Gerak Jalan

Gerak Jalan Tradisional menempuh jarak 28 KM dari Markas Besar Komando Djawa (MBKD) Jendral Soedirman Desa Kepurun, Manisrenggo finish di Monumen Juang 45 Joggrangan Klaten.

Juara O2SN SD KALTENG 2015

Hasil O2SN Tingkat SD Cabang Olahraga Tenis Meja Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005

Juara HUT KORPRI Kapuas

Kejuaraan Tenis Meja dan Sepak Bola Mini dalam Rangka HUT KORPRI Kabupaten Kapuas Tahun 2011

Juara Kelas 9.4

Penerimaan Raport Semester I Tahun Pelajaran 2021/2022

Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas

Hasil Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas Tahun 2021

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Sunday, May 10, 2026

MAN Kapuas Lepas Ratusan Siswa Kelas XII, Prosesi Berlangsung Khidmat


KUALA KAPUAS – Suasana khidmat menyelimuti halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kapuas pada Minggu (10/5). Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan siswa kelas XII didampingi orang tua masing-masing berkumpul untuk mengikuti prosesi Pelepasan dan Perpisahan Siswa Tahun Ajaran 2025/2026.

Prosesi Wisuda yang Khidmat

Acara diawali dengan sambutan hangat dari Kepala Madrasah yang memberikan pesan menyentuh bagi para lulusan. Puncak acara ditandai dengan pengalungan medali dan penyerahan ijazah secara simbolis kepada para siswa sebagai tanda berakhirnya masa studi mereka di jenjang menengah atas.

Tahun ini, MAN Kapuas tercatat meluluskan siswa dari 9 kelas, dengan rata-rata bangku terisi 34 siswa per kelas. Hal ini menunjukkan konsistensi madrasah dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas di Kabupaten Kapuas.

Momen Kehangatan Keluarga

Salah satu wali murid yang hadir, Kang Mardi, tampak hadir bersama istri untuk mendampingi putri bungsu mereka, Hafizhah Larasati. Setelah prosesi di halaman sekolah usai, para siswa dan orang tua diarahkan menuju Aula MAN Kapuas untuk sesi foto bersama guna mengabadikan momen bersejarah tersebut.

"Ini adalah momen yang sangat berkesan bagi kami sekeluarga, melihat putri bungsu kami menyelesaikan pendidikannya dengan baik di sekolah ini," ujar Kang Mardi di sela-sela acara.

Reuni Tak Terduga

Menariknya, acara perpisahan ini juga menjadi ajang reuni kecil bagi para orang tua. Kang Mardi secara tak sengaja bertemu dengan rekan-rekan seperjuangannya semasa kuliah di STAI Kapuas.

Rekan-rekan lama tersebut, antara lain Karyudi, Syamsudin, dan Akhmadi, ternyata juga memiliki anak yang lulus dari angkatan yang sama tahun ini. Pertemuan ini menambah suasana haru sekaligus suka cita, mengenang masa lalu sembari merayakan keberhasilan anak-anak mereka.

Acara yang berlangsung hingga pukul 13.00 WIB ini berjalan lancar dengan koordinasi yang apik antara dewan guru, staf, dan seluruh wali murid yang hadir.

Share:

Saturday, May 2, 2026

Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar: Gema Harapan Gedung Guru di Hari Pendidikan Nasional 2026

Sore itu, 2 Mei 2026, langit di atas Stadion Panunjung Taruna, Kapuas, tampak cerah menyambut peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Riuh rendah ribuan peserta sudah memadati area tribun dan lapangan sejak siang. Di antara lautan seragam PGRI, pramuka, dan pakaian adat yang dikenakan para guru serta siswa, Kang Mardi berjalan mantap memasuki stadion. Sebagai salah satu saksi perkembangan dunia pendidikan di daerah ini, ia merasakan betul ada energi yang berbeda pada upacara Hardiknas tahun ini.

Upacara sore itu bukan sekadar seremoni tahunan. Selain dihadiri oleh jajaran guru, pelajar, perwakilan Dinas Pendidikan, dan berbagai elemen masyarakat, tribun kehormatan juga dipenuhi oleh unsur Forkopimda. Semua mata tertuju pada momentum penting: pencanangan program "Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar", sebuah visi besar untuk membawa kualitas pendidikan di Kabupaten Kapuas ke tingkat yang lebih tinggi.

Aspirasi dari Bumi Tingang Menteng Panunjung Tarung

Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Bupati Kapuas, H.M. Wiyatno. Dalam amanatnya yang penuh semangat, sang Bupati tidak hanya menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pahlawan tanpa tanda jasa, tetapi juga memanfaatkan momen berharga tersebut untuk menyuarakan langsung jeritan hati para guru di pelosok Kapuas. Kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas), Dr. Fajar Riza Ul Haq, sore itu menjadi angin segar sekaligus jembatan harapan.

Bupati H.M. Wiyatno dengan lugas membeberkan kondisi geografis Kapuas yang sangat luas—bahkan mencapai lima kali luas Pulau Jawa. Sebuah fakta yang menuntut perjuangan fisik luar biasa bagi para tenaga pendidik.

"Guru-guru kita yang bertugas di wilayah hulu perlu waktu sampai tujuh jam perjalanan untuk bisa sampai ke ibu kota kabupaten setiap kali ada kegiatan. Setibanya di Kapuas, mereka sering kesulitan tempat tinggal karena kapasitas hotel yang terbatas. Akhirnya, banyak yang terpaksa menumpang tidur di rumah teman atau kerabat," ungkap Bupati di hadapan ribuan peserta.

Mengingat keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Bupati secara terbuka memohon dukungan dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun sebuah Gedung Guru.

"Tanah sudah kita sediakan secara mandiri, tetapi karena keterbatasan APBD, kami sangat mengharapkan bantuan Kementerian Pendidikan. Mudah-mudahan dengan kehadiran Pak Wamen ini, menjadi anugerah bagi para guru. Saya yakin, doa sepuluh ribu guru yang ada di Kabupaten Kapuas akan memberikan keberkahan buat kita semua," harap H.M. Wiyatno, yang langsung disambut tepuk tangan riuh dari para guru yang hadir, termasuk Kang Mardi yang turut mengamini doa tersebut.

Bupati menjelaskan lebih lanjut bahwa Gedung Guru yang diimpikan ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai gedung pertemuan atau aula, melainkan juga dilengkapi dengan fasilitas penginapan bagi guru-guru dari daerah terpencil. Selain itu, kompleks tersebut direncanakan bakal menjadi Kampus PGRI guna menunjang peningkatan kompetensi para guru.

Respons Wamendiknas: Sinergi Antar-Kementerian

Mendengar aspirasi yang begitu mendalam dan konkret, Wamendiknas Dr. Fajar Riza Ul Haq memberikan respons yang positif dan realistis. Beliau mengapresiasi kegigihan Pemkab Kapuas dan para guru, serta berjanji akan membawa usulan strategis ini ke tingkat pusat.

Namun, Dr. Fajar juga memberikan penjelasan mengenai regulasi tata kelola anggaran di tingkat kementerian agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

"Aspirasi yang sangat luar biasa dari para guru di Kabupaten Kapuas ini nantinya akan saya sampaikan langsung kepada Kementerian Pekerjaan Umum," jelas Wamendiknas.

"Saya akan bicarakan ke beliau (Menteri PU), mudah-mudahan ada kelonggaran anggaran. Karena pembangunan fisik skala besar semacam itu secara aturan merupakan ranah Kementerian PU. Kecuali untuk urusan revitalisasi sekolah yang rusak, itu baru menjadi otoritas dan akan kami bantu sepenuhnya, Pak Bupati," tambah Fajar Riza Ul Haq disambut anggukan penuh pemahaman dari jajaran Forkopimda.

Langkah Awal Menuju Kapuas Bersinar

Matahari perlahan mulai condong ke barat ketika upacara resmi dibubarkan. Suasana sore di stadion masih terasa hangat dengan obrolan-obrolan penuh harapan. Kang Mardi berjalan meninggalkan stadion dengan senyum tipis di wajahnya. Langkah pencanangan "Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar" hari ini terasa jauh lebih bermakna karena tidak hanya berisi jargon, melainkan ada langkah nyata untuk memperjuangkan kesejahteraan dan fasilitas bagi para guru.

Bagi Kang Mardi dan ribuan guru lainnya di Kabupaten Kapuas, janji koordinasi antara Wamendiknas dan Kementerian PU sore ini adalah lentera baru. Sebuah harapan bahwa esok hari, lelahnya perjalanan tujuh jam menyusuri sungai dan jalanan setapak dari pelosok akan disambut oleh sebuah rumah singgah yang layak—Gedung Guru Kabupaten Kapuas.

 
Share:

Lengan Pendek, Semangat Tetap Panjang: Cerita Kang Mardi di Hari Pendidikan Nasional

Matahari pagi di Kota Air mulai terasa hangat saat jarum jam menunjukkan pukul 08.00 WIB. Bagi Kang Mardi, tanggal 2 Mei 2026 ini bukan sekadar hari Sabtu biasa. Ada semangat yang berbeda karena sore nanti, tepat pukul 14.00 WIB, ia akan berdiri tegap mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Namun, ada sedikit ganjalan yang membuatnya kurang percaya diri: lengan baju seragam putih "Kapuas Cerdas" miliknya terasa sangat sesak.Solusi Kilat di Jalan Barito

Tanpa membuang waktu, Kang Mardi memacu motornya menuju Penjahit Slem yang berlokasi di Jalan Barito. Lokasinya sangat mudah ditemukan, tepat di depan Komplek Perguruan Muhammadiyah Kapuas.

Sesampainya di sana, Kang Mardi menyampaikan keluhannya. Sang penjahit tersenyum tenang, seolah sudah biasa menghadapi masalah "darurat" menjelang upacara besar. Sebuah solusi praktis pun ditawarkan:

"Daripada sesak dan tidak nyaman, bagaimana kalau kita jadikan lengan pendek saja, Kang?"

Kang Mardi setuju. Itu adalah ide yang brilian. Baju seragam putih kebanggaannya tetap bisa dipakai tanpa harus merasa tercekik di bagian lengan.

Cepat, Murah, dan Berkelas

Proses eksekusinya ternyata luar biasa cepat. Sambil menunggu, Kang Mardi sempat melihat suasana Jalan Barito yang mulai ramai. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit, baju tersebut sudah selesai dirombak.

Begitu dicoba, Kang Mardi langsung merasa lega:

  • Kenyamanan: Jauh lebih leluasa untuk bergerak.

  • Estetika: Seragam putih "Kapuas Cerdas" tetap terlihat gagah meski kini berlengan pendek.

  • Efisiensi: Cukup membayar Rp 15.000,-, masalah selesai tanpa harus membeli baju baru.Siap Menuju Lapangan Upacara

Dengan baju yang sudah rapi terlipat di kantong, Kang Mardi pulang dengan perasaan puas. Kini, tidak ada lagi alasan untuk tidak tampil maksimal. Sore nanti, di bawah langit Kapuas, Kang Mardi siap memberikan penghormatan terbaiknya pada upacara Hardiknas 2026.


 
Share:

Wednesday, April 29, 2026

Pembuat Modul Ajar SMP

https://m365.cloud.microsoft/chat/?titleId=T_fa0085dc-754f-72bc-69e2-c5230c849598&source=embedded-builder
Share:

Tuesday, April 28, 2026

Gagal Ambil Jahitan, Malah Kenyang di Jalan


Sore itu, 28 April 2026, langit kota sedang cantik-cantiknya semburat jingga yang tenang, seolah mendukung niat Kang Mardi untuk keluar rumah. Dengan penuh gaya, beliau mengeluarkan "harta karun" dari garasi: Yamaha Crypton lansiran 1997.

Meskipun sudah hampir tiga dekade, suara mesinnya masih tetap khas, reng-te-te-teng halus, tanda dirawat dengan cinta. Tujuan utamanya satu: Bagus Taylor di simpang empat Jalan Melati. Kang Mardi sudah membayangkan bakal memakai baju barunya untuk acara perpisahan akhir bulan.

Harapan yang Pupus di Simpang Melati

Sesampainya di simpang empat, Kang Mardi menarik rem pelan. Namun, senyumnya agak sedikit luntur. Pintu harmonika Bagus Taylor sudah tertutup rapat. Gembok besar sudah nangkring di sana.

"Wah, keduluan tutup rupanya," gumam Kang Mardi sambil memperbaiki posisi spion Crypton-nya yang sedikit goyang.

Karena merasa rugi kalau langsung pulang apalagi bensin Crypton-nya masih penuh kang mardi memutuskan untuk city rolling alias jalan-jalan santai menikmati suasana sore.

Menikmati Sore yang Sempurna

Sambil duduk santai di atas jok motor yang empuk, Kang Mardi membuka kotak kecil berisi butiran jagung bakar yang masih hangat. Bumbunya meresap, ada sensasi gosong-gosong manis yang pas di lidah.

"Gagal ambil jahitan tidak apa-apa, yang penting perut dapat jatah kebahagiaan," batin Kang Mardi sambil melihat lalu lalang kendaraan di depannya.

Sore itu, di atas Yamaha Crypton kesayangannya, Kang Mardi membuktikan bahwa bahagia itu sederhana: cukup dengan motor tua yang sehat, angin sore yang sejuk, dan seporsi jagung bakar sepuluh ribuan. 

 

 

 


Share:

Thursday, April 23, 2026

Menjemput Ombak di Takisung, Melepas Lelah di Duta Mall



Kapuas, 24 April 2026

​Mentari baru saja mengintip di ufuk timur saat halaman SMPN 3 Selat sudah dipenuhi hiruk-pikuk tawa siswa. Hari itu bukan hari sekolah biasa; lima bus besar sudah berjejer rapi, siap membawa rombongan lima kelas menuju destinasi wisata ikonik di Kalimantan Selatan: Pantai Takisung.

​Tepat pukul 06.15 WIB, klakson bus berbunyi bersahutan menandakan perjalanan dimulai. Sepanjang jalan, nyanyian dan canda gurau memenuhi kabin bus, melintasi aspal yang membelah rimbunnya pemandangan khas Kalimantan.

​Tiba di Surga Pesisir: Pantai Takisung

​Setelah perjalanan yang menyenangkan, rombongan tiba di Pantai Takisung pada pukul 10.30 WITA. Begitu pintu bus terbuka, aroma laut yang segar langsung menyambut.

​Pantai Takisung benar-benar menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan. Keunikan pantai ini terletak pada:

  • Ombak Landai: Airnya yang tenang dan dangkal sangat aman bagi para siswa untuk bermain air di tepian.
  • Wahana Seru: Beberapa siswa langsung menguji adrenalin dengan menyewa Banana Boat, sementara yang lain memilih menikmati semilir angin dengan menyewa kapal nelayan untuk berkeliling area pantai.
  • Pasar Tradisional: Tidak jauh dari bibir pantai, terdapat pusat perbelanjaan hasil budi daya penduduk setempat. Dari ikan asin yang khas hingga kerajinan tangan dari kerang, semuanya tertata rapi menggoda untuk dijadikan buah tangan.

​Setelah puas bermain dan bersantap siang bersama di bawah naungan pohon kelapa, kegiatan di pantai berakhir pada pukul 15.00 WITA.

​Singgah di Jantung Kota Banjarmasin

​Perjalanan pulang tidak langsung menuju Kapuas. Sebagai pelengkap study tour, rombongan singgah di Duta Mall Banjarmasin pada pukul 17.00 WITA.

​Sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Kalimantan Selatan, Duta Mall memberikan pengalaman urban yang kontras dengan suasana pantai tadi pagi. Para siswa memanfaatkan waktu singkat ini untuk sekadar berjalan-jalan, menikmati fasilitas modern, atau mencari camilan kekinian sebelum menempuh etape terakhir perjalanan.

​Kembali ke Rumah

​Setelah puas berbelanja dan berfoto, bus kembali melaju membelah malam menuju Kalimantan Tengah. Rombongan akhirnya tiba kembali di Kapuas pada pukul 19.00 WIB dengan wajah lelah namun dihiasi senyum lebar.

Study tour kali ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan momen pengakrab dari SMPN 3 Selat yang akan selalu dikenang dalam memori masa sekolah mereka. Pantai Takisung telah memberikan pelajaran tentang keindahan alam, sementara Duta Mall memberikan gambaran kemajuan daerah. Sebuah hari yang sempurna!


Share:

Cerita dari Jalan Pemuda: Menanam Keberanian di Kolam Renang Azahra




Kapuas, 23 April 2026 — Mentari pagi di Jalan Pemuda menyapa dengan hangat saat Kang Mardi bersiap di tepi kolam renang Azahra. Hari ini adalah jadwal yang cukup padat namun menyenangkan: mendampingi anak-anak kelas 8 untuk mengambil materi olahraga renang.

Jadwal dan Antusiasme Siswa

​Kegiatan dibagi menjadi dua sesi intensif:

  • Sesi I (07.00 - 09.00 WIB): Kelas 8.1
  • Sesi II (09.00 - 11.00 WIB): Kelas 8.4

​Sejak pagi, keriuhan sudah terasa. Meski beberapa anak tampak ragu karena belum mahir berenang, rasa penasaran mereka jauh lebih besar. "Ayo, jangan takut air!" seru Kang Mardi menyemangati mereka yang masih berdiri di pinggir kolam.

Tahapan Latihan

​Kang Mardi menerapkan metode yang sistematis agar anak-anak merasa aman dan nyaman:

  1. Pemanasan (Warming Up): Peregangan otot untuk mencegah kram.
  2. Materi Klasikal: Seluruh siswa diajarkan teknik dasar meluncur, koordinasi gerakan tangan, dan ayunan kaki.
  3. Diferensiasi Kemampuan:
    • Kelompok Mahir: Siswa yang sudah lancar berenang diperkenalkan pada empat gaya utama: bebas, dada, punggung, dan kupu-kupu.
    • Kelompok Fokus: Seluruh siswa kemudian diarahkan untuk menguasai Gaya Dada (Breaststroke) sebagai materi inti hari ini.

Hasil Pembelajaran

​Melihat anak-anak berjuang mengatur napas dan menyempurnakan gerakan kaki adalah kepuasan tersendiri bagi Kang Mardi. Dari total 28 siswa di setiap kelas, rata-rata 10 anak menunjukkan progres yang luar biasa dan berhasil memenuhi ekspektasi dalam penguasaan gaya dada.

​"Belajar renang bukan cuma soal kecepatan, tapi soal keberanian melawan rasa takut dan teknik yang benar," ujar Kang Mardi menutup sesi siang itu.


​Kegiatan pun berakhir dengan sukses. Anak-anak pulang dengan wajah segar (dan sedikit mengantuk karena lelah), membawa pengalaman baru dari dinginnya air kolam Azahra.


Share:

Tuesday, April 21, 2026

​Evaluasi TKA: Sebuah Catatan dari Kapuas




Mentari pagi di Kapuas pada 21 April 2026 terasa begitu hangat, sehangat semangat para siswi SMPN 3 Selat yang tampil anggun mengenakan kebaya. Suasana sekolah riuh rendah dengan gelak tawa dan tepuk tangan dalam rangka merayakan Hari Kartini. Di tengah kemeriahan lomba peragaan busana dan pidato emansipasi, sebuah dering telepon memecah konsentrasi panitia.

​Telepon itu datang dari Pak Bahagia, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas. Beliau mengabarkan sedang dalam perjalanan menuju sekolah untuk melakukan evaluasi terkait pelaporan kegiatan TKA (Tes Kemampuan Akademis).

​Tamu Istimewa di Hari Kartini

​Meski sedang dalam suasana perayaan, profesionalisme tetap menjadi prioritas. Tak lama berselang, Pak Bahagia tiba di sekolah. Kehadiran beliau disambut hangat di tengah hiruk-pikuk perlombaan. Tanpa membuang waktu, beliau langsung menuju ruang operator untuk bertemu dengan garda terdepan data sekolah.

​Arahan untuk Sang Proktor

Kang Mardi, selaku Proktor SMPN 3 Selat, segera menyiapkan berkas-berkas digitalnya. Di balik layar Laptop, terjadilah diskusi teknis yang sangat krusial.

​Pak Bahagia tidak hanya datang untuk memeriksa, tetapi juga untuk membimbing. Dengan sangat teliti, beliau memberikan arahan langsung kepada Kang Mardi mengenai:

  • ​Sinkronisasi data pelaporan TKA yang lebih efisien.
  • ​Penyusunan bukti fisik kegiatan agar sesuai dengan standar Dinas Pendidikan.
  • ​Tips mengatasi kendala teknis pada server saat proses pengunggahan data.
  • ​"Pelaporan yang rapi adalah cermin dari manajemen sekolah yang hebat," ujar Pak Bahagia dengan nada bicara yang meneduhkan, sesuai dengan namanya.


    ​Penutup yang Manis

    ​Sembari sesekali terdengar suara riuh pemenang lomba Kartini dari lapangan sekolah, Kang Mardi mencatat setiap poin penting dengan seksama. Kerumitan administrasi terasa jauh lebih ringan berkat bimbingan yang lugas namun penuh kesabaran dari Pak Bahagia.

    Terima kasih, Pak Bahagia. Di hari yang didedikasikan untuk perjuangan Kartini ini, kami belajar bahwa pendidikan yang maju tidak hanya butuh semangat juang, tapi juga ketertiban administrasi dan sinergi yang baik antara sekolah dan dinas terkait.

    ​Semoga bimbingan ini menjadi bekal berharga bagi SMPN 3 Selat untuk terus memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan di Bumi Panunjung Tarung

Share:

Sunday, April 19, 2026

Momentum Hari Jadi Kapuas: Ustadz Das'ad Latif Ajak Jamaah Perkuat Iman dan Jaga Persatuan




KUALA KAPUAS – Suasana religius nan khidmat menyelimuti Kota Kuala Kapuas pada Minggu sore hingga malam (19/04/2026). Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-220 Kota Kuala Kapuas sekaligus HUT ke-75 Pemerintah Kabupaten Kapuas, Pemerintah Daerah menghadirkan dai kondang asal Makassar, Ustadz Das’ad Latif, untuk mengisi pengajian akbar di Masjid Agung Al Mukarram.

Antusiasme Masyarakat yang Luar Biasa

​Sejak pukul 15.30 WIB, ribuan jamaah dari berbagai penjuru wilayah Kabupaten Kapuas sudah mulai memadati area masjid. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi; ruang utama masjid hingga selasar luar dipenuhi oleh warga yang ingin mendengarkan secara langsung tausiyah penuh ilmu dan humor khas sang Ustadz.

​Acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, di antaranya:

  • Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno.
  • Wakil Bupati Kapuas.
  • Pimpinan DPRD Kabupaten Kapuas.
  • Pengurus Organisasi Keagamaan.
  • Tokoh Masyarakat dan Alim Ulama.

Momen Silaturahmi dan Refleksi Daerah

​Dalam sambutannya, Pj Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno menyampaikan bahwa agenda ini merupakan wujud syukur atas usia Kabupaten Kapuas yang telah mencapai lebih dari dua abad.

​“Kegiatan ini bukan hanya merayakan Hari Jadi ke-220 Kota Kuala Kapuas sekaligus Hari Ulang Tahun ke-75 Pemerintah Kabupaten Kapuas tahun 2026, tapi juga memperkuat tali silaturahmi dan menebarkan energi positif bagi masyarakat,” ujar Wiyatno.


​Ia juga berharap momentum ini menjadi refleksi bersama bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus bahu-membahu membangun daerah agar semakin maju, religius, dan sejahtera.

Pesan Mendalam dari Ustadz Das’ad Latif

​Dalam tausiyahnya, Ustadz Das’ad Latif dengan gaya bicaranya yang lugas mengajak jamaah untuk senantiasa memperkuat keimanan dan menjaga persatuan di tengah keberagaman. Beliau menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi bermasyarakat.

​Beliau juga mengingatkan pentingnya rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Kapuas. Menurutnya, keberkahan suatu daerah sangat bergantung pada kedekatan penduduknya kepada Sang Pencipta dan keharmonisan antar sesama warga.

Berjalan Tertib dan Aman

​Meski dihadiri oleh massa yang membludak, jalannya tabligh akbar berlangsung dengan sangat tertib, lancar, dan khidmat. Personel pengamanan dari Satpol PP, Dishub, serta dukungan TNI/Polri tampak berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan arus lalu lintas dan kenyamanan jamaah tetap terjaga hingga acara usai.


Share:

Monday, April 13, 2026

Akselerasi Transformasi Digital, 13 Guru SMPN 3 Selat Ikuti Pelatihan Microsoft AI Elevate

KUALA KAPUAS – Dalam upaya menyambut era pendidikan berbasis teknologi cerdas, sebanyak 13 guru dari SMPN 3 Selat, Kabupaten Kapuas, resmi mengikuti pelatihan bertajuk Microsoft AI Elevate yang dimulai hari ini, Senin (13/4/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini merupakan langkah strategis sekolah dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan.

Lini Masa dan Tahapan Kegiatan

Program pelatihan ini dirancang secara intensif melalui beberapa tahapan penting:

  • 4 – 11 April 2026: Masa Pendaftaran peserta.

  • 13 – 15 April 2026: Pembelajaran Tahap I (Pengenalan Fondasi AI).

  • 15 – 18 April 2026: Pembelajaran Tahap II (Implementasi Tingkat Lanjut).

Daftar Guru Peserta

Semangat belajar sepanjang hayat ditunjukkan oleh para pendidik SMPN 3 Selat. Adapun ke-13 guru yang mendedikasikan diri dalam program ini adalah:

  1. Mardiyanto

  2. Sujatmika

  3. Fajar

  4. Nurfauzi

  5. Yuliana

  6. Sri Rejeki

  7. Sri Purwati

  8. Neny Rosanty

  9. Sutyowati

  10. Lucida

  11. Dian Susilawati

  12. Erma

  13. Eka

Misi Menjadi Perancang AI untuk Pendidikan

Kegiatan yang diselenggarakan secara gratis ini tidak hanya sekadar memberikan wawasan, namun juga membekali para guru dengan fasilitas eksklusif untuk menunjang performa mengajar, di antaranya:

  • Akun Microsoft 365 Berlisensi: Akses penuh ke perangkat lunak produktivitas premium.

  • Voucher Ujian Sertifikasi MCE: Kesempatan mendapatkan gelar Microsoft Certified Educator yang diakui secara global.

  • Kompetensi Perancang AI: Kemampuan untuk merancang materi pembelajaran yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan.

"Diharapkan melalui pelatihan ini, guru-guru SMPN 3 Selat tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan teknologi, tetapi menjadi aktor utama sekaligus bagian dari transformasi digital yang memberikan dampak nyata bagi siswa."

Dengan keikutsertaan dalam Microsoft AI Elevate, SMPN 3 Selat optimis dapat meningkatkan mutu pembelajaran yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

 
Share:

Saturday, April 11, 2026

Satu Tekad Menuju Kejayaan: Potret Kebersamaan di HUT Kapuas

KUALA KAPUAS (11/4/2026) – Kemeriahan menyelimuti Kota Kuala Kapuas dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke-220 dan HUT Pemerintah Kabupaten Kapuas ke-75. Puncak peringatan ini ditandai dengan digelarnya Pawai Karnaval Budaya yang mengubah pusat kota menjadi lautan warna dan atraksi seni.

Panggung Warisan Leluhur

Di garis start, suasana begitu riuh namun penuh khidmat. Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, berdiri dengan bangga di hadapan ribuan peserta. Saat bendera pelepasan diangkat, suaranya menggelegar penuh haru:

"Karnaval Budaya yang kita laksanakan hari ini merupakan panggung besar bagi kekayaan warisan leluhur kita. Di sini, kita melihat keberagaman suku Dayak, Banjar, Jawa, dan seluruh etnis bersatu padu. Budaya adalah identitas kita; bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai akarnya."

Beliau menegaskan bahwa keramaian ini bukan sekadar tontonan, melainkan pesan kuat kepada dunia bahwa perbedaan di Kapuas adalah perekat, bukan pemisah. Semangat ini terangkum dalam semboyan "Tingang Menteng Panunjung Tarung"—tekad bulat menuju kejayaan.

Parade Warna dan Kreativitas

Begitu pawai dimulai, jalanan berubah menjadi sungai warna-warni yang mengalir dinamis. Berbagai kalangan tumpah ruah menunjukkan taji kreativitas mereka:

  • Busana Tradisional: Para pelajar dan komunitas seni memukau penonton dengan kostum Dayak yang megah lengkap dengan bulu enggang, serta keanggunan busana Banjar yang berkilau.

  • Atraksi Seni: Tabuhan musik daerah dan tarian tradisional yang rancak membuat para tamu undangan tak henti bertepuk tangan.

  • Iring-iringan Mobil Hias: Ini adalah primadona acara. Mobil-mobil disulap menjadi replika rumah betang, kapal hias, hingga simbol-simbol pembangunan daerah yang unik dan mencolok.

Lebih dari Sekadar Hiburan

Bagi masyarakat Kapuas, momen ini adalah cermin sejarah panjang kota mereka. Di tengah hiruk-pikuk klakson mobil hias dan tawa penonton, terselip rasa bangga yang mendalam akan identitas lokal.

Pawai ini berhasil menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu yang penuh sejarah dengan masa depan yang berkelanjutan. Di sepanjang rute, tidak ada lagi sekat antara pejabat, pelajar, maupun warga biasa; semua larut dalam satu semangat yang sama: Mencintai Kapuas.

Karnaval ditutup dengan sorak-sorai yang membahana, meninggalkan kesan mendalam bahwa di usia yang ke-220 ini, Kuala Kapuas tetaplah kota yang berakar kuat pada budaya namun terus bergerak maju menjemput kejayaan.

 
Share:

Thursday, April 9, 2026

Sempat Terkendala Sinyal, Sesi Terakhir TKA SMPN 3 Selat Tetap Berhasil Dituntaskan




KAPUAS, 9 April 2026 – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademis (TKA) di SMPN 3 Selat memasuki hari kedua pada Kamis (9/4). Secara keseluruhan, kegiatan evaluasi akademik ini berjalan dengan tertib dan lancar, meskipun sempat diwarnai sedikit kendala teknis pada sesi terakhir.

​Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.00 hingga 15.30 WIB ini dibagi ke dalam dua ruangan, di mana masing-masing ruangan melayani empat sesi ujian.

Manajemen Ruangan dan Petugas

​Untuk menjaga integritas dan transparansi ujian, sekolah menerapkan sistem pengawasan silang yang melibatkan guru dari satuan pendidikan lain. Berikut adalah rincian petugas di masing-masing ruangan:

Jabatan

Ruang 1

Ruang 2

Pengawas Silang (SMPN 1 Selat)

Sri Ismi Sulistyowati, S.Pd

Kristin Natalia, S.Pd

Pengawas Lokal

Norhadi Fauzi, S.Kom

Triawan, SH

Proktor

Mardiyanto, S.Pd.I

Fajar Perdana, S.Pd

Teknisi

Sujatmika, S.Pd

Dian Susilawati

Kendala Teknis Teratasi

​Meskipun secara umum berjalan sesuai jadwal, tim teknis sempat menghadapi hambatan berupa gangguan sinyal pada sesi 4. Namun, berkat kesigapan proktor dan teknisi di lapangan, kendala tersebut dapat segera teratasi sehingga para siswa tetap dapat menyelesaikan ujian mereka dengan tenang tanpa gangguan yang berarti.

Apresiasi Kepala Sekolah

​Kepala SMPN 3 Selat, Harini Irawati, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama panitia tim pelaksana TKA dan para pengawas silang dari SMPN 1 Selat yang telah bekerja dedikatif.

​"Saya merasa bangga melihat anak-anak yang telah mempersiapkan diri dengan matang dan mampu menyelesaikan TKA ini dengan baik. Terima kasih kepada tim pelaksana yang sigap menangani kendala di lapangan. Semoga kerja keras anak-anak membuahkan hasil yang memuaskan," ujar Harini Irawati.


​Pelaksanaan TKA ini diharapkan menjadi tolok ukur pencapaian akademis siswa serta bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMPN 3 Selat ke depannya.


Share:

Wednesday, April 8, 2026

Libatkan Pengawas Silang dan Monitoring Pusat, TKA di SMPN 3 Selat Kapuas Berjalan Tertib


KAPUAS – SMPN 3 Selat sukses menyelenggarakan hari pertama Tes Kemampuan Akademis (TKA) Gelombang II pada Rabu, 8 April 2026. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga esok ini diikuti oleh 142 siswa dengan penerapan protokol ujian yang ketat dan terorganisir.

Monitoring Lintas Wilayah: Luring dan Daring

​Pelaksanaan TKA di SMPN 3 Selat mendapatkan perhatian khusus dari pusat maupun daerah. Secara daring, jalannya ujian dipantau langsung dari Jakarta oleh Ibu Dona Sitardoga Siregar, S.Pd. melalui platform Zoom untuk memastikan standarisasi ujian tetap terjaga.

​Sementara itu, di lokasi ujian, SMPN 3 Selat menerima kunjungan monitoring dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas. Kunjungan tersebut diwakili oleh Bapak Bahagia dan Bapak Gelis.

​"Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan seluruh sarana prasarana teknis berfungsi dengan baik, serta melihat langsung kesiapan mental maupun fisik peserta didik dalam menghadapi ujian nasional ini," ujar perwakilan Dinas Pendidikan di sela-sela pemantauan.

Komponen

Ruang I

Ruang II

Pengawas Silang

Grace, S.Th. (SMPN 1 Selat)

Gajali Rakhman, S.Pd (SMPN 1 Selat)

Pengawas Lokal

Nurhadi Fauzi, S.Kom

Triawan, SH

Proktor

Mardiyanto, S.Pd.I

Dian Susilawati, S.Pd

Teknisi

Sujatmika, S.Pd

Fajar Perdana, S.Pd

Kondisi Akhir Hari Pertama

​Hingga sesi terakhir ditutup pada pukul 15.00 WIB, suasana di lingkungan SMPN 3 Selat terpantau aman, tertib, dan terkendali. Tidak ditemukan kendala teknis yang berarti baik dari sisi perangkat komputer maupun koneksi jaringan.

​Pihak sekolah mengimbau kepada seluruh peserta untuk tetap menjaga kesehatan dan kembali mempersiapkan diri guna menghadapi agenda TKA hari kedua besok.

Manajemen Ruang dan Sesi

​Untuk memastikan kelancaran teknis, pelaksanaan ujian dibagi ke dalam dua ruang utama. Mengingat jumlah peserta yang cukup banyak, sekolah menerapkan sistem 4 sesi di setiap ruangnya, yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga berakhir pada pukul 15.00 WIB.

​Berikut adalah rincian petugas pelaksana di masing-masing ruang:


Share:

Tuesday, April 7, 2026

Dua Pintu, Satu Hati: Perjalanan Rara Menuju Jogja

Sore itu, 7 April 2025, udara di Kapuas terasa lebih sejuk dari biasanya. Di tengah tenangnya aliran sungai, sebuah kabar gembira berlabuh di rumah kami. Putri kami,

Senyum syukur merekah di wajah kami. Namun, di balik euforia itu, ada sebuah ruang diskusi yang kembali terbuka. Jauh di lubuk hati, kami teringat pada tanggal 30 Maret lalu, saat pengumuman SNBP menyatakan Rara juga diterima di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), juga pada jurusan Bahasa Inggris.

Dua Jalan, Satu Tujuan

Situasi ini adalah "masalah" yang membahagiakan. Dua institusi besar di Pulau Jawa telah membuka pintu mereka lebar-lebar untuk putri kami:

  • UIN Walisongo: Menawarkan kedalaman ilmu dengan nuansa religi yang kental di Semarang.

  • UNY: Menawarkan tradisi pendidikan kependidikan yang kuat di jantung kota pelajar, Yogyakarta.

Sebagai orang tua, kami menyadari bahwa yang akan menjalani hari-hari kuliah, mengejar tenggat waktu tugas, dan membangun jejaring adalah Rara sendiri. Maka, kami memberikan kepercayaan penuh kepadanya untuk memilih kompas mana yang akan ia ikuti.

Keputusan Akhir

Setelah menimbang dengan saksama, merenung, dan melihat langkah jauh ke depan, Rara akhirnya menetapkan hatinya. Yogyakarta menjadi pilihannya. Ia memutuskan untuk mengambil kursi di UNY.

"Ini pilihan Rara, Yah, Bun," ucapnya mantap.

Kini, tidak ada lagi keraguan. Langkah selanjutnya sudah di depan mata. Kami akan segera bersiap membantu Rara melengkapi seluruh berkas administratif menuju kampus barunya di Yogyakarta.

Selamat berjuang, Rara. Dari tepian Kapuas, doa kami menyertaimu hingga ke tanah Mataram. Semoga pilihan ini menjadi jalan keberkahan untuk masa depanmu.

 

Artikel lain: Jawaban Atas Doa: Lolos SNBP Pendidikan Bahasa Inggris 

 
Share:

Sunday, April 5, 2026

Menyusuri Kebun Sawit Demi Persaudaraan: Potret Kompaknya Paguyuban Kayugaru di Lamunti


KAPUAS – Paguyuban Kayugaru, wadah kekeluargaan bagi para guru di Kabupaten Kapuas, kembali menggelar pertemuan rutin bulanan. Pada edisi kali ini, Minggu (5/4/2025), kegiatan dipusatkan di kediaman Bapak Parjiya, Desa Lamunti Permai, Kecamatan Mantangai.

Perjalanan Menyusuri Kebun Sawit

Rombongan berangkat dari pusat kota Selat pada pukul 07.30 WIB. Perjalanan yang memakan waktu sekitar satu jam tersebut menempuh rute kawasan transmigrasi yang dihiasi pemandangan perkebunan kelapa sawit yang luas. Kang mardi dan Istri, Suyatna dan istri, berangkat bersama Kursri bersama istri dan anak yang berangkat dengan satu mobil lokasi.

Prosesi Acara yang Khidmat

Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh tuan rumah. Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan Surah Yasin yang dipimpin secara khidmat oleh Bapak Yusuf.

Dalam sambutannya, Bapak Parjiya selaku tuan rumah menyampaikan rasa terima kasih dan selamat datang kepada seluruh anggota.

"Selamat menjalin silaturahim di kediaman kami, semoga pertemuan ini membawa berkah bagi kita semua," ujarnya.

Ketua Paguyuban Kayugaru, Bapak Mulyono, memberikan sambutan menggunakan bahasa Jawa Krama Inggil yang kental. Beliau menekankan pentingnya paguyuban sebagai wadah persaudaraan sejati. Mengingat saat ini masih dalam suasana bulan Syawal, beliau juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri dan mengajak anggota menjadikan momen ini sebagai bulan peningkatan kualitas diri.

Laporan Organisasi dan Persiapan Kurban

Dalam sesi laporan, terdapat beberapa poin penting yang disampaikan:

  • Arisan: Ibu Sri Soeharsih memandu pengundian arisan yang dimenangkan oleh Bapak Jumar. Disepakati pula bahwa pertemuan bulan Mei 2026 akan dilaksanakan di kediaman pemenang arisan tersebut.

  • Kurban: Bapak Mujiman melaporkan progres persiapan kurban sapi. Beliau mengimbau agar seluruh administrasi dilunasi pada pertemuan bulan depan, mengingat pelaksanaan penyembelihan akan dilakukan pada akhir Mei mendatang.

  • Koperasi: Kang Mardi memaparkan kondisi keuangan koperasi, mencakup laporan kas bulan Maret serta pendapatan yang masuk pada pertemuan hari ini.

Kemeriahan Doorprize dan Halal Bihalal

Suasana semakin meriah saat Ibu Lamtiyem memandu pengundian doorprize. Anggota yang beruntung membawa pulang hadiah antara lain Bapak Tugiman, Bapak Giman, Bapak Slamet Riyanto, dan Bapak Kusrin.

Sebagai puncak acara, seluruh anggota melaksanakan prosesi Halal Bihalal. Dipimpin oleh Bapak Mulyono, para anggota saling bersalaman dan memaafkan satu sama lain dengan penuh kekeluargaan. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Sukisman dan diakhiri dengan sesi ramah tamah serta makan siang bersama.

Share:

Tuesday, March 31, 2026

Jawaban Atas Doa: Lolos SNBP Pendidikan Bahasa Inggris

Malam itu, 31 Maret 2026, udara di Kapuas terasa lebih tenang dari biasanya. Namun, di dalam rumah kami, ada getaran kecemasan yang tertahan di balik senyum tipis masing-masing anggota keluarga.

​Sajadah baru saja dilipat. Sehabis menunaikan sholat Magrib, kami berkumpul di ruang tengah. Suasana hening, hanya terdengar detak jam dinding dan suara napas yang agak memburu. Di tengah-tengah kami, putri kami, Rara, duduk dengan laptop yang menyala di depannya. Jari-jarinya gemetar kecil saat memegang mouse.

​Malam ini adalah penentuan: Pengumuman SNBP 2026.

​Detik-Detik Menegangkan

​"Bismillah dulu, Kak," bisik saya pelan, mencoba menenangkan hati sendiri sekaligus menguatkan Rara. Ibunya berdiri tepat di belakang kursi Rara, tangannya memegang bahu sang putri dengan erat, seolah menyalurkan seluruh doa yang terus mengalir dari lisannya.

​Layar menunjukkan halaman login. Rara memasukkan nomor pendaftaran dan tanggal lahirnya. Klik demi klik terasa begitu lambat. Jantung kami seakan ikut berpacu dengan putaran ikon loading di layar.

​Semburat Merona di Layar

​Tiba-tiba, halaman berganti. Sebuah kotak berwarna biru muncul di layar. Tulisan besar di sana seolah bersinar di mata kami:

"SELAMAT! ANDA DINYATAKAN LULUS SELEKSI SNBP 2026"


​Mata kami langsung tertuju pada baris di bawahnya:

  • Perguruan Tinggi: Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
  • Program Studi: S1 Pendidikan Bahasa Inggris

​Air Mata Bahagia

​Seketika, hening pecah. Rara menutup mulutnya dengan tangan, air matanya tumpah begitu saja. Kami berpelukan erat. Tidak ada kata-kata yang cukup untuk menggambarkan rasa syukur kami.

​"Alhamdulillah... Yogyakarta, Kak! Kamu ke UNY!" seru Ibunya sambil terisak haru.

​Perjuangan Rara selama tiga tahun di bangku SMA, malam-malam yang ia habiskan untuk belajar, serta tumpukan tugas yang ia kerjakan dengan tekun, terbayar lunas malam ini di Kapuas. Menjadi bagian dari keluarga besar Pendidikan Bahasa Inggris UNY bukan sekadar tentang gengsi, tapi tentang langkah awal mimpinya untuk menjadi pendidik yang hebat.

 

Artikel lain:  Dua Pintu, Satu Hati: Perjalanan Rara Menuju Jogja


Share:

Monday, March 30, 2026

SMPN 3 Selat Gelar Upacara Bendera dan Halal Bihalal di Hari Pertama Masuk Sekolah


KUALA KAPUAS – Mengawali hari pertama masuk sekolah setelah libur hari raya, SMPN 3 Selat menggelar upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman sekolah pada Senin (30/03/2026). Upacara ini diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari jajaran guru, staf tata usaha, hingga para siswa.

Apresiasi untuk Petugas Upacara

​Bertindak sebagai Pembina Upacara, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan, Siti Ngaisah, S.Pd. Dalam amanatnya, beliau memberikan apresiasi tinggi kepada para petugas upacara yang berasal dari kelas 9.4. Menurutnya, para siswa telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik dan penuh tanggung jawab sebagai pembuka kegiatan akademik di semester ini.

Momentum Kembali Fitri

​Lebih lanjut, Siti Ngaisah menekankan pentingnya menjaga silaturahmi. Mengingat saat ini masih dalam suasana pasca-Hari Raya Idulfitri, beliau mengajak seluruh siswa untuk saling memaafkan.

​"Momentum setelah hari raya ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk saling memaafkan. Harapannya, hati kita semua kembali bersih, sejalan dengan makna dan semangat zakat fitrah yang telah kita laksanakan," ujar Siti Ngaisah di hadapan para peserta upacara.


Penutup yang Hangat dengan Halal Bihalal

​Usai pelaksanaan upacara bendera, kegiatan dilanjutkan dengan acara halal bihalal. Seluruh warga sekolah yang hadir berkumpul di halaman upacara untuk saling bersalaman secara sederhana namun penuh kehangatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan kekeluargaan di lingkungan SMPN 3 Selat sebelum memulai rutinitas belajar mengajar kembali.


Share:

Wednesday, March 25, 2026

Penuh Khidmat, Keluarga Besar Arya Bintara Gelar Aqiqah dan Tasmiyah Arkasya Saputra di Kapuas



KUALA KAPUAS – Suasana penuh syukur menyelimuti kediaman keluarga besar Arya Bintara dan Mardiani pada Rabu (25/3/2026). Bertempat di Jalan Barito Gang VI B, Kapuas, pasangan ini menyelenggarakan acara Aqiqah dan Tasmiyah untuk putra tercinta mereka, Arkasya Saputra.

​Lahir pada 20 Februari 2026, kehadiran Arkasya tidak hanya menjadi pelengkap kebahagiaan orang tuanya, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi sang kakek, Bapak Sarbini, S.Pd., yang merupakan tokoh pendidik di wilayah tersebut.

Jalannya Acara

​Acara yang dimulai tepat pukul 10.00 WIB ini berlangsung dengan khusyuk dan tertib. Berikut adalah rangkaian agenda utamanya:

  • Lantunan Kalam Ilahi: Acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang memberikan nuansa sejuk bagi para tamu undangan.
  • Prosesi Tasmiyah: Pemberian nama secara resmi dilakukan dengan harapan Arkasya Saputra tumbuh menjadi anak yang saleh dan berbakti.
  • Ramah Tamah: Mengambil lokasi di seberang majelis, para tamu yang hadir tampak akrab bersilaturahmi sambil menikmati hidangan yang disediakan.

Harapan Keluarga

​Melalui momen ini, keluarga besar Bapak Sarbini, S.Pd. menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada kerabat dan tetangga yang berkenan hadir memberikan doa restu.

​"Semoga Arkasya Saputra menjadi anak yang cerdas, kuat, dan senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa," ungkap salah satu perwakilan keluarga.


​Selamat kepada keluarga Arya Bintara dan Mardiani atas aqiqah putra tercintanya!


Share:

Monday, March 23, 2026

Kuliner Murah Kapuas: Mie Goreng Kembar yang Tetap Memikat




Kapuas, 23 Maret 2026, Malam ini, suasana kota terasa pas untuk sedikit keluar mencari angin. Malam ini kang mardi dan istri menggunakan motor Vario, menyusuri jalanan Kapuas yang cukup tenang menuju ke arah Jalan Barito. Tujuan kami sudah jelas: Warung Nasi dan Mie Goreng Kembar.

Warung ini punya tempat tersendiri di hati saya. Lokasinya sekarang berada tepat di ujung Jalan Barito, lebih spesifiknya di perempatan yang mempertemukan Jalan Barito dan Jalan Seroja. Nama "Kembar" itu sendiri bukan sekadar label, melainkan diambil dari anak sang pemilik yang memang kembar.

Mampir ke sini selalu membawa rasa nostalgia. kang mardi masih ingat betul saat mereka pertama kali buka di Jalan Tambun Bungai (yang sekarang menjadi area Damkar). Sejak zaman masih bujang, kang mardi sudah menjadi langganan setia nasi goreng mereka. Perjalanan waktu memang luar biasa; jika dulu dikelola langsung oleh pemiliknya, kini operasional warung diteruskan dengan apik oleh istri dan anak-anak kembarnya.

Menu & Harga Malam Ini

Satu hal yang tidak berubah adalah keramahannya, baik dari segi pelayanan maupun harga. Sangat jarang menemukan rasa yang konsisten dengan harga yang tetap bersahabat seperti ini:

MenuHarga
Nasi / Mie Goreng (Tanpa Telur)Rp 12.000
Nasi / Mie Goreng (Pakai Telur)Rp 15.000
Teh (Hangat/Es)Rp 3.000

Malam ini kami memesan mie goreng. Rasanya tetap "nyaman" di lidah—istilah yang paling pas untuk menggambarkan bumbu yang meresap dan porsi yang pas. Makan enak tidak harus mahal, dan warung Kembar adalah buktinya. Perut kenyang, hati pun senang bisa menikmati momen sederhana bersama istri. 

 

 
Share:

Saturday, March 21, 2026

Gema Takbir Berkumandang, Majelis Taklim Al-Madani Gelar Salat Idul Fitri 1447 H

Kapuas – Suasana khidmat menyelimuti kawasan Jalan Cilik Riwut pada Sabtu (21/3/2026) pagi. Ratusan warga di sekitar Majelis Taklim Al-Madani berbondong-bondong memadati area majelis untuk melaksanakan ibadah Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah.

Sejak pukul 06.00 WIB, jamaah pria dan wanita tampak antusias mengisi shaf-shaf yang telah disediakan, bahkan meluber hingga ke area luar bangunan majelis. Meski padat, pelaksanaan ibadah berlangsung dengan tertib dan penuh rasa syukur.

Petugas Pelaksana Salat Id

Dalam pelaksanaan Salat Idul Fitri kali ini, bertindak sebagai:

  • Imam: Ustadz Junaidi

  • Khatib: Al Habib Zein Bin Umar Al Hiyed

Dalam khotbahnya, Al Habib Zein Bin Umar Al Hiyed menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga kesucian hati dan mempererat tali silaturahmi setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan. Beliau mengajak jamaah untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai titik balik menjadi pribadi yang lebih bertaqwa dan peduli sesama.

Tradisi Bermaaf-maafan

Usai rangkaian salat dan doa bersama, suasana haru sekaligus bahagia menyelimuti lokasi. Para jamaah tidak langsung membubarkan diri, melainkan saling bersalaman dan bermaaf-maafan di sepanjang koridor majelis.

"Ini adalah momen yang kami tunggu-tunggu. Selain beribadah, kami bisa saling bertemu dan membersihkan hati dengan saling memaafkan antar tetangga," ujar salah seorang warga yang hadir.

Kegiatan ini menjadi bukti eratnya kerukunan warga di sekitar Jalan Cilik Riwut, khususnya para jamaah Majelis Taklim Al-Madani, dalam merayakan hari kemenangan dengan penuh kedamaian.

 
Share:

Gema Takbir Membahana, 121 Regu Meriahkan Pawai Idul Fitri 1447 H di Kapuas




KUALA KAPUAS – Suasana malam kemenangan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, berlangsung sangat semarak. Ratusan peserta dari berbagai lapisan masyarakat tumpah ruah mengikuti Pawai Gema Takbir dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026) malam.

Antusiasme Peserta dan Masyarakat

Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Kapuas, Saferaniasyah, melaporkan bahwa animo masyarakat tahun ini sangat luar biasa. Peserta terdiri dari organisasi kemasyarakatan, pelajar, hingga instansi pemerintah.

"Jumlah peserta yang mengikuti pawai kali ini tercatat sebanyak 121 regu dengan total 140 armada kendaraan hias," lapor Saferaniasyah di sela acara.

Kegiatan ini dilepas secara resmi oleh Pj Bupati Kapuas, H. Wiyatno, dengan titik start dari depan Stadion Panunjung Tarung Kapuas. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi semangat kebersamaan warga Kapuas dalam menjaga tradisi syiar Islam yang penuh kedamaian.

Kreativitas dan Rute Pawai

Para peserta tampil totalitas dengan menghadirkan berbagai miniatur masjid, replika Al-Qur'an raksasa, hingga hiasan lampu warna-warni yang estetik. Sepanjang jalan, lantunan takbir, tahmid, dan tahlil terus berkumandang dari pengeras suara setiap armada, menciptakan atmosfer yang khidmat sekaligus meriah.

Adapun rute yang ditempuh para peserta meliputi:

  • Start: Stadion Panunjung Tarung (Jalan Maluku)

  • Lintasan: Jl. Patih Rumbih → Jl. Meranti → Jl. Jepang → Jl. Pemuda → Jl. Barito → Jl. Teratai → Jl. Ahmad Yani → Jl. Tambun Bungai.

  • Finish: Kembali ke Jalan Maluku.

Lautan Manusia di Pusat Kota

Tidak hanya peserta, ribuan masyarakat Kapuas juga memadati sisi jalan sepanjang rute pawai. Warga membawa anggota keluarga mereka untuk menyaksikan kreativitas mobil hias yang melintas, menjadikan malam takbiran kali ini sebagai pesta rakyat yang penuh kegembiraan namun tetap tertib.

 
Share:

Friday, March 20, 2026

Warga Muhammadiyah Kapuas Padati Stadion Panunjung Tarung untuk Salat Idulfitri 1447 H


KUALA KAPUAS – Ribuan warga Muhammadiyah Kabupaten Kapuas memadati Stadion Panunjung Tarung, Kuala Kapuas, untuk melaksanakan ibadah Salat Idulfitri 1447 H pada Jumat pagi, 20 Maret 2026. Pelaksanaan salat yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan langsung oleh Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kapuas.

Hadir di tengah-tengah saf jamaah, segenap jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kapuas beserta tokoh masyarakat dan warga Muhammadiyah dari berbagai penjuru wilayah Kapuas.

Pesan Khotbah: Tiga Doa Utama Seorang Muslim

Bertindak sebagai Imam sekaligus Khatib pada kesempatan tersebut adalah Ustadz Arif Maulana, Lc. Dalam uraian khotbahnya, beliau menyoroti pentingnya konsistensi dalam mengamalkan zikir rutin, terutama permohonan yang selalu diajarkan untuk dipanjatkan setiap pagi: memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik (halal), serta amalan yang diterima di sisi Allah SWT.

Ustadz Arif menjelaskan bahwa setiap hari seorang Muslim sejatinya terus memperoleh informasi atau ilmu, namun tidak semua ilmu membawa keberkahan.

"Yang dicari oleh seorang mukmin adalah ilmu yang bermanfaat, yakni ilmu yang menuntun pada ketaatan," jelasnya.

Terkait aspek ekonomi, beliau menekankan bahwa rezeki yang halal adalah kunci ketenangan batin. Rezeki yang bersih tidak hanya mencukupi kebutuhan fisik, tetapi juga menjadi sumber kekuatan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Ilmu yang Bermanfaat sebagai Fondasi

Lebih lanjut, khatib mengingatkan jamaah untuk selalu bersemangat dalam beramal saleh, namun tetap harus berupaya keras dan ikhlas agar amalan tersebut memenuhi syarat untuk diterima. Dari ketiga permintaan tersebut ilmu, rezeki, dan amal. "Ustadz Arif menegaskan, "bahwa ilmu yang bermanfaat adalah yang paling utama. Sebab, dengan ilmu yang benarlah seseorang dapat membedakan mana rezeki yang halal dan bagaimana cara beramal yang sesuai syariat".

Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Stadion Panunjung Tarung ini berjalan dengan tertib dan lancar, ditutup dengan silaturahmi antarwarga yang memenuhi area lapangan hijau tersebut.

 

Materi Lengkap Khutbah idul fitri, silahkan download link di bawah ini: 

Link Download:  ðŸ“¥ khutbah Idul Fitri 1447 H 

 
Share:

Wednesday, March 18, 2026

Panduan Olimpiase Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) SMA SMK MA Sederajat Tahun 2026


Penyelenggaraan OPSI jenjang SMA/MA/SMK/Sederajat 2026 memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional, khususnya pada penguatan literasi sains, literasi membaca, dan literasi numerasi yang selaras dengan indikator asesmen internasional seperti Programme for International Student Assessment (PISA). Proses penelitian yang dilakukan murid SMA/MA/SMK/Sederajat dalam OPSI dirancang untuk melatih kemampuan analisis mendalam, penalaran berbasis data, serta pemecahan masalah kompleks yang relevan dengan konteks kehidupan nyata. Dengan demikian, OPSI diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya sistematis dalam meningkatkan daya saing murid Indonesia di tingkat global.
Selain itu, OPSI jenjang SMA 2026 diarahkan untuk memperkuat implementasi pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) secara terintegrasi. Melalui penelitian lintas disiplin, murid SMA/MA/SMK/Sederajat didorong untuk mengaitkan konsep teoretis dengan penerapan teknologi dan rekayasa, serta memanfaatkan pemodelan matematis dalam menghasilkan solusi inovatif. Pendekatan STEM dalam OPSI diharapkan mampu menumbuhkan karakter inovatif, kolaboratif, dan adaptif sebagai bekal murid dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun menghadapi tantangan dunia masa depan. 
 

Artikel lain:  
Share:

Arsip


Followers

Recent Comment

`