Gerak Jalan

Gerak Jalan Tradisional menempuh jarak 28 KM dari Markas Besar Komando Djawa (MBKD) Jendral Soedirman Desa Kepurun, Manisrenggo finish di Monumen Juang 45 Joggrangan Klaten.

Juara O2SN SD KALTENG 2015

Hasil O2SN Tingkat SD Cabang Olahraga Tenis Meja Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005

Juara HUT KORPRI Kapuas

Kejuaraan Tenis Meja dan Sepak Bola Mini dalam Rangka HUT KORPRI Kabupaten Kapuas Tahun 2011

Juara Kelas 9.4

Penerimaan Raport Semester I Tahun Pelajaran 2021/2022

Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas

Hasil Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas Tahun 2021

Guru Olahraga Menulis

Tuesday, June 23, 2020

Menjadi Personal Branding Tidak Perlu Menunggu Menjadi Ahli

Pertemuan ke 10 malam ini dengan materi personal branding dengan narasumber bapak Agus Sampurno, kegiatan diawali dengan quiz game. Senang rasanya belajar sambil bermain seperti siwa kita. Selesai mengerjakan quiiz secara mengejutkan pak Agus memberikan tantangan beberapa judul tulisan kepada beberapa peserta yang ditunjuk, kemudian yang lain boleh memilih 6 judul yang diberikan dengan tulisan 150 sampai 300 kata.

Dengan cepatnya beliau membuat beberapa judul sambil menyetir mobil, judul beliau buat dari hasil analisa jawaban peserta setelah mengerjakan kuis. Dan saya memilih judul: 3 cara mudah guru memberikan contoh kedisiplinan.
Penerapan kedisiplinan penting diterapkan untuk peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Tanpa adanya kedisiplinan kegiatan belajar mengajar akan terganggu. Menurut KBBi pengertian disiplin adalah ketaatan (kepatuahan) kepada peraturan (tata tertib dan sebagainya)

3 cara mudah guru dalam memberikan contoh kedisiplinan
1.   Buatlah peraturan tertulis
2.   Guru memberi teladan
3.   Selalu mengingatkan
Pertama membuat beberapa aturan dan selalu diterapkan tidak perlu banyak cukup 4 atau 5 aturan dulu. Misalnya aturan tentang waktu berangkat sekolah, aturan sebelum masuk kelas, aturan tentang seragam sekolah, aturan kebersihan kelas.
Kedua guru menunggu kedatangan siswa di depan gerbang sekolah. Dengan senyum sapa menyalami siswa satu persatu. Dengan ini guru akan tahu murid yang datang tepat waktu dan yang sering terlambat. Untuk yang sering terlambat kita beri nasehat dan sering terlambat kita arahkan ke BK. Ini melatih siswa tepat waktu
Ketiga memeriksa kelengkapan seragam sekolah dengan baris yang rapi di depan pintu kelas atau di halaman sebelum masuk pelajaran dan memeriksa kelengkapan atribut sekolah dari topi sampai sepatu siswa. Guru juga menanyakan siswa yang tidak hadir. Ini utuk mengantispasi siswa yang membolos sekolah.

Di sela-sela kami mengerjakan tantangan beliau menyampaikan beliau menganalisa antara apa yang menjadi hal yang disukai beberapa peserta kemudian di berikan ramuan judul. Dalam menulis aspek judul mesti diutamakan. Karena judul membuat orang tertarik sekaligus penasaran, judul juga bisa membuat anda punya personal branding. Personal branding adalah aspek dimana kita dikenal karena hal yang menjadi fokus kita.
Menjadi personal branding tidak harus menjadi seorang yang ahli, tapi cukup melakukan hal-hal yang kita bisa dengan ngotot. Dalam menulis yang penting ada manfaatnya walaupun singkat kemudian kita bagi tulisan kita di blog. Karena secara manusiawi orang akan tertarik dengan kata Resep, Manfaat, dan Baru.
Share:

Monday, June 22, 2020

3 Cara Mudah Guru Memberikan Contoh Kedisiplinan



Penerapan kedisiplinan penting diterapkan untuk peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Tanpa adanya kedisiplinan kegiatan belajar mengajar akan terganggu. Menurut KBBI pengertian disiplin adalah ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan (tata tertib dan sebagainya)
3 cara mudah guru dalam memberikan contoh kedisiplinan
1.    Buatlah peraturan tertulis
2.    Guru memberi teladan
3.    Selalu mengingatkan

Pertama membuat beberapa aturan dan selalu diterapkan tidak perlu banyak cukup 4 atau 5 aturan dulu. Misalnya aturan tentang waktu berangkat sekolah, aturan sebelum masuk kelas, aturan tentang seragam sekolah, aturan kebersihan kelas.

Kedua guru berusaha datang lebih dulu dan menunggu kedatangan siswa di depan gerbang sekolah. Dengan senyum sapa menyalami siswa satu persatu. Dengan ini guru akan tahu murid yang datang tepat waktu dan yang sering terlambat. Untuk yang sering terlambat kita beri nasehat dan sering terlambat kita arahkan ke BK. Ini melatih siswa tepat waktu

Ketiga memeriksa kelengkapan seragam sekolah dengan baris yang rapi di depan pintu kelas atau di halaman sebelum masuk pelajaran dan memeriksa kelengkapan atribut sekolah dari topi sampai sepatu siswa. Guru juga menanyakan siswa yang tidak hadir. Ini utuk mengantispasi siswa yang membolos sekolah.


Share:

Sunday, June 21, 2020

Bertemu Sahabat SMA di Stadion Maesa Tondano



Cerita di balik sebuah foto, dari jerseynya dapat ditebak dua orang yang sedang berjabat tangan itu adalah seorang atlit, tapi bukan atlit nasional lho. Kang Mardi atlit tenis meja Korpri propinsi Kalimantan Tengah dan Mas Dudung atlit tenis Lapangan Korpri Kementerian Pertanian.
Kang mardi dan Mas Dudung kecil sama-sama menekuni olahraga tapi beda cabang. Berlatih sejak SD dengan ikut program klub olahraga. Pertama kali kami bertemu saat mewakili kontingen kabupaten Klaten dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL) eks Karesidenan Surakarta tahun 1989 di Sukoharjo. Kang Mardi dari SMPN 3 Klaten mewakili cabang tenis meja dan Mas Dudung dari SMPN 5 Klaten cabang tenis lapangan.

Dua tahun kemudian saat kami dipertemukan kembali di SMAN 3 Klaten sebagai siswa baru dan saat kelas 2 dan 3 kami satu kelas. Kenapa kami memilih SMAN 3 Klaten? Karena SMA tersebut adalah sekolah yang mempunyai fasilitas olahraga paling lengkap, dari lapangan sepak bola, lapangan Tenis, bahkan satu-satunya sekolah yang mempunyai Gedung Olahraga pada saat itu. Juga punya guru sekaligus pelatih berbagai cabang olahraga. Sangat komplit karena SMAN 3 Klaten adalah peleburan dari Sekolah Guru Olahraga (SGO). Saat kami masuk lengkap semua siswa dari kelas 1, 2 dan 3 adalah siswa SMA dan siswa SGO angkatan terakhir lulus.

Kang Mardi dan Mas Dudung pernah saling bahu membahu dalam tim gerak jalan SMAN 3 untuk meraih trophy juara, dan pernah ditunjuk oleh Pak Drs Supriyono guru olahraga di SMA untuk membantu juri dalam kejuaraaan Gulat se Propinsi Jawa Tengah di Klaten.

Setelah lulus SMAN kami berdua melanjutkan kuliah di universitas berbeda daerah dan tidak tahu lagi kabar masing-masing. Namun ketika Kang Mardi mewakili kontingen PORNAS KORPRI di Manado tahun 2013 tak disangka kembali dipertemukan dengan Mas Dudung yang mewakili Kementerian Pertanian. Pertama kali bertemu di Arena dan kembali dipertemukan di arena. Tidak terasa perlu waktu 20 tahun kami untuk berjabat tangan, selesai upacara pembukaan di Stadion Maesa, Tondano, Sulawesi Utara. Seperti dua sahabat yang baru bertemu saling cerita perjalanan masa lalu.

Pekan Olahraga nasional (PORNAS) KORPRI yang dilangsungkan di Manado tanggal 21-30 November 2013. Tidak hanya sebagai ajang pertandingan bagi pegawai yang ada di Indonesia. Tetapi merupakan ajang silaturahmi dan reuni bagi para peserta. Dalam kegiatan ini pun Kang Mardi bisa bertemu dengan teman-teman dari Jawa Tengah dan yang paling spesial bertemu dengan teman satu kelas waktu SMA yaitu Mas Dudung.

Share:

Friday, June 19, 2020

Ikatlah Ilmu Dengan Tulisan

Waktu berlalu dengan begitu cepatnya, hampir tak terasa. Malam ini, jarum jam seolah bergerak lebih gesit dari biasanya saat layar laptop saya menyala. Kegiatan belajar menulis dan menerbitkan buku bersama Om Jay yang saya ikuti ternyata sudah memasuki pertemuan ke-9. Ada rasa bangga, namun juga ruang rindu yang mulai tumbuh mengingat perjalanan panjang ini sudah melewati separuh jalan.

Suasana ruang virtual malam itu terasa berbeda. Hadir sebagai narasumber adalah Ibu Siska Destiana, seorang sosok multitalenta yang rekam jejaknya membuat siapa pun berdecak kagum. Beliau adalah seorang yang sangat berpengalaman di bidang Public Relation, Trainer dan Public Speaking, Jurnalistik, hingga Marketing dan Komunikasi. Tidak hanya itu, kepakarannya juga merambah dunia parenting, penguasaan Bahasa Inggris, Standard Operating Procedure Development, Training Development (terutama di bidang pendidikan), serta tentu saja, dunia menulis dan editing.

Di awal sesi, sebuah pertanyaan mendasar dilemparkan ke forum, memantik ruang renung kami semua: Mengapa kita harus menulis?

Ibu Siska menguraikannya dengan begitu indah dalam tiga poin utama yang menancap kuat di kepala saya:

Pertama, sebagai pengikat ilmu. Dalam konteks ajaran Islam, Rasulullah SAW bersabda, "Ikatlah ilmu dengan tulisan." Menulis sejatinya adalah bentuk knowledge management (manajemen pengetahuan). Ketika kita menulis di blog tentang aktivitas keseharian, atau berbagi tentang kepakaran dan wawasan yang kita kuasai, kita sedang mengabadikan ilmu agar bermanfaat bagi orang lain.

Kedua, sebagai jejak langkah. Tulisan adalah prasasti hidup. Melalui barisan kata, kita bisa bercerita kepada orang lain—atau kepada masa depan—bahwa kita pernah mengunjungi suatu tempat, pernah memiliki pengalaman kerja yang berharga, pernah melakukan sesuatu, atau pernah melahirkan sebuah ide dan gagasan yang hebat.

Ketiga, sebagai legalisasi ide. Menulis adalah cara mematenkan gagasan kita. Jangan sampai kita memiliki ide cemerlang, membicarakannya ke sana-kemari tanpa dokumentasi, lalu di kemudian hari orang lain yang mendengarnya justru mengeksekusi dan mengklaim ide tersebut sebagai miliknya.

Menyelami Samudra Non-Fiksi

Materi inti malam itu membawa kami menyelami dunia tulisan non-fiksi. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), non-fiksi diartikan sebagai tulisan yang tidak bersifat fiksi, melainkan berdasarkan fakta dan kenyataan, baik itu berupa karya sastra maupun karangan. Ibu Siska menegaskan bahwa karya non-fiksi adalah sebuah karya inovatif di mana penulisnya memegang tanggung jawab penuh atas kebenaran dan akurasi informasi yang disajikan.

Beliau kemudian membedah ragam karya non-fiksi yang bisa kami eksplorasi sebagai calon penulis buku:

1. Berita

Cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa hangat. Teknik menulisnya dibedakan menjadi dua:

  • Hard News: Berita yang ditulis secara lugas, singkat, to the point, dan tidak bertele-tele.

  • Feature: Berita yang disajikan secara informatif namun tetap menghibur. Ini tergolong sebagai artikel kreatif.

2. Esai (Opini)

Sebuah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu, namun diambil dari sudut pandang pribadi penulisnya.

3. Catatan Perjalanan

Tulisan yang merekam proses sebuah perjalanan atau ulasan tentang apa saja yang ditemui di sepanjang jalan. Mulai dari keindahan tempat yang dikunjungi, keunikan budaya daerah, hingga cita rasa makanan khasnya.

4. Artikel Informatif

Tulisan murni yang berisi informasi tentang suatu hal dengan tujuan utama menambah pengetahuan pembaca. Dalam bahasa populer, genre ini sering juga disebut dengan artikel feature.

5. Best Practice

Ini adalah tulisan tentang pengalaman terbaik seseorang dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Best practice biasanya lahir dari tangan para pendidik atau mereka yang terlibat langsung di dunia pendidikan. Selain berfungsi sebagai lesson study bagi sesama guru, produk tulisan ini juga bisa menjadi sumbangsih dan masukan berharga bagi pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan kita.

Malam semakin larut ketika sesi tanya jawab dibuka, namun semangat di dalam ruang virtual itu sama sekali tidak menyurut. Penjelasan Ibu Siska malam ini tidak sekadar memberikan teori baru tentang non-fiksi, melainkan sebuah bahan bakar spiritual bagi jemari saya untuk terus mengetik.

Menulis non-fiksi ternyata bukan sekadar merangkai fakta, melainkan cara kita bertanggung jawab pada kebenaran dan mengabadikan kebermanfaatan diri bagi dunia. Kelas Om Jay malam ini sukses menyalakan kembali api literasi itu. Saya menutup laptop dengan senyuman, siap menyambut pertemuan berikutnya dengan draf tulisan yang lebih bermakna.


Share:

Tanya Jawab Bersama Siska Distiani


Pertanyaan
Dari moderator (Ibu Fatimah, Aceh)
1.   Kenapa ibu memilih menulis bukan di blog?
2.   Apa yang menjadi motivasi ibu dalam menulis?


Jawaban
1.   Saya jawab ya Bu... Pertama, alhamdulillah sampai saat ini masih banyak yang order jasa penulisan maupun editing Bu, sehingga waktu saya saat ini terpakai untuk itu dulu. Jujur sudah cukup lama saya tidak menulis untuk diri saya sendiri , semoga segera bisa ya... mohon doanya.
Kedua, saya lebih memilih platform forum  seperti Kompasiana (walaupun akun saya sudah lama nggak aktif juga  karena alasan pertama tadi), karena kemungkinannya lebih besar untuk tulisan saya terbaca oleh orang lain. Kiranya demikian Bu
2.   Pertama, karena saya senang menulis. Kedua, mengaktifkan otak saya

Pertanyaan
Ukhidah yuliani
Pamekasan - Madura
Bu tentang nonfiksi ini sangat menarik saya.
Pertanyaannya:
Bagaimana ibu menklasifikasikan apabila ada berita yg di dalamnya mencetitaksn catatan perjalanan sehingga juga terdapat best practice di dalamnya..
Trims


Pertanyaan
Nama : Nanik Yuliani
Asal Mataram
Salam kenal mbak Siska maaf ibu panggil mbak Siska seusia dengan anak pertama saya.
Tulisan mbak Siska begitu bermutu. Apa langkah langkah atau persiapan mbak Siska saat akan membuat sebuah tulisan. Terimakasih
Jawaban
Wah masyaAllah... Halo Ibu Nanik... Terima kasih atas pertanyaannya 🤗

Jabawan
Yang paling pertama saya lakukan adalah mengeluarkan apa yang berseliweran di pikiran saya Bu. Misalnya saya akan menulis tentang virus corona, maka semua yang saya pikirkan tentang itu saya tulis dulu. Biasanya saya menggunakan mind mapping sederhana untuk itu.

Hal ini saya lakukan agar ketika saya menulis nanti saya tidak "tersesat" dan tidak ada informasi yang ingin saya sampaikan kemudian terlewat saya tuliskan. Pada dasarnya di sini saya sedang membuat kerangka tulisan, hanya dalam bentuk sangat sederhana dan "kasaran".

Setelah semua isi pikiran saya keluarkan, lalu saya susun, mana yang akan saya letakkan di bagian pembuka, tengah, dan penutup tulisan.

Setelah semua selesai saya tulis, kemudian saya mengendapkan dulu tulisan itu. Minimal 15 menit saja. Tujuan mengendapkan ini adalah untuk mengistirahatkan otak.

Kemudian, saya baca lagi tulisan saya. Biasanya setelah otak lebih jernih, maka akan lebih teliti saat membaca ulang ini. Jika ada salah ketik, atau letak yang tidak pas, bisa kita perbaiki. Nah di sini juga saya melakukan "self editing" atau mengedit sendiri. Kesalahan-kesalahan dalam tulisan tadi bisa saya revisi terlebih dahulu.

Setelah semua dirasa oke, barulah saya setor tulisan saya ke editor (jika itu tulisan pesanan), atau saya posting jika tulisannya untuk kepentingan saya pribadi.

Demikian kiranya Ibu

Pertanyaan
Assalamu'alaikum. Selamat Malam Bu Siska, Saya Mardiyanto dari Kapuas, kebetulan sama2 berasal dari kota bersinar, yang ingin saya tanyakan Apakah tips atau kiat-kiat untuk untuk menulis Fiksi. Terima kasih

Jawaban
Wa'alaykumsalam Pak Mardiyanto. Wah tebih nggih Pak, merantaunipun, dugi Kapuas 😊.

Tentang menulis fiksi, pertama, perlu banyak membaca karya fiksi juga untuk memicu otak kita berimajinasi dan membangun cerita yang menarik.

Terkadang saat hendak menulis fiksi kita ingin menyajikan konflik yang menarik agar pembaca bisa menikmati karya kita. Nah, saking ngêbêt-nya untuk itu, kita suka berpikir jauh dan mengawang-awang, akhirnya kadang tersesat.

Lho, tersesat piye Mbak? Maksudnya tersesat pada konflik yang kita tidak pahami. Nah, tips berikutnya adalah, ambil konflik dari keseharian kita dan hal-hal yang dekat dengan kita. Misal, saya seorang ibu rumah tangga, maka jalan cerita yang saya bangun, konfliknya, ya tidak jauh dari kehidupan berumah tangga... hehehe...

Pernah sekali waktu saya menulis tentang sesuatu yang saya kurang pahami. Saya juga tidak pernah terlibat dalam aktivitas yang saya angkat itu. Akhirnya, cerita yang saya buat jadi "garing"

Bapak suka menulis fiksi ya? Monggo mampir ke halaman saya Pak https://www.storial.co/book/mencari-bahagia/

Tulisan Bapak (dan Teman-teman sekalian) juga bisa diposting di sana lho 😁 Bisa belajar juga dari penulis-penulis kawakan di sana.
Demikian kiranya Pak Mardiyanto

Pertanyaan
Selamat malam Ibu Siska
Perkenalkan saya ibu Aning S dari Pati ...gel 12
Apakah artikel informatif itu bisa mendapatkan nilai dalam PAK jika artikelnya tidak sesuai mapel, dan dimana artikel itu bisa dipublikasikan?
Terima kasih

Jawaban
Selamat malam Bu Aning, terima kasih atas pertanyaannya.

Dalam artikel informatif biasanya kita menyampaikan informasi atau pengetahuan kepada khalayak tentang suatu hal. Misal bagaimana cara mengajar dengan menyenangkan.

Menurut saya, seharusnya bisa dapat nilai dalam PAK, Bu. Karena apa? Karena melalui tulisan itu Ibu bisa mengarahkan khalayak tentang sesuatu. Ibu juga bisa menjawab permasalahan khalayak terhadap sesuatu. Misal, saya membutuhkan informasi tentang bagaimana mendampingi anak belajar. Kemudian saya googling, eh saya nemu tulisan Ibu tentang itu. Jika saya praktikkan dan kemudian berhasil, maka itu berarti Ibu sudah membantu saya menyelesaikan masalah saya tersebut

Kemudian di mana bisa dipublikasikan, saat ini media massa mainstream (Kompas, Republika, Tempo, dan lain-lain) sudah membuat wadah jurnalisme warga, seperti Kompasiana (milik Kompas). Di sana kita bisa menulis tentang apa saja, selam itu baik dan informatif. Cara mendaftarnya pun mudah dan gratis. Nah Ibu bisa buat akun di sana, kemudian Ibu tuliskan artikel informatif yang Ibu tulis. Kemungkinannya besar untuk dibaca khalayak jika topik yang Ibu angkat bersifat umum dan informatif.

Ini alamatnya kompasiana ya Bu:
www.kompasiana.com

Sampai saat ini sih  Kompasiana memang yang paling besar dibandingkan forum yang lain.

Demikian Ibu Aning

Petanyaan
Assalamualaikum mbak Siska saya edi Syahputra.H dari Aceh sungguh mantap tulisan nya. Setelah saya mengikuti kuliah dari buk Siska Distiana yang menarik bagi saya adalah tulisan tentang berita, yang ingin saya tanyakan bagaimana menulis berita yang baik.

Jawaban
Wa'alaykumsalam Pak Edi. Wah, saya ingin sekali bisa berkunjung ke Aceh lagi.. Bumi Aceh sangat mengesankan

Terima kasih atas pertanyaannya Pak. Bagaimana menulis berita yang baik? Pertama harus terpenuhi dulu semua unsur beritanya. Apa itu? 5W+1H (Who, What, When, Where, Why, dan How).

Jadi sebuah berita harus bisa menceritakan siapa melakukan apa, kapan dan di mana dilakukannya, mengapa melakukan itu, dan bagaimana ia melakukannya.

Kedua, ada nilai aktualitas dan faktualitas dalam berita. Aktualitas itu kecepatan berita ditayangkan. Jadi makin cepat sebuah peristiwa diangkat menjadi berita dan ditayangkan/dimuat, akan lebih diminati khalayak.

Kemudian faktualitas, ini bicara tentang kebenaran. Jadi sebuah berita harus benar-benar berdasarkan peristiwa nyata. Makin dekat sebuah berita dengan keseharian khalayak, biasanya akan makin diminati. Misal, Pak Edi menuliskan berita tentang seorang guru biologi di Aceh yang berhasil menemukan formulasi vaksin corona. Nah, Rekan-rekan guru lain pastilah akan tertarik untuk membaca itu daripada membaca tentang fashion show yang digelar di New York 😁

Terakhir, kemampuan menulis kita berbanding lurus dengan kemampuan membaca, saya selalu percaya itu. Jadi, makin banyak Bapak membaca berita, maka Bapak akan lebih mudah memproduksi diksi kata yang menarik pada naskah berita Bapak.

Demikian kiranya, Pak Edi


Pertanyaan
Slmt malam ibu Siska,penulis bertanggungjawab penuh atas kebenaran informasi,yg saya tanyakan, apakah perlu surat keterangan untuk mempertanggung jawabkan kebenaran itu,kalau perlu bagaimana proses nya? Trims salam dari ibu Lusia.

Jawaban
Halo Ibu Lusia, selamat malam. Terima kasih atas pertanyaannya

Tentang surat keterangan, jika tidak ada yang menggugat tidak ada surat keterangan pun tak mengapa Bu.

Surat keterangan kan biasanya diperlukan untuk ranah hukum ya. Jadi, jika tulisan kita dapat diterima dengan baik, tidak disertai surat keterangan pun tak mengapa.

Lalu bagaimana cara membuat surat keterangan tersebut? Humm... jujur saya belum punya pengalaman juga tentang ini. Namun sepertinya bisa kita cari tahu dari institusi pemerintah yang menangani Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), ada Dirjen Kekayaan Intelektual https://www.dgip.go.id/

Share:

Wednesday, June 17, 2020

Tanya Jawab bersama Cikgu Tere


Pertanyaan
Kenapa ibu sangat tertarik dengan belajar menulis

Jawaban
Baik, terima kasih untuk pertanyaannya, saya sangat tertarik dengan belajar menulis karena sebenarnya saya menyadari bhw passion saya adalah menjadi penulis. Bahkan sejak masih Kelas 3 SD, sy mulai suka menulis. Jadi saya ingin belajar menulis untuk lebih terampil dlm menulis.

Pertanyaan
Selamat malam Ibu Tere, Perkenalkan saya ibu Aning S dari Pati ...gel 12, Bagaimana memulai menulis agar bisa bermutu, bagaimana caranya agar tidak minder untuk memunculkan karya pribadi  ( mungkin belum layak syarat tulisan) , serta dimana bisa memulai menerbitkan karya dari lingkup terdekat?
Terima kasih

Jawaban
Baik, Ibu Aning, salam kenal. Untuk menulis yg dikatakan bermutu, tentunya kita harus terus menulis, karena tulisan yg bermutu bukan produk sekali jadi. Ibaratnya butuh jam terbang juga. Dari pengalaman saya, untuk mengetahui tulisan itu bermutu atau tidak, saya coba kirim tulisan saya ke majalah atau blog komunitas sprti kompasiana atau gurusiana. Karena di sana ada penilaian terhadap tulisan kita. Kemudian agar tidak minder, kita harus kembali meluruskan niat kita utk menulis yaitu untuk berbagi. Jika kita ikhlas berbagi, maka pelan - pelan perasaan minder akan hilang. Pertanyaan berikutnya tentang menerbitkan karya, bisa ibu mulai dr lingkup sekolah terlebih dahulu. Mungkin ada majalah dinding atau blog / website sekolah.

Pertanyaan
Selamat malam Ibu Tere
Perkenalkan saya Santi dari Jayapura
1.Bagaimana strategi jitu yg ibu lakukan ketika ibu menerima tantangan menulis buku hanya dalam satu Minggu
Hebat , salut  sangat menginspirasi.
2.Bagaimana cara ibu memenej waktu karena kegiatan kita kan banyak harus melakukan PJJ, harus lakukan tanggung jawab sebagai Ibu rumahbtangga dan masih harus menulis lagi.
Terimakasih

Jawaban
Baik, selamat mlm, Ibu Santi. 1. Strategi sy : membuat jadwal dulu. Malam itu langsung sy kirim outline Bab 1 - 3 pada Prof. Eko sekaligus rancangan judulnya. Ternyata besoknya langsung di tagih Bab 1 maka brdasarkan outline yg sdh dibuat, sy langsung menulis. Sambil menulis, sambil mencadi referensi pendukung. Kebanyakan dr jurnal dan website online walaupun ada juga yg dr buku koleksi pribadi saya. Dlm perjalanannya kmi mndpt tambahan waktu 1 minggu, namun dgn catatan jumlah halaman minimal 100 hlmn dan dibuat 5 bab dengan spasi 1. Sehingga kerja keras lagi.
2. Saya berpatokan pada jadwal, Bu. Shg tiap hari saya punya target. Mmg kita sbgai guru plus ibu rumah tangga pasti bnyk kesibukan, tapi biasanya sy komunikasi dgn kelrg bhw saat ini sy ada proyek menulis shg start dari jam 10 pagi sampai sktr jam 3 sore, sy akan menulis. (sy punya anak kecil umur 3 thn) dan ini adl waktu utk menulis krn biasanya anak akan bermain dan tdr siang. Lanjut lagi pkl 07.00 - 12.00 mlm. Anak biasanya ntn tv dan sdh tdr.

Pertanyaan
Mlm ibu. Bagaimana kita menentukan judul tulusan yg menarik minat pembaca?

Jawaban
Baik, Bpk/Ibu. Judul yg menarik tentunya yg mengundang penasaran pembaca, namun perlu hati2 krn kadang kita menemukan ada judul yg tdk sesuai dgn isinya. Shg pembaca akan kecewa.

Pertanyaan
Ibu, saya Fatma dari pati belajar menulis gelombang 10,
Ibu Tere yang hebat tetapi ttp rendah hati,  walau kemampuan sangat besar tetapi tetap selalu belajar dan belajar,
Yang saya tanyakan bagaimana ibu manajemen waktu antara bekerja dengan aktivitas ibu yang sangat tinggi..walau saya tahu disiplin no 1 dalam setiap kegiatan untuk mencapai tujuan,  namun akan sulit jika tidak ada strategi atau trik dalam manajemen kegiatan ibu bekerja,  rumah dan menulis.. trima kasih sebelumnya

Jawaban
Strategi sy, pd saat bangun pagi, sy akan luangkan waktu utk berpikir sejenak ttg rangkaian kegiatan hari tsb.

Pertanyaan
Saya yuli. Guru SD dari kab.sambas Kalbar.
Bangga sudah mengenal rekan sejawat sesama guru SD yang masih muda namun telah banyak karya.
Saya ingin menanyakan motivasi apa yang membuat ibu Tere bersemangat menulis di blog? Terimakasih sebelumnya

Jawaban
Terima kasih, Bu. Motivasi saya hanya 2 yaitu menulis untuk berbagi / sharing dan menulis untuk berprestasi. Menulis untuk berbagi tentunya sesuai dengan profesi kita sbgai guru. Makanya sejak awal niche blog saya adalah pendidikan. Kemudian berprestasi, maksudnya ketika kita menjadi blogger ada hal positif lain yang saya peroleh. Seperti yang tadi saya contohkan yaitu mendapat beberapa penghargaan, bahkan ada juga bonus berupa buku dan pulsa internet. Selain itu, saya mau berbagi sedikit pengalaman saya waktu lolos sebagai peserta short course ke luar negeri tahun 2019 kemarin, ternyata salah satu teknik penilaian panitia adalah dengan menelusuri jejak digital kita. Saat itu, kami diminta menuliskan semua akun medsos termasuk blog / website.

Pertanyaan
Selamat malam, Luar biasa ibu muda cikgu Tere, semoga sukses, yang saya tanyakan, bagaimana  cara nemasang gatget statistik di laman blog, untuk memantau orang berkunjung, lalu apa tipsnya supaya banyak pengunjung di blog kita, trims dari Ibu Lusia.

Jawaban
Trm ksh, Ibu Lusia, utk memasang gadget statistik, caranya ibu masuk di bagian setting blognya ada banyak gadget yg bs kita tambahkan. Nti sy coba screenshot, krn saat ini sy tdk memasang lagi gadgetnya. Tipsnya : buat  artikel yg menarik, aktual, dan yg penting adalah artikel update. Maksudnya seperti artikel saya yg dibaca ribuan orang, ttg download materi belajar di rumah, krn saat itu banyak org yg mencari materi bahan belajar di rumah.
Dan kuncinya ada di judul, Bu
Jangan lupa bagikan postingan blog kita di bbrpa komunitas blogger
Atau komunitas guru

Pertanyaan
Mohon izin mnyampaikan uneg2..
Selama ini mungkin yg kami fahami meresume adalah meringkas materi yg panjang kemudian dipersingkat dengan mngambil bagian-bagian yang pokok saja, Tapi dengan beberapa poin yg Cikgu sampaikan poin 1-9 bisa jadi resume kita menjadi lebih banyak/ panjang dan melebar dari materi yang kita resume. Bagaimana Cikgu jika terjadi hal seperti itu ( resume lebih meluas/panjang dan melebar.
Terimakasih
Sriyatun-GK

Jawaban
Baik, Ibu. Memang pemahaman saya juga resume seperti itu. Artinya meringkas. Namun yang saya sampaikan tadi, intinya jika kita meringkas, jangan sampai kita hanya copas dari materi narsum, namun dimodifikasi lagi dgn kalimat kita agar lebuh enak dibaca. (istilahnya Om Jay)

Pertanyaan
Assalamualaikum...
Ibu Tere yang hebat, saya tertinggal info. Prof Eko itu siapa dan peran dalam cetak buku sebagai apa? Bisakah kita ikutan kirim outline?
Dwi Rukmi, Gunungkidul

Jawaban
Beliau adalah salah satu narasumber kegiatan menulis, Bu. Saya juga sudah lupa saat itu kegiatan ke berapa. Beliau memberikan tantangan menulis buku selama seminggu dan menghubungkan kami dengan penerbit mayor. Karena nama besar beliau, dan beliau juga menjadi penulis kedua dalam buku yang kami tulis. Untuk bisa atau tidaknya, silakan ibu berkonsultasi dengan Om Jay


Pertanyaan
Bgmn cara menjaga munculnya inisiatif menulis terus terjaga
Ukhidah Yuliani Pamekasan – Madura

Jawaban
Baik, trm ksh pertanyaannya. Pertama dipaksa, lalu terpaksa lama - lama bisa, lalu terbiasa. Ini adalah rumus sederhananya.

Pertanyaan
Selamat malam
Saya Aidil Fitriani dari Tenggarong Kutai Kartanegara
@ bagaimana manajemen waktu bunda tere, selain mengajar,menulis dan ibu rumah tangga dala menuangkan ide menulis,jika tidak ada waktu atau kesempatan menulis dalam beberapa hari  bagaimana bunda tere menyiasatinya ?
Salam hangat dan salam sukses dari saya

Jawaban
Trm ksh, ini sungguh sy alami, Bpk/Ibu. Saya merasa menyesal ketika sy tdk menulis. Jika Bpk/Ibu berkunjung ke blog sy, maka ada jeda cukup lama saya tdk menulis di blog. Itu krn bnyknya kegiatan yg harus sy lakukan. Jika tdk sempat menulis dlm bbrpa hari, maka sy menulis saja dulu idenya. Mungkin hanya bbrpa baris sj. Bahkan seringnya berupa mind map. Jadi pd saat ada waktu, saya tinggal membuka kembali coretan sy itu dan mulai menulisnya.

Pertanyaan
Assalamu'alaikum wr. wb ibu tere

Saya Pak Joel dari Aceh utara,

Bagaimana caranya buk untuk mengikuti kompetensi blogger? Dari mana kita dapatkan informasi itu dan kiat² apa saja yang harus kita siapkan?

Jawaban
Baik, Bpk. Selama ini utk kompetisi blogger, informasinya hanya dr Om Jay. Beliau sering mendapat sponsor dan akhirnya mengadakan kompetisi. Namun, biasanya di kompasiana dan gurusiana juga ada kompetisinya. Terkadang dr facebook juga ada infonya.

Pertanyaan
Malam Bu Tere, saya Candra dari Langkat Sumatera Utara Gelombang 9...bisa sharing Bu, apa manfaat terbesar di dalam mengajar yang ibu dapatkan daan rasakan  setelah menjadi guru yang mampu menulis? Terimakasih Ibu..

Jawaban
Baik, manfaat terbesar yang saya rasakan adalah ketika saya lolos seleksi beberapa lomba guru karena essay yang saya tulis. Di sini tentunya ada juga manfaat yg didapatkan oleh siswa saya, karena dengan mengikuti lomba itu, kemampuan profesional saya juga meningkat.  Selain itu, tulisan yang saya buat juga saya jadikan bahan mengajar di kelas.

Pertanyaan
Selamat mlm cik gu tere..
Perkenalkan saya sumarjiyati,GK
Amazing ibu.. Terimakasih atas ilmu dan sharing malam ini. Saya mngenal blog baru saja setelah mngikuti kuliah online ini. Sementara saya isi blog dengan resume dan tulisan-tulisan ringan seputar kisah yang saya alami. Sebenarnya saya sudah bergabung di gurusiana sejak 2018 namun di gurusiana tidak seaktif di blog. Yang mau saya tanyakan. Apakah tulisan yg sudah saya publish di blog boleh juga di publish di gurusiana?
Bagaimana kita bisa gabung untuk mengikuti tantangan menulis di gurusiana?
Terimkasih

Jawaban
Baik, Ibu, gurusiana juga merupakan blog, namun itu adalah blog bersama, bukan blog personal. Sebenarnya untuk ketentuan itu, gurusiana (setahu sy) tidak terlalu ketat. Apalagi jika ibu menuliskan keterangan bahwa tulisan itu telah dimuat di blog pribadi ibu, sertakan linknya. Namun jika di kompasiana, maka hal itu tidak diperbolehkan. Sekalipun tulisan kita sendiri. Untuk bergabung di tantangan menulis gurusiana, silakan ibu aktif mengikuti postingan  member dan admin gurusiana termasuk media guru


Share:

Menulislah Dengan Gaya Kita Sendiri !


Malam ini Cikgu Tere akan sharing pengalaman menulis resume. Cikgu Tere akan berbagi kisah tentang tips dan trik menulis resume.

Siapa sosok cikgu Tere?
Nama lengkap Theresia Sri Rahayu, S.Pd.SD. Saat ini mengajar di SDN Waihabur, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur. Lebih lengkap tentang cikgu Tee dapat dilihat di blog : https://www.cikgutere.com


Meskipun sudah lama memiliki akun blogger namun baru sekitar bulan Oktober beliau termotivasi untuk  untuk menulis, oleh temannya yang juga seorang blogger. Pertama kali menulis sekitar bulan Pebruari setelah ketika melihat postingan teman di FB tentang resume dari kegiatan belajar menulis bersama Om Jay kemudian ikut bergabung di Gelombang 4. Baru pertama kali mengikuti model pelatihan melalui WHATSAPP Grup (WAG). Ketika mendapat tugas resume beliau mencari informasi tentang resume, cara membuatnya serta tips dan trik mudah untuk membuat resume dan menulis resume beliau mencoba meniru gaya menulis beberapa orang, namun beliau merasa kaku dan idenya tidak mengalir dengan lancar. Namun setelah materi berjalan beberapa kali dan sesuai anjuran Om Jay untuk melakukan blogwalking timbul rasa percaya diri saat menulis resume

Yang membuat bangga seorang blogger pemula adalah ketika hasil resume yang kita buat lalu kita posting di blog, dibaca oleh orang lain bahkan diberikan komentar. Itu membuat beliau tertarik memasang gadget statistik di laman blog untuk memantau trafik pengunjung di blog

Pengalaman menarik saat mengikuti kegiatan belajar menulis bersama Om Jaya, ketika salah satu narasmber memberikan tantangan pada peserta untuk lomba menulis resume dengan cepat. Bagi yang tercepat akan mendapatkan hadiah. Dengan kondisi daerah yang lagi mati listrik berjuang menulis resume sampai selesai pukul 01.00 Wita dan langsung membagikan di laman FB narasumber. Hari berikutnya narasumber mengontak beliau dan hasil resume dinyatakan masuk 10 besar.

Setelah pengalaman tersebut menambah motivasi dalam menulis dengan motivasi untuk berprestasi. Banyak motivasi untuk menulis, tapi menurut beliau motivasi menulis ada 2 yaitu untuk berbagi/sharing dan untuk berprestasi. Dari beberapa resume yang mendapat hadiah atau penghargaan yaitu :
1.   Resume tercepat
2.   Resume terbaik
3.   Tulisan terbaik dan inspiratif
4.   Blogger inspiratif dari Ikatan Guru TIK dan Penerbit Andi Yogyakarta.

Menulis resume ala Cikgu Tere
1.      Menulis resume sesegera mungkin, selagi topik itu hangat. Tujuannya agar tidak semakin banyak uraian yang terlewat.
2.      Menulis resume sesuai dengan gaya menulis kita sendiri. Just be your self.
3.      Tangkap point penting materi dr narasumber, modifikasi dengan kalimat sendiri (jangan asal copas materi dari chat)
4.      Gunakan pengantar yg menarik sebelum masuk di isi resume (biasanya saya menghubungkan dengan kehidupan saya, misalnya topik Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor, maka saya awali dgn pengantar bahwa sejak kecil saya suka membaca buku dan ada mimpi suatu saat saya besa menulis buku dan buku saya dipajang di rak buku sebuah toko buku besar"
5.      Gunakan heading dan sub heading agar resume terkesan lebih rapi tatanannya. Selain itu, penggunaan heading dan sub heading akan membantu pembaca memahami struktur tulisan.
6.      Tulislah resume dengan sepenuh hati. Bukan karena sekedar ingin mengerjakan tugas dari Om Jay. Ketika kita sdh menulis resume dgn sepenuh hati, maka pasti kita akan melakukan effort yang lebih dari orang lain / blogger yg lain.
-          Menentukan judul resume yg wow
-          Mencari referensi terkait topik
-          Merancang "pasar" resume kita dan melakukan strategi promosi
-          Merancang tampilan / visual resume dgn menambahkan gambar atau video di resume kita.
-          Melakukan editing sederhana (PUEBI)

7.      Cari informasi terkait narasumber yang akan kita tulis materinya melalui resume. Semakin kita lengkap dalam memberikan gambaran narasumber, maka point kita akan menjadi lebih baik daripada peresume yang lain. Caranya : stalking akun medsos narasumber (FB, instagram, dll)
8.      Gunakan aplikasi atau alat - alat lain yg mendukung kita dalam menulis resume, misalnya jika ada narasumber yangg memberikan materi melalui youtube, maka putar videonya di hp, sambil ketik resumenya. Atau jika ada narasumber yang menyampaikan materi melalui voice note, gunakan aplikasi voice to text untuk mengubahnya menjadi text.
9.      Lakukan blog walking utk mencari informasi yang mungkin terlewat serta mencari inspirasi menulis.

Simpulan:
Menulis resume banyak manfaatnya. Menambah pengetahuan, mengikat sari - sari ilmu, dan menajamkan pola berpikir kita. Jika kita mengaktifkan diri menulis resume dgn baik dan sepenuh hati, niscaya banyak keajaiban akan terjadi. Maka, buktikanlah sendiri.

Sesi tanya jawab bersama Cikgu Tere, klik tautan berikut:
http://www.mardiyanto.web.id/2020/06/tanya-jawab-bersama-cikgu-tere.html

Share:

Arsip


Followers

Recent Comment

`