Gerak Jalan

Gerak Jalan Tradisional menempuh jarak 28 KM dari Markas Besar Komando Djawa (MBKD) Jendral Soedirman Desa Kepurun, Manisrenggo finish di Monumen Juang 45 Joggrangan Klaten.

Juara O2SN SD KALTENG 2015

Hasil O2SN Tingkat SD Cabang Olahraga Tenis Meja Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005

Juara HUT KORPRI Kapuas

Kejuaraan Tenis Meja dan Sepak Bola Mini dalam Rangka HUT KORPRI Kabupaten Kapuas Tahun 2011

Juara Kelas 9.4

Penerimaan Raport Semester I Tahun Pelajaran 2021/2022

Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas

Hasil Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas Tahun 2021

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Saturday, May 2, 2026

Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar: Gema Harapan Gedung Guru di Hari Pendidikan Nasional 2026

Sore itu, 2 Mei 2026, langit di atas Stadion Panunjung Taruna, Kapuas, tampak cerah menyambut peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Riuh rendah ribuan peserta sudah memadati area tribun dan lapangan sejak siang. Di antara lautan seragam PGRI, pramuka, dan pakaian adat yang dikenakan para guru serta siswa, Kang Mardi berjalan mantap memasuki stadion. Sebagai salah satu saksi perkembangan dunia pendidikan di daerah ini, ia merasakan betul ada energi yang berbeda pada upacara Hardiknas tahun ini.

Upacara sore itu bukan sekadar seremoni tahunan. Selain dihadiri oleh jajaran guru, pelajar, perwakilan Dinas Pendidikan, dan berbagai elemen masyarakat, tribun kehormatan juga dipenuhi oleh unsur Forkopimda. Semua mata tertuju pada momentum penting: pencanangan program "Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar", sebuah visi besar untuk membawa kualitas pendidikan di Kabupaten Kapuas ke tingkat yang lebih tinggi.

Aspirasi dari Bumi Tingang Menteng Panunjung Tarung

Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Bupati Kapuas, H.M. Wiyatno. Dalam amanatnya yang penuh semangat, sang Bupati tidak hanya menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pahlawan tanpa tanda jasa, tetapi juga memanfaatkan momen berharga tersebut untuk menyuarakan langsung jeritan hati para guru di pelosok Kapuas. Kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas), Dr. Fajar Riza Ul Haq, sore itu menjadi angin segar sekaligus jembatan harapan.

Bupati H.M. Wiyatno dengan lugas membeberkan kondisi geografis Kapuas yang sangat luas—bahkan mencapai lima kali luas Pulau Jawa. Sebuah fakta yang menuntut perjuangan fisik luar biasa bagi para tenaga pendidik.

"Guru-guru kita yang bertugas di wilayah hulu perlu waktu sampai tujuh jam perjalanan untuk bisa sampai ke ibu kota kabupaten setiap kali ada kegiatan. Setibanya di Kapuas, mereka sering kesulitan tempat tinggal karena kapasitas hotel yang terbatas. Akhirnya, banyak yang terpaksa menumpang tidur di rumah teman atau kerabat," ungkap Bupati di hadapan ribuan peserta.

Mengingat keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Bupati secara terbuka memohon dukungan dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun sebuah Gedung Guru.

"Tanah sudah kita sediakan secara mandiri, tetapi karena keterbatasan APBD, kami sangat mengharapkan bantuan Kementerian Pendidikan. Mudah-mudahan dengan kehadiran Pak Wamen ini, menjadi anugerah bagi para guru. Saya yakin, doa sepuluh ribu guru yang ada di Kabupaten Kapuas akan memberikan keberkahan buat kita semua," harap H.M. Wiyatno, yang langsung disambut tepuk tangan riuh dari para guru yang hadir, termasuk Kang Mardi yang turut mengamini doa tersebut.

Bupati menjelaskan lebih lanjut bahwa Gedung Guru yang diimpikan ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai gedung pertemuan atau aula, melainkan juga dilengkapi dengan fasilitas penginapan bagi guru-guru dari daerah terpencil. Selain itu, kompleks tersebut direncanakan bakal menjadi Kampus PGRI guna menunjang peningkatan kompetensi para guru.

Respons Wamendiknas: Sinergi Antar-Kementerian

Mendengar aspirasi yang begitu mendalam dan konkret, Wamendiknas Dr. Fajar Riza Ul Haq memberikan respons yang positif dan realistis. Beliau mengapresiasi kegigihan Pemkab Kapuas dan para guru, serta berjanji akan membawa usulan strategis ini ke tingkat pusat.

Namun, Dr. Fajar juga memberikan penjelasan mengenai regulasi tata kelola anggaran di tingkat kementerian agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

"Aspirasi yang sangat luar biasa dari para guru di Kabupaten Kapuas ini nantinya akan saya sampaikan langsung kepada Kementerian Pekerjaan Umum," jelas Wamendiknas.

"Saya akan bicarakan ke beliau (Menteri PU), mudah-mudahan ada kelonggaran anggaran. Karena pembangunan fisik skala besar semacam itu secara aturan merupakan ranah Kementerian PU. Kecuali untuk urusan revitalisasi sekolah yang rusak, itu baru menjadi otoritas dan akan kami bantu sepenuhnya, Pak Bupati," tambah Fajar Riza Ul Haq disambut anggukan penuh pemahaman dari jajaran Forkopimda.

Langkah Awal Menuju Kapuas Bersinar

Matahari perlahan mulai condong ke barat ketika upacara resmi dibubarkan. Suasana sore di stadion masih terasa hangat dengan obrolan-obrolan penuh harapan. Kang Mardi berjalan meninggalkan stadion dengan senyum tipis di wajahnya. Langkah pencanangan "Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar" hari ini terasa jauh lebih bermakna karena tidak hanya berisi jargon, melainkan ada langkah nyata untuk memperjuangkan kesejahteraan dan fasilitas bagi para guru.

Bagi Kang Mardi dan ribuan guru lainnya di Kabupaten Kapuas, janji koordinasi antara Wamendiknas dan Kementerian PU sore ini adalah lentera baru. Sebuah harapan bahwa esok hari, lelahnya perjalanan tujuh jam menyusuri sungai dan jalanan setapak dari pelosok akan disambut oleh sebuah rumah singgah yang layak—Gedung Guru Kabupaten Kapuas.

 
Share:

Lengan Pendek, Semangat Tetap Panjang: Cerita Kang Mardi di Hari Pendidikan Nasional

Matahari pagi di Kota Air mulai terasa hangat saat jarum jam menunjukkan pukul 08.00 WIB. Bagi Kang Mardi, tanggal 2 Mei 2026 ini bukan sekadar hari Sabtu biasa. Ada semangat yang berbeda karena sore nanti, tepat pukul 14.00 WIB, ia akan berdiri tegap mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Namun, ada sedikit ganjalan yang membuatnya kurang percaya diri: lengan baju seragam putih "Kapuas Cerdas" miliknya terasa sangat sesak.Solusi Kilat di Jalan Barito

Tanpa membuang waktu, Kang Mardi memacu motornya menuju Penjahit Slem yang berlokasi di Jalan Barito. Lokasinya sangat mudah ditemukan, tepat di depan Komplek Perguruan Muhammadiyah Kapuas.

Sesampainya di sana, Kang Mardi menyampaikan keluhannya. Sang penjahit tersenyum tenang, seolah sudah biasa menghadapi masalah "darurat" menjelang upacara besar. Sebuah solusi praktis pun ditawarkan:

"Daripada sesak dan tidak nyaman, bagaimana kalau kita jadikan lengan pendek saja, Kang?"

Kang Mardi setuju. Itu adalah ide yang brilian. Baju seragam putih kebanggaannya tetap bisa dipakai tanpa harus merasa tercekik di bagian lengan.

Cepat, Murah, dan Berkelas

Proses eksekusinya ternyata luar biasa cepat. Sambil menunggu, Kang Mardi sempat melihat suasana Jalan Barito yang mulai ramai. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit, baju tersebut sudah selesai dirombak.

Begitu dicoba, Kang Mardi langsung merasa lega:

  • Kenyamanan: Jauh lebih leluasa untuk bergerak.

  • Estetika: Seragam putih "Kapuas Cerdas" tetap terlihat gagah meski kini berlengan pendek.

  • Efisiensi: Cukup membayar Rp 15.000,-, masalah selesai tanpa harus membeli baju baru.Siap Menuju Lapangan Upacara

Dengan baju yang sudah rapi terlipat di kantong, Kang Mardi pulang dengan perasaan puas. Kini, tidak ada lagi alasan untuk tidak tampil maksimal. Sore nanti, di bawah langit Kapuas, Kang Mardi siap memberikan penghormatan terbaiknya pada upacara Hardiknas 2026.


 
Share:

Wednesday, April 29, 2026

Pembuat Modul Ajar SMP

https://m365.cloud.microsoft/chat/?titleId=T_fa0085dc-754f-72bc-69e2-c5230c849598&source=embedded-builder
Share:

Tuesday, April 28, 2026

Gagal Ambil Jahitan, Malah Kenyang di Jalan


Sore itu, 28 April 2026, langit kota sedang cantik-cantiknya semburat jingga yang tenang, seolah mendukung niat Kang Mardi untuk keluar rumah. Dengan penuh gaya, beliau mengeluarkan "harta karun" dari garasi: Yamaha Crypton lansiran 1997.

Meskipun sudah hampir tiga dekade, suara mesinnya masih tetap khas, reng-te-te-teng halus, tanda dirawat dengan cinta. Tujuan utamanya satu: Bagus Taylor di simpang empat Jalan Melati. Kang Mardi sudah membayangkan bakal memakai baju barunya untuk acara perpisahan akhir bulan.

Harapan yang Pupus di Simpang Melati

Sesampainya di simpang empat, Kang Mardi menarik rem pelan. Namun, senyumnya agak sedikit luntur. Pintu harmonika Bagus Taylor sudah tertutup rapat. Gembok besar sudah nangkring di sana.

"Wah, keduluan tutup rupanya," gumam Kang Mardi sambil memperbaiki posisi spion Crypton-nya yang sedikit goyang.

Karena merasa rugi kalau langsung pulang apalagi bensin Crypton-nya masih penuh kang mardi memutuskan untuk city rolling alias jalan-jalan santai menikmati suasana sore.

Menikmati Sore yang Sempurna

Sambil duduk santai di atas jok motor yang empuk, Kang Mardi membuka kotak kecil berisi butiran jagung bakar yang masih hangat. Bumbunya meresap, ada sensasi gosong-gosong manis yang pas di lidah.

"Gagal ambil jahitan tidak apa-apa, yang penting perut dapat jatah kebahagiaan," batin Kang Mardi sambil melihat lalu lalang kendaraan di depannya.

Sore itu, di atas Yamaha Crypton kesayangannya, Kang Mardi membuktikan bahwa bahagia itu sederhana: cukup dengan motor tua yang sehat, angin sore yang sejuk, dan seporsi jagung bakar sepuluh ribuan. 

 

 

 


Share:

Thursday, April 23, 2026

Menjemput Ombak di Takisung, Melepas Lelah di Duta Mall



Kapuas, 24 April 2026

​Mentari baru saja mengintip di ufuk timur saat halaman SMPN 3 Selat sudah dipenuhi hiruk-pikuk tawa siswa. Hari itu bukan hari sekolah biasa; lima bus besar sudah berjejer rapi, siap membawa rombongan lima kelas menuju destinasi wisata ikonik di Kalimantan Selatan: Pantai Takisung.

​Tepat pukul 06.15 WIB, klakson bus berbunyi bersahutan menandakan perjalanan dimulai. Sepanjang jalan, nyanyian dan canda gurau memenuhi kabin bus, melintasi aspal yang membelah rimbunnya pemandangan khas Kalimantan.

​Tiba di Surga Pesisir: Pantai Takisung

​Setelah perjalanan yang menyenangkan, rombongan tiba di Pantai Takisung pada pukul 10.30 WITA. Begitu pintu bus terbuka, aroma laut yang segar langsung menyambut.

​Pantai Takisung benar-benar menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan. Keunikan pantai ini terletak pada:

  • Ombak Landai: Airnya yang tenang dan dangkal sangat aman bagi para siswa untuk bermain air di tepian.
  • Wahana Seru: Beberapa siswa langsung menguji adrenalin dengan menyewa Banana Boat, sementara yang lain memilih menikmati semilir angin dengan menyewa kapal nelayan untuk berkeliling area pantai.
  • Pasar Tradisional: Tidak jauh dari bibir pantai, terdapat pusat perbelanjaan hasil budi daya penduduk setempat. Dari ikan asin yang khas hingga kerajinan tangan dari kerang, semuanya tertata rapi menggoda untuk dijadikan buah tangan.

​Setelah puas bermain dan bersantap siang bersama di bawah naungan pohon kelapa, kegiatan di pantai berakhir pada pukul 15.00 WITA.

​Singgah di Jantung Kota Banjarmasin

​Perjalanan pulang tidak langsung menuju Kapuas. Sebagai pelengkap study tour, rombongan singgah di Duta Mall Banjarmasin pada pukul 17.00 WITA.

​Sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Kalimantan Selatan, Duta Mall memberikan pengalaman urban yang kontras dengan suasana pantai tadi pagi. Para siswa memanfaatkan waktu singkat ini untuk sekadar berjalan-jalan, menikmati fasilitas modern, atau mencari camilan kekinian sebelum menempuh etape terakhir perjalanan.

​Kembali ke Rumah

​Setelah puas berbelanja dan berfoto, bus kembali melaju membelah malam menuju Kalimantan Tengah. Rombongan akhirnya tiba kembali di Kapuas pada pukul 19.00 WIB dengan wajah lelah namun dihiasi senyum lebar.

Study tour kali ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan momen pengakrab dari SMPN 3 Selat yang akan selalu dikenang dalam memori masa sekolah mereka. Pantai Takisung telah memberikan pelajaran tentang keindahan alam, sementara Duta Mall memberikan gambaran kemajuan daerah. Sebuah hari yang sempurna!


Share:

Cerita dari Jalan Pemuda: Menanam Keberanian di Kolam Renang Azahra




Kapuas, 23 April 2026 — Mentari pagi di Jalan Pemuda menyapa dengan hangat saat Kang Mardi bersiap di tepi kolam renang Azahra. Hari ini adalah jadwal yang cukup padat namun menyenangkan: mendampingi anak-anak kelas 8 untuk mengambil materi olahraga renang.

Jadwal dan Antusiasme Siswa

​Kegiatan dibagi menjadi dua sesi intensif:

  • Sesi I (07.00 - 09.00 WIB): Kelas 8.1
  • Sesi II (09.00 - 11.00 WIB): Kelas 8.4

​Sejak pagi, keriuhan sudah terasa. Meski beberapa anak tampak ragu karena belum mahir berenang, rasa penasaran mereka jauh lebih besar. "Ayo, jangan takut air!" seru Kang Mardi menyemangati mereka yang masih berdiri di pinggir kolam.

Tahapan Latihan

​Kang Mardi menerapkan metode yang sistematis agar anak-anak merasa aman dan nyaman:

  1. Pemanasan (Warming Up): Peregangan otot untuk mencegah kram.
  2. Materi Klasikal: Seluruh siswa diajarkan teknik dasar meluncur, koordinasi gerakan tangan, dan ayunan kaki.
  3. Diferensiasi Kemampuan:
    • Kelompok Mahir: Siswa yang sudah lancar berenang diperkenalkan pada empat gaya utama: bebas, dada, punggung, dan kupu-kupu.
    • Kelompok Fokus: Seluruh siswa kemudian diarahkan untuk menguasai Gaya Dada (Breaststroke) sebagai materi inti hari ini.

Hasil Pembelajaran

​Melihat anak-anak berjuang mengatur napas dan menyempurnakan gerakan kaki adalah kepuasan tersendiri bagi Kang Mardi. Dari total 28 siswa di setiap kelas, rata-rata 10 anak menunjukkan progres yang luar biasa dan berhasil memenuhi ekspektasi dalam penguasaan gaya dada.

​"Belajar renang bukan cuma soal kecepatan, tapi soal keberanian melawan rasa takut dan teknik yang benar," ujar Kang Mardi menutup sesi siang itu.


​Kegiatan pun berakhir dengan sukses. Anak-anak pulang dengan wajah segar (dan sedikit mengantuk karena lelah), membawa pengalaman baru dari dinginnya air kolam Azahra.


Share:

Tuesday, April 21, 2026

​Evaluasi TKA: Sebuah Catatan dari Kapuas




Mentari pagi di Kapuas pada 21 April 2026 terasa begitu hangat, sehangat semangat para siswi SMPN 3 Selat yang tampil anggun mengenakan kebaya. Suasana sekolah riuh rendah dengan gelak tawa dan tepuk tangan dalam rangka merayakan Hari Kartini. Di tengah kemeriahan lomba peragaan busana dan pidato emansipasi, sebuah dering telepon memecah konsentrasi panitia.

​Telepon itu datang dari Pak Bahagia, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas. Beliau mengabarkan sedang dalam perjalanan menuju sekolah untuk melakukan evaluasi terkait pelaporan kegiatan TKA (Tes Kemampuan Akademis).

​Tamu Istimewa di Hari Kartini

​Meski sedang dalam suasana perayaan, profesionalisme tetap menjadi prioritas. Tak lama berselang, Pak Bahagia tiba di sekolah. Kehadiran beliau disambut hangat di tengah hiruk-pikuk perlombaan. Tanpa membuang waktu, beliau langsung menuju ruang operator untuk bertemu dengan garda terdepan data sekolah.

​Arahan untuk Sang Proktor

Kang Mardi, selaku Proktor SMPN 3 Selat, segera menyiapkan berkas-berkas digitalnya. Di balik layar Laptop, terjadilah diskusi teknis yang sangat krusial.

​Pak Bahagia tidak hanya datang untuk memeriksa, tetapi juga untuk membimbing. Dengan sangat teliti, beliau memberikan arahan langsung kepada Kang Mardi mengenai:

  • ​Sinkronisasi data pelaporan TKA yang lebih efisien.
  • ​Penyusunan bukti fisik kegiatan agar sesuai dengan standar Dinas Pendidikan.
  • ​Tips mengatasi kendala teknis pada server saat proses pengunggahan data.
  • ​"Pelaporan yang rapi adalah cermin dari manajemen sekolah yang hebat," ujar Pak Bahagia dengan nada bicara yang meneduhkan, sesuai dengan namanya.


    ​Penutup yang Manis

    ​Sembari sesekali terdengar suara riuh pemenang lomba Kartini dari lapangan sekolah, Kang Mardi mencatat setiap poin penting dengan seksama. Kerumitan administrasi terasa jauh lebih ringan berkat bimbingan yang lugas namun penuh kesabaran dari Pak Bahagia.

    Terima kasih, Pak Bahagia. Di hari yang didedikasikan untuk perjuangan Kartini ini, kami belajar bahwa pendidikan yang maju tidak hanya butuh semangat juang, tapi juga ketertiban administrasi dan sinergi yang baik antara sekolah dan dinas terkait.

    ​Semoga bimbingan ini menjadi bekal berharga bagi SMPN 3 Selat untuk terus memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan di Bumi Panunjung Tarung

Share:

Arsip


Followers

Recent Comment

`