Guru Olahraga Menulis

Wednesday, August 27, 2014

Gemerlap Air dan Ikan Bakar di Cokro


Matahari Klaten persis di atas kepala, tapi begitu Rara melangkahkan kaki masuk ke area Umbul Cokro, rasa semrawut perjalanan seolah menguap. Suara gemericik air yang jernih dan rindangnya pepohonan tua langsung menyambut kedatangannya.

Setelah menempuh perjalanan lumayan panjang naik Bus jurusan Klaten lewat Cokro—yang sempat membuatnya kegerahan—tujuannya cuma satu: menceburkan diri. Tanpa ragu, Rara menuruni anak tangga batu menuju kolam pemandian alami tersebut. Airnya bening sekali, sampai batu-batu kecil di dasar kolam dan ikan-ikan kecil yang berenang kelihatan sangat jelas. Air yang sama, yang sejak dulu mengalir menghidupi sawah-sawah warga hingga menjadi sumber air minum untuk warga Surakarta.

"Bisa-bisanya dingin banget!" gumam Rara sambil merinding begitu air menyentuh pinggangnya.

Tubuhnya sempat menggigil beberapa saat, tapi rasa segar yang meresap bikin dia betah berlama-lama. Rasa lelah berhari-hari langsung luntur seketika.

Puas basah-basahan, perut Rara mulai protes. Ini bagian paling seru yang selalu dia tunggu kalau pulang kampung ke Klaten. Rara menyewa alat pancing sederhana di pinggir kolam lalu duduk santai di atas batu besar. Tak butuh waktu lama, umpan pancingnya disambar ikan gurame ukuran sedang.

Ikan hasil tangkapannya itu langsung diserahkan ke juru masak di area umbul untuk dibakar. Tak sampai setengah jam, hidangan ikan bakar hangat lengkap dengan sambal terasi dan lalapan segar sudah tersaji di meja. Menyantap ikan segar hasil pancingan sendiri di tepi sumber air alami jadi penutup perjalanan mudik Rara yang sempurna hari itu.




















Share:

0 comments:

Post a Comment

Arsip


Followers

Recent Comment

`