Gerak Jalan

Gerak Jalan Tradisional menempuh jarak 28 KM dari Markas Besar Komando Djawa (MBKD) Jendral Soedirman Desa Kepurun, Manisrenggo finish di Monumen Juang 45 Joggrangan Klaten.

Juara O2SN SD KALTENG 2015

Hasil O2SN Tingkat SD Cabang Olahraga Tenis Meja Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005

Juara HUT KORPRI Kapuas

Kejuaraan Tenis Meja dan Sepak Bola Mini dalam Rangka HUT KORPRI Kabupaten Kapuas Tahun 2011

Juara Kelas 9.4

Penerimaan Raport Semester I Tahun Pelajaran 2021/2022

Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas

Hasil Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas Tahun 2021

Selamat Datang di Website Pribadi Guru Olahraga Menulis

Tuesday, October 27, 2020

PTMSI Menggelar Kejuaraan Tenis Meja

 Kuala Kapuas (5/10) Dalam rangka untuk memberikan ajang untuk berkompetisi dan penjaringan bakat atlit tenis meja di kabupaten Kapuas, PTMSI Kapuas menyelenggarakan kejuaraan tingkat Umum dan pelajar yang dilaksanakan di gedung tenis meja MMG Jalan Tambun Bungai Gang III Kapuas. Tanggal 24 - 25 Oktober 2020

H. Ahmad Zahidi, SH, MH dalam sambutan penutupan mengatakan, "Jika keberhasilan yang telah diraih sudah puas maka hanya itu, waktu terus berjalan dan semua berkembang, kalau kamu anggap sekelilingmu adalah sainganmu, kamu mungkin segera disusul oleh mereka. Bergerak maju, sambut dan susun ulang tujuan baru, pencapaian gemilang menantimu di hari depan. Teruslah berlatih dengan giat, semoga menjadi atlit kapuas dan membawa nama harum kabupaten Kapuas pada masa yang akan datang.

Adapun hasil lengkap kejuaraan yang digelar oleh PTMSI Kabupaten Kapuas adalah sebagai berikut:

 

TUNGGAL SMP PUTRA

Juara 1      : AHMAD FIRDAUS                                    (MTs N Kuala Kapuas)

Juara 2      : MUHAMMAD FAKHRI HISYAM            (SMPIT Babussalam)

Juara 3      : ANDI RUHIAN                                           (SMPN 6 Mentangai)

Juara 4      : RAMADANI CAHYADI                            (SMPN 6 Mentangai)

 


TUNGGAL SMP PUTRI

Juara 1      : HANNA RAISA FARRASTI                      (SMPN 3 Selat)

Juara 2      : NAIRA AYESHA FARRASTI                   (SMPN 3 Selat)

Juara 3      : SEPTRIANA FRISKAYENDHA. S           (SMPN 3 Selat)

Juara 4      : SILA FITRIA                                               (MTs N Kuala Kapuas)

 


TUNGGAL SMA PUTRA

Juara 1      : NAUFAL ZAIDAN NAYOTTAMA             (SMAN 1 KUALA KAPUAS)

Juara 2      : JORDI ADITYA ERSAPUTRA                 (SMAN 2 KUALA KAPUAS)

Juara 3      : LUKAS THELIOS RANGIN                      (SMAN 2 KUALA KAPUAS)

Juara 4      : MUHAMMAD ABDUL MUNIR               (SMK 1 MANTANGAI)

 


TUNGGAL UMUM

Juara 1      : AHMAD NURKHOLIS ASSYIFA           

Juara 2      : MARDIYANTO                                         

Juara 3      : VANNIA FARRASTI        

      


GANDA Usia 100+

Juara 1      : FAHRIANTO / AHMAD RIFANI             

Juara 2      : MARDIYANTO / ANANG BERKAT                                           

Juara 3      : HARTONO / H. MUHAMMAD NOOR


Share:

PTMSI Menggelar Kejuaraan Tenis Meja

 Kuala Kapuas (5/10) Dalam rangka untuk memberikan ajang untuk berkompetisi dan penjaringan bakat atlit tenis meja di kabupaten Kapuas, PTMSI Kapuas menyelenggarakan kejuaraan tingkat Umum dan pelajar yang dilaksanakan di gedung tenis meja MMG Jalan Tambun Bungai Gang III Kapuas. Tanggal 24 - 25 Oktober 2020

H. Ahmad Zahidi, SH, MH dalam sambutan penutupan mengatakan, "Jika keberhasilan yang telah diraih sudah puas maka hanya itu, waktu terus berjalan dan semua berkembang, kalau kamu anggap sekelilingmu adalah sainganmu, kamu mungkin segera disusul oleh mereka. Bergerak maju, sambut dan susun ulang tujuan baru, pencapaian gemilang menantimu di hari depan. Teruslah berlatih dengan giat, semoga menjadi atlit kapuas dan membawa nama harum kabupaten Kapuas pada masa yang akan datang.

Adapun hasil lengkap kejuaraan yang digelar oleh PTMSI Kabupaten Kapuas adalah sebagai berikut:

 

TUNGGAL SMP PUTRA

Juara 1      : AHMAD FIRDAUS                                    (MTs N Kuala Kapuas)

Juara 2      : MUHAMMAD FAKHRI HISYAM            (SMPIT Babussalam)

Juara 3      : ANDI RUHIAN                                           (SMPN 6 Mentangai)

Juara 4      : RAMADANI CAHYADI                            (SMPN 6 Mentangai)

 


TUNGGAL SMP PUTRI

Juara 1      : HANNA RAISA FARRASTI                      (SMPN 3 Selat)

Juara 2      : NAIRA AYESHA FARRASTI                   (SMPN 3 Selat)

Juara 3      : SEPTRIANA FRISKAYENDHA. S           (SMPN 3 Selat)

Juara 4      : SILA FITRIA                                               (MTs N Kuala Kapuas)

 


TUNGGAL SMA PUTRA

Juara 1      : NAUFAL ZAIDAN NAYOTTAMA             (SMAN 1 KUALA KAPUAS)

Juara 2      : JORDI ADITYA ERSAPUTRA                 (SMAN 2 KUALA KAPUAS)

Juara 3      : LUKAS THELIOS RANGIN                      (SMAN 2 KUALA KAPUAS)

Juara 4      : MUHAMMAD ABDUL MUNIR               (SMK 1 MANTANGAI)

 


TUNGGAL UMUM

Juara 1      : AHMAD NURKHOLIS ASSYIFA           

Juara 2      : MARDIYANTO                                         

Juara 3      : VANNIA FARRASTI        

      


GANDA Usia 100+

Juara 1      : FAHRIANTO / AHMAD RIFANI             

Juara 2      : MARDIYANTO / ANANG BERKAT                                           

Juara 3      : HARTONO / H. MUHAMMAD NOOR


Share:

Monday, October 26, 2020

SMPN 3 Selat Juara Tenis Meja Antar Pelajar Kabupaten Kapuas

Kuala Kapuas (25/10) Dalam kejuaraan tenis meja pelajar se kabupaten Kapuas yang diselenggarakan oleh Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Kapuas di Gedung Tenis Meja MMG Jalan Tambun Bungai Gang III Kapuas. SMPN 3 tampil sebagai juara kategori SMP/MTs Putri. Tampil sebagai juara pertama Hanna setelah di partai final mengalahkan Yesha dengan skor 3-0. 

Pada babak semifinal Hana mengalahkan Sila Fitria dengan skor 3-0 dan Naira mengalahkan Septriana dengan skor 3-2. Hasil lengkap untuk kategori SMPN/MTsN putri sebagai berikut:

Juara 1 : Hanna Raisa Farrasti (SMPN 3 Selat)

Juara 2 : Naira Ayesha Farrasti (SMPN 3 Selat)

Juara 3 : Septriana Friskayendha. S (SMPN 3 Selat)

Juara 4 : Sila Fitria (MTsN Selat)

"Dari hasil kejuaraan pelajar ini mudah-mudahan akan lahir atlit tenis meja yang handal untuk kabupaten Kapuas", kata Ketua PTMSI Kabupaten Kapuas, H. Ahmad Zahidi dalam acara penyerahan hadiah untuk para pemenang kejuaraan.



Share:

Friday, October 16, 2020

Materi Lari Jarak pendek

 


Lari jarak pendek atau sprint adalah salah satu jenis lari yang dilakukan dengan kekuatan dan kecepatan penuh sepanjang garis lintasan dari start hingga finish dimana pemenangnya ditentukan berdasarkan catatan waktu yang paling singkat. Terdapat tiga jarak lintasan yang dilombakan pada lari jarak pendek, yaitu lari jarak 100 meter, 200 meter dan 400 meter.

Untuk mendapatkan kemenangan, seorang pelari jarak pendek membutuhkan reaksi yang cepat, kecepatan yang baik, lari yang efisien dan ketepatan saat melakukan start, serta berusaha mempertahankan kecepatan dari awal hingga mencapai garis finish (Widodo, 2010).

Berikut ini adalah beberapa pengertian dan definisi lari jarak pendek (sprint) dari beberapa sumber buku:

  • Menurut Mujahir (2007), sprint atau lari jarak pendek adalah perlombaan lari yang semua para pelarinya dengan kecepatan yang sangat penuh dengan menempuh jarak 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. 
  • Menurut Syarifudin dan Muhadi (1992:41), lari jarak pendek atau lari cepat (sprint) adalah cara lari dimana atlet harus menempuh seluruh jarak dengan kecepatan semaksimal mungkin. Artinya harus melakukan lari yang secepat-cepatnya dengan mengerahkan seluruh kekuatannya mulai awal (mulai dari start) sampai melewati garis akhir (finish). 
  • Menurut Adisasmita (1992:35), lari jarak pendek atau sprint adalah semua nomor lari yang dilakukan dengan kecepatan penuh (sprint) atau kecepatan maksimal, sepanjang jarak yang ditempuh.
  • Menurut Muhtar (2011:12), lari jarak pendek (sprint) merupakan suatu cara untuk berlari dimana si atlet harus menempuh seluruh jarak dengan kecepatan semaksimal mungkin. Artinya harus melakukan lari yang secepat-cepatnya dengan mengerahkan seluruh kekuatannya mulai awal (start) sampai melewati garis akhir (finish).

Pengetahuan Dasar Lari Jarak Pendek

Sebelum melangkah ke teknik berlari cepat, seorang pelari harus mengetahui pengetahun dasar berlari cepat atau lari jarak pendek. Menurut Bompa (1999), hal-hal dasar yang harus diketahui pelari jarak pendek adalah sebagai berikut:
  1. Tubuh sedikit condong ke depan saat berlari, kedua lengan sedikit fleksi 90 derajat dan diayunkan searah dengan gerakan saat berlari. 
  2. Otot-otot bagian depan dan kedua lengan tetap dalam keadaan rilek.
  3. Tungkai bawah ditolakan dengan kuat sampai lurus, dan pengangkatan pada depan diusahakan sampai posisi sejajar dengan tanah.
  4. Pinggang tetap dalam posisi ketinggian yang sama selama berlari.
  5. Ketika mencapai finish, badan dicondongkan dengan serentak ke depan untuk mengantarkan bagian dada menyentuh pita.

Teknik Start Lari Jarak Pendek

Start adalah suatu persiapan awal seorang pelari sebelum melakukan gerakan berlari. Tujuan utama dari start dalam lari jarak pendek adalah mengoptimalkan pola lari cepat (Purnomo 2007: 23).
Terdapat tiga macam teknik start dalam lari jarak pendek, yaitu sebagai berikut:
  1. Start Pendek (Bunch Start). Kaki kiri di depan dan lutut kaki kanan diletakkan di sebelah kaki kiri sekitar satu kepal. Kedua tangan diletakkan di belakang garis start dengan jari-jari rapat dan ibu jari terpisah. 
  2. Start Menengah (Medium Start). Kaki kiri di depan, lutut kaki kanan diletakkan di sebelah kanan tumit kaki kiri jaraknya sekitar satu kepal. Kedua tangan diletakkan diletakkan di belakang garis start dengan empat jari-jari rapat. Ibu jari terpisah. 
  3. Start Panjang (Long Start). Kaki kiri diletakkan di depan lutut kaki kanan di belakang kaki kiri, jaraknya sekitar satu kepal. Kedua tangan diletakkan di belakang garis start dengan jari-jari rapat dan ibu jari terpisah.
Menurut Bompa (1999), terdapat tiga urutan atau langkah-langkah teknik start lari jarak pendek, yaitu dijelaskan berdasarkan aba-aba sebagai berikut:

a. Aba-aba bersedia

Gerakan Lari Aba-aba Bersedia
Gerakan Lari Aba-aba Bersedia
Setelah starter memberikan aba-aba bersedia, maka pelari akan menempatkan kedua kakinya menyentuh blok depan dan belakang, kemudian lutut kaki belakang diletakkan di tanah, terpisah selebar bahu. Jari-jari tangan membentuk V terbalik dan kepala dalam keadaan datar dengan punggung, sedangkan mata tetap menatap lurus ke bawah.

b. Aba-aba siap

Gerakan Lari Aba-aba Siap
Gerakan Lari Aba-aba Siap
Setelah ada aba-aba siap, posisi badan seorang pelari adalah lutut ditekan ke belakang, lutut kaki depan ada dalam posisi membentuk sudut siku-siku 90 derajat, sedangkan kaki belakang pelari membentuk 120-140 derajat. Dan posisi pinggang sedikit diangkat lebih tinggi dari bahu, tubuh sedikit condong ke depan, serta bahu agak maju ke depan dari dua tangan.

c. Aba-aba Yaak

Gerakan Lari Aba-aba Yaak
Gerakan Lari Aba-aba Yaak

Setelah seorang starter memberikan aba-aba, maka gerakan seorang pelari adalah badan diluruskan dan diangkat pada saat kedua kaki menolak atau menekan keras pada start blok, dan kedua tangan diangkat dari tanah secara bersamaan untuk kemudian diayunkan bergantian. Kaki belakang mendorong lebih kuat, dorongan kaki depan sedikit demi sedikit, namun tidak lama, kaki belakang diayunkan ke depan dengan cepat sedangkan badan condong ke depan, lutut dan pinggang diluruskan penuh pada saat akhir dorongan.


Teknik Lari Jarak Pendek
Menurut Purnomo (2007:33), terdapat dua tahap dalam berlari cepat, yaitu dijelaskan sebagai berikut:

a. Fase Topang

Fase topang bertujuan untuk memperkecil hambatan saat menyentuh tanah dan memaksimalkan dorongan ke depan. Fase topang terdiri dari topang depan dan topang dorong. Adapun tekniknya adalah sebagai berikut:
Fase Topang dalam berlari cepat
Fase Topang dalam berlari cepat
  1. Mendarat pada telapak kaki.
  2. Lutut kaki topang bengkok harus minimal pada saat amortasi.
  3. aki ayun dipercepat, pinggang, sendi lutut dan mata kaki dari kaki topang harus diluruskan kuat-kuat pada saat bertolak. 
  4. Paha kaki ayun naik dengan cepat ke suatu posisi horizontal.

b. Fase layang

Fase layang bertujuan untuk memaksimalkan dorongan ke depan dan untuk mempersiapkan suatu penempatan kaki yang efektif saat menyentuh tanah. Adapun tekniknya adalah sebagai berikut:
Fase Layang dalam berlari cepat
Fase Layang dalam berlari cepat
  1. Lutut kaki ayun bergerak ke depan dan ke atas.
  2. Lutut kaki topang bengkok dalam fase pemulihan, ayunan lengan aktif namun rilek. 
  3. Kaki topang bergerak ke belakang.

Teknik Melewati Garis Finish

Pelari dikatakan sudah mencapai garis finish, apabila bagian-bagian tubuhnya sudah dalam bidang vertikal dari sisi terdekat garis finish, sesuai dengan peraturan dan garis yang telah disediakan. Bagian tubuh yang dimaksud adalah kepala, leher, lengan dan kaki.

Menurut Muhtar (2011:14), terdapat tiga teknik pada saat melewati garis finish pada lari jarak pendek, yaitu:
  1. Menjatuhkan dada ke depan.
  2. Menjatuhkan salah satu bahu ke depan.
  3. Lari secepat-cepatnya sampai beberapa meter melewati garis finish.
Gerakan lari saat memasuki garis finish
Gerakan lari saat memasuki garis finish
Teknik yang sering dilakukan adalah dengan menjatuhkan dada ke depan apabila ada beberapa pelari yang bersamaan melewati garis finish, maka pelari yang anggota tubuhnya menyentuh pita terlebih dahulu merupakan pemenangnya.

Peraturan Perlombaan Lari Jarak Pendek

Peraturan perlombaan lari jarak pendek diatur dan ditetapkan oleh induk organisasi atletik internasional IAAF (International Amateur Atloetik Federation) atau tingkat nasional PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).

a. Peraturan Perlombaan

  1. Garis start dan finish dalam lintasan lari ditunjukkan dengan sebuah garis selebar 5 cm siku-siku dengan batas tepi dalam lintasan. Jarak perlombaan harus diukur dari tepi garis start ke tepi garis fnish terdekat dengan garis start.
  2. Aba-aba yang digunakan dalam lomba lari jarak pendek adalah "bersedia", "siap" dan "ya" atau bunyi pistol. 
  3. Semua peserta lomba lari mulai berlari pada saat aba-aba "ya" atau bunyi pistol yang ditembakkan ke udara.
  4. Peserta yang membuat kesalahan pada saat start harus diperingatkan (maksimal 3 kali kesalahan).
  5. Lomba lari jarak pendek pada perlombaan besar dilakukan empat tahap, yaitu babak pertama, babak kedua, babak semi final, dan babak final. 
  6. Babak pertama akan diadakan apabila jumlah peserta banyak, pemenang I dan II tiap heat berhak maju ke babak berikutnya.

b. Diskualifikasi atau Hal-hal yang Dianggap Tidak Sah

Hal-hal yang dianggap tidak sah dalam lari jarak pendek yaitu:
  1. Melakukan kesalahan start lebih dari tiga kali.
  2. Memasuki lintasan pelari lain.
  3. Mengganggu pelari lain. 
  4. Keluar dari lintasan. 
  5. Terbukti memakai obat perangsang.

c. Sarana dan Peralatan Lari Jarak Pendek

  1. Lintasan. Perlombaan lari jarak pendek dilakukan di lapangan yang dibuat lintasan atau ban. Lintasan atau ban perlombaan jumlahnya ada delapan buah. Lebar setiap lintasan berukuran 1,22 meter. 
  2. Peralatan. Alat yang digunakan dalam perlombaan lari jarak pendek, misalnya sepatu spikes, start block, tiang finish, stopwatch, dan bendera start atau pistol.


Share:

Materi Tolak Peluru

 Pengertian Tolak Peluru

 

Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga melempar dalam atletik yang mana sang atlet ini akan melemparkan sebuah bola besi sejauh mungkin dari titik lempar menuju titik pendaratan dengan menggunakan teknik tertentu serta juga aturan main yang sudah ditetapkan.

Olahraga tolak peluru bisa/dapat dilakukan di lapangan indoor ataupun outdoor.

Sebagai salah satu (1) olah raga cabang lempar, tolak peluru ini merupakan satu-satunya yang dapat dilakukan di lapangan indoor disebabkan tidak seperti lempar cakram misalnya, tolak peluru ini tak membutuhkan area pendaratan peluru yang luas, karena sejauh ini belum ada satupun atlet yang sanggup melempar hingga melebihi jarak 25 meter.

Tolak peluru ini merupakan salah satu olah raga berat yang tidak bisa/dapat dilakukan sembarangan, meski olah raga ini terkesan sepele, yaitu hanya melakukan tolakan bola besi serta juga selesai.

Rata-rata para juara dunia baik untuk kelas laki-laki atau juga perempuan, mempunyai postur tubuh yang besar serta memiliki energi kuat untuk melakukan tolakan meski banyak juga atlet tolak peluru yang mempunyai postur tubuh sedang.

Faktor  Tolak Peluru

Faktor penentu didalam tolak peluru secara umum terdapat 2, yakni teknik serta postur tubuh atlet.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa atlet yang berbadan besar cenderung mempunyai atau memiliki sebuah energi besar serta juga cocok untuk olah raga ini, namun bukan berarti atlet bertubuh sedang atau juga bertubuh kecil tidak bisa/dapat melakukannya, asalkan tolak peluru ini dilakukan dengan teknik yang baik serta juga dilakukan dengan energi besar (soal energi dapat dilatih tanpa harus selalu berhubungan dengan ukuran tubuh), maka hasil tolakan akan juga jauh.

Sejarah Tolak Peluru

Tolak peluru ini merupakan olah raga yang telah/sudah itu sejak zaman Yunani kuno, hanya saja pada waktu tersebut bentuk serta tata cara olahraga ini tentu saja berbeda.

Menurut Homer, pada waktu itu olahraga tolak peluru ini bernama lempar beban (weight trowing).

Hanya saja tak ada catatan sejarah mengenai bentuk atau juga bahkan jenis beban persisnya (yang bisa/dapat ditelusuri dari data sejarah yang ada itu hanyalah lempar batu) yang dipergunakan pada waktu itu.

Namun demikian, olah raga tersebut merupakan salah satu jenis latihan perang yang dilakukan oleh para prajurit Troya yang kemudian dipertandingkan.

 

Sekali lagi, kompetisi tersebut tidak bisa dilacak jejaknya. Salah satu jejak yang bisa/dapat ditemukan dalam olah raga lempar beban itu adalah kompetisi yang diadakan di Skotlandia pada abad ke 1.

Pada abad ke 16 di Inggris, Raja Henry ke VIII juga menyelenggarakan pertandingan yang serupa, yakni lempar beban serta lempar palu.

Kompetisi pertama yang bentuknya mendekati tolak peluru masa kini ini ialah kompetisi pada era pertengahan yang mana kompetisi yang diselenggarakan oleh kalangan militer ini diikuti oleh para prajurit yang melemparkan bola besi sejauh mungkin dari titik tolak.

Kompetisi tolak peluru yang pertama kali terdokumentasikan ini ialah kompetisi di Skotlandia ialah sebagai salah satu bagian dari The British Amateur Championships pada tahun 1866.

Sejak saat itu olah raga tersebut mulai digemari khususnya di negara-negara Eropa serta menjadi salah satu nomor atletik yang dipertandingkan dalam olimpiade modern pertama di Yunani ditahun 1896.

Gaya Tolak Peluru

Dalam olah raga tolak peluru, terdapat tiga gaya yang pernah digunakan dalam pertandingan, yakni gaya Klasik, Gaya Glide (meluncur) serta juga gaya spin (berputar).

Dari ketiga gaya tersebut, hanya gaya meluncur serta berputar saja yang masih dipergunakan itu sampai saat ini. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Gaya Klasik (samping)

Gaya ini merupakan gaya yang paling tua serta tidak diketahui siapa penemunya.

Gaya ini merupakan suatu gaya tolak peluru yang menggunakan awalan menyamping, yakni atlet menghadap kesamping didalam posisi siap sebelum dia mulai menolak peluru.

Pada gaya tersebut, peluru mula-mula dipegang dengan menggunakan dua tangan, tangan kanan menyangga peluru di atas bahu, serta tangan kiri memegang atau juga menjaga peluru bagian atas.

Namun peluru itunantinya tetap akan dilempar dengan menggunakan satu tangan, yakni tangan kanan.

2. Gaya Glide (meluncur)

Gaya ini pertamakalinya dirilis pada tahun 1951 dan pertamakali dipergunakan oleh Parry O’Brien dari Amerika Serikat.

Berbeda dengan gaya samping, pada gaya ini atlet akan melakukan setengah putaran itudahulu sebelum ia melontarkan peluru.

Pada gaya tersebut, atlet itu akan menghadap ke belakang pada persiapan awalnya, lalu kemudian mendorong tubuhnya ke arah belakang untuk kemudian segera menghadap depan dan melontarkan peluru.

Lemparan terjauh dengan menggunakan gaya ini adalah lemparan milik Ulf Timmermann (Jerman Timur) dengan jarak lempar sejauh 23.06 meter.

3. Gaya Spin (berputar)

Gaya ini pertamakali d rilis pada tahun 1972 oleh Aleksandr Baryshnikov dari Rusia yang berhasil membuat rekor baru untuk nomor putra dengan jarak lempar 22 meter ditahun itu.

Pada gaya tersebut, atlet itu akan melakukan suatu putaran itu 360 derajad sebelum ia melakukan suatu lemparan.

Gaya berputar tersebut diharapkan akan mampu memberikan momentum terbaik dalam melempar peluru itu sejauh-jauhnya.

Gaya ini merupakan gaya yang paling sulit dalam tolak peluru karena atlet tak hanya fokus pada kekuatan tolakan, namun juga harus menguasai teknik berputar dengan baik.

Jika sedikit saja atlet melakukan kesalahan dalam putaran, maka hasilkan akan buruk dan bahkan bisa berujung pada kegagalan.

Atlet terbaik dalam tolak peluru yang memecahkan rekor baru dengan gaya ini adalah Randy Brandes yang berhasil melempar dengan jarak 23.12 meter.

Teknik Tolak Peluru

Teknik terpenting didalam tolak peluru terletak dalam suatu gaya untuk melakukan sebuah tolakan.

Posisi jari di dalam memegang peluru tersebut tidaklah terlalu penting. Peluru tersebut dapat dipegang dengan posisi jari senyaman mungkin agar bisa menahan bola saat tolakan. Sementara itu, diposisi awal peluru tersebut akan stabil sebab selalu menempel pada leher.

Berikut ini uraian teknik mulai dari persiapan awal hingga melakukan tolakan dengan menggunakan dua gaya, yakni gaya glide dan spin:

1. Teknik Tolak Peluru Gaya Glide (meluncur)

Posisi awal pada gaya ini adalah dengan menghadapkan tubuh ke arah belakang membelakangi sektor pendaratan, memegang peluru dengan tangan kanan, lalu menempelkan peluru tersebut dengan leher sehingga kepala menjadi miring ke kanan menyesuaikan posisi peluru.

2. Teknik Tolak Peluru Gaya Spin (berputar)

Gaya ini sangat mirip dengan gaya berputar pada lempar cakram dalam hal melakukan putaran.

Peraturan Tolak Peluru

Dalam olahraga tolak peluru, terdapat beberapa aturan yang tidak boleh dilanggar oleh peserta. Dibawah ini merupakan 9 point peraturan tolak peluru, diantaranya :

Atlet itu boleh memasuki lingkaran tolakan dari arah mana saja. Biasanya para atlet itu memilih untuk masuk lingkaran dari sisi belakang serta juga samping.

Atlet tolak peluru ini hanya memiliki waktu 60 detik untuk menyelesaikan pertandingan setelah namanya itu dipanggil.

Atlet juga tidak diperkenankan menggunakan sarung tangan, namun masih diperbolehkan menggunakan pelindung ruas jari (taping) selama dalam pertandingan.

Atlet itu juga harus menahan peluru dengan menggunakan lehernya selama ia melakukan gerakan untuk tolakan.

Peluru itu harus dilontarkan hanya dengan menggunakan satu tangan dengan posisi yakni lebih tinggi dari bahu.

Atlet juga hanya boleh melakukan gerakan tolakan di dalam lingkaran saja, apabila ia menyentuhkan kakinya sedikit saja di luar batas lingkaran, maka dia akan dinyatakan diskualifikasi.

Peluru itu harus mendarat pada sektor area pendaratan yang disediakan (34.92 dejarad).

Atlet juga harus meninggalkan lingkaran setelah melakukan lemparan hanya dengan melewati sisi lingkaran bagian belakang.

Atlet pun juga hanya boleh meninggalkan lingkaran setelah peluru tersebut mendarat.

Ukuran Lapangan Tolak Peluru



Lapangan tolak peluru ini sangat mirip dengan lapangan lempar cakram, namun dapat dibedakan dari adanya papan batas tolakan yang terdapat pada lingkaran tolak peluru, diantarnaya .

Bentuk utuh dari lapangan tolak peluru ini bisa dilihat pada gambar  sementara detail ukuran lapangan dapat dilihat pada gambar tengah sebagaimana akan diperjelas pada poin-poin berikut ini:

  • Lapangan tolak peluru itu terbagi menjadi dua (2), yakni sektor pendaratan serta juga lingkaran tolakan.
  • Sektor pendaratan itu berupa tanah yang ditandai dengan garis batas (sector line) sekaligus juga garis ukur standard yang berada di tengah area sektor pendaratan. Panjang dari sektor ini minimal 25 meter dan dengan sudut 40 derajad.
  • Lingkaran tolakan ini mempunyai diameter 2,235 meter yang dikelilingi dengan ring besi dengan ketebalan 66 mm serta juga tinggi 2 cm yang memiliki fungsi sebagai batas lingkaran. Pada bagian depan lingkaran ini dipasang balok batas tolakan dengan ukuran panjang 1,22 meter setinggi 10 cm dengan ketebalan 11,4 cm.

 


Share:

Arsip


Followers

Recent Comment

`