Kapuas, 23 Maret 2026, Malam ini, suasana kota terasa pas untuk sedikit keluar mencari angin. Malam ini kang mardi dan istri menggunakan motor Vario, menyusuri jalanan Kapuas yang cukup tenang menuju ke arah Jalan Barito. Tujuan kami sudah jelas: Warung Nasi dan Mie Goreng Kembar.
Warung ini punya tempat tersendiri di hati saya. Lokasinya sekarang berada tepat di ujung Jalan Barito, lebih spesifiknya di perempatan yang mempertemukan Jalan Barito dan Jalan Seroja. Nama "Kembar" itu sendiri bukan sekadar label, melainkan diambil dari anak sang pemilik yang memang kembar.
Mampir ke sini selalu membawa rasa nostalgia. kang mardi masih ingat betul saat mereka pertama kali buka di Jalan Tambun Bungai (yang sekarang menjadi area Damkar). Sejak zaman masih bujang, kang mardi sudah menjadi langganan setia nasi goreng mereka. Perjalanan waktu memang luar biasa; jika dulu dikelola langsung oleh pemiliknya, kini operasional warung diteruskan dengan apik oleh istri dan anak-anak kembarnya.
Menu & Harga Malam Ini
Satu hal yang tidak berubah adalah keramahannya, baik dari segi pelayanan maupun harga. Sangat jarang menemukan rasa yang konsisten dengan harga yang tetap bersahabat seperti ini:
| Menu | Harga |
| Nasi / Mie Goreng (Tanpa Telur) | Rp 12.000 |
| Nasi / Mie Goreng (Pakai Telur) | Rp 15.000 |
| Teh (Hangat/Es) | Rp 3.000 |
Malam ini kami memesan mie goreng. Rasanya tetap "nyaman" di lidah—istilah yang paling pas untuk menggambarkan bumbu yang meresap dan porsi yang pas. Makan enak tidak harus mahal, dan warung Kembar adalah buktinya. Perut kenyang, hati pun senang bisa menikmati momen sederhana bersama istri.







0 comments:
Post a Comment