Gerak Jalan

Gerak Jalan Tradisional menempuh jarak 28 KM dari Markas Besar Komando Djawa (MBKD) Jendral Soedirman Desa Kepurun, Manisrenggo finish di Monumen Juang 45 Joggrangan Klaten.

Juara O2SN SD KALTENG 2015

Hasil O2SN Tingkat SD Cabang Olahraga Tenis Meja Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005

Juara HUT KORPRI Kapuas

Kejuaraan Tenis Meja dan Sepak Bola Mini dalam Rangka HUT KORPRI Kabupaten Kapuas Tahun 2011

Juara Kelas 9.4

Penerimaan Raport Semester I Tahun Pelajaran 2021/2022

Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas

Hasil Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas Tahun 2021

Selamat Datang di Website Pribadi Guru Olahraga Menulis

Saturday, February 21, 2026

WASPADA: Urine Anda Adalah Cermin Kesehatan Ginjal


Banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa tubuh memiliki "sistem alarm" alami untuk mendeteksi kerusakan organ dalam. Salah satu indikator paling akurat dalam memantau kondisi ginjal adalah melalui karakteristik urine atau air seni yang dikeluarkan setiap hari.

Ginjal memiliki peran vital sebagai penyaring racun dari darah untuk dibuang melalui urine. Ketika fungsi penyaringan ini terganggu atau ginjal mulai mengalami kelelahan kronis, tanda-tanda kerusakan akan langsung terlihat pada perubahan pola buang air kecil.

Gejala yang Patut Diwaspadai

Para ahli medis memperingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan perubahan kecil saat berada di toilet. Berikut adalah beberapa gejala yang menandakan ginjal Anda sedang dalam kondisi bahaya:

  • Perubahan Tekstur: Munculnya busa atau buih yang persisten (indikasi kebocoran protein).

  • Perubahan Warna: Urine berwarna keruh, pekat, kuning tua, hingga kemerahan akibat bercampur darah.

  • Gangguan Sensasi: Rasa sakit, perih, atau panas saat buang air kecil.

  • Frekuensi Abnormal: Terlalu sering buang air kecil di malam hari, atau justru frekuensi yang sangat jarang meski asupan air putih tercukupi.

Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama

Kerusakan ginjal sering kali dipicu oleh kebiasaan yang dianggap sepele namun berdampak fatal secara jangka panjang. Penumpukan racun dalam tubuh biasanya disebabkan oleh:

  1. Kurangnya asupan air putih yang menghambat proses peluruhan racun.

  2. Kebiasaan menahan buang air kecil yang memicu infeksi dan tekanan pada ginjal.

  3. Konsumsi berlebih pada garam, kafein, serta minuman dengan kadar gula tinggi.

"Jangan menunggu rasa sakit yang hebat baru mulai peduli. Ginjal sering kali memberikan tanda lewat perubahan warna dan rasa saat pipis—itu adalah cara tubuh meminta tolong," ujar praktisi kesehatan dalam imbauannya.

Ginjal adalah organ yang bekerja tanpa henti. Sebelum fungsi penyaringannya hilang secara permanen, mulailah memperhatikan pola buang air kecil Anda hari ini. Deteksi dini adalah kunci terhindar dari gagal ginjal kronis.

Share:

Tragedi di Balik Meja Teller, Gaya Hidup 'Manis' Berujung Pingsan


JAKARTA – Suasana sibuk di sebuah kantor cabang bank swasta ternama mendadak mencekam pada pukul 14.00 WIB kemarin. Rina (30), seorang teller yang dikenal dengan prestasi gemilang dan keramahannya, ditemukan ambruk tak sadarkan diri di balik meja kerjanya saat antrean nasabah sedang memuncak.

Kejadian yang berlangsung cepat tersebut memaksa petugas keamanan dan rekan sejawat melarikan Rina ke instalasi gawat darurat (IGD) terdekat. Sempat diduga hanya kelelahan biasa atau tekanan darah rendah, diagnosis dokter justru mengungkap kenyataan pahit: Rina dinyatakan positif Pra-diabetes.

"Lampu Kuning" yang Terabaikan

Melalui pemeriksaan medis, diketahui bahwa kadar gula darah puasa Rina berada di angka 120 mg/dL dengan nilai HbA1c mencapai 6,2%. Dalam dunia medis, angka ini merupakan sinyal bahaya atau "fase lampu kuning" menuju Diabetes Tipe 2.

Dokter yang menangani Rina menjelaskan bahwa tubuh wanita muda tersebut mengalami kelelahan pankreas. Pingsan yang dialaminya merupakan mekanisme pertahanan terakhir tubuh sebelum terjadi kerusakan permanen.

"Ini adalah peringatan keras. Tubuh tidak lagi mampu mengolah lonjakan gula yang terjadi terus-menerus akibat pola hidup yang tidak sehat," ujar dokter yang merawatnya.

Gaya Hidup Sedenter: Musuh dalam Selimut

Banyak rekan kerja yang terkejut karena Rina tidak memiliki riwayat keluarga diabetes dan memiliki postur tubuh yang ideal. Namun, tim medis menyoroti lima faktor utama yang menjadi pemicu kondisi Rina:

  1. Sedentary Lifestyle: Duduk diam selama 8–10 jam tanpa jeda aktivitas fisik.

  2. Pola Makan Berantakan: Sering melewatkan sarapan, lalu "balas dendam" dengan porsi makan siang berlebih.

  3. Kecanduan Gula: Konsumsi kopi susu kekinian dengan gula aren dan extra shot setiap hari sebagai pengusir kantuk.

  4. Kurang Gerak: Minimnya aktivitas fisik setelah jam kerja (langsung beristirahat/rebahan).

  5. Kelelahan Kronis: Mengabaikan gejala sugar rush dan lemas yang dianggap sebagai kelelahan biasa.

Waspadai Gejala "Sepele"

Kasus Rina menjadi pengingat bagi para pekerja kantoran bahwa pra-diabetes seringkali datang tanpa gejala yang mencolok. Masyarakat diimbau untuk waspada jika merasakan tanda-tanda berikut:

  • Kantung berat setelah makan: Rasa kantuk yang sangat hebat setelah mengonsumsi karbohidrat atau gula.

  • Perubahan fisik: Area kulit seperti leher bagian belakang yang tampak menghitam (Acanthosis Nigricans).

  • Sering buang air kecil: Terutama pada malam hari.

  • Luka sulit sembuh: Proses regenerasi kulit yang melambat.

Pesan Untuk Masyarakat

Kisah Rina adalah potret nyata bahwa kesehatan tidak bisa ditukar dengan karier sehebat apa pun. Pra-diabetes bersifat reversible atau bisa diperbaiki jika dideteksi lebih dini melalui perubahan pola makan dan olahraga rutin.

"Jangan tunggu sampai tubuh menyerah. Karena saat itu terjadi, yang mahal bukan sekadar obatnya, melainkan hilangnya kesempatan untuk kembali sehat sepenuhnya," tutup dokter tersebut.

Apakah Anda merasa sering mengantuk setelah makan siang atau memiliki gaya hidup serupa Rina? Mungkin ini saatnya Anda melakukan pemeriksaan gula darah rutin. Ingin saya bantu menyusun jadwal aktivitas fisik sederhana atau tips pola makan sehat untuk mencegah pra-diabetes.


Sumber: https://www.facebook.com/profile.php?id=100095582738998

Share:

Thursday, February 19, 2026

Memahami Kecerdasan Buatan (AI) di Era Digital




Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sekadar materi film fiksi ilmiah. Saat ini, AI telah menjadi penggerak utama efisiensi di berbagai industri, mulai dari rekomendasi belanja hingga diagnosis medis. Makalah ini akan membahas esensi AI, peran data, cara mesin memahami bahasa manusia, dan logika di balik algoritmanya.

1. Apa Itu AI (Artificial Intelligence)?
Artificial Intelligence adalah cabang ilmu komputer yang bertujuan untuk menciptakan mesin atau sistem yang mampu meniru kemampuan intelektual manusia. Hal ini mencakup kemampuan untuk belajar dari pengalaman, mengenali pola, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan.

Klasifikasi Utama AI:

  • Narrow AI (Weak AI): AI yang dirancang untuk tugas spesifik (misalnya: ChatGPT, asisten virtual seperti Siri, atau filter spam email).

  • General AI (Strong AI): AI masa depan yang memiliki kecerdasan setara manusia dalam segala hal (saat ini belum terealisasi sepenuhnya).

2. Data di Mana-Mana: Bahan Bakar AI

Jika AI adalah mesinnya, maka Data adalah bahan bakarnya. Tanpa data, AI tidak bisa belajar. Fenomena "Big Data" saat ini memungkinkan AI berkembang pesat karena setiap aktivitas digital menghasilkan informasi.

Mengapa Data Sangat Penting?

  1. Pelatihan (Training): AI mempelajari pola dari miliaran contoh data historis.

  2. Akurasi: Semakin banyak dan berkualitas data yang diberikan, semakin akurat prediksi yang dihasilkan oleh sistem AI.

  3. Personalisasi: Data memungkinkan AI memahami preferensi individu secara spesifik.

3. Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing)

Natural Language Processing (NLP) adalah sub-bidang AI yang fokus pada interaksi antara komputer dan bahasa manusia. Tujuannya adalah agar mesin bisa membaca, memahami, dan menanggapi bahasa manusia dengan cara yang bernilai.

Cara Kerja NLP:

  • Tokenisasi: Memecah kalimat menjadi kata-kata tunggal.

  • Analisis Sentimen: Menentukan apakah sebuah teks bermakna positif, negatif, atau netral.

  • Machine Translation: Menerjemahkan satu bahasa ke bahasa lain secara kontekstual (contoh: Google Translate).

4. Algoritma AI: Otak di Balik Layar

Algoritma adalah serangkaian instruksi matematis yang digunakan AI untuk memproses data. Dalam AI modern, algoritma yang paling umum digunakan adalah bagian dari Machine Learning dan Deep Learning.

Jenis Algoritma Penjelasan Singkat

Supervised Learning Mesin belajar dari data yang sudah diberi label (contoh: membedakan gambar kucing dan anjing).

Unsupervised LearningMesin mencari pola tersembunyi sendiri tanpa bantuan label (contoh: pengelompokan segmen pelanggan).

Neural Networks Algoritma yang strukturnya terinspirasi dari jaringan saraf otak manusia untuk memproses informasi yang kompleks.

Dalam terminologi teknis, model AI seringkali bekerja berdasarkan optimasi fungsi matematika. Misalnya, untuk meminimalkan kesalahan (loss function), algoritma menggunakan teknik seperti:


Kesimpulan

Memahami AI berarti memahami bagaimana data dikelola melalui algoritma cerdas untuk menghasilkan fungsi yang membantu manusia. Dari pemrosesan bahasa hingga pengambilan keputusan mandiri, AI terus bertransformasi menjadi bagian integral dari kehidupan modern.



Share:

Wednesday, February 18, 2026

Gema Ramadhan 1447 H: Masjid Ar-Rahman Kapuas Dipadati Jamaah Shalat Tarawih Perdana


KUALA KAPUAS – Suasana khidmat menyelimuti Kota Air saat ribuan umat Muslim di Kabupaten Kapuas mulai melaksanakan ibadah shalat Tarawih pertama tahun 2026. Salah satu pusat perhatian massa terlihat di Masjid Ar-Rahman, Jalan Barito, Kapuas, pada Rabu malam (18/2/2026).

​Sejak sebelum waktu Isya berkumandang, para jamaah dari berbagai penjuru mulai berbondong-bondong memadati area masjid. Antusiasme warga begitu besar hingga saf-saf shalat terisi penuh, meluap hingga ke selasar masjid.

Pesan Sejuk Marhaban Ya Ramadhan

​Dalam pelaksanaan perdana ini, bertindak sebagai Khatib adalah Ustadz Radiansyah, M.Ag. Dalam tausiyahnya yang bertajuk "Marhaban Ya Ramadhan", beliau menekankan pentingnya kesiapan hati dan mental dalam menyambut bulan suci.

​"Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum transformasi diri. Mari kita sambut dengan kegembiraan iman dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih bertaqwa," ujar Ustadz Radiansyah di hadapan ribuan jamaah.


Momentum Kebersamaan

​Pelaksanaan shalat Tarawih malam ini menandai dimulainya rangkaian ibadah puasa tahun 2026 di wilayah Kapuas. Kelancaran arus lalu lintas di sekitar Jalan Barito pun terjaga berkat kesiapsiagaan petugas dan relawan yang mengatur kendaraan para jamaah.

​Kondisi masjid yang penuh sesak namun tertib mencerminkan kerinduan masyarakat akan suasana religius bulan Ramadhan yang penuh berkah.


Share:

Saturday, February 14, 2026

SMPN 3 Selat Borong Juara di SMEKSA Gardasatya Competition Vol. 2



KAPUAS, 14 Februari 2026 – Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh tim Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) SMPN 3 Selat dalam ajang bergengsi SMEKSA Gardasatya Competition Vol. 2 Tahun 2026. Setelah melalui persiapan intensif selama satu bulan penuh, tim berseragam biru langit ini sukses membawa pulang gelar Juara Utama 1 dan Best PBB 1.

Filosofi Huma Betang dalam Gerakan

​Tampil dengan nomor urut 9, tim SMPN 3 Selat memukau juri dan penonton dengan mengusung tema "Huma Betang". Tema ini merepresentasikan kerukunan dan keharmonisan keluarga besar dalam satu rumah, yang dituangkan ke dalam kekompakan gerakan dan formasi baris-berbaris yang presisi.

​"Persiapan kami lakukan selama sebulan penuh. Berjemur di bawah terik matahari setiap hari akhirnya terbayar lunas dengan hasil yang membanggakan ini," ujar salah satu anggota tim.


Insiden Kelelahan di Tengah Kemenangan

​Dibalik kesuksesan tersebut, sempat terjadi momen haru sekaligus menegangkan. Sesaat setelah menyelesaikan formasi dan keluar dari arena perlombaan, salah satu peserta bernama Halwa jatuh pingsan di pinggir lapangan.

​Tim medis yang bertindak cepat menyatakan bahwa Halwa mengalami kelelahan hebat akibat dedikasi tinggi saat tampil. Namun, setelah mendapatkan perawatan dan istirahat selama beberapa jam, kondisi Halwa dinyatakan telah pulih dan sehat kembali.

Apresiasi dari Pembina

​Pembina LKBB SMPN 3 Selat, Triawan, SH, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian anak didiknya. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras tim yang tampil maksimal sejak awal hingga akhir.

​"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada anak-anak. Ini adalah buah dari latihan keras dan disiplin tinggi mereka. Kemenangan ini adalah milik seluruh tim yang telah memberikan segalanya di lapangan," ungkap Triawan.

​Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 3 Selat, Harini Irawati, S.Pd., MA, menyampaikan apresiasi atas kerja keras siswa. “Terima kasih anak-anak hebat, kalian telah membawa nama harum sekolah,” ungkapnya penuh bangga.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan latihan disiplin mampu mengantarkan SMPN 3 Selat menjadi juara di ajang bergengsi tingkat regional.



Share:

Reuni Kecil di Tengah Deru LKBB


Hari ini suasana di SMKN 1 Kapuas terasa begitu hidup. Kang mardi baru saja selesai menyaksikan penampilan tim LKBB SMPN 3 Selat yang tampil dengan penuh semangat. Ada rasa bangga melihat adik-adik kelas meneruskan perjuangan di lapangan, namun kejutan sebenarnya justru datang setelah perlombaan usai.

​Di tengah keramaian, kang mardi bertemu dengan empat wajah yang sangat familiar: Nadya, Fais, Salsa, dan Devrita. Pertemuan ini rasanya seperti sebuah "reuni kecil" yang tidak direncanakan. Melihat mereka sekarang, ingatan saya langsung terlempar ke beberapa tahun lalu:

  • Devrita, Fais, dan Nadya: Anak-anak didik kesayangan saya di kelas 9.4. Dulu saya adalah wali kelas mereka, menyaksikan tumbuh kembang mereka dari hari ke hari.
  • Salsabila: Siswa dari kelas 9.5 yang juga sering berinteraksi dengan kami.

​Cerita dari Masa Depan

​Kini mereka sudah menapaki jenjang yang lebih tinggi. Nadya, Fais, dan Salsa kini berseragam SMAN 2 Kapuas, sementara Devrita menjadi tuan rumah di SMKN 1 Kapuas.

​Kami duduk sejenak dan mereka mulai bercerita dengan antusias. Ada banyak hal yang dibahas:

  1. Keseruan SMA/SMK: Bagaimana rasanya beradaptasi dengan lingkungan baru, mata pelajaran yang makin menantang, dan teman-teman baru.
  2. Nostalgia SMP: Kami tertawa mengenang kembali momen-momen konyol dan mengharukan saat mereka masih di SMPN 3 Selat. Memori di kelas 9.4 dan 9.5 ternyata masih tersimpan rapi di ingatan mereka.

​Melihat mereka tumbuh menjadi remaja yang percaya diri dan tetap ingat dengan gurunya adalah reward terbaik bagi saya sebagai pendidik. Waktu boleh berlalu, seragam boleh berganti, tapi ikatan antara guru dan murid tetap memiliki tempatnya sendiri.

​Terima kasih untuk hari ini, anak-anak hebat. Teruslah bersinar di sekolah kalian yang sekarang!


Share:

Friday, February 13, 2026

Photo Bareng Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Kapuas


KUALA KAPUAS – Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti keluarga besar SMPN 3 Selat pada pagi ini. Sebelum memulai rutinitas di kantor barunya, Harini Irawati, S.Pd., M.A., menyempatkan diri mampir ke sekolah yang pernah dipimpinnya untuk berpamitan dan berfoto bersama.

Resmi Mengemban Amanah Baru

​Terhitung mulai 6 Februari 2026, Harini Irawati resmi mengemban amanah baru sebagai Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan. Jabatan strategis ini merupakan langkah lanjut setelah dedikasi panjang beliau saat menjabat sebagai Kepala SMPN 3 Selat.

Kunjungan Penuh Kekeluargaan

​Meski kini telah bertugas di Dinas Pendidikan, beliau menunjukkan bahwa ikatan kekeluargaan tidak pernah putus. Dalam kunjungannya pagi tadi, beliau disambut hangat oleh rekan-rekan sejawat, termasuk tokoh-tokoh sekolah seperti Kang Mardi dan rekan-rekan lainnya.

​Momen tersebut diabadikan dalam sesi foto bersama sebagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan atas kebersamaan mereka selama ini.

​"Kepemimpinan beliau di SMPN 3 Selat meninggalkan kesan mendalam bagi kami semua. Kami mendoakan yang terbaik untuk tugas baru beliau sebagai Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan," ujar salah satu staf yang hadir.


​Selamat bertugas di tempat yang baru, Ibu Harini Irawati. Semoga sukses dalam membawa kemajuan bagi dunia pendidikan!


Share:

Arsip


Followers

Recent Comment

`