Gerak Jalan
Gerak Jalan Tradisional menempuh jarak 28 KM dari Markas Besar Komando Djawa (MBKD) Jendral Soedirman Desa Kepurun, Manisrenggo finish di Monumen Juang 45 Joggrangan Klaten.
Juara O2SN SD KALTENG 2015
Hasil O2SN Tingkat SD Cabang Olahraga Tenis Meja Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005
Juara HUT KORPRI Kapuas
Kejuaraan Tenis Meja dan Sepak Bola Mini dalam Rangka HUT KORPRI Kabupaten Kapuas Tahun 2011
Juara Kelas 9.4
Penerimaan Raport Semester I Tahun Pelajaran 2021/2022
Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas
Hasil Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas Tahun 2021
Pengaturan Bayaran
Wednesday, June 26, 2013
Thursday, May 30, 2013
Penyuluhan Kesehatan Kesehatan Bagi Siswa SD
KUALA KAPUAS (30/5/2013) – Dalam upaya menciptakan generasi muda yang sehat dan kuat, Puskesmas Selat melaksanakan kunjungan penyuluhan kesehatan ke SDN 8 Selat Hilir pada Kamis pagi. Kegiatan ini difokuskan bagi siswa-siswi kelas 3, 4, dan 5 sebagai bagian dari program edukasi kesehatan sekolah.
Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut adalah dr. Tonun Irawati Panjaitan. Di hadapan puluhan siswa, beliau memaparkan materi penting mengenai pola hidup bersih dan sehat serta cara menjaga kebugaran tubuh sejak usia dini.
Fokus pada Kesehatan Anak Didik
Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan para anak didik secara menyeluruh. Dengan pemahaman kesehatan yang baik, diharapkan para siswa dapat terhindar dari berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih maksimal.
"Edukasi kesehatan sejak tingkat SD sangat krusial. Kami ingin anak-anak memiliki kesadaran mandiri untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan mereka," ujar dr. Tonun di sela-sela kegiatan.
Antusiasme Siswa
Para siswa dari kelas 3 hingga kelas 5 tampak antusias mengikuti jalannya penyuluhan. Materi disampaikan secara interaktif, memungkinkan para siswa untuk bertanya langsung mengenai tips kesehatan sehari-hari.
Pihak SDN 8 Selat Hilir menyambut baik inisiatif dari Puskesmas Selat ini. Kunjungan rutin seperti ini dinilai sangat bermanfaat dalam mendukung program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan memastikan tumbuh kembang siswa terpantau dengan baik.
Sunday, May 19, 2013
Lari, Lompat, dan Loncat: Memahami Perbedaan Mendasar dalam Gerak Lokomotor
Dalam aktivitas fisik sehari-hari maupun cabang olahraga atletik, kita sering mendengar istilah lari, lompat, dan loncat. Meski sekilas terlihat serupa karena sama-sama melibatkan perpindahan tempat dan gerakan kaki, ketiganya memiliki definisi teknis dan mekanisme gerak yang sangat berbeda.
Memahami perbedaan ini sangat penting, terutama bagi siswa dan praktisi olahraga, agar dapat melakukan teknik gerakan dengan benar dan meminimalisir risiko cedera.
1. Pengertian Lari
Lari adalah pengembangan dari gerakan jalan. Perbedaan utamanya terletak pada fase layang. Jika pada saat berjalan salah satu kaki selalu menyentuh tanah, maka pada saat lari ada saat di mana kedua kaki tidak menyentuh tanah (fase melayang). Lari dilakukan dengan kecepatan tinggi dan koordinasi antara ayunan lengan serta langkah kaki yang sinkron.
2. Pengertian Lompat
Seringkali istilah lompat tertukar dengan loncat, padahal tumpuannya berbeda.
Lompat adalah suatu gerakan mengangkat tubuh dari satu titik ke titik lain dengan menggunakan tumpuan satu kaki dan mendarat dengan kedua kaki (atau salah satu kaki secara bergantian).
Contoh dalam olahraga: Lompat Jauh, Lompat Tinggi, dan Lompat Jangkit.
3. Pengertian Loncat
Istilah loncat merujuk pada kekuatan tolakan yang lebih seimbang dari kedua sisi tubuh.
Loncat adalah suatu gerakan mengangkat tubuh dari suatu titik ke titik yang lain dengan menggunakan tumpuan dua kaki secara bersamaan dan mendarat dengan kedua kaki pula.
Contoh dalam olahraga: Loncat Indah, Loncat Harimau, atau gerakan loncat katak.
Tabel Perbedaan: Lompat vs Loncat
Untuk memudahkan pemahaman, berikut adalah tabel perbandingannya:
| Karakteristik | Lompat | Loncat |
| Kaki Tumpu (Tolakan) | Satu kaki terkuat | Dua kaki secara bersamaan |
| Arah Gerakan | Umumnya ke depan atau ke atas | Umumnya ke atas atau ke depan |
| Pendaratan | Bisa satu atau dua kaki | Dua kaki bersamaan |
| Contoh Gerak | Lompat jauh, melompati parit | Loncat indah, loncat tali |
Mengapa Perbedaan Ini Penting?
Pembedaan ini bukan sekadar masalah bahasa, melainkan menyangkut distribusi beban tubuh.
Pada gerakan lompat, satu kaki tumpu harus memiliki kekuatan otot dan keseimbangan yang sangat kuat karena memikul seluruh beban tubuh saat menolak.
Pada gerakan loncat, beban terbagi rata di kedua kaki, yang biasanya menghasilkan daya dorong vertikal (ke atas) yang lebih stabil.
Kesimpulan
Singkatnya, cara termudah untuk mengingatnya adalah dengan melihat jumlah kaki saat menolak (lepas landas). Jika menggunakan satu kaki, itu disebut lompat. Jika menggunakan dua kaki secara bersamaan, itu disebut loncat. Sementara lari adalah perpindahan cepat yang memiliki fase melayang di setiap langkahnya.
Saturday, April 20, 2013
Mengenal Hewan Peliharaan: Manfaat, Kesenangan, dan Risiko yang Harus Diwaspadai
Hewan peliharaan adalah hewan yang dipelihara dan hidup berdampingan dengan manusia. Secara umum, masyarakat memelihara hewan karena dua alasan utama: untuk dimanfaatkan hasilnya (seperti ayam, bebek, sapi, dan kambing) atau sekadar untuk hobi dan kesenangan hati (seperti kucing, anjing, dan burung).
Namun, di balik kelucuan dan manfaatnya, beberapa hewan peliharaan memiliki potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan bahkan nyawa jika kita tidak waspada.
Jenis Hewan yang Perlu Diwaspadai
Ada beberapa hewan yang pada dasarnya memiliki sifat liar dan dapat menyerang dengan cara mencakar atau menggigit jika merasa terganggu, yaitu:
1. Anjing
Meskipun anjing dikenal sebagai sahabat manusia yang setia dan jinak, kita tidak boleh lengah. Anjing tetap memiliki naluri sebagai binatang buas.
Risiko: Jika merasa terancam, anjing akan menggonggong dan menggigit.
Bahaya Utama: Selain infeksi luka, gigitan anjing sangat berisiko menularkan Rabies (Penyakit Anjing Gila) yang menyerang sistem saraf dan bisa berakibat fatal.
2. Kucing
Kucing adalah hewan yang sangat populer karena tingkahnya yang menggemaskan dan kemampuannya memburu tikus. Namun, ada beberapa risiko kesehatan yang menyertainya:
Rabies: Sama seperti anjing, gigitan atau cakaran kucing juga dapat menularkan virus rabies.
Toksoplasma: Penyakit ini disebabkan oleh parasit yang hidup di usus kucing. Bibit penyakit keluar melalui kotoran kucing dan bisa bertahan di tanah yang lembap. Penularan terjadi melalui lalat yang hinggap di makanan atau tangan yang kotor setelah berkebun di tanah yang tercemar. Bahaya utama penyakit ini adalah gangguan pada alat reproduksi baik pria maupun wanita.
Alergi & Asma: Bulu kucing merupakan pemicu alergi yang kuat. Bagi penderita penyakit asma, bulu kucing dapat menyebabkan kekambuhan sesak napas yang hebat.
3. Kera
Kera termasuk hewan yang jarang dipelihara karena statusnya yang banyak dilindungi oleh pemerintah.
Risiko: Kera memiliki gerakan yang lincah dan agresif. Mereka cenderung mencakar dan menggigit jika orang asing mendekat.
Bahaya Utama: Gigitan kera memiliki risiko penularan penyakit yang sama bahayanya dengan anjing dan kucing, termasuk risiko Rabies.
Langkah Aman Memelihara Hewan
Agar kita tetap aman saat berinteraksi dengan hewan peliharaan, perhatikan langkah-langkah berikut:
Vaksinasi: Pastikan hewan peliharaan Anda mendapatkan vaksinasi rabies secara rutin.
Jaga Kebersihan: Selalu cuci tangan setelah memegang hewan atau membersihkan kandangnya. Gunakan sarung tangan saat berkebun.
Jangan Mengganggu: Hindari mengganggu hewan saat mereka sedang makan, tidur, atau mengasuh anaknya.
Kebersihan Kandang: Buanglah kotoran hewan di tempat yang aman agar tidak dihinggapi lalat atau mencemari tanah.
Kesimpulan
Memelihara hewan adalah kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Namun, pengetahuan tentang risiko penyakit dan sifat asli hewan sangat penting agar kebahagiaan memiliki hewan peliharaan tidak berubah menjadi bencana bagi kesehatan kita dan keluarga.
Thursday, March 28, 2013
Dinas Palangka Raya Kapuas Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Puskesmas Selat I
KUALA KAPUAS (28/03/2013) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam deteksi dini penyakit tidak menular, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya menggelar bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas Selat I, Kabupaten Kapuas, Kamis pagi.
Kegiatan ini berfokus pada pemeriksaan parameter kesehatan krusial, meliputi cek kadar kolesterol dan gula darah. Layanan ini diberikan secara cuma-cuma bagi warga setempat yang ingin mengetahui kondisi kesehatan terkini mereka.
Targetkan 75 Pasien
Pihak penyelenggara menetapkan kuota pelayanan untuk 75 orang pasien. Sejak pagi, warga tampak antusias mendatangi Puskesmas Selat I untuk mendapatkan giliran pemeriksaan. Petugas medis tidak hanya melakukan pengecekan fisik, tetapi juga memberikan edukasi singkat mengenai pola makan sehat berdasarkan hasil tes yang diterima warga.
Upaya Deteksi Dini
Pemeriksaan kolesterol dan gula darah secara rutin merupakan langkah penting untuk mencegah komplikasi penyakit serius seperti diabetes dan penyakit jantung. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat yang memiliki indikasi kadar gula atau kolesterol tinggi dapat segera melakukan tindakan pencegahan atau pengobatan lebih lanjut.
"Kegiatan ini sangat membantu masyarakat untuk melakukan kontrol kesehatan tanpa harus memikirkan biaya. Kami berharap kesadaran warga akan pentingnya cek kesehatan berkala semakin meningkat," ungkap salah satu petugas di lokasi kegiatan.
Sinergi antara instansi kesehatan dari Palangka Raya dengan fasilitas kesehatan di Kapuas ini diharapkan dapat terus berlanjut guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Kalimantan Tengah secara merata.
Wednesday, March 27, 2013
Mengasah Kemampuan Tenis Meja: Mengenal 5 Metode Latihan dan Keunggulannya
Dalam olahraga tenis meja, penguasaan teknik dan respons yang cepat adalah kunci kemenangan. Untuk mencapai level permainan yang tinggi, seorang pemain tidak bisa hanya mengandalkan satu cara berlatih. Terdapat berbagai metode latihan yang masing-masing memiliki karakteristik, keuntungan, dan tantangan tersendiri.
Berikut adalah 5 metode latihan dalam tenis meja yang dapat Anda pilih sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan fasilitas:
1. Berlatih dengan Pemain Lain (Partner Training)
Ini adalah metode yang paling umum dan sederhana karena hanya membutuhkan rekan setingkat atau di atas Anda.
Keuntungan: Anda dan rekan dapat bergantian menentukan jenis pukulan atau skenario pertandingan. Metode ini melatih insting dalam menghadapi lawan yang sesungguhnya.
Kerugian: Efektivitas latihan sangat bergantung pada kualitas pukulan rekan Anda. Jika kemampuan tidak seimbang, latihan mungkin menjadi kurang efisien.
2. Berlatih dengan Pelatih (Coaching)
Metode ini dianggap sebagai cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan teknis secara signifikan.
Keuntungan: Pelatih dapat mendeteksi kelemahan Anda secara detail dan memberikan instruksi langsung saat itu juga. Fokus utama adalah memperbaiki teknik tanpa Anda perlu memusingkan strategi lawan.
Kerugian: Sulitnya mencari pelatih yang berkualitas dan adanya biaya tambahan (honor) yang harus dikeluarkan.
3. Berlatih Sendiri (Shadow & Service Practice)
Latihan tidak selalu membutuhkan lawan. Anda bisa mengasah teknik dasar secara mandiri.
Keuntungan: Melalui gerakan tanpa bola (shadow proctice), Anda melatih memori otot dan keluwesan tubuh. Selain itu, Anda bisa menggunakan sekeranjang bola untuk berlatih servis secara repetitif guna menyempurnakan putaran dan arah bola.
Kerugian: Tanpa adanya umpan bola yang nyata, Anda tidak bisa melatih koordinasi mata dan tangan secara maksimal terhadap bola lawan.
4. Metode Multiball
Metode ini melibatkan satu orang yang berlatih secara intensif sementara orang lain (pengumpan) memberikan bola secara terus-menerus.
Keuntungan: Sangat efektif untuk mempelajari pukulan tertentu dan meningkatkan stamina. Pengumpan dapat mengatur kecepatan, putaran, dan arah bola sesuai kebutuhan pemain.
Kerugian: Kurang efisien bagi pengumpan karena hanya satu orang yang mendapatkan manfaat latihan teknis pada saat itu. Selain itu, dibutuhkan jumlah bola yang cukup banyak.
5. Berlatih dengan Robot (Robot Feeders)
Teknologi telah menghadirkan robot yang mampu menggantikan peran pengumpan manusia dengan akurasi tinggi.
Keuntungan: Robot adalah teman latihan yang tidak pernah lelah dan tidak pernah salah dalam memberikan umpan. Anda bisa mengatur kecepatan, putaran, hingga sudut serangan sesuka hati untuk melatih refleks.
Kerugian: Biaya pengadaan robot tergolong mahal dan sensasi bola yang keluar dari mesin terkadang terasa sedikit berbeda dengan pukulan manual manusia.
Kesimpulan
Memilih metode latihan yang tepat bergantung pada tujuan Anda. Jika ingin memperbaiki teknik dasar, Pelatih atau Multiball adalah pilihan terbaik. Namun, jika ingin melatih strategi permainan, Berlatih dengan Pemain Lain tetap menjadi metode yang mutlak diperlukan. Idealnya, seorang pemain hebat mengombinasikan kelima metode ini untuk mencapai performa yang sempurna.
Tuesday, February 5, 2013
Diare: Kenali Penyebab, Cara Penularan, dan Langkah Pertolongan Pertamanya
Diare, atau yang sering kita kenal dengan istilah mencret, adalah kondisi di mana seseorang buang air besar (BAB) dengan konsistensi yang encer atau bahkan hanya berupa air. Meski terlihat umum, diare tidak boleh disepelekan karena dapat mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan benar.
Apa yang Menyebabkan Diare?
Diare tidak muncul begitu saja. Ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya gangguan pada sistem pencernaan ini:
Infeksi Usus: Peradangan pada usus yang diakibatkan oleh serangan virus dan bakteri.
Keracunan: Mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi.
Faktor Makanan: Terlalu banyak mengonsumsi buah-buahan mentah atau adanya alergi terhadap jenis makanan tertentu.
Kondisi Tubuh: Kurangnya gizi (malnutrisi) juga dapat membuat seseorang lebih rentan terkena diare.
Bahaya Diare: Ancaman Dehidrasi
Diare yang terjadi terus-menerus mengakibatkan tubuh kehilangan banyak cairan dan garam-garaman penting. Jika cairan yang keluar tidak segera diganti, penderita akan mengalami dehidrasi berat yang dapat berujung pada kematian.
Waspada Cara Penularannya
Kuman penyebab diare menyebar melalui sanitasi yang buruk. Berikut adalah rantai penularannya:
Tinja Penderita: Tinja penderita diare mengandung kuman yang sangat banyak.
Sanitasi Buruk: Buang air besar di tempat terbuka atau sembarangan akan menjadikan tempat tersebut sumber penularan.
Peran Lalat: Lalat yang hinggap di tinja penderita kemudian hinggap di makanan akan mencemari makanan tersebut dengan kuman.
Pencemaran Air: Air sungai yang tercemar tinja penderita mengandung kuman diare yang membahayakan warga yang menggunakan air tersebut.
Pertolongan Pertama: Jangan Tunggu Parah!
Tujuan utama pertolongan pertama pada penderita diare adalah mencegah kekurangan cairan. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami diare, segera lakukan langkah-langkah berikut:
1. Berikan Cairan yang Ada di Rumah
Segera beri minum sebanyak mungkin. Anda bisa memberikan cairan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti:
Air putih yang sudah dimasak.
Air teh encer atau air kelapa.
Air tajin, air sup, atau sari buah segar.
2. Berikan Larutan Gula Garam (LGG)
Jika tidak ada obat, Anda bisa membuat larutan sendiri dengan mencampurkan gula dan garam ke dalam air putih matang sebagai pengganti cairan tubuh.
3. Berikan Oralit
Oralit adalah cara yang paling efektif karena mengandung komposisi garam dan gula yang sudah takarannya tepat untuk mengganti cairan yang hilang akibat diare.
Kesimpulan
Diare adalah masalah kesehatan yang sangat berkaitan dengan kebersihan lingkungan dan pola makan. Dengan menjaga kebersihan diri (mencuci tangan) serta memastikan makanan dan minuman bersih, kita bisa terhindar dari penyakit ini. Ingat, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat jika diare tidak kunjung membaik!









