Gerak Jalan

Gerak Jalan Tradisional menempuh jarak 28 KM dari Markas Besar Komando Djawa (MBKD) Jendral Soedirman Desa Kepurun, Manisrenggo finish di Monumen Juang 45 Joggrangan Klaten.

Juara O2SN SD KALTENG 2015

Hasil O2SN Tingkat SD Cabang Olahraga Tenis Meja Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005

Juara HUT KORPRI Kapuas

Kejuaraan Tenis Meja dan Sepak Bola Mini dalam Rangka HUT KORPRI Kabupaten Kapuas Tahun 2011

Juara Kelas 9.4

Penerimaan Raport Semester I Tahun Pelajaran 2021/2022

Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas

Hasil Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas Tahun 2021

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Saturday, May 23, 2026

Perkuat Silaturahim dan Mutu Pendidikan, PDM Kapuas Gelar Halal Bihalal Sekaligus Rakernis AUM

KAPUAS – Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas menggelar acara Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Bidang Pendidikan. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Disambut Tarian Daerah dan Lantunan Al-Qur'an dan Saritilawah 4 Bahasa

​Sebelum acara resmi dimulai, para tamu undangan disambut dengan penampilan memukau Tari Daerah yang dibawakan oleh siswa-siswi SMAS Muhammadiyah Kapuas.

​Suasana religius semakin terasa saat memasuki agenda pembukaan, yakni pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dilantunkan oleh Guru Agama Islam SMAS Muhammadiyah. Uniknya, pembacaan saritilawah (terjemahan) dibacakan dalam 4 bahasa sekaligus, yaitu Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Bahasa Dayak, dan Bahasa Inggris. Pembacaan saritilawah kolaboratif ini dibawakan dengan fasih oleh perwakilan siswa dari SDS Muhammadiyah, SMPS Muhammadiyah, dan SMAS Muhammadiyah.

Pentingnya Sinergi dan Perencanaan Pendidikan

​Ketua Panitia Pelaksana, H. Ramblan, S.Pd.I, dalam laporannya menyampaikan bahwa esensi dari kegiatan ini tidak hanya sekadar menjaga tali silaturahim pasca-Lebaran, tetapi juga menjadi momentum krusial untuk menyusun strategi ke depan.

​"Silaturahim yang kuat adalah modal utama kita. Melalui Rakernis ini, kita ingin memastikan bahwa Perencanaan Pendidikan di seluruh AUM Muhammadiyah Kapuas berjalan matang, terukur, dan mampu menjawab tantangan zaman," ujar H. Ramblan.


Jaring Talenta Siswa untuk Dibina ke Jawa Menuju MTQ

​Dukungan penuh juga datang dari Ketua PDM Kabupaten Kapuas. Beliau menyambut baik sinergi yang harmonis antara jajaran pengurus PDM dengan pihak pengelola AUM Pendidikan Muhammadiyah.

​Dalam sambutannya, Ketua PDM menegaskan berkomitmen untuk melakukan pemetaan dan penjaringan bakat terpendam para siswa.

​"Kami berharap talenta-talenta luar biasa dari siswa Muhammadiyah Kapuas dapat terjaring dengan baik, mulai dari bidang akademik, seni Islam, hingga pengetahuan Islam seperti kaligrafi dan cabang lomba lainnya. Siswa-siswi berbakat ini nantinya akan kita bina dan dicarikan ke Jawa sebagai langkah persiapan matang menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ)," ungkap Ketua PDM penuh optimisme.

​Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Rakernis yang diikuti oleh kepala sekolah dan tenaga pendidik di bawah naungan Dikdasmen Muhammadiyah Kapuas guna merumuskan program kerja strategis tahunan.


Share:

Friday, May 22, 2026

​Kenalkan Model Perdagangan Sejak Dini, TK Al Firdaus Kapuas Gelar Market Day

KAPUAS, 22 MEI 2026 – Suasana ceria dan riuh tampak memenuhi TK Al Firdaus Kapuas pada Jumat pagi. Lembaga pendidikan anak usia dini ini sukses menggelar kegiatan Market Day (Hari Pasar) yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta mengundang perhatian berbagai pihak.

​Kepala Sekolah TK Al Firdaus Kapuas Siti Suparti menjelaskan bahwa esensi utama dari penyelenggaraan Market Day ini adalah untuk mengenalkan dunia wirausaha sejak dini kepada para siswa.

​"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan model perdagangan dan konsep dasar jual-beli kepada anak-anak usia dini secara menyenangkan dan praktis," ujarnya.

​Dukungan Penuh dari PKK Kecamatan Selat

​Kegiatan positif ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Pembina PKK Kecamatan Selat, Ibu Yuliansah. Beliau yang hadir langsung untuk meninjau jalannya acara menyatakan rasa bangga dan dukungan penuhnya terhadap inisiatif sekolah.

​Menurut Firmanti Syarifullah, S.Pd. Beliau turut aktif mendampingi sang suami Beliau turut aktif mendampingi sang suami , edukasi berbasis praktik seperti ini sangat efektif dalam membentuk karakter mandiri dan kreatif pada anak.

  • Apresiasi Tinggi: Sangat mendukung kegiatan Market Day sebagai ruang belajar yang nyata bagi anak-anak.
  • Harapan ke Depan: Beliau berharap kegiatan serupa tidak hanya berhenti di tingkat Kecamatan Selat saja. "Kalau perlu, kegiatan seperti ini digaungkan dan dilaksanakan sampai ke tingkat Kabupaten," tegas Ibu Yuliansah.

​Kolaborasi Lintas Sekolah: Kehadiran SMPN 3 Selat

​Kemeriahan Market Day TK Al Firdaus kali ini terasa semakin spesial berkat kehadiran tamu undangan dari sekolah lain. Siswa-siswi dari SMPN 3 Selat, didampingi oleh Bapak dan Ibu Guru mereka, turut hadir memadati lokasi acara.

​Kehadiran rombongan dari SMPN 3 Selat ini tidak hanya sekedar meramaikan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan antarpelajar di wilayah Selat sekaligus menciptakan interaksi sosial yang positif antara siswa usia dini dan siswa tingkat menengah.

​Acara berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh sukacita, memperlihatkan antusiasme tinggi dari para "pedagang cilik" TK Al Firdaus yang menjajakan produk mereka dengan penuh percaya diri.


Share:

Monday, May 18, 2026

Lestarikan Identitas Lokal, Disdik Kapuas Gelar Bimtek Revitalisasi Bahasa Daerah

KAPUAS, 18 Mei 2026 — Dalam upaya menjaga kelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi, Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah resmi dibuka hari ini. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Mei 2026, ini diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Dr. H. Suwarno Muriyat, S.Ag, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan betapa krusialnya peran bahasa daerah bagi generasi muda.

"Pelestarian bahasa daerah bukan sekadar menjaga tradisi, melainkan merawat identitas budaya lokal kita agar tidak punah ditelan zaman," ujar Dr. H. Suwarno Muriyat.

Menjadikan Guru sebagai Garda Terdepan

Sebanyak 60 guru dari jenjang SD dan SMP di wilayah Kabupaten Kapuas tercatat sebagai peserta resmi dalam kegiatan ini. Seluruh peserta merupakan para pengajar yang mengampu mata pelajaran Bahasa Dayak di sekolah masing-masing.

Melalui Bimtek ini, para guru diharapkan mampu menjadi motor penggerak dan garda terdepan dalam menghidupkan kembali minat anak-anak terhadap bahasa ibu mereka.

Wadah Kolaborasi dan Strategi Pembelajaran

Selain memberikan pembekalan teknis mengenai metode pengajaran yang inovatif, agenda ini juga dirancang sebagai wadah kolaborasi. Di sini, para guru dapat:

  • Berbagi pengalaman terkait tantangan mengajar di kelas.

  • Menyusun strategi pembelajaran bahasa daerah yang interaktif dan menyenangkan bagi siswa.

  • Merancang materi ajar yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan esensi nilai luhur budaya Dayak.

Dengan adanya sinergi antar-pendidik ini, Pemerintah Kabupaten Kapuas optimistis bahwa bahasa daerah akan tetap hidup, berkembang, dan bangga dituturkan oleh generasi penerus bangsa.

 
Share:

Tingkatkan Kualitas Tata Kelola, SMPN 3 Selat Gelar Bimtek Penyusunan RHK E-Kinerja

KAPUAS – Dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan administrasi dan peningkatan mutu tenaga pendidik, SMP Negeri 3 Selat menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Hasil Kerja (RHK) E-Kinerja. Kegiatan yang menyasar seluruh dewan guru ini dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026, bertempat di Ruang Guru  SMPN 3 Selat.

Tujuan utama dari penyusunan RHK dalam Pengelolaan Kinerja—yang kini diakses melalui Ruang GTK (sebelumnya di Platform Merdeka Mengajar/PMM)—adalah untuk merancang target kerja yang lebih terstruktur dan terukur bagi guru maupun kepala sekolah. Melalui sistem ini, instrumen penilaian dapat berfungsi sebagai pedoman mutlak untuk mengevaluasi kinerja secara objektif sekaligus menjadi motor penggerak dalam mendukung peningkatan karier para pendidik.

Sinergi Kepala Sekolah dan Operator

Hadir sebagai pemateri utama dalam Bimtek ini adalah Kepala SMPN 3 Selat, Harini Irawati, S.Pd., M.A., berdampingan dengan Mardiyanto, S.Pd.I., Operator Sekolah.

Dalam pemaparannya, Harini Irawati menekankan pentingnya akurasi dan keselarasan dalam merumuskan target kinerja.

"RHK bukan sekadar pemenuhan kewajiban administrasi digital, melainkan peta jalan (roadmap) bagi kita semua untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran di kelas secara nyata," ujarnya.

Sementara itu, Mardiyanto secara teknis memandu para guru langkah demi langkah (step-by-step) dalam menavigasi sistem Ruang GTK terbaru. Hal ini dilakukan guna memastikan setiap guru memahami cara mengunggah dokumen pendukung dan menetapkan poin indikator kinerja yang tepat tanpa kendala teknis.

Berjalan Lancar dan Produktif

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB hingga berakhir pada pukul 12.00 WIB ini berlangsung dengan sangat interaktif. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti jalannya simulasi penyusunan berkas digital tersebut.

Acara berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti. Dengan terlaksananya Bimtek ini, seluruh tenaga pendidik di SMPN 3 Selat diharapkan siap menghadapi siklus penilaian kinerja secara digital dengan lebih percaya diri, akuntabel, dan profesional.


Share:

Sunday, May 10, 2026

MAN Kapuas Lepas Ratusan Siswa Kelas XII, Prosesi Berlangsung Khidmat


KUALA KAPUAS – Suasana khidmat menyelimuti halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kapuas pada Minggu (10/5). Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan siswa kelas XII didampingi orang tua masing-masing berkumpul untuk mengikuti prosesi Pelepasan dan Perpisahan Siswa Tahun Ajaran 2025/2026.

Prosesi Wisuda yang Khidmat

Acara diawali dengan sambutan hangat dari Kepala Madrasah yang memberikan pesan menyentuh bagi para lulusan. Puncak acara ditandai dengan pengalungan medali dan penyerahan ijazah secara simbolis kepada para siswa sebagai tanda berakhirnya masa studi mereka di jenjang menengah atas.

Tahun ini, MAN Kapuas tercatat meluluskan siswa dari 9 kelas, dengan rata-rata bangku terisi 34 siswa per kelas. Hal ini menunjukkan konsistensi madrasah dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas di Kabupaten Kapuas.

Momen Kehangatan Keluarga

Salah satu wali murid yang hadir, Kang Mardi, tampak hadir bersama istri untuk mendampingi putri bungsu mereka, Hafizhah Larasati. Setelah prosesi di halaman sekolah usai, para siswa dan orang tua diarahkan menuju Aula MAN Kapuas untuk sesi foto bersama guna mengabadikan momen bersejarah tersebut.

"Ini adalah momen yang sangat berkesan bagi kami sekeluarga, melihat putri bungsu kami menyelesaikan pendidikannya dengan baik di sekolah ini," ujar Kang Mardi di sela-sela acara.

Reuni Tak Terduga

Menariknya, acara perpisahan ini juga menjadi ajang reuni kecil bagi para orang tua. Kang Mardi secara tak sengaja bertemu dengan rekan-rekan seperjuangannya semasa kuliah di STAI Kapuas.

Rekan-rekan lama tersebut, antara lain Karyudi, Syamsudin, dan Akhmadi, ternyata juga memiliki anak yang lulus dari angkatan yang sama tahun ini. Pertemuan ini menambah suasana haru sekaligus suka cita, mengenang masa lalu sembari merayakan keberhasilan anak-anak mereka.

Acara yang berlangsung hingga pukul 13.00 WIB ini berjalan lancar dengan koordinasi yang apik antara dewan guru, staf, dan seluruh wali murid yang hadir.

Share:

Saturday, May 2, 2026

Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar: Gema Harapan Gedung Guru di Hari Pendidikan Nasional 2026

Sore itu, 2 Mei 2026, langit di atas Stadion Panunjung Taruna, Kapuas, tampak cerah menyambut peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Riuh rendah ribuan peserta sudah memadati area tribun dan lapangan sejak siang. Di antara lautan seragam PGRI, pramuka, dan pakaian adat yang dikenakan para guru serta siswa, Kang Mardi berjalan mantap memasuki stadion. Sebagai salah satu saksi perkembangan dunia pendidikan di daerah ini, ia merasakan betul ada energi yang berbeda pada upacara Hardiknas tahun ini.

Upacara sore itu bukan sekadar seremoni tahunan. Selain dihadiri oleh jajaran guru, pelajar, perwakilan Dinas Pendidikan, dan berbagai elemen masyarakat, tribun kehormatan juga dipenuhi oleh unsur Forkopimda. Semua mata tertuju pada momentum penting: pencanangan program "Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar", sebuah visi besar untuk membawa kualitas pendidikan di Kabupaten Kapuas ke tingkat yang lebih tinggi.

Aspirasi dari Bumi Tingang Menteng Panunjung Tarung

Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Bupati Kapuas, H.M. Wiyatno. Dalam amanatnya yang penuh semangat, sang Bupati tidak hanya menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pahlawan tanpa tanda jasa, tetapi juga memanfaatkan momen berharga tersebut untuk menyuarakan langsung jeritan hati para guru di pelosok Kapuas. Kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas), Dr. Fajar Riza Ul Haq, sore itu menjadi angin segar sekaligus jembatan harapan.

Bupati H.M. Wiyatno dengan lugas membeberkan kondisi geografis Kapuas yang sangat luas—bahkan mencapai lima kali luas Pulau Jawa. Sebuah fakta yang menuntut perjuangan fisik luar biasa bagi para tenaga pendidik.

"Guru-guru kita yang bertugas di wilayah hulu perlu waktu sampai tujuh jam perjalanan untuk bisa sampai ke ibu kota kabupaten setiap kali ada kegiatan. Setibanya di Kapuas, mereka sering kesulitan tempat tinggal karena kapasitas hotel yang terbatas. Akhirnya, banyak yang terpaksa menumpang tidur di rumah teman atau kerabat," ungkap Bupati di hadapan ribuan peserta.

Mengingat keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Bupati secara terbuka memohon dukungan dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun sebuah Gedung Guru.

"Tanah sudah kita sediakan secara mandiri, tetapi karena keterbatasan APBD, kami sangat mengharapkan bantuan Kementerian Pendidikan. Mudah-mudahan dengan kehadiran Pak Wamen ini, menjadi anugerah bagi para guru. Saya yakin, doa sepuluh ribu guru yang ada di Kabupaten Kapuas akan memberikan keberkahan buat kita semua," harap H.M. Wiyatno, yang langsung disambut tepuk tangan riuh dari para guru yang hadir, termasuk Kang Mardi yang turut mengamini doa tersebut.

Bupati menjelaskan lebih lanjut bahwa Gedung Guru yang diimpikan ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai gedung pertemuan atau aula, melainkan juga dilengkapi dengan fasilitas penginapan bagi guru-guru dari daerah terpencil. Selain itu, kompleks tersebut direncanakan bakal menjadi Kampus PGRI guna menunjang peningkatan kompetensi para guru.

Respons Wamendiknas: Sinergi Antar-Kementerian

Mendengar aspirasi yang begitu mendalam dan konkret, Wamendiknas Dr. Fajar Riza Ul Haq memberikan respons yang positif dan realistis. Beliau mengapresiasi kegigihan Pemkab Kapuas dan para guru, serta berjanji akan membawa usulan strategis ini ke tingkat pusat.

Namun, Dr. Fajar juga memberikan penjelasan mengenai regulasi tata kelola anggaran di tingkat kementerian agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

"Aspirasi yang sangat luar biasa dari para guru di Kabupaten Kapuas ini nantinya akan saya sampaikan langsung kepada Kementerian Pekerjaan Umum," jelas Wamendiknas.

"Saya akan bicarakan ke beliau (Menteri PU), mudah-mudahan ada kelonggaran anggaran. Karena pembangunan fisik skala besar semacam itu secara aturan merupakan ranah Kementerian PU. Kecuali untuk urusan revitalisasi sekolah yang rusak, itu baru menjadi otoritas dan akan kami bantu sepenuhnya, Pak Bupati," tambah Fajar Riza Ul Haq disambut anggukan penuh pemahaman dari jajaran Forkopimda.

Langkah Awal Menuju Kapuas Bersinar

Matahari perlahan mulai condong ke barat ketika upacara resmi dibubarkan. Suasana sore di stadion masih terasa hangat dengan obrolan-obrolan penuh harapan. Kang Mardi berjalan meninggalkan stadion dengan senyum tipis di wajahnya. Langkah pencanangan "Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar" hari ini terasa jauh lebih bermakna karena tidak hanya berisi jargon, melainkan ada langkah nyata untuk memperjuangkan kesejahteraan dan fasilitas bagi para guru.

Bagi Kang Mardi dan ribuan guru lainnya di Kabupaten Kapuas, janji koordinasi antara Wamendiknas dan Kementerian PU sore ini adalah lentera baru. Sebuah harapan bahwa esok hari, lelahnya perjalanan tujuh jam menyusuri sungai dan jalanan setapak dari pelosok akan disambut oleh sebuah rumah singgah yang layak—Gedung Guru Kabupaten Kapuas.

 
Share:

Lengan Pendek, Semangat Tetap Panjang: Cerita Kang Mardi di Hari Pendidikan Nasional

Matahari pagi di Kota Air mulai terasa hangat saat jarum jam menunjukkan pukul 08.00 WIB. Bagi Kang Mardi, tanggal 2 Mei 2026 ini bukan sekadar hari Sabtu biasa. Ada semangat yang berbeda karena sore nanti, tepat pukul 14.00 WIB, ia akan berdiri tegap mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Namun, ada sedikit ganjalan yang membuatnya kurang percaya diri: lengan baju seragam putih "Kapuas Cerdas" miliknya terasa sangat sesak.Solusi Kilat di Jalan Barito

Tanpa membuang waktu, Kang Mardi memacu motornya menuju Penjahit Slem yang berlokasi di Jalan Barito. Lokasinya sangat mudah ditemukan, tepat di depan Komplek Perguruan Muhammadiyah Kapuas.

Sesampainya di sana, Kang Mardi menyampaikan keluhannya. Sang penjahit tersenyum tenang, seolah sudah biasa menghadapi masalah "darurat" menjelang upacara besar. Sebuah solusi praktis pun ditawarkan:

"Daripada sesak dan tidak nyaman, bagaimana kalau kita jadikan lengan pendek saja, Kang?"

Kang Mardi setuju. Itu adalah ide yang brilian. Baju seragam putih kebanggaannya tetap bisa dipakai tanpa harus merasa tercekik di bagian lengan.

Cepat, Murah, dan Berkelas

Proses eksekusinya ternyata luar biasa cepat. Sambil menunggu, Kang Mardi sempat melihat suasana Jalan Barito yang mulai ramai. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit, baju tersebut sudah selesai dirombak.

Begitu dicoba, Kang Mardi langsung merasa lega:

  • Kenyamanan: Jauh lebih leluasa untuk bergerak.

  • Estetika: Seragam putih "Kapuas Cerdas" tetap terlihat gagah meski kini berlengan pendek.

  • Efisiensi: Cukup membayar Rp 15.000,-, masalah selesai tanpa harus membeli baju baru.Siap Menuju Lapangan Upacara

Dengan baju yang sudah rapi terlipat di kantong, Kang Mardi pulang dengan perasaan puas. Kini, tidak ada lagi alasan untuk tidak tampil maksimal. Sore nanti, di bawah langit Kapuas, Kang Mardi siap memberikan penghormatan terbaiknya pada upacara Hardiknas 2026.


 
Share:

Arsip


Followers

Recent Comment

`