penerimaan Raport Semester I Tahun Pelajaran 2021/2022

Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas

Hasil Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas Tahun 2021

Guru Olahraga Menulis

Sunday, June 28, 2026

Kunjungan Spesial di Yogyakarta: Menghadiri Pernikahan Sahabat hingga Urusan Kost Buat Sang Buah Hati

YOGYAKARTA – Nuansa hangat dan penuh kesan mewarnai perjalanan akhir pekan Kang Mardi bersama sang putri, Rara, pada Sabtu (28/11/2026). Bertolak dari Klaten sejak pukul 06.00 WIB menggunakan sepeda motor Honda Vario, perjalanan menempuh waktu sekitar 1,5 jam menuju area Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Kedatangan Kang Mardi kali ini adalah untuk memenuhi undangan dari Pak Muslim, sahabat sesama pengajar saat bertugas di Kapuas, Kalimantan Tengah. Acara akad nikah digelar khidmat di kompleks Masjid Kampus UGM, menyatukan Diah Rahmawati (putri ke-4 Bapak Suharno & Ibu Ningwati) dengan Muhammad Aulia Rohim (putra ke-3 Bapak Muslim & Ibu Eny Khikmawati).

Ada hal unik yang mencuri perhatian Kang Mardi selama prosesi pernikahan tersebut. Para tamu undangan menerima suvenir berupa bibit tanaman jambu, sebuah cenderamata unik yang jarang ditemui.

"Baru kali ini saya mendapatkan suvenir pernikahan berupa bibit pohon jambu. Ini konsep yang sangat menarik dari pihak wedding organizer, mengusung semangat penghijauan agar kita makin peduli melestarikan lingkungan dengan menanam pohon di pekarangan rumah," ungkap Kang Mardi.

Pengecekan Kost Putri dan Agenda Perlengkapan Tenis Meja

Usai menghadiri pesta pernikahan, agenda dilanjutkan menuju kawasan Pogung Baru. Kang Mardi bersama Rara meninjau lokasi kamar kost yang sebelumnya telah dipesan oleh anak pertamanya, Naufal.

Setelah melihat langsung kondisi kamar dan lokasinya yang dinilai sangat strategis—hanya berjarak sekitar 5 hingga 7 menit berkendara menuju kampus Rara, Kang Mardi langsung memberikan konfirmasi persetujuan. Kamar kost tersebut dijadwalkan mulai ditempati pada awal Juli mendatang.

Perjalanan hari itu ditutup dengan kunjungan ke daerah Bantul. Kang Mardi menyempatkan diri singgah di kediaman Cahyadi untuk berburu peralatan olahraga tenis meja, meliputi kayu (blade), karet (rubber), hingga bola pingpong, sebelum akhirnya bertolak kembali menuju Klaten.

Share:

Saturday, June 20, 2026

Tuesday, June 16, 2026

Merayakan 1 Muharram dan Reuni Tak Terduga Setelah 26 Tahun


Kapuas, 16 Juni 2026. Hari ini suasana Kuala Kapuas begitu meriah dan penuh berkah. Sejak pagi, saya mendampingi siswa-siswi SMPN 3 Selat untuk mengikuti Pawai 1 Muharram 1448 H. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh PHBI Kabupaten Kapuas. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa, terbukti dengan banyaknya peserta yang andil dalam menyemarakkan tahun baru Islam ini—mulai dari tingkatan TK, SD, SMP, SMA, perwakilan pesantren, majelis taklim, pengurus masjid, hingga berbagai instansi di lingkungan Kabupaten Kapuas.

Pawai megah ini mengambil rute start dari Stadion Panunjung Tarung dan berakhir (finish) di Lapangan Bukit Nglangkang. Pelepasan peserta pawai dilakukan langsung oleh Bupati Kapuas, H. Wiyatno, yang didampingi oleh unsur pimpinan daerah serta para Kepala Dinas.

Namun, ada satu momen yang terasa sangat spesial dan menyentuh hati bagi saya hari ini. Di tengah-tengah riuhnya iring-iringan pawai, tanpa disangka-sangka, saya bertemu dengan Pendeta Jhonatan. Beliau adalah seorang pendeta asal Timor Leste yang dulu pernah bertugas di wilayah transmigrasi Muara Dadahup G 4.

Pertemuan ini langsung membawa ingatan saya bernostalgia ke masa lalu. Tahun 2000 silam, kami adalah rekan sejawat yang berjuang bersama di lokasi transmigrasi tersebut. Waktu itu, beliau mengajar Agama Kristen di SDN Muara Dadahup G 4, sedangkan saya mengajar mata pelajaran Olahraga. Sekolah tempat kami mengabdi dulu itu kini berada di wilayah yang sekarang bernama Desa Bumi Rahayu.

Setelah 26 tahun berlalu, takdir membawa kami untuk dipertemukan kembali hari ini di Kuala Kapuas. Sungguh sebuah pertemuan yang mengharukan sekaligus membahagiakan. Kami bisa melepas rindu, mengobrol dalam suasana penuh keakraban, dan yang paling patut disyukuri adalah kami berdua dipertemukan kembali dalam keadaan sehat walafiat.

Sebuah hari yang tidak hanya dipenuhi oleh berkah perayaan, tetapi juga berkah silaturahmi yang tak ternilai harganya.

Share:

Monday, June 15, 2026

Arsip


Followers

Recent Comment

`