Gerak Jalan

Gerak Jalan Tradisional menempuh jarak 28 KM dari Markas Besar Komando Djawa (MBKD) Jendral Soedirman Desa Kepurun, Manisrenggo finish di Monumen Juang 45 Joggrangan Klaten.

Juara O2SN SD KALTENG 2015

Hasil O2SN Tingkat SD Cabang Olahraga Tenis Meja Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005

Juara HUT KORPRI Kapuas

Kejuaraan Tenis Meja dan Sepak Bola Mini dalam Rangka HUT KORPRI Kabupaten Kapuas Tahun 2011

Juara Kelas 9.4

Penerimaan Raport Semester I Tahun Pelajaran 2021/2022

Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas

Hasil Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas Tahun 2021

Guru Olahraga Menulis

Monday, July 6, 2020

Liku-Liku Penerbitan Buku


Tidak terasa malam ini sudah menjalani pertemuan ke 16, hadir sebagai narasumber Bapak Edi Mulyanto dari penerbit Andi. Beliau menuturkan di masa Pademi Covid 19 usaha penerbitan mengalami masa luluh lantah. Imbas dari PSBB toko buku Gramedia andalan penerbit Andi memarkir bukunya di pitstop, artinya berhenti sama sekali.
Awal bulan Juni-Juli toko buku Gramedia mulai membuka outlet di seluruh Indonesia hampir 80%, hal ini membuat semangat baru bagi penerbit-penerbit memulai new normal. Rebound yang terjadi ini menuntut penerbit untuk dengan cepat memutuskan apakah melaju kembali ataukan menunggu terlebih dahulu keadaan menjadi lebih pasti.

Melaju, tentunya butuh dana, sementara roda cash flow hampir terhenti 2 bulan hingga 3 bulan, sehingga gambling keadaan pun terjadi. Banyak penerbit yang telah kehabisan nafas, sehingga tetap memutuskan untuk memarkirkan bisnisnya sambil menunggu keadaan. Sementara, penerbit jika tidak mengambil kesempatan untuk mengisi pasar, tentunya akan semakin terpuruk. Penerbit dapat memetakan buku-buku apa yang masih dapat dikembangkan saat keadaan chaos seperti ini.

Hikmah yang dapat diambil dari pandemi covid 19 di sisi penulis, penulis harus selalu siap untuk mendapatkan peluang yang mungkin tidak diperkirakan sebelumnya. Penguasaan materi, penguasaan penguraian materi, eksekusi penulisan, hingga penawaran ke penerbitan diperlukan kelihaian tertentu. Penulis yang siap menerima kesempatan ini, adalah penulis yang selalu berlatih untuk selalu mengeluarkan bahasa lisan ke dalam bahasa tulisan yang dapat dibaca oleh pembacanya. Tentunya dengan terstruktur baik, dan tidak ada distorsi makna yang sampai ke pembacanya.

Keberhasilan penulis memerlukan proses, latihan dan kemauan. Menulis perlu latihan, latihan perlu waktu perulangan secara rekursif (looping) berkali-kalai sehingga bapak ibu akan semakin lihai dalam mengolah kata yang dirangkai dalam tulisan. Bakat hanya 1%, sisanya adalah kerja keras, tekun dan berlatih menulis. Blog adalah jalur yang sangat bagus untuk bapak ibu mulai menulis, karena di dalam blog... tidak ada penolakan kejam seperti penerbit menolak tulisan yang bapak ibu tawarkan.
Yang harus diperhatikan penulis adalah mempunyai rasa empati terhadap penerbit artinya seorang penulis harus melihat visi misi penerbit dan melihat buku-buku best seller yang di pajang di rak toko buku.

Perlu kita ketahui bahwa buku best seller tidak bisa di rancang atau didesain untuk laku keras. Penerbit pernah melakukan perencanaan matang, untuk membuat buku yang best seller. Kami memilih tema yang luar biasa bebobot, penulis yang cukup disegani karena menang penghargaan di dunia internasional. Kami push pemasaran dengan luar biasa. Akan tetapi hasilnya cukup mengecewakan

Mari kita tetap mendokumentasikan pencarian keilmuan, dengan dokumentasi yang terstruktur. Pembaca akan dapat mewarisi ilmu bahkan mengembangkannya di kemudian hari. Ilmu akan menjadi Immortal tidak lekang oleh keadaan jaman, dan selalu dikenang menjadikan legacy ke anak cucu kita. Dokumentasi dalam bentuk buku akan kami kirimkan ke Perpustakaan Nasional bagian deposit, yang dilindungi oleh undang-undang. Anak cucu kita di masa yang akan datang, akan dapat menelusuri jejak langkan dokumentasi bapak ibu dalam bentuk tulisan dan menuju keabadian.

Proposal penerbitan buku berisi tentang ;
1.   Judul Buku,
2.   Outline Rencana Buku dalam bantuk bab dan sub bab,
3.   Sinopsis Buku,
4.   CV Penulis.
5.   Sampel bab yang sudah ditulis minimal 1 bab.

Waktu proses penerbitan buku
1.   Proses Review 1 bulan,
2.   Proses Editing 1 Bulan,
3.   Proses Pra Produksi layotu cover adalah 1 bulan,
4.   Proses produksi 1 bulan.

Kemungkinan proposal diterbitkan adalah 10-15% dari 150-300 judul yang masuk tiap bulan. Ukuran kertas yang digunakan Unesco 16 x 23 cm, jumlah halaman 125-200 halaman. Biaya penerbitan ditanggung semua oleh penerbit dan komisi untuk penulis adalah 10% dari harga jual buku yang terjual dan diterimakan tiap 6 bulan sekali. Penerbitan modul pembelajaran dapat diterima dengan catatan sesuai dengan kurikulum. Untuk buku yang diterbitkan penulis mendapatkan sampel 6 eksemplar.

Kesimpulan
Dunia tulis menulis tidak akan mati, terus berkarya bagaimanapun keadaannya, karena di luar sana masih banyak pembaca yang menginginkan relung keinginan tahuannya dari tulisan bapak ibu. Kami akan mencoba menjembataninya semampu kami ditengah perubahan jaman yang luar biasa.

Share:

BUKU BSE PJOK SMP KELAS VII

Semangat Belajar!

Salam Olahraga

Selamat menempuh pelajaran barau di SMPN 3 Selat. Untuk buku pelajaran PJOK Kelas VII Silahkan downlod link di bawah ini. 

Buku PJOK SMP BSE kelas VII: ðŸ“¥ Download 


Share:

Friday, July 3, 2020

Tanya Jawab Bersama Dr Ngainun Naim


Pertanyaan
Assalamualaikmum Dr. Naim. Materi 6 kunci tadi sangat luarr biayasa. Pertanyaan saya, bagaimana caranya menyusun resume jadi sebuah buku yang menarik untuk dibaca? apakah tanggal dalam resume harus dihilangkan? atau dibiarkan? Soalnya ada yang bilang, kalo buat buku, tanggal dan bulan resume harus dihilangkan. Mohon pencerahannya. AAM NURHASANAH LEBAK BANTEN

Jawaban
Waalaikumsalam. Terima kasih Ibu. Menurut saya tanggal tidak perlu dicantumkan. Saya kebetulan memiliki sebuah buku yang merupakan review dari banyak buku Judulnya Teraju: Strategi Membaca dan Mengikat Makna

Pertanyaan
Assalamualaikmum Dr. Naim. Materi 6 kunci tadi sangat luarr biayasa. Pertanyaan saya, bagaimana caranya menyusun resume jadi sebuah buku yang menarik untuk dibaca? apakah tanggal dalam resume harus dihilangkan? atau dibiarkan? Soalnya ada yang bilang, kalo buat buku, tanggal dan bulan resume harus dihilangkan. Mohon pencerahannya.
AAM NURHASANAH LEBAK BANTEN
Instansi: SMP MATHLA UL HIDAYAH CIPANAS
NO WA 085710996088
Gelombang 12

Jawaban
Saya tidak memasukkan tanggal dan bulan resume. Bisa kunjungi blog saya: https://spirit-literasi.blogspot.com. Namun jika dimasukkan juga tidak apa-apa. Tidak ada aturan baku

Pertanyaan
Yth. Bp. Dr. Ngainun Naim, perkenalkan saya
Nama : sri budiarti
Asal    : bantul
Gel.     : 12
Pertanyaan :  Menurut Bp. Naim pribadi , kriteria tulisan yang baik dan berkualitas itu seperti apa,  lalu apa saja kiat yang Bp lakukan untuk  menghasilkan karya tulis yang bisa diterima khalayak / penerbit
Terima kasih atas penjelasannya

Jawaban
Ini review saya atas buku Bu Kanjeng @Sri Sugiastuti
Kriteria (1) SELESAI DITULIS. Ini penting. Sebagus apa pun ide, jika belum selesai ditulis ya belum bagus.  (2) Minim salah ketik atau salah teknis. (3) Bahasa menarik dan didukung oleh logika berpikir yang baik. JIka ingin diterima penerbit, ikuti gaya dan kebijakan penerbit.

Pertanyaan
Penanya ke 3 Assalamualaikum wr wb...
Perkenalkan saya:
Sunaryo, 085246666643, SMPIT Madani Berau
Menjga konsistensi menulis itu tdk mudah, pertanyaan saya: 1. Apa tips yg plg jitu agar kita bs konsisten menulis & produtif ?
2. Kpn waktu yg pas bg kita utk menulis ? Perlukah dg jadwal & target waktu ?

Jawaban
(1)    Semua kebiasaan awalnya dipaksa. Bangun komitmen untuk rutin menulis. Awalnya paksa, lama-lama akan terbiasa.
(2)    (2) Setiap orang memiliki jadwal yang seharusnya disusun dan ditaati.

Pertanyaan
ass wr wb maaf bertanya terima kasih ilmunya.  saya ingin stresing poin ttg jangan hiraukan nyinyiran orang sepertinya ini adalah masalah besar pak. KURANG PD dgn karya sendiri.. mhn petunjuk

jawaban
ADa 4 jenis MALU dalam menulis: (1) MALU untuk menulis. Tidak akan bisa menulis. (2) MALU kalau menulis dan tulisannya dibaca orang. (3) MALU sudah mulai hilang. Pokoknya nulis. (4) MALU TIDAK MENULIS.

Pertanyaan

Share:

6 Cara Menjadi Penulis Yang Produktif


Guru adalah kunci penting dalam dunia pendidikan. Jika guru berkualitas, besar kemungkinan kelas yang diajarnya juga berkualitas. Tapi jika gurunya kurang berkualitas, tentu hasil pembelajarannya juga kurang sesuai dengan harapan.

Salah satu kunci penting peningkatan kualitas guru adalah dengan membangun budaya literasi. Literasi berarti budaya membaca dan menulis.
Seorang guru yang mau terus membaca buku dan menulis memiliki peluang untuk semakin meningkat kualitas dirinya. Semakin banyak buku yang dibaca, semakin banyak karya yang dihasilkan, maka akan memiliki kontribusi penting bagi kemajuan pendidikan.

KUNCI-KUNCI PENTING DALAM MENULIS.
Kunci itu alat untuk membuka. Alat yang bisa menjadikan kita produktif dalam menulis,
Kita bisa mendapatkan kunci tetapi kunci akan sebatas sebagai kunci jika tidak difungsikan.

KUNCI PERTAMA ADALAH MOTIVASI.
Apa motivasi kita?
Silahkan ditata mulai sekarang. Motivasi menulis bisa berupa;
1. Motivasi Karir menulis merupakan aktivitas yang berkaitan erat dengan profesi, Implikasinya, semakin mahir menulis maka semakin lancar karir yang kita tempuh.
2 Motivasi Materi; menulis itu menghasilkan honor. Bagi penulis yang sudah sangat terkenal, honor memang sangat berlimpah. Bukunya terus mengalami cetak ulang. Namun jumlah mereka yang beruntung dari sisi ini tidak terlalu banyak. Sebagian besar penulis justru kurang mendapatkan perhatian dari sisi materi.
3  Motivasi Politik; menulis ditujukan untuk mencapai tujuan politik tertentu.
4 Motivasi Cinta; menulis karena memang mencintai aktivitas menulis


KUNCI KEDUA: MEYAKINI BAHWA MENULIS ITU ANUGERAH
Pendapat bapak Ngainun Naim bahwa mau dan mampu menulis itu anugerah.
Banyak orang yang mau menulis tapi tidak mampu mengerjakannya; bisa karena kesibukan atau sejuta alasan lainnya. Banyak yang sesungguhnya mampu menulis tetapi tidak mau menulis. Karena itulah bisa menulis—bagi saya—adalah anugerah luar biasa yang harus disyukuri. Cara mensyukurinya adalah dengan terus menulis.

Mari sama-sama kita simak lulusan S1, atau S2 atau S3 berarti sudah menulis ribuan halaman. Ya, ribuan halaman. Kok sekarang mengaku nggak bisa menulis. Terus yang dulu ribuah halaman itu apa yang ditulis? Maaf jika tersinggung.
Bayangkan, saat S-1 setiap semester harus membuat makalah. Paling tidak satu semester harus membuat 10 makalah. Kalikan 10 halaman, berarti kan sudah 100 halaman. Kalikan 8 semester. Berarti kan sudah 800 halaman. Asumsinya 1000 halaman dengan laporan KKN, magang, skripsi.

Jumlah halaman pasti bertambah jika lulus S2. Total halaman yang ditulis jika sampai lulus S2 s paling tidak 500 halaman. Apalagi jika sampai selesai doktor. Jelas di atas 2.500 halaman. Sekarang hitung berapa laporan penelitian yang harus kita buat setiap tahun. Berapa laporan pengabdian. Sudah ribuan. Sekali lagi ribua halaman yang sudah kita tulis.
Sekarang mari kita urai mengapa kok masih ada yang kesulitan menulis padahal pengalaman menulisnya sudah ribuan halaman.

Ada beberapa kemungkinan;
[1] Selama kuliah spesial menjadi anggota kelompok yang tidak pernah menulis makalah. Biasanya ini yang spesial membiayai foto kopi.
[2], tidak menulis karena dibuatkan orang lain.
[3] menulis dengan melakukan “kanibal” tulisan orang lain. Misalnya mendapatkan bahan di google lalu dipotong sana-sini sampai berbentuk layaknya tulisan.
[4], begitu mendapatkan tugas langsung berburu referensi. Tidak berpikir apa yang harus ditulis. Begitu referensi didapatkan segera dibuka, diketik, lalu tutup. Ganti referensi berikutnya, dibuka, diketik, lalu tutup. Tugas penulis biasanya di akhir kutipan:

BERDASARKAN PAPARAN DI ATAS MAKA DAPAT DISIMPULKAN.
Menulis itu membuat kita menjadi berbeda dibandingkan kawan-kawan yang lainnya. Sesederhana apa pun buku yang Bapak dan Ibu hasilkan itu tetap memiliki kontribusi penting. Jangan dengarkan nyinyiran yang tidak konstruktif. Selama Bapak Ibu sekalian terus menulis maka akan menjadikan kita sebagai makhluk yang berbeda dengan kawan-kawan lainnya.

KUNCI KETIGA: MENULIS ITU MEMBERIKAN BANYAK “KEAJAIBAN” DALAM HIDUP.
Menulis itu memberikan banyak sekali manfaat. Pak Wijaya Kusumah--Omjay-- seorang bloger, youtuber dan guru kita semua, mengatakan bahwa menulis setiap hari itu telah memberikan keajaiban dalam kehidupan.
Coba kita simak apa saja bentuk keajaiban yang beliau rasakan karena menulis.
[1] mendapatkan banyak materi. Karena rajin menulis, bukunya mendapatkan banyak royaliti.
[2] sering diundang sebagai pembicara di berbagai forum
[3] memiliki banyak teman.
[4]. Bisa membeli peralatan yang dibutuhkan dalam kehidupan.
[5] tulisan adalah alat perekam kehidupan yang ajaib.

KUNCI KEEMPAT: TIDAK MUDAH MENYERAH.
Banyak orang ingin menulis, tentu termasuk menulis buku, tetapi semangat menulisnya naik turun. Saat ikut kegiatan kepenulisan semacam ini, semangat menulisnya berapi-api. Tetapi saat kembali ke dunia nyata, ke dunia kehidupan sehari-hari, semangat itu perlahan tetapi pasti memudar dan akhirnya hilang sama sekali. Saat bersemangat, menulis berlembar-lembar halaman dalam sehari terasa ringan. Saat tidak bersemangat, satu paragraf pun terasa berat sekali. Bahkan sangat mungkin berbulan-bulan tanpa menulis sama sekali.
Menulis lima paragraf yang dilakukan rutin setiap hari jauh lebih baik daripada sepuluh halaman yang dilakukan tiga bulan sekali.

KUNCI KELIMA: BERJEJARING.
Jadi penulis jangan menepi. Memang saat sekarang kita harus menepi karena Corona, tetapi bukan berarti tidak berinteraksi. Bangun jejaring kepenulisan. Ikut kegiatan semacam ini juga dalam rangka berjejaring.

KUNCI KEENAM: MENULIS SEBANYAK-BANYAKNYA.
Menulislah setiap hari tanpa henti. Lakukan secara terus-menerus. Jika Anda merasa tulisan Anda tidak baik maka dengan menulis setiap hari tulisan Anda akan otomatis menjadi baik.

6 kunci yang beliau uraikan bisa membuat membuat kita semua produktif menulis.
Tapi sekali lagi kunci itu adalah alat
Tinggal bagaimana kunci itu digunakan secara tepat


Sesi tanya jawab klik link di bawab ini
https://www.mardiyanto.web.id/2020/07/tanya-jawab-bersama-dr-ngainun-naim.html
Share:

Wednesday, July 1, 2020

Teruslah Berlari Mengejar Waktu

Malam ini hadir dalam kegiatan Belajar Menulis dan Menerbitkan buku Bersama Om Jay hadir sebagai nara sumber Bapak Muhammad Firman Suwarya, M.Kom guru SMPN Unggulan Sindang Indramayu. Malam hari ini tema yang diangakt adalah freewriting. Dalam bahasa Indonesia free writing dapat diartikan teknik menulis bebas cepat tanpa hambatan.
Bebas hambatanlayaknya berjalan melewati jalan tol tanpa adanya lampu lalulintas di jalan. Sebuah tantangan diajukan ketika beliau membuka materi kuliah online malam ini, “Jika saya tentang anda menulis 1 hari 5 lembar dalam 30 hari, kira-kira sanggup nggak? Jika peserta menulis dan menerbitkan buku bersama Om Jay berani konsisten 5 lembar perhari, beliau yakin kita semua peserta dari grup 1 hingga 12 akan menjadi seorang penulis yang handal dan produktif.

Menulis 5 halaman itu memerlukan waktu berjam-jam. Mampukah kita menghilangkan rasa bosan yang menghinggapi kita? Karena “bosan” merupakan penyakit yang menghinggapi hampir semua penulis baik yang baru belajar menulis ataupun penulis yang sudah menjadi penulis handal.

Bahaya penyakit ini biasanyanya diawali dengan menyerang pikiran kita dengan ciri-ciri ide yang kita miliki tiba-tiba hilang entah ke mana, kemudian kemudian bingung harus menulis apa lagi. Dan pada akhirnya kita capek, lelah dan malas untuk penulis.
Kadang-kadang kita mempunyai ide baru untuk ditulis, namun belum ditulis tiba-tiba muncul ide baru yang lebih bagus dari ide pertama. Kejadian tersebut berulang ulang tetapi hanya sebatas ide. Sehingga tulisan yang pertama berhenti, yang kedua berhenti akhirnya berhenti semua dalam ide yang tidak tertuang dalam tulisan. Kondisi seperti ini dalam dunia tulis menulis disebut dengan lingkaran setan kebuntuan. Kadang keinginan untuk mulai menulis lagi, menulis lagi tapi tidak pernah selesai.
Apa solusinya untuk mengatasi lingkaran setan kebuntuan?
Jawabnya free writing.
Kita akan terbebas dari hal-hal tersebut, walau tidak langsung keluar dan lolos dari penyakit yang menimpa seorang penulis.
Sebenarnya apa sih free written?

Ilustrasi sederhananya adalah sebagai berikut, ketika kita mengikuti ujian nasional atau ujian pegawai yang sudah terjadwal jam 07.00 – 09.00. Maka kita harus segera datang tepat waktu agar bisa menyelesaikan ujian itu dengan baik, benar dan yakin dari 50 soal yang diberikan. Namun entah apa yang terjadi, tidak sedikitpun dibayangkan sebelumnya dan tidak terpikir dan seterusnya. Tiba-tiba saat menuju ke sekolah atau tempat tes jalanan macet total..

sehingga memakan hampir 1 jam dari durasi tes ujian kita. Dalam  kondisi seperti itu apa yang akan lakukan ? Belum lagi melihat soal-soal yg susah dan masih kosong, belum diisi?
Tetapi harus mengisi dan mengerjakan serta mendapat nilai bagus. Sedangkan waktu terus berjalan.

Sekali lagi apa yang kita lakukan?
Jawabannya : NGEBUUUUT
Kita harus ngebut mengisi soal ujian itu karena kejar-kejaran dengan waktu.
Itulah gambaran singkat tentang Freewriting

Kesimpulan
Rasa bosan adalah penyakit yang sangat berbahaya melebihi covid 19 hati hati dan waspada dia menyerang dengan tiba tiba maka kita harus putuskan dengan coba dan coba lagi Sampai kapan kita harus mencoba maka jawabannya sampai kita sukses


Sesi tanya Jawab klik link di bawab ini
https://www.mardiyanto.web.id/2020/07/tanya-jawab-bersama-muhammad-firman.html

Share:

Tanya Jawab Bersama Muhammad Firman Suwarya



Pertanyaan
Izinkan saya bertanya pak firman. Langkah pertama yang harus kita lakukan supaya bisa freewriting kira kira apa Terimakasih

Jawaban
Segera tulis ide yg muncul, segera tulis, dan tulis sebelum ide itu hilang..
Alhamdulillah sungguh sangat mudah kiranya, menulis ide yg muncul itu sangat mudah,
kapan dan dimanapun, pokoknya tulis....

Pertanyaan
Maka saya sambung pertanyaan nya bapak
Mohon maaf kira kira bapak pernah tidak singgah dalam lingkungan setan kebuntuan dan bagaimana cara keluar nya karena jujur malam ini saya baru tahu kalau ada nya lingkaran setan kebuntuan😀😀😀🥰🥰🥰🥰 Terimakasih banyak

jawaban
ya seperti yang sudah saya sampaikan dimateri diatas, sy juga dulu pernah mengalaminya
solusinya sederhana sebenarnya namun harus yakin.. ide muncul langsung tulis, sampai ending ide itu dimana pokoknya ditulis yang lupa, lewat aja,, jika situasi tdk memungkinkan..
baru kita cek dan ricek.. menyangkut situasi ini berkaitan dengan waktu
maka kita harus menyiapkan atau meluangkan waktu.. ingat ya..
jangan memanfaatkan waktu luang!! tapi kita harus meluagkan waktu.. yang kita memungkinkan untuk itu dilaksanakan secara kontinyu terus menerus..
ga usah lama-lama, misal 30 sampai 60 menit setiap harinya... Karena bapak ibu guru peserta grup 1 hingga 12 belum masuk , mungkin sinyal kurang bersahabat

Pertanyaan
Tolong bapak ceritakan suka duka bapak dalam menulis dan menerbitkan buku

Jawab
 Berawal dari sulitnya menemukan ide yang pas, dan kira-kira bagus ga ya untuk di baca...
kira-kira mau nulis ini, bener ga ya..?
mau nulis itu benar ga ya..?
bagus ga?
nanti gimana kalau jelek?
pokoknya komplit dehhh pd awal mencari ide...
sampai-sampai harus konsul dengn teman dan lain sebagainya...😃
hingga menemukan suatu kekuatan berupa komitmen bahwa...
jelek, kurang bagus, bagus, atau sejenisnya pokoknya ditulis...
baru kemudian dari situ mulai dari bagaimana membuat outline...
outline secra garis besar pokoknya hrs selesai...
kemudian setelah outline jadi.... dengan suatu catatan bahwa otuline hanya secra garis besar saja,
dalam perjalanannya kemungkinan akan mengalami perkembangan dan sejenisnya..
selanjutnya menulis 1 persatu... dengan alokasi waktu yg sy luangkan..
waktu menulis yg sy luangkan biasanya selepas jamaah isya,
pulang langsung nulis, sekitar 60 menit..
terus kontinyu pd waktu itu...
menulis pd waktu tsb bukan tidak ada halangan atau tantangan,,
banyak sekali tantangannnya...
 misal anak-anak yg minta jalan-jalan lah, minta ini lah, minta itu lah dan lain-lain..
tp satu persatu tantangan itu mampu ku atasi...
anak-anak juga akan tahu dan menyesuakan sendiri pd akhirnya...
hingga selsai tulisan-tulisan dalam bentuk buku..
masalah penerbitan buku,
kita semuaa tahu penerbit itu ada Indie dan Major..
yg sebenarnya masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangnnya..
Penerbit Indie lebih mudah, dan pastinya lebih cepat selesai...

Pertanyaan
Assalamualaikum,
Saya siti Nurbaya Az, SE
Karimun, Kepri.

Pak Firman setelah menulis freewriting ternyata ada banyak ide di dalamnya. bagaimana cara menentukan ide mana yang harus di eksekusi menjadi tulisan yang enak di baca.   Terima kasih, Gelombang 12. Wassalam.

Jawaban
ide yg paling bapak ibu kenal dan kuasai..
sehingga nanti eksekusi ide akan ditulis dg hati...
dan itulah kuncinya jika kita menulis dg hati biasanya akan mampu menyentuh hati pembaca...

Pertanyaan
Maaf ibu saya ira Isvandrya ijin bertanya.
Saya peserta belajar menulis gel.11

Ketika kita sedang menulis dan mengalami kebuntuan. Tiba-tiba muncul ide baru, apakah ide yabg munvul ini haris kita biarakan/cuekin. Atau kita tuliskan.
Kemudian berusaha melanjutkan tulisan terdahulu yang sedang buntu tersebut?

Jawaban
iya, cuekin saja...
biarkan dulu,
buat satu tekad,
ide baru itu akan sy tulis, tapi nanti setelah tulisan kita selesai..
maka dari situ kita harus benar-benar menyelesaikan tulisan itu..

Pertanyaan
Assalamu'alaikum.

Luar biasa pak materinya.
Nama Saya Saharjang Pikalouhata.,
Asal dari Ambon.
Unit Kerja Saya SD Negeri 79 Ambon.

Saya mau bertanya yang pertama Jikalau kita mengalamai freewriting saat sementara menulis Apakah kita beristirahat sejenak atau terus menulis saja.
Khawatirnya kalau terus d pakasa nanti ada kalimat2 yg tidak nyambung.

Kedua.
Apakah tulisan sebanyak 5 lembar itu boleh di tulis dengan bahasa sederhana alias tidak memakai kata2 ilmiah.
Ya mungkin saja diantara kami ada banyak guru yg terlahir bukan dari OKP2 yg pintar bicara dengan bahasa2 ilmiahnya.

Sebelumnya terima kasih pak firman.
Jazakumullah khair

Jawaban
yang pertama dulu
tulis aja terus
kalimat2 yg tidak nyambung, salah ketik, dan lain-lainnya
nanti ada pada sesi cek and ricek..
atau pada saat proses editing.
inget ya....
Menulis dengan Editing adalah dua ilmu yang berbeda...!
yang kedua
justru kadang tulisan yang sederhana itu biasanya terlahir dari hati,
tidaka neko-neko.. biasanya akan membawa pembaca kedalamnya..

Pertanyaan
Assalamualaikum wr wb...
Terimakasih sebelumnya Pak Firman.
Perkenalkan nama Sunaryo, dari Berau, peserta Gelomban.11
Pertanyaan saya;
1.Freewriting adalah teknik menulis cepat tanpa hambatan, apa maksudnya ya? Saya belum paham dengan ilustrasi Bapak.
2.Modal apakah yang harus kita punya supaya kita bisa menerapkan teknik freewriting ini ?

Assalamualaikum wr wb...
Sunaryo, Berau, Gelb 11
Pertanyaan
1. Adakah hal-hal yg perlu kita perhatikan ketika menerapkan teknik free writing ? Kalau ada, apa sajakah itu ?

walaikum salam warahmatullah..
salam kenal pak naryo
secara sederhana Freewriting, pokoknya tulis secepat-cepatnya terhadap ide yg muncul,
jangan takut salah,
jangan takut keliru, takut jelek hasilnya, apalaagi takut salah ketik..
pokoknya tulis dan tulis sampai habis..
modalnya
ide, dan ide bisa muncul dari mana saja..
kadang maaf.
saya pernah membaca sebuah buku, yg hanya bercerita dan menjelaskan tentang maaf sebuah toilet..
dari toilet itu terkadang bisa memunculkan ide.....
bisa juga ketika kita jalan naik angkutan umum...
yg sesak penumpang, dll
banyak sebenarnya pada sekitar kita...
pokoknya tulis saja sampai selesai..
hal-lain lain dalam freewriting nanti pd saat proses editing..

Pertanyaan
Saya Faiq Aminuddin Demak, Assalamualaikum wr wb, Peserta gel 2, mau bertanya
Apakah freewriting tidak akan menghasilkan tulisan yang asal jadi tapi kurang berkualitas?
Bukankah ngebut atau buru-buru itu tidak baik?
Apakah freewriting sama dengan nulis secara ngebut?
Terimakasih


Jawaban
waalaikum salam warohmatullah.. hasil tulisan yg berkualitas atau kurang berkualitas biasanya, bisa ditentukan dari faktor ide yg muncul.. jika ide yg muncul bagus dan berkualitas, lalu lanjut dengan outline yg berkulaitas, maka hasil tulisan juga akan tidak jauh dari situ, yaitu bagus dan berkualitas.. dalam prakteknya menulis berkualitas terkadang menuntuk kita agar mengikuti, mematuhi dan lain-lain sebelum tulisan itu selesai ditulis... sehingga tulisan kita akhirnya tidak bisa kelar atau selesai... nah dengan freewriting ini akan mujarab menjawab atau solusi itu





Share:

Arsip


Followers

Recent Comment

`