Gerak Jalan

Gerak Jalan Tradisional menempuh jarak 28 KM dari Markas Besar Komando Djawa (MBKD) Jendral Soedirman Desa Kepurun, Manisrenggo finish di Monumen Juang 45 Joggrangan Klaten.

Juara O2SN SD KALTENG 2015

Hasil O2SN Tingkat SD Cabang Olahraga Tenis Meja Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005

Juara HUT KORPRI Kapuas

Kejuaraan Tenis Meja dan Sepak Bola Mini dalam Rangka HUT KORPRI Kabupaten Kapuas Tahun 2011

Juara Kelas 9.4

Penerimaan Raport Semester I Tahun Pelajaran 2021/2022

Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas

Hasil Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas Tahun 2021

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Saturday, May 2, 2026

Lengan Pendek, Semangat Tetap Panjang: Cerita Kang Mardi di Hari Pendidikan Nasional

Matahari pagi di Kota Air mulai terasa hangat saat jarum jam menunjukkan pukul 08.00 WIB. Bagi Kang Mardi, tanggal 2 Mei 2026 ini bukan sekadar hari Sabtu biasa. Ada semangat yang berbeda karena sore nanti, tepat pukul 14.00 WIB, ia akan berdiri tegap mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Namun, ada sedikit ganjalan yang membuatnya kurang percaya diri: lengan baju seragam putih "Kapuas Cerdas" miliknya terasa sangat sesak.Solusi Kilat di Jalan Barito

Tanpa membuang waktu, Kang Mardi memacu motornya menuju Penjahit Slem yang berlokasi di Jalan Barito. Lokasinya sangat mudah ditemukan, tepat di depan Komplek Perguruan Muhammadiyah Kapuas.

Sesampainya di sana, Kang Mardi menyampaikan keluhannya. Sang penjahit tersenyum tenang, seolah sudah biasa menghadapi masalah "darurat" menjelang upacara besar. Sebuah solusi praktis pun ditawarkan:

"Daripada sesak dan tidak nyaman, bagaimana kalau kita jadikan lengan pendek saja, Kang?"

Kang Mardi setuju. Itu adalah ide yang brilian. Baju seragam putih kebanggaannya tetap bisa dipakai tanpa harus merasa tercekik di bagian lengan.

Cepat, Murah, dan Berkelas

Proses eksekusinya ternyata luar biasa cepat. Sambil menunggu, Kang Mardi sempat melihat suasana Jalan Barito yang mulai ramai. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit, baju tersebut sudah selesai dirombak.

Begitu dicoba, Kang Mardi langsung merasa lega:

  • Kenyamanan: Jauh lebih leluasa untuk bergerak.

  • Estetika: Seragam putih "Kapuas Cerdas" tetap terlihat gagah meski kini berlengan pendek.

  • Efisiensi: Cukup membayar Rp 15.000,-, masalah selesai tanpa harus membeli baju baru.Siap Menuju Lapangan Upacara

Dengan baju yang sudah rapi terlipat di kantong, Kang Mardi pulang dengan perasaan puas. Kini, tidak ada lagi alasan untuk tidak tampil maksimal. Sore nanti, di bawah langit Kapuas, Kang Mardi siap memberikan penghormatan terbaiknya pada upacara Hardiknas 2026.


 
Share:

Wednesday, April 29, 2026

Pembuat Modul Ajar SMP

https://m365.cloud.microsoft/chat/?titleId=T_fa0085dc-754f-72bc-69e2-c5230c849598&source=embedded-builder
Share:

Tuesday, April 28, 2026

Gagal Ambil Jahitan, Malah Kenyang di Jalan


Sore itu, 28 April 2026, langit kota sedang cantik-cantiknya semburat jingga yang tenang, seolah mendukung niat Kang Mardi untuk keluar rumah. Dengan penuh gaya, beliau mengeluarkan "harta karun" dari garasi: Yamaha Crypton lansiran 1997.

Meskipun sudah hampir tiga dekade, suara mesinnya masih tetap khas, reng-te-te-teng halus, tanda dirawat dengan cinta. Tujuan utamanya satu: Bagus Taylor di simpang empat Jalan Melati. Kang Mardi sudah membayangkan bakal memakai baju barunya untuk acara perpisahan akhir bulan.

Harapan yang Pupus di Simpang Melati

Sesampainya di simpang empat, Kang Mardi menarik rem pelan. Namun, senyumnya agak sedikit luntur. Pintu harmonika Bagus Taylor sudah tertutup rapat. Gembok besar sudah nangkring di sana.

"Wah, keduluan tutup rupanya," gumam Kang Mardi sambil memperbaiki posisi spion Crypton-nya yang sedikit goyang.

Karena merasa rugi kalau langsung pulang apalagi bensin Crypton-nya masih penuh kang mardi memutuskan untuk city rolling alias jalan-jalan santai menikmati suasana sore.

Menikmati Sore yang Sempurna

Sambil duduk santai di atas jok motor yang empuk, Kang Mardi membuka kotak kecil berisi butiran jagung bakar yang masih hangat. Bumbunya meresap, ada sensasi gosong-gosong manis yang pas di lidah.

"Gagal ambil jahitan tidak apa-apa, yang penting perut dapat jatah kebahagiaan," batin Kang Mardi sambil melihat lalu lalang kendaraan di depannya.

Sore itu, di atas Yamaha Crypton kesayangannya, Kang Mardi membuktikan bahwa bahagia itu sederhana: cukup dengan motor tua yang sehat, angin sore yang sejuk, dan seporsi jagung bakar sepuluh ribuan. 

 

 

 


Share:

Friday, April 24, 2026

Pengabdian 38 Tahun Berakhir Manis, Guru Matematika Senior SMPN 3 Selat Memasuki Masa Purna Tugas

KAPUAS – Suasana haru dan penuh rasa hormat menyelimuti keluarga besar SMPN 3 Selat pada Jumat, 24 April 2026. Salah satu pendidik terbaiknya, Bu Alise Yelianie, resmi memasuki masa purna tugas setelah menyelesaikan masa pengabdian yang luar biasa selama 38 tahun sebagai guru matematika senior.

Selama hampir empat dekade, Bu Alise dikenal sebagai sosok pendidik yang penuh dedikasi. Di balik rumus dan angka yang sering kali dianggap sulit oleh para siswa, ia selalu hadir membawa ketenangan, kesabaran, serta ketelitian. Tak hanya berdedikasi tinggi di dalam kelas, sosoknya juga dikenal luas memiliki kelembutan hati dan jiwa penyayang binatang, karakter yang makin melengkapi kehangatan kehadirannya di lingkungan sekolah.

Rasa terima kasih dan apresiasi mendalam mengalir dari seluruh civitas akademika SMPN 3 Selat atas dedikasi tanpa lelah yang telah dicurahkan Bu Alise sepanjang kariernya.

"Selamat memasuki masa purna tugas untuk Bu Alise Yelianie. Terima kasih atas segala bimbingan, dedikasi, dan teladan yang telah diberikan selama 38 tahun ini. Perjuangan dan semangat Ibu akan terus kami teruskan. Kami, para penerus dan junior, berkomitmen untuk melanjutkan tongkat estafet perjuangan ini demi mencerdaskan generasi penerus di SMPN 3 Selat."

Selamat menikmati masa purna tugas dengan tenang dan bahagia, Bu Alise. Karya, pengabdian, serta keteladanan Ibu akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah dan rekam jejak SMPN 3 Selat.

Share:

Thursday, April 23, 2026

Menjemput Ombak di Takisung, Melepas Lelah di Duta Mall



Kapuas, 24 April 2026

​Mentari baru saja mengintip di ufuk timur saat halaman SMPN 3 Selat sudah dipenuhi hiruk-pikuk tawa siswa. Hari itu bukan hari sekolah biasa; lima bus besar sudah berjejer rapi, siap membawa rombongan lima kelas menuju destinasi wisata ikonik di Kalimantan Selatan: Pantai Takisung.

​Tepat pukul 06.15 WIB, klakson bus berbunyi bersahutan menandakan perjalanan dimulai. Sepanjang jalan, nyanyian dan canda gurau memenuhi kabin bus, melintasi aspal yang membelah rimbunnya pemandangan khas Kalimantan.

​Tiba di Surga Pesisir: Pantai Takisung

​Setelah perjalanan yang menyenangkan, rombongan tiba di Pantai Takisung pada pukul 10.30 WITA. Begitu pintu bus terbuka, aroma laut yang segar langsung menyambut.

​Pantai Takisung benar-benar menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan. Keunikan pantai ini terletak pada:

  • ​Ombak Landai: Airnya yang tenang dan dangkal sangat aman bagi para siswa untuk bermain air di tepian.
  • ​Wahana Seru: Beberapa siswa langsung menguji adrenalin dengan menyewa Banana Boat, sementara yang lain memilih menikmati semilir angin dengan menyewa kapal nelayan untuk berkeliling area pantai.
  • ​Pasar Tradisional: Tidak jauh dari bibir pantai, terdapat pusat perbelanjaan hasil budi daya penduduk setempat. Dari ikan asin yang khas hingga kerajinan tangan dari kerang, semuanya tertata rapi menggoda untuk dijadikan buah tangan.

​Setelah puas bermain dan bersantap siang bersama di bawah naungan pohon kelapa, kegiatan di pantai berakhir pada pukul 15.00 WITA.

​Singgah di Jantung Kota Banjarmasin

​Perjalanan pulang tidak langsung menuju Kapuas. Sebagai pelengkap study tour, rombongan singgah di Duta Mall Banjarmasin pada pukul 17.00 WITA.

​Sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Kalimantan Selatan, Duta Mall memberikan pengalaman urban yang kontras dengan suasana pantai tadi pagi. Para siswa memanfaatkan waktu singkat ini untuk sekadar berjalan-jalan, menikmati fasilitas modern, atau mencari camilan kekinian sebelum menempuh etape terakhir perjalanan.

​Kembali ke Rumah

​Setelah puas berbelanja dan berfoto, bus kembali melaju membelah malam menuju Kalimantan Tengah. Rombongan akhirnya tiba kembali di Kapuas pada pukul 19.00 WIB dengan wajah lelah namun dihiasi senyum lebar.

​Study tour kali ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan momen pengakrab dari SMPN 3 Selat yang akan selalu dikenang dalam memori masa sekolah mereka. Pantai Takisung telah memberikan pelajaran tentang keindahan alam, sementara Duta Mall memberikan gambaran kemajuan daerah. Sebuah hari yang sempurna!


Share:

Cerita dari Jalan Pemuda: Menanam Keberanian di Kolam Renang Azahra




Kapuas, 23 April 2026 — Mentari pagi di Jalan Pemuda menyapa dengan hangat saat Kang Mardi bersiap di tepi kolam renang Azahra. Hari ini adalah jadwal yang cukup padat namun menyenangkan: mendampingi anak-anak kelas 8 untuk mengambil materi olahraga renang.

​Jadwal dan Antusiasme Siswa

​Kegiatan dibagi menjadi dua sesi intensif:

  • ​Sesi I (07.00 - 09.00 WIB): Kelas 8.1
  • ​Sesi II (09.00 - 11.00 WIB): Kelas 8.4

​Sejak pagi, keriuhan sudah terasa. Meski beberapa anak tampak ragu karena belum mahir berenang, rasa penasaran mereka jauh lebih besar. "Ayo, jangan takut air!" seru Kang Mardi menyemangati mereka yang masih berdiri di pinggir kolam.

​Tahapan Latihan

​Kang Mardi menerapkan metode yang sistematis agar anak-anak merasa aman dan nyaman:

  1. ​Pemanasan (Warming Up): Peregangan otot untuk mencegah kram.
  2. ​Materi Klasikal: Seluruh siswa diajarkan teknik dasar meluncur, koordinasi gerakan tangan, dan ayunan kaki.
  3. ​Diferensiasi Kemampuan:
    • ​Kelompok Mahir: Siswa yang sudah lancar berenang diperkenalkan pada empat gaya utama: bebas, dada, punggung, dan kupu-kupu.
    • ​Kelompok Fokus: Seluruh siswa kemudian diarahkan untuk menguasai Gaya Dada (Breaststroke) sebagai materi inti hari ini.

​Hasil Pembelajaran

​Melihat anak-anak berjuang mengatur napas dan menyempurnakan gerakan kaki adalah kepuasan tersendiri bagi Kang Mardi. Dari total 28 siswa di setiap kelas, rata-rata 10 anak menunjukkan progres yang luar biasa dan berhasil memenuhi ekspektasi dalam penguasaan gaya dada.

​"Belajar renang bukan cuma soal kecepatan, tapi soal keberanian melawan rasa takut dan teknik yang benar," ujar Kang Mardi menutup sesi siang itu.


​Kegiatan pun berakhir dengan sukses. Anak-anak pulang dengan wajah segar (dan sedikit mengantuk karena lelah), membawa pengalaman baru dari dinginnya air kolam Azahra.


Share:

Tuesday, April 21, 2026

​Evaluasi TKA: Sebuah Catatan dari Kapuas




Mentari pagi di Kapuas pada 21 April 2026 terasa begitu hangat, sehangat semangat para siswi SMPN 3 Selat yang tampil anggun mengenakan kebaya. Suasana sekolah riuh rendah dengan gelak tawa dan tepuk tangan dalam rangka merayakan Hari Kartini. Di tengah kemeriahan lomba peragaan busana dan pidato emansipasi, sebuah dering telepon memecah konsentrasi panitia.

​Telepon itu datang dari Pak Bahagia, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas. Beliau mengabarkan sedang dalam perjalanan menuju sekolah untuk melakukan evaluasi terkait pelaporan kegiatan TKA (Tes Kemampuan Akademis).

​Tamu Istimewa di Hari Kartini

​Meski sedang dalam suasana perayaan, profesionalisme tetap menjadi prioritas. Tak lama berselang, Pak Bahagia tiba di sekolah. Kehadiran beliau disambut hangat di tengah hiruk-pikuk perlombaan. Tanpa membuang waktu, beliau langsung menuju ruang operator untuk bertemu dengan garda terdepan data sekolah.

​Arahan untuk Sang Proktor

​Kang Mardi, selaku Proktor SMPN 3 Selat, segera menyiapkan berkas-berkas digitalnya. Di balik layar Laptop, terjadilah diskusi teknis yang sangat krusial.

​Pak Bahagia tidak hanya datang untuk memeriksa, tetapi juga untuk membimbing. Dengan sangat teliti, beliau memberikan arahan langsung kepada Kang Mardi mengenai:

  • ​Sinkronisasi data pelaporan TKA yang lebih efisien.
  • ​Penyusunan bukti fisik kegiatan agar sesuai dengan standar Dinas Pendidikan.
  • ​Tips mengatasi kendala teknis pada server saat proses pengunggahan data.
  • ​"Pelaporan yang rapi adalah cermin dari manajemen sekolah yang hebat," ujar Pak Bahagia dengan nada bicara yang meneduhkan, sesuai dengan namanya.


    ​Penutup yang Manis

    ​Sembari sesekali terdengar suara riuh pemenang lomba Kartini dari lapangan sekolah, Kang Mardi mencatat setiap poin penting dengan seksama. Kerumitan administrasi terasa jauh lebih ringan berkat bimbingan yang lugas namun penuh kesabaran dari Pak Bahagia.

    ​Terima kasih, Pak Bahagia. Di hari yang didedikasikan untuk perjuangan Kartini ini, kami belajar bahwa pendidikan yang maju tidak hanya butuh semangat juang, tapi juga ketertiban administrasi dan sinergi yang baik antara sekolah dan dinas terkait.

    ​Semoga bimbingan ini menjadi bekal berharga bagi SMPN 3 Selat untuk terus memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan di Bumi Panunjung Tarung

Share:

Arsip


Followers

Recent Comment

`