Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Saturday, April 11, 2026

Satu Tekad Menuju Kejayaan: Potret Kebersamaan di HUT Kapuas

KUALA KAPUAS (11/4/2026) – Kemeriahan menyelimuti Kota Kuala Kapuas dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke-220 dan HUT Pemerintah Kabupaten Kapuas ke-75. Puncak peringatan ini ditandai dengan digelarnya Pawai Karnaval Budaya yang mengubah pusat kota menjadi lautan warna dan atraksi seni.

Panggung Warisan Leluhur

Di garis start, suasana begitu riuh namun penuh khidmat. Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, berdiri dengan bangga di hadapan ribuan peserta. Saat bendera pelepasan diangkat, suaranya menggelegar penuh haru:

"Karnaval Budaya yang kita laksanakan hari ini merupakan panggung besar bagi kekayaan warisan leluhur kita. Di sini, kita melihat keberagaman suku Dayak, Banjar, Jawa, dan seluruh etnis bersatu padu. Budaya adalah identitas kita; bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai akarnya."

Beliau menegaskan bahwa keramaian ini bukan sekadar tontonan, melainkan pesan kuat kepada dunia bahwa perbedaan di Kapuas adalah perekat, bukan pemisah. Semangat ini terangkum dalam semboyan "Tingang Menteng Panunjung Tarung"—tekad bulat menuju kejayaan.

Parade Warna dan Kreativitas

Begitu pawai dimulai, jalanan berubah menjadi sungai warna-warni yang mengalir dinamis. Berbagai kalangan tumpah ruah menunjukkan taji kreativitas mereka:

  • Busana Tradisional: Para pelajar dan komunitas seni memukau penonton dengan kostum Dayak yang megah lengkap dengan bulu enggang, serta keanggunan busana Banjar yang berkilau.

  • Atraksi Seni: Tabuhan musik daerah dan tarian tradisional yang rancak membuat para tamu undangan tak henti bertepuk tangan.

  • Iring-iringan Mobil Hias: Ini adalah primadona acara. Mobil-mobil disulap menjadi replika rumah betang, kapal hias, hingga simbol-simbol pembangunan daerah yang unik dan mencolok.

Lebih dari Sekadar Hiburan

Bagi masyarakat Kapuas, momen ini adalah cermin sejarah panjang kota mereka. Di tengah hiruk-pikuk klakson mobil hias dan tawa penonton, terselip rasa bangga yang mendalam akan identitas lokal.

Pawai ini berhasil menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu yang penuh sejarah dengan masa depan yang berkelanjutan. Di sepanjang rute, tidak ada lagi sekat antara pejabat, pelajar, maupun warga biasa; semua larut dalam satu semangat yang sama: Mencintai Kapuas.

Karnaval ditutup dengan sorak-sorai yang membahana, meninggalkan kesan mendalam bahwa di usia yang ke-220 ini, Kuala Kapuas tetaplah kota yang berakar kuat pada budaya namun terus bergerak maju menjemput kejayaan.

 
Share:

0 comments:

Post a Comment

Arsip


Followers

Recent Comment

`