Hari ini suasana di SMKN 1 Kapuas terasa begitu hidup. Kang mardi baru saja selesai menyaksikan penampilan tim LKBB SMPN 3 Selat yang tampil dengan penuh semangat. Ada rasa bangga melihat adik-adik kelas meneruskan perjuangan di lapangan, namun kejutan sebenarnya justru datang setelah perlombaan usai.
Di tengah keramaian, kang mardi bertemu dengan empat wajah yang sangat familiar: Nadya, Fais, Salsa, dan Devrita. Pertemuan ini rasanya seperti sebuah "reuni kecil" yang tidak direncanakan. Melihat mereka sekarang, ingatan saya langsung terlempar ke beberapa tahun lalu:
- Devrita, Fais, dan Nadya: Anak-anak didik kesayangan saya di kelas 9.4. Dulu saya adalah wali kelas mereka, menyaksikan tumbuh kembang mereka dari hari ke hari.
- Salsabila: Siswa dari kelas 9.5 yang juga sering berinteraksi dengan kami.
Cerita dari Masa Depan
Kini mereka sudah menapaki jenjang yang lebih tinggi. Nadya, Fais, dan Salsa kini berseragam SMAN 2 Kapuas, sementara Devrita menjadi tuan rumah di SMKN 1 Kapuas.
Kami duduk sejenak dan mereka mulai bercerita dengan antusias. Ada banyak hal yang dibahas:
- Keseruan SMA/SMK: Bagaimana rasanya beradaptasi dengan lingkungan baru, mata pelajaran yang makin menantang, dan teman-teman baru.
- Nostalgia SMP: Kami tertawa mengenang kembali momen-momen konyol dan mengharukan saat mereka masih di SMPN 3 Selat. Memori di kelas 9.4 dan 9.5 ternyata masih tersimpan rapi di ingatan mereka.
Melihat mereka tumbuh menjadi remaja yang percaya diri dan tetap ingat dengan gurunya adalah reward terbaik bagi saya sebagai pendidik. Waktu boleh berlalu, seragam boleh berganti, tapi ikatan antara guru dan murid tetap memiliki tempatnya sendiri.
Terima kasih untuk hari ini, anak-anak hebat. Teruslah bersinar di sekolah kalian yang sekarang!







0 comments:
Post a Comment