Pages

Selamat Datang di website pribadi kang mardi

Kamis, 19 November 2020

Materi Kebugaran Jasmani



Apa yang dimaksud kebugaran jasmani?

Kebugaran jasmani adalah kesanggupan tubuh untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih memiliki cadangan tenaga untuk melakukan kegiatan yang lain.

Klasifikasi kebugaran jasmani menurut organisasi kesehatan di seluruh dunia diartikan sebagai:

Sehat, adalah terbebasnya tubuh baik fisik maupun mental dari segala penyakit.

Bugar, adalah kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara maksimal, dan masih mempunyai. cadangan tenaga tanpa mengalami kelelahan yag berlebih

Hakikat kebugaran jasmani adalah hal yang berhak diperlukan oleh tubuh untuk mendapatkan kebugaran jasmani. Misalnya ketika kita mengantuk maka mata berhak untuk istirahat sejenak.

Konsep Kebugaran Jasmani

Kebugaran Jasmani tidak hanya menggambarkan kesehatan. tetapi lebih merupakan cara mengukur individu melakukan kegiatannya sehari-hari.

Tiga hal penting dalam kebugaran jasmani, yaitu:

1. Fisik, berhubungan dengan otot, tulang, dan bagian lemak.

2. Fungsi Organ, berhubungan dengan efisiensi sistem jantung, pembuluh darah, dan paru-paru (pernafasan)

3. Respon Otot, berhubungan dengan kecepatan, kelenturan, kelemahan, dan kekuatan.

Kebugaran jasmani yang dibutuhkan oleh setiap orang berbeda-beda, tergantung sifat tantangan fisik yang dihadapi.

Unsur Unsur Kebugaran Jasmani

Terdapat 10 unsur komponen penyusun kebugaran jasmani:

1. Kekuatan (Streght)

2. Daya tahan (Endurance)

3. Daya Otot (Muscular Power)

4. Kecepatan (Speed)

5. Daya lentur (Flexibility)

6. Kelincahan (Agility),

7. Koordinasi (Coordination)

8. Keseimbangan (Balance)

9. Ketepatan (Accuracy)

10. Reaksi (Reaction)


1. Kekuatan (Strength)

Kekuatan adalah kemampuan dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu  bekerja. Kekuatan otot dapat diraih dari latihan dengan beban berat dan frekuensi sedikit.

Bentuk latihan kekuatan:

squat jump, melatih kekuatan otot tungkai dan perut.

push up, melatih kekuatan otot lengan.

sit up, melatih kekuatan otot perut.

angkat beban, melatih kekuatan otot lengan

baak up, melatih kekuatan otot perut

2. Daya Tahan (Endurance)

Daya tahan adalah kemampuan seseorang dalam memakai organ tubuhnya seperti jantung dan paru-paru secara efektif dan efisien dalam melakukan aktivitasnya.

Contoh latihan yang manfaatnya bisa meningkatkan daya tahan:

lari 2,4 km

lari 12 menit

lari multistage

lari naik turun bukit

3. Daya Otot (Muscular Power)

Daya otot disebut juga daya ledak otot (explosive power) adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan kekuatan maksimum yang dikerahkan dalam waktu se singkat-singkatnya.

Macam-macam latihan yang digunakan:

Vertical jump, untuk melatih daya ledak otot tungkai.

Front jump, untuk melatih kemampuan otot betis dan tungkai.

Side jump, melatih daya ledak otot tungkai dan paha.

4. Kecepatan (Speed)

Kecepatan merupakan kemampuan seseorang dalam melakukan gerakan berkesinambungan dalam waktu se singkat-singkatnya.

Bentuk latihan yang dilakukan untuk meningkatkan kecepatan adalah berlari 50-200 meter.

 

5. Daya Lentur (Flexibility)

Daya lentur melihat pada efektivitas tubuh manusia dalam menyesuaikan diri dengan gerakan atau aktivitas yang mengandalkan kelenturan tubuh.

Contoh latihan yang dapat melatih daya lentur adalah senam, yoga, dan renang.

6. Kelincahan (Agility)

Kelincahan merupakan kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri dengan posisi-posisi tubuh seperti dari depan ke belakang, atau dari kiri ke kanan.

Olahraga yang membutuhkan kelincahan diantaranya yaitu sepak bola dan bulu tangkis. Bentuk latihan kebugaran jasmani nya dengan  lari zig-zag dan naik-turun anak tangga.

7. Koordinasi (Coordination)

Koordinasi merupakan kemampuan seseorang dalam menyatukan gerakan tubuh berbeda ke dalam satu gerakan yang efektif.

Bentuk latihan nya yaitu dengan cara memantulkan bola pada tembok dengan tangan kanan dan menangkapnya kembali menggunakan tangan kiri. Membutuhkan kemampuan gerak insting yang kuat dan juga konsentrasi yang tinggi.

8. Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan merupakan kemampuan untuk mengendalikan organ dan syaraf otot sehingga bisa mengendalikan gerakan tubuh dengan baik.

Senam dan loncat indah merupakan olahraga yang mengandalkan keseimbangan. Keseimbangan bisa dilatih dengan beberapa macam latihan sikap lilin, berjalan di atas balok kayu, dan berdiri dengan tangan sebagai tumpuannya.

9. Ketepatan (Accuracy)

Ketepatan adalah kemampuan dalam mengendalikan gerakan sesuai dengan sasaran.

Seperti permainan olahraga bowling, memanah. Salah satu latihan untuk melatih ketepatan yaitu melempar bola pada keranjang atau sasaran tertentu.

10. Reaksi (Reaction)

Reaksi merupakan kemampuan seseorang dalam menanggapi rangsangan atau stimulus yang diberikan orang lain.

Bentuk latihan kebugaran jasmani untuk melatih ketepatan reaksi adalah lempar tangkap bola.

Manfaat Kebugaran Jasmani

Berikut ini 10 manfaat yg diperoleh dari kebugaran tubuh.

1. Meningkatkan sirkulasi darah dan sistem kerja jantung

2. Meningkatkan stamina dan kakuatan tubuh sehingga tubuh menjadi lebih energik

3. Memiliki kemampuan pemulihan organ-organ tubuh secara tepat setelah latihan

4. Memiliki respon tubuh yang tepat

5. Mengurangi risiko obesitas

6. Mencegah penyakit jantung

7. Menurunkan tekanan darah tinggi

8. Mengatasi depresi

9. Meningkatkan energi

10. Terhindar dari osteoporosis (tulang keropos)

tambahkan juga fungsi dan tujuan utama latihan kebugaran jasmani adalah:

Meningkatkan daya tahan tubuh

Meningkatkan kelentukan persendian

Meningkatkan kekuatan otot dan kecepatan

Meningkatkan sistem sirkulasi darah, sistem saraf, dan fungsi jantung.

Mempertahankan dan menyelaraskan kondisi tubuh dalam kehidupan sehari-hari

Adapun Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) yang digunakan untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani seseorang, yaitu:

1. Tes Denyut Nadi Maksimal (DNM)

2. Tes Harvard Step Test

3. Tes lari cepat 60 meter

4. Tes gantung siku tekuk (pull up)

5. Tes baring duduk (sit up)


Kamis, 12 November 2020

Materi Pencak Silat


Kata “silat” sendiri merupakan istilah yang terkenal secara luas di kawasan Asia Tenggara untuk menyebut seni bela diri ini.

Meski demikian, masing-masing negara juga mempunyai sebutannya sendiri sesuai dengan bahasa lokal mereka seperti gayong dan cekak (Malaysia dan Singapura), bersilat (Thailand), dan pasilat (Filipina).

Pencak silat berasal dari dua kata, yakni pencak dan silat. Pengertian pencak ialah gerak dasar bela diri dan terikat dengan peraturan.

Sedangkan silat berarti gerak beladiri sempurna yang bersumber dari kerohanian.

Dalam perkembangannya, silat ini lebih mengutamakan unsur seni dalam penampilan keindahan gerakan, sementara itu silat ialah inti dari ajaran bela diri dalam pertarungan.

Pengurus Besar IPSI menyebutkan pengertian pencak silat sebagai:

“Pencak silat ialah hasil budaya manusia di Indonesia untuk membela, lalu mempertahankan eksistensi (kemandiriannya) serta integritasnya (manunggal) untuk lingkungan hidup sekitarnya guna mencapai keselarasan hidup dalam meningkatkan iman & taqwa terhadap Tuhan YME”.

Sementara itu, berdasarkan KBBI, menyebutkan bahwa pengertian pencak silat yaitu sebagai permainan (keahlian) dalam mempertahankan diri dengan keahlian menangkis, menyerang serta membela diri menggunakan ataupun tanpa senjata.

Beberapa istilah resmi yang berkaitan dengan silat dari berbagai daerah di Indonesia, diantaranya yaitu:

  • Di provinsi Sumatera Barat terdapat istilah Silek & Gayuang.
  • Pesisir timur provinsi Sumatra Barat serta Malaysia terdapat istilah Bersilat.
  • Di Jawa Barat terdapatistilah Maempok serta Penca.
  • Di Jawa Tengah, Yogyakarta, provinsi Jawa Timur terdapat istilah Pencak.
  • Di Madura dengan Pulau Bawean terdapat istilah Mancak.
  • Di Bali terdapat istilah Mancak ataupun Encak.
  • Di NTB dan Dompu terdapat istilah Mpaa Sila.
Sejarah

Sejarah perkembangan pencak silat sudah dimulai sejak perkembangan zaman kerajaan, kemudian zaman penjajahan Belanda, sampai zaman pendudukan Jepang, dan yang terakhir ketika zaman kemerdekaan.

Selain seabgai upaya untuk mempertahankan diri, seni bela diri ini juga menjadi salah satu seni budaya yang terus dilestarikan hingga sekarang.

Dan seperti yang telah kita ketahui, silat ini tak hanya berkembang di negara Indonesia saja.

Melainkan hingga menyebar ke negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darusalam, Singapura, ataupun negara lainnya.

Untuk lebih jelasnya, simak ulasan mengenai sejarah di bawah ini:

1. Perkembangan pada Zaman Kerajaan

Pada masa kerajaan berlangsung, bela diri merupakan suatu keterampilan yang telah dikenal oleh masyarakat luas sebagai pertahanan keamanan.

Dan juga untuk memperluas wilayah kerajaan untuk melawan kerajaan lain.

Beberapa kerajaan seperti Kutai, Tarumanegara, Kediri, Mataram, Singasari, Sriwijaya, dan juga kerajaan Majapahit juga menyiapkan berbagai pasukan yang telah dibekali dengan ilmu bela diri guna mempertahankan wilayahnya.

Dan pada saat itu, istilah pencak silat belum dikenal oleh masayarakat kerajaan.

Selanjutnya pada tahun 1019-1041 tepatnya pada masa kerajaan Kahuripan dengan pimpinannya Prabu Erlangga yang berasal dari Sidoarjo, telah mengenal bela diri pencak yang bernama “Eh Hok Hik”, yang berarti “Maju Selangkah Memukul” (Notosoejitno, 1999).

2. Perkembangan pada Zaman Penjajahan Belanda

Pada masa penjajahan Belanda, pertumbuhan dari pencak silat sangat ditentang oleh pihak Belanda, sebab dipandang berbahaya untuk keberlangsungan jajahannya.

Sehingga, pencak silat dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan hanya dilakukan pada masayarakat kelompok kecil.

Dan pada masa penjajahan Belanda ini, silat hanya mempunyai kesempatan untuk mengembangkan keseniannya yang masih digunakan pada beberapa daerah saja, dan itupun berbentuk pertunjukan maupun upacara.

Pengaruh yang berasal dari penekanan zaman penjajahan Belanda turut mewarnai pertumbuhan silat dalam masa selanjutnya.

3. Perkembangan pada Pendudukan Jepang

Berbeda dengan zaman Belanda yang menentang pertumbuhan pencak silat, pada masa pendudukan Jepang, pencak silat sangatlah didukung serta dikembangkan guna sebagai kepentingan Jepang sendiri, yaitu untuk mengobarkan semangat pertahanan untuk menghadapi serangan sekutu.

Sebab anjuran dari Shimitsu, maka banyak diadakan pemusatan tenaga dari aliran pencak silat sini.

Pada masa ini, seluruh wilayah Jawa didirikan perkumpulan pencak silat yang telah diatur pemerintah secara serentak.

Meskipun Jepang telah memberi kesempatan untuk menghidupkan unsur-unsur warisan dari kebesaran bangsa tersebut.

Tetapi tujuan utamanya adalah guna mempergunakan semangat yang menurutnya akan berkobar lagi yang tentunya untuk kepentingan Jepang. Bukan kepentingan nasional.

Meskipun demikian, masih ada keuntungannya, yaitu masyarakat kembali sadar demi mengembalikan ilmu tersebut ditempat semestinya.

Bahkan masyarakat juga mulai menata kembali ilmu silat ini dan selanjutnya mengaplikasikan nilai-nilai yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

4. Perkembangan pada Zaman Kemerdekaan

Perkembangan silat juga terus berlanjut hingga masa kemerdekaan. Dalam periode ini adalah perintisan didirikannya organisasi pencak silat yang memiliki tujuan guna menampung perguruan-perguruan seni bela diri ini yang ada.

Pada tanggal 18 Mei tahun 1948 di Surakarta, terdapat beberapa pendekar yang berkumpul dan kemudian membentuk sebuah organisasi yang bernama Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia atau yang disingkat dengan IPSSI.

Dalam organisasi tersebut diketuai oleh Mr. Wongsonegoro dan kemudian mengubah nama organisasinya menjadi Ikatan Pencak Silat Indonesia dan disingkat sebagai IPSI yang memiliki tujuan untuk membakar lagi semangat juang rakyat Indonesia pada masa pembangunan.

Tak hanya itu, tujuan lain dari terbentuknya organisasi ini adalah untuk memupuk rasa persaudaraan serta kesatuan bangsa Indonesia supaya tidak gampang dipecah belah.

Dan sekarang, IPSI tercatat menjadi organisasi silat nasional paling tua yang ada di dunia.

Selanjutnya di tanggal 11 Maret tahun 1980, didirikan juga sebuah organisasi pencak silat bernama Persatuan Pencak Silat Antarbangsa atau yang disingkat sebagai Persilat yang didirikan oleh prakarsa Eddie M. Nalapraya dari (Indonesia) yang pada masa itu juga menjabat sebagai ketua IPSI.

Dan kemudian diadakan sebuah acara pencak silat dengan dihadiri berbagai perwakilan negara, seperti Malaysia, Singapura, maupun Brunei Darusalam.

Dan dari keempat negara tersebut, Indonesia termasuk kedalam negara sebagai pendiri Persilat.

Organiasi silat lainnya diantaranya sebagai berikut:

  • IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) di Indonesia
  • PESAKA (Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia) di Malaysia
  • PERSIS (Persekutuan Silat Singapore) di Singapura
  • PERSIB (Persekutuan Silat Bruei Darussalam) di Brunei Darussalam.

Dan yang paling membanggakan, negara seperti Amerika Serikat serta Eropa juga turut mengembangkan pencak silat ini dengan mendirikan perguruan silat.

Dan hingga sekarang, silat telah ditetapkan sebagai salah satu cabang olahraga resmi yang dipertandingkan dalam pertandingan internasional.

Terutama dalam pertandingkan SEA Games.

Teknik

1. Sikap Dasar Pencak Silat

Teknik pertama yang harus kalian pelajari dan kuasai adalah sikap dasar dari pencak silat. Sikap ini merupakan sikap-sikap statis.

Dan dilakukan untuk melatih kekuatan otot-otot pada tungkai.

Terbentuknya sikap dasar ini juga sebagai pondasi pembentukan gerak teknik untuk pesilat selanjutnya, yang meliputi sikap jasmaniah dan juga sikap rohaniah.

Adapun beberapa sikap dasar dari seni bela diri ini, meliputi:

  • Sikap Hormat

Yang pertama yaitu sikap hormat atau sikap tegak yang digunakan guna menghormati musuh maupun kawan.

Posisi sikap hormat berupa badan tegap diikuti dengan kaki yang rapat serta tangan berada di depan. Posisi dada terbuka yang rapat dengan jari-jari pada tangan serta pandangan menghadap ke arah atas.

  • Sikap Tegak

Posisi sikap tegak yakni dimana siap berdiri tegak yang terdapat dalam bela diri pencak silat.

Pada posisi tegak ini juga dibagi lagi menjadi 4 jenis sikap, diantaranya yaitu:

    • Sikap Tegak 4
    • Sikap Tegak 3
    • Sikap Tegak 2
    • Sikap Tegak 1
  • Sikap Duduk

Sebagai dasar dari permainan bawah, sikap duduk juga dibagi atas 4 sikap, diantaranya yaitu:

    • Sikap sila
    • Sikap duduk
    • Sikap simpuh
    • Dan sikap sempok atau dempok
  • Sikap Pasang

Selanjutnya merupakan sikap pasang yaitu sikap awal yang betujuan untuk melakukan serangan maupun pembelaan.

Dalam sikap pasang ini juga dibagi atas 4 sikap, diantaranya yaitu:

    • Sikap Pasang pertama merupakan pasang satu.
    • Selanjutnya sikap pasang Dua.
    • Kemudian sikap Pasang Tiga.
    • Dan yang terakhir Sikap Pasang Empat.
  • Kuda-Kuda Pencak Silat

Kata “kuda-kuda” berasal dari kata “kuda” yang berarti posisi kaki layaknya orang yang sedang menunggang kuda.

Dalam seni bela diri silat, kuda-kuda juga dapat diartikan sebagai posisi tumpuan untuk melakukan sikap pasang. Selanjutnya teknik-teknik serangan, sampai teknik pembelaan diri.

Dibawah ini merupakan lima bentuk kuda-kuda dalam pencak silat, diantaranya adalah sebagai berikut:

    • Posisi Kuda-Kuda Tengah.
    • Posisi Kuda-Kuda Samping.
    • Posisi Kuda-Kuda Depan.
    • Posisi Kuda-Kuda Belakang.
    • Posisi Kuda-Kuda Silang.
  • Pemebentukan Gerakan

Kemudian ada juga pembentukan gerakan yang merupakan dasar guna mewujudkan pembelaan ataupun serangan kepada pihak lawan.

Dalam pembentukan gerakan ini juga diliputi oleh beberapa unsur, diantaranya adalah sebagai berikut:

    • Pembentukan Arah

Yang sangat dibutuhkan pada waktu pembentukan gerakan adalah arah. Terdapat beberapa arah yang perlu kamu pahami ketika belajar seni bela diri silat.

Dibawah ini terdapat 8 arah penjuru atau arah mata angin.

8 Penjuru mata angin merupakan sikap maupun pola langkah silat dengan membentuk 8 penjuru dalam satu titik tumpu yang berada di tengah.

Arah 8 penjuru tersebut diantaranya yaitu:

  1. Arah kebelakang
  2. Arah serong kiri belakang
  3. Arah samping kiri
  4. Arah serong kiri depan
  5. Arah depan
  6. Arah serong kanan depan
  7. Arah samping kanan
  8. Arah serong kanan belakang.

Jurus Pencak Silat

Terdapat beberapa jurus yang dapat dilakukan dalam seni bela diri silat.

Salah satunya yaitu jurus 5 yang dimana jurus ini melambangkan kemajuan berkepribadian Indonesia.

Dalam jurus 5, terdapat dua pola yang dipakai, yakni pola lantai lurus serta pola langkah berputar.

Berikut cara untuk melakukannya:

  1. Langkahkan kaki kanan ke arah depan serta silangkan kedua tangan di depan dada. Jangan lupa untuk tangan kanan ditaruh di atas.
  2. Selanjutnya lakukan sikuan kiri dan juga menggunakan kuda-kuda tengah di tempat.
  3. Lakukan juga tendangan di depan kanan dengan menggunakan tangan kanan untuk memukul pelan pada paha. Sementara itu, tangan kiri disilangkan di depan kuda-kuda.
  4. Pakai pasang di bawah dengan pososo duduk bertumpu di kaki kanan dengan tangan kiri terbuka di bagian belakang badan.
    Di bagian lain, tangan kanan juga akan disilangkan di depan dada.
  5. Sesudah itu, lakukan juga tendangan ke arah samping di bawah kiri dengan posisi terbaring.
    Sementara itu, posisikan tangan kiri di depan kepala dengan tangan kanan yang digunakan sebagai tumpuan badan.
  6. Posisikan kaki kiri di depan sempok dengan posisi tangan kanan menjunjung tinggi ke atas. Junjungan tangan kanan ini merupakan wakil dari menjujung kebenaran.
  7. Putar badan ke arah kanan dan lakukan tangkisan ke arah samping kanan. Kuda-kuda yang digunakan dalam gerakan ini merupakan kuda-kuda depan kanan.

Peraturan Pertandingan Pencak Silat

Peraturan dala pertandingan pencak  silat di Indonesia memuat mengenai berbagai ketentuan bertanding.

Hal itu meliputi ketentuan kemenangan, ketentuan hukum pesilat, serta ketentuan penilaian.

Untuk lebih jelasnya, akan simak ulasan di bawah:

1. Ketentuan Bertanding

a. Pertandingan Pencak silat dyang ilakukan oleh dua pesilat yang saling berhadapan untuk mencapai prestasi.

  • Melakukan pembelaan (hindaran, elakan serta tangkisan)
  • Melakukan serangan kepada sasaran (serangan dengan menggunakan tangan dan kaki)
  • Menjatuhkan lawan.
  • Mengunci lawan.

b. Pertandingan pencak silat yang dilakukan dalam 3 babak, dangan masing-masing babak berdurasi 2 menit dan durasi istirahat antar babak adalah 1 menit.

c. Ketentuan Pertandingan

  • Setiap pembela dan serangan harus berpola dasi sikap awal, pasangan, langkah dan adanya koordinasi dalam melakukan serangan ataupun pembelaan harus kembali pada sikap awal atau pasang.
  • Serangan beruntun harus tersusun dengan teratur dan juga berangkai dengan berbagai cara ke arah sasaran, sebanyak-banyaknya terdapat 4 jenis serangan.
  • Mematuhi segala ketentuan tentang sasaran, larangan-larangan dan juga kaidah pencak silat serta ketentuan-ketentuan perwasitan umumnya.

d. Pertandingan pencak silat dipimpin oleh satu orang wasit serta lima orang juri.

2. Ketentuan-ketentuan Kemenangan

Peraturan pertandingan pencak silat meliputi ketentuan kemenangan sebagai berikut:

a.  Menang angka, bila pertandingan selesai dalam 3 babak dan juri telah menetapkan satu pemenang dengan jumlahh angka lebih banyak dari lawannya.

b. Menang teknik apabila lawan tidak dapat melanjutkan ke pertandingan sebab:

  • Menyatakan diri tidak bisa atau tidak mampu meneruskan pertandingan.
  • Atas keputusa dokter pertandingan, sebab kondisi atlet mungkin membahayakan.
  • Atas permintaan dari pelatih.

c. Menang mutlak, apabila lawannya jatuh dikarenakan serangan yang sah serta tidak sadar setelah hitungan wasit hingga ke-10 dalam waktu 10 detik.

d. Menang diskualifikasi, apabila:

  • Lawan memperoleh peringatan ke-3 setelah mendaptkan peringatan ke-2.
  • Lawan melakukan pelanggaran yang berat dan diberikan hukuman langsung berupa diskualifikasi.
  • Lawan melakukan pelanggaran tingkat pertama serta lawan mengalami cedera dan tidak bisa melanjutkan pertandingan atas keputusan dokter pertandingan.

e. Menang karena pertandingan tidak seimbang

f. Menang karena lawan tidak hadir dalam pertandingan atau mengundurkan diri.

3. Ketentuan Hukum Kepada Pesilat

Peraturan pertandingan pencak silat terdapay berbagai ketentuan hukum dalam pencak silat, diantaranya sebagai berikut:

a. Teguran, diberikan apabila pesilat melakukan pelanggaran ringan.

  • Teguran I, nilai dikurangi satu (1)
  • Teguran II, nilai dikurangi dua (2)

b. Peringatan I, apabila pesilat mendapatkan teguran ke-3 dalam satu babak dikarenakan pelanggaran ringan. Peringatan ini akan di kurangi lima (5)

c. Peringatan II, diberikan apabila pesilat mendapatkan Peringatan I, Peingatan II, dan nilai dikurangi sepuluh (10)

d. Diskualifikasi diberikan apabila pesilat:

  • Memperoleh peringatan sesudah peringatan II.
  • Melakukan pelanggaran berat yang didorong oleh unsur kesengajaan dan bertentangan dengan norma keolahragaan.
  • Melakukan pelanggaran tingkat pertama serta lawan cidera sehingga tidak dapat melanjutkan pertandingan atas keputusan dokter perandingan.

4. Ketentuan Penilaian

Ketentuan penilaian dalam peraturan pertandingan pencak silat ialah sebagai berikut:

a. Nilai 1 (satu)

  • Elakan atau tangkisan yang sukses dan disusul oleh serangan yang masuk dalam sasaran, atau teknik jatuhan yang juga sukses.
  • Serangan tangan yang masuk pada sasaran.

b. Nilai 2 (dua)

  • Serangan kaki yang masuk pada sasaran.

c. Nilai 3 (tiga)

  • Menjatuhkan lawan.

d. Nilai 4 (empat)

  • Mengunci lawan.

e. Selain nilai-nilai di atas juga diberikan nilai kerapian teknik. Yakni penilaian atas kaidah-kaidah permainan pencak silat, dengan nilai terendah yaitu 2 (dua) dan nilai tertinggi yaitu 5 (lima) dalam setiap babak.

5. Sasaran yang dapat diserang yaitu bagian tubuh, kecuali leher ke atas dan kemaluan, diantaranya:

  • Dada
  • Perut
  • Pinggang kiri dan kanan
  • Punggung
  • Sementara itu, tungkai dan tangan bisa dijadikan sasaran serangan dengan menjatuhkan dan juga melakukan kuncian, namun tidak memiliki nilai sebagai serangan perkenaan.

Tujuan Pencak Silat

Pencak silat ini mempunyai lima aspek penting yang menjadi tujuan dari pencak silat itu sendiri.

Dimana kelima dari aspek dan tujuan tersebut saling berhubungan satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh.

Berikut ini merupakan beberapa tujuan dari pencak silat berdasarkan 5 aspek penting yang ada di dalamnya:

1. Pengembangan Pendidikan Mental-Spiritual

Tujuan pertama dari pencak silat yaitu untuk pengembangan pendidikan mental spiritual, termasuk dalam mewujudkan budi pekerti luhur kepada setiap pengikutnya.

Pencak silat juga mengajarkan tentang pengenalan terhadap diri sendiri sebagai seorang makhluk yang percaya kepada adanya Tuhan Yang Maha Esa.

Oleh karena itu, pencak silat bukan hanya suatu pembinaan dengan tujuan aspek seni, bela diri, ataupun olah raga saja.

Tetapi juga memiliki tujuan untuk mengembangkan watak luhur, kepribadian, karakter, sikap ksatria, percaya diri, dan juga takwa terhadap Tuhan yang Maha Esa.

Tujuan pengembangan dari pendidikan mental spiritual juga bisa disimpulkan seperti di bawah:

  • Peningkatan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan juga berbudi luhur untuk setiap pengikutnya.
  • Menciptakan rasa tenggang rasa, percaya kepada diri sendiri, dan juga disiplin yang tinggi.
  • Membangun rasa cinta terhadap bangsa serta tanah air, dengan didukung kehadiran pencak silat sendiri sebagai salah suatu bela diri tradisional Indonesia.
  • Meningkatkan rasa persaudaraan, pengendalian diri, dan juga tanggung jawab sosial yang tinggi.
  • Membangung rasa solidaritas sosial, keinginan untuk kemajuan, kejujuran, kebenaran, dan keadilan bagi para pengikutnya.

2. Pengembangan Aspek Bela Diri

Pencak silat sebagai salah suatu bela diri sehingga bertujuan untuk mengembangkan aspek bela diri dalam mengembangkan keterampilan, sikap, kepribadian, dan juga rasa kebangsaan.

Yang mana hal-hal itu memang harus dikuasai di dalam ilmu bela diri pencak silat supaya para pengikutnya bisa terbentuk sebagai seorang manusia seutuhnya, yang berarti terbentuk secara jasmani dan juga rohani.

Tujuan dari pengembangan aspek bela diri pada pencak silat dapat disimpulkan dengan tujuan sebagai berikut:

  • Untuk meningkatkan efektifitas dan juga keterampilan dalam hal bela diri dan juga menjaga keselamatan serta harga diri baik bagi para pengikutnya ataupun bagi bangsa dan juga negara.
  • Meningkatkan sikap tanggap, cermat, dan peka dalam menanggapi ataupun memahami segala permasalahan yang dihadapi.
  • Meningkatkan ketangguhan ataupun keuletan dalam pengembangan kemampuan dasar dari dalam diri individu masing-masing.

3. Pengembangan Seni

Sebagai salah satu seni bela diri, pencak silat juga mempunyai tujuan untuk pengembangan seni maupun kebudayaan daerah.

Dimana pencak silat sendiri harus mampu mengikuti ketentuan estetika seperti wiraga, wirama, serta wirasa menjadi satu kesatuan yang utuh.

Oleh karena itu, pencak silat bertujuan untuk mengembangkan seni maupun kebudayaan yang berarti juga adanya tujuan untuk pengembangan keterampilan dalam gerak yang serasi, unik, serta menarik berdasar pada kecintaan terhadap budaya bangsa.

Tak hanya itu, tujuan dari pengembangan seni juga untuk:

  • Menanggulangi sekaligus mengurangi pengaruh budaya asing yang bersifat negatif, serta untuk mendorong terbentuknya sikap untuk dapat menyaring budaya asing yang positif serta berguna dalam pembangunan budaya bangsa.
  • Mengembangkan nilai-nilai pencak silat yang disesuaikan dengan penerapan nilai-nilai kepribadian yang ada dalam Pancasila.
  • Pengembangan nilai-nilai budaya luhur demi memperkuat kepribadian kebudayaan bangsa Indonesia.

4. Pengembangan Olahraga

Dalam beberapa aspek, pencak silat juga diartikan dalam aspek olahraga.

Sehingga memiliki tujuan untuk pengembangan olahraga dimana gerakan-gerakan efektif yang ada dalam pencak silat bertujuan juga untuk mengembangkan kesehatan jasmani dan juga rohani.

Kondisi tersebut juga dikarenakan pencak silat memakai otot-otot tubuh sekaligus keseimbangan dan kemampuan untuk mengambil keputusan dalam waktu yang singkat namun tepat.

Sehingga, pencak silat ini untuk pengembangan olahraga juga memiliki tujuan yang lain, seperti:

  • Mendorong timbulnya sifat sportivitas untuk para pengikutnya.
  • Meningkatkan prestasi dengan melalui berbagai pertandingan-pertandingan olahraga pencak silat.
  • Meningkatkan kebiasaan hidup sehat dengan melalui olahraga pencak silat.

5. Pengembangan Pendidikan

Pencak silat juga mempunyai beberapa tujuan untuk pengembangan pendidikan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan ilmu pengetahuan yang lebih dalam.
  • Membentuk sikap yang lebih positif dan juga efektif serta bermanfaat juga di dalam usaha penyesuaian terhadap lingkungan disekitarnya.
  • Membantu untuk membentuk keterampilan.
    Contohnya dalam mengambil keputusan dan memecahkan permasalahan yang sedang dialami.
  • Meningkatkan fungsi organ tubuh, sebab dalam pencak silat yang termasuk dalam bagian dari olahraga juga menggunakan kemampuan otot serta kekuatan tubuh dan juga keseimbangan.
    Seperti halnya yang sangat bermanfaat bagi fungsi organ di dalam tubuh.

Selain kelima tujuan di atas yang didasarkan kepada beberapa aspek penting kehidupan diatas.

Terdapat pula beberapa tujuan pencak silat secara umum.

Diantaranya:

  • Sebagai suatu wadah untuk menyalurkan hobi serta minat yang berhubungan dengan bela diri.
  • Membentuk suatu masyarakat dengan jiwa yang sehat, pemikiran cerdas, serta meningkatkan prestasi dalam masyarakat.
  • Mendidik sekaligus membentuk kepribadian yang ksatria, berani, adil, disiplin, dan juga memiliki sikap bertanggung jawab yang tinggi.
  • Mendorong sekaligus menggerakkan masyarakat supaya lebih bisa menghargai seni dan kebudayaan bangsa Indonesia sendiri.
  • Mendorong munculnya suatu pemahaman bahwa pencak silat adalah suatu kebutuhan hidup.
  • Mendidik generasi muda supaya bisa memanfaatkan waktu dengan lebih baik serta tidak terjerumus di dalam pergaulan bebas ataupun terpengaruh dengan budaya asing yang bersifat negatif.

Jumat, 16 Oktober 2020

Materi Tolak Peluru

 Pengertian Tolak Peluru

 

Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga melempar dalam atletik yang mana sang atlet ini akan melemparkan sebuah bola besi sejauh mungkin dari titik lempar menuju titik pendaratan dengan menggunakan teknik tertentu serta juga aturan main yang sudah ditetapkan.

Olahraga tolak peluru bisa/dapat dilakukan di lapangan indoor ataupun outdoor.

Sebagai salah satu (1) olah raga cabang lempar, tolak peluru ini merupakan satu-satunya yang dapat dilakukan di lapangan indoor disebabkan tidak seperti lempar cakram misalnya, tolak peluru ini tak membutuhkan area pendaratan peluru yang luas, karena sejauh ini belum ada satupun atlet yang sanggup melempar hingga melebihi jarak 25 meter.

Tolak peluru ini merupakan salah satu olah raga berat yang tidak bisa/dapat dilakukan sembarangan, meski olah raga ini terkesan sepele, yaitu hanya melakukan tolakan bola besi serta juga selesai.

Rata-rata para juara dunia baik untuk kelas laki-laki atau juga perempuan, mempunyai postur tubuh yang besar serta memiliki energi kuat untuk melakukan tolakan meski banyak juga atlet tolak peluru yang mempunyai postur tubuh sedang.

Faktor  Tolak Peluru

Faktor penentu didalam tolak peluru secara umum terdapat 2, yakni teknik serta postur tubuh atlet.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa atlet yang berbadan besar cenderung mempunyai atau memiliki sebuah energi besar serta juga cocok untuk olah raga ini, namun bukan berarti atlet bertubuh sedang atau juga bertubuh kecil tidak bisa/dapat melakukannya, asalkan tolak peluru ini dilakukan dengan teknik yang baik serta juga dilakukan dengan energi besar (soal energi dapat dilatih tanpa harus selalu berhubungan dengan ukuran tubuh), maka hasil tolakan akan juga jauh.

Sejarah Tolak Peluru

Tolak peluru ini merupakan olah raga yang telah/sudah itu sejak zaman Yunani kuno, hanya saja pada waktu tersebut bentuk serta tata cara olahraga ini tentu saja berbeda.

Menurut Homer, pada waktu itu olahraga tolak peluru ini bernama lempar beban (weight trowing).

Hanya saja tak ada catatan sejarah mengenai bentuk atau juga bahkan jenis beban persisnya (yang bisa/dapat ditelusuri dari data sejarah yang ada itu hanyalah lempar batu) yang dipergunakan pada waktu itu.

Namun demikian, olah raga tersebut merupakan salah satu jenis latihan perang yang dilakukan oleh para prajurit Troya yang kemudian dipertandingkan.

 

Sekali lagi, kompetisi tersebut tidak bisa dilacak jejaknya. Salah satu jejak yang bisa/dapat ditemukan dalam olah raga lempar beban itu adalah kompetisi yang diadakan di Skotlandia pada abad ke 1.

Pada abad ke 16 di Inggris, Raja Henry ke VIII juga menyelenggarakan pertandingan yang serupa, yakni lempar beban serta lempar palu.

Kompetisi pertama yang bentuknya mendekati tolak peluru masa kini ini ialah kompetisi pada era pertengahan yang mana kompetisi yang diselenggarakan oleh kalangan militer ini diikuti oleh para prajurit yang melemparkan bola besi sejauh mungkin dari titik tolak.

Kompetisi tolak peluru yang pertama kali terdokumentasikan ini ialah kompetisi di Skotlandia ialah sebagai salah satu bagian dari The British Amateur Championships pada tahun 1866.

Sejak saat itu olah raga tersebut mulai digemari khususnya di negara-negara Eropa serta menjadi salah satu nomor atletik yang dipertandingkan dalam olimpiade modern pertama di Yunani ditahun 1896.

Gaya Tolak Peluru

Dalam olah raga tolak peluru, terdapat tiga gaya yang pernah digunakan dalam pertandingan, yakni gaya Klasik, Gaya Glide (meluncur) serta juga gaya spin (berputar).

Dari ketiga gaya tersebut, hanya gaya meluncur serta berputar saja yang masih dipergunakan itu sampai saat ini. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Gaya Klasik (samping)

Gaya ini merupakan gaya yang paling tua serta tidak diketahui siapa penemunya.

Gaya ini merupakan suatu gaya tolak peluru yang menggunakan awalan menyamping, yakni atlet menghadap kesamping didalam posisi siap sebelum dia mulai menolak peluru.

Pada gaya tersebut, peluru mula-mula dipegang dengan menggunakan dua tangan, tangan kanan menyangga peluru di atas bahu, serta tangan kiri memegang atau juga menjaga peluru bagian atas.

Namun peluru itunantinya tetap akan dilempar dengan menggunakan satu tangan, yakni tangan kanan.

2. Gaya Glide (meluncur)

Gaya ini pertamakalinya dirilis pada tahun 1951 dan pertamakali dipergunakan oleh Parry O’Brien dari Amerika Serikat.

Berbeda dengan gaya samping, pada gaya ini atlet akan melakukan setengah putaran itudahulu sebelum ia melontarkan peluru.

Pada gaya tersebut, atlet itu akan menghadap ke belakang pada persiapan awalnya, lalu kemudian mendorong tubuhnya ke arah belakang untuk kemudian segera menghadap depan dan melontarkan peluru.

Lemparan terjauh dengan menggunakan gaya ini adalah lemparan milik Ulf Timmermann (Jerman Timur) dengan jarak lempar sejauh 23.06 meter.

3. Gaya Spin (berputar)

Gaya ini pertamakali d rilis pada tahun 1972 oleh Aleksandr Baryshnikov dari Rusia yang berhasil membuat rekor baru untuk nomor putra dengan jarak lempar 22 meter ditahun itu.

Pada gaya tersebut, atlet itu akan melakukan suatu putaran itu 360 derajad sebelum ia melakukan suatu lemparan.

Gaya berputar tersebut diharapkan akan mampu memberikan momentum terbaik dalam melempar peluru itu sejauh-jauhnya.

Gaya ini merupakan gaya yang paling sulit dalam tolak peluru karena atlet tak hanya fokus pada kekuatan tolakan, namun juga harus menguasai teknik berputar dengan baik.

Jika sedikit saja atlet melakukan kesalahan dalam putaran, maka hasilkan akan buruk dan bahkan bisa berujung pada kegagalan.

Atlet terbaik dalam tolak peluru yang memecahkan rekor baru dengan gaya ini adalah Randy Brandes yang berhasil melempar dengan jarak 23.12 meter.

Teknik Tolak Peluru

Teknik terpenting didalam tolak peluru terletak dalam suatu gaya untuk melakukan sebuah tolakan.

Posisi jari di dalam memegang peluru tersebut tidaklah terlalu penting. Peluru tersebut dapat dipegang dengan posisi jari senyaman mungkin agar bisa menahan bola saat tolakan. Sementara itu, diposisi awal peluru tersebut akan stabil sebab selalu menempel pada leher.

Berikut ini uraian teknik mulai dari persiapan awal hingga melakukan tolakan dengan menggunakan dua gaya, yakni gaya glide dan spin:

1. Teknik Tolak Peluru Gaya Glide (meluncur)

Posisi awal pada gaya ini adalah dengan menghadapkan tubuh ke arah belakang membelakangi sektor pendaratan, memegang peluru dengan tangan kanan, lalu menempelkan peluru tersebut dengan leher sehingga kepala menjadi miring ke kanan menyesuaikan posisi peluru.

2. Teknik Tolak Peluru Gaya Spin (berputar)

Gaya ini sangat mirip dengan gaya berputar pada lempar cakram dalam hal melakukan putaran.

Peraturan Tolak Peluru

Dalam olahraga tolak peluru, terdapat beberapa aturan yang tidak boleh dilanggar oleh peserta. Dibawah ini merupakan 9 point peraturan tolak peluru, diantaranya :

Atlet itu boleh memasuki lingkaran tolakan dari arah mana saja. Biasanya para atlet itu memilih untuk masuk lingkaran dari sisi belakang serta juga samping.

Atlet tolak peluru ini hanya memiliki waktu 60 detik untuk menyelesaikan pertandingan setelah namanya itu dipanggil.

Atlet juga tidak diperkenankan menggunakan sarung tangan, namun masih diperbolehkan menggunakan pelindung ruas jari (taping) selama dalam pertandingan.

Atlet itu juga harus menahan peluru dengan menggunakan lehernya selama ia melakukan gerakan untuk tolakan.

Peluru itu harus dilontarkan hanya dengan menggunakan satu tangan dengan posisi yakni lebih tinggi dari bahu.

Atlet juga hanya boleh melakukan gerakan tolakan di dalam lingkaran saja, apabila ia menyentuhkan kakinya sedikit saja di luar batas lingkaran, maka dia akan dinyatakan diskualifikasi.

Peluru itu harus mendarat pada sektor area pendaratan yang disediakan (34.92 dejarad).

Atlet juga harus meninggalkan lingkaran setelah melakukan lemparan hanya dengan melewati sisi lingkaran bagian belakang.

Atlet pun juga hanya boleh meninggalkan lingkaran setelah peluru tersebut mendarat.

Ukuran Lapangan Tolak Peluru



Lapangan tolak peluru ini sangat mirip dengan lapangan lempar cakram, namun dapat dibedakan dari adanya papan batas tolakan yang terdapat pada lingkaran tolak peluru, diantarnaya .

Bentuk utuh dari lapangan tolak peluru ini bisa dilihat pada gambar  sementara detail ukuran lapangan dapat dilihat pada gambar tengah sebagaimana akan diperjelas pada poin-poin berikut ini:

  • Lapangan tolak peluru itu terbagi menjadi dua (2), yakni sektor pendaratan serta juga lingkaran tolakan.
  • Sektor pendaratan itu berupa tanah yang ditandai dengan garis batas (sector line) sekaligus juga garis ukur standard yang berada di tengah area sektor pendaratan. Panjang dari sektor ini minimal 25 meter dan dengan sudut 40 derajad.
  • Lingkaran tolakan ini mempunyai diameter 2,235 meter yang dikelilingi dengan ring besi dengan ketebalan 66 mm serta juga tinggi 2 cm yang memiliki fungsi sebagai batas lingkaran. Pada bagian depan lingkaran ini dipasang balok batas tolakan dengan ukuran panjang 1,22 meter setinggi 10 cm dengan ketebalan 11,4 cm.

 


idhostinger