Gerak Jalan
Gerak Jalan Tradisional menempuh jarak 28 KM dari Markas Besar Komando Djawa (MBKD) Jendral Soedirman Desa Kepurun, Manisrenggo finish di Monumen Juang 45 Joggrangan Klaten.
Juara O2SN SD KALTENG 2015
Hasil O2SN Tingkat SD Cabang Olahraga Tenis Meja Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005
Juara HUT KORPRI Kapuas
Kejuaraan Tenis Meja dan Sepak Bola Mini dalam Rangka HUT KORPRI Kabupaten Kapuas Tahun 2011
Juara Kelas 9.4
Penerimaan Raport Semester I Tahun Pelajaran 2021/2022
Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas
Hasil Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas Tahun 2021
Sunday, June 7, 2015
Saturday, February 7, 2015
Cara Download Video yang ada di Facebook tanpa Software
3. ganti "www" dengan huruf m
4. klik play pada video , selanjutnya klik kanan lalu pilih save video as, setelah itu tinggal klik save
Monday, September 8, 2014
Workshop Pembuatan RPP Kurikulum 2013
Wednesday, August 27, 2014
Gemerlap Air dan Ikan Bakar di Cokro
Matahari Klaten persis di atas kepala, tapi begitu Rara melangkahkan kaki masuk ke area Umbul Cokro, rasa semrawut perjalanan seolah menguap. Suara gemericik air yang jernih dan rindangnya pepohonan tua langsung menyambut kedatangannya.
Setelah menempuh perjalanan lumayan panjang naik Bus jurusan Klaten lewat Cokro—yang sempat membuatnya kegerahan—tujuannya cuma satu: menceburkan diri. Tanpa ragu, Rara menuruni anak tangga batu menuju kolam pemandian alami tersebut. Airnya bening sekali, sampai batu-batu kecil di dasar kolam dan ikan-ikan kecil yang berenang kelihatan sangat jelas. Air yang sama, yang sejak dulu mengalir menghidupi sawah-sawah warga hingga menjadi sumber air minum untuk warga Surakarta.
"Bisa-bisanya dingin banget!" gumam Rara sambil merinding begitu air menyentuh pinggangnya.
Tubuhnya sempat menggigil beberapa saat, tapi rasa segar yang meresap bikin dia betah berlama-lama. Rasa lelah berhari-hari langsung luntur seketika.
Puas basah-basahan, perut Rara mulai protes. Ini bagian paling seru yang selalu dia tunggu kalau pulang kampung ke Klaten. Rara menyewa alat pancing sederhana di pinggir kolam lalu duduk santai di atas batu besar. Tak butuh waktu lama, umpan pancingnya disambar ikan gurame ukuran sedang.
Ikan hasil tangkapannya itu langsung diserahkan ke juru masak di area umbul untuk dibakar. Tak sampai setengah jam, hidangan ikan bakar hangat lengkap dengan sambal terasi dan lalapan segar sudah tersaji di meja. Menyantap ikan segar hasil pancingan sendiri di tepi sumber air alami jadi penutup perjalanan mudik Rara yang sempurna hari itu.
Memeriahkan Lomba HUT RI di Jonggrangan Klaten
Tahun ini Rara tampil dalam lomba dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Jonggrangan, Klaten Utara, Klaten. Semoga dapat meneruskan cita-cita perjuangan para pahlawan bangsa.
Karnaval HUT RI di Klaten
Karnaval dalam rangka memperingati HUT RI ke 69 dilaksanakan di Kabupaten Klaten. Karnaval dibagi menjadi dua kategori jalan kaki dan kendaraan/mobil yang dilaksanakan tanggal 18 dan 19 Agustus 2014. Tahun ini Rara berkesempatan melihat meriahnya karnaval di kota Klaten.
Saturday, August 23, 2014
Dibalik Garis Lapangan: 3 Fungsi Vital Pelatih Saat Atlet Bertanding
Dalam dunia olahraga, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik dan teknik atlet di lapangan. Ada sosok di pinggir lapangan yang memegang kendali strategis dan emosional, yaitu pelatih. Meskipun latihan memakan porsi 90% dari total waktu persiapan, peran pelatih dalam 10% waktu pertandingan adalah penentu keberhasilan hasil akhir.
Berikut adalah tiga fungsi utama yang harus dijalankan seorang pelatih saat mendampingi atlet bertanding:
1. Pengatur Strategi yang Bijak
Seorang pelatih harus menjadi otak di balik setiap gerakan atlet. Namun, strategi yang baik bukan berarti memberikan instruksi tanpa henti.
Efisiensi Instruksi: Berikan nasihat secukupnya. Jangan menjejali atlet dengan analisis berlebihan tentang kekuatan lawan yang justru bisa memicu kecemasan.
Personalisasi Dukungan: Ingatlah bahwa setiap atlet memiliki karakter berbeda. Ada yang membutuhkan instruksi teknis yang detail, ada pula yang hanya membutuhkan dorongan semangat singkat.
Pendengar yang Baik: Sediakan waktu khusus bagi atlet yang ingin berbicara sesaat sebelum pertandingan. Kehadiran Anda secara utuh dapat menenangkan pikiran mereka yang sedang tegang.
2. Psikolog: Pilar Ketenangan
Saat tensi pertandingan memuncak, pelatih adalah cerminan mental bagi atletnya.
Kendali Emosi: Jika Anda sebagai pelatih merasa ragu atau takut kalah, jangan pernah memperlihatkannya. Atlet mencari keyakinan di mata pelatih mereka. Jika Anda percaya pada mereka, mereka akan percaya pada diri sendiri.
Adaptasi Situasi: Pelatih harus mampu membaca perubahan suasana hati atlet dan memberikan intervensi mental yang tepat, apakah itu menenangkan yang terlalu agresif atau membangkitkan yang sedang lesu.
3. Pengamat yang Objektif
Tugas ini sangat krusial karena atlet yang sedang bertanding sering kali tidak menyadari kesalahan teknis yang mereka lakukan.
Dokumentasi dan Evaluasi: Jika memungkinkan, rekamlah jalannya pertandingan. Video adalah alat evaluasi paling jujur. Jika tidak memungkinkan, buatlah catatan detail mengenai pola permainan, kekuatan, dan kelemahan yang muncul di lapangan.
Menyikapi Kekalahan: Kekalahan harus ditanggapi secara positif sebagai fakta evaluasi, bukan ruang untuk mencari kesalahan.
Filosofi Kesalahan: Seorang pelatih hebat harus memegang prinsip: "Atlet tidak pernah salah, mereka hanya melakukan kesalahan." Kalimat ini memisahkan antara identitas atlet dengan kegagalan teknis, sehingga atlet tetap memiliki motivasi untuk bangkit.
Kesimpulan
Pelatih bukan sekadar pemberi instruksi fisik, melainkan seorang arsitek strategi, pelindung mental, dan pengamat yang jeli. Keberhasilan seorang pelatih saat pertandingan diukur dari seberapa tenang atletnya bertanding dan seberapa cepat mereka belajar dari setiap momen di lapangan.

























