KAPUAS, 18 Mei 2026 — Dalam upaya menjaga kelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi, Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah resmi dibuka hari ini. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Mei 2026, ini diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Dr. H. Suwarno Muriyat, S.Ag, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan betapa krusialnya peran bahasa daerah bagi generasi muda.
"Pelestarian bahasa daerah bukan sekadar menjaga tradisi, melainkan merawat identitas budaya lokal kita agar tidak punah ditelan zaman," ujar Dr. H. Suwarno Muriyat.
Menjadikan Guru sebagai Garda Terdepan
Sebanyak 60 guru dari jenjang SD dan SMP di wilayah Kabupaten Kapuas tercatat sebagai peserta resmi dalam kegiatan ini. Seluruh peserta merupakan para pengajar yang mengampu mata pelajaran Bahasa Dayak di sekolah masing-masing.
Melalui Bimtek ini, para guru diharapkan mampu menjadi motor penggerak dan garda terdepan dalam menghidupkan kembali minat anak-anak terhadap bahasa ibu mereka.
Wadah Kolaborasi dan Strategi Pembelajaran
Selain memberikan pembekalan teknis mengenai metode pengajaran yang inovatif, agenda ini juga dirancang sebagai wadah kolaborasi. Di sini, para guru dapat:
Berbagi pengalaman terkait tantangan mengajar di kelas.
Menyusun strategi pembelajaran bahasa daerah yang interaktif dan menyenangkan bagi siswa.
Merancang materi ajar yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan esensi nilai luhur budaya Dayak.
Dengan adanya sinergi antar-pendidik ini, Pemerintah Kabupaten Kapuas optimistis bahwa bahasa daerah akan tetap hidup, berkembang, dan bangga dituturkan oleh generasi penerus bangsa.







0 comments:
Post a Comment