Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Tuesday, May 22, 2018

Waspada Lonjakan Kasus DBD: Kenali Ciri Nyamuk Penular dan Langkah Pencegahannya

KABUPATEN KAPUAS – Memasuki musim penghujan, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Mengenal Musuh di Sekitar Kita: Nyamuk Aedes aegypti

Nyamuk penular DBD memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan nyamuk biasa. Masyarakat perlu mengenali ciri-cirinya agar dapat melakukan antisipasi:

  • Tampilan Fisik: Tubuh berwarna hitam dengan loreng-loreng putih (belang) di sekujur tubuhnya.

  • Waktu Menggigit: Aktif menghisap darah pada pagi hari dan sore hari.

  • Tempat Bersarang: Nyamuk ini justru menyukai genangan air jernih di dalam atau sekitar rumah, bukan di air keruh seperti got. Bak mandi, vas bunga, dan tempat minum burung menjadi lokasi favorit mereka bertelur.

  • Daya Jelajah: Mampu terbang hingga radius 100 meter dan bertahan hidup rata-rata selama 2 minggu hingga 3 bulan.

Siklus Penularan yang Cepat

Penularan terjadi saat nyamuk menggigit penderita DBD, sehingga virus ikut terhisap ke perut nyamuk. Dalam waktu 8 hari, virus tersebut matang di tubuh nyamuk. Saat nyamuk yang sama menggigit orang sehat, virus berpindah dan menyebabkan orang tersebut jatuh sakit. Penyakit ini sangat berisiko menyerang wilayah padat penduduk, terutama saat populasi nyamuk meningkat di musim hujan.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Masyarakat diminta segera mengenali tanda-tanda awal DBD sebelum kondisi memburuk:

  1. Panas tinggi mendadak.

  2. Bintik merah pada kulit yang tidak hilang saat ditekan.

  3. Nyeri ulu hati atau sakit perut.

  4. Gejala perdarahan seperti mimisan, muntah darah, atau BAB berdarah.

  5. Kondisi Parah: Penderita gelisah, serta ujung tangan dan kaki terasa dingin dan berkeringat (tanda syok).

Pertolongan Pertama dan Tindakan Cepat

Jika ditemukan anggota keluarga dengan gejala di atas, lakukan langkah berikut:

  • Beri minum air putih sebanyak mungkin.

  • Segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

  • Lapor kepada Ketua RT/Lurah setempat agar dapat dilakukan gerakan kebersihan lingkungan secara massal.

Cegah dengan "4M Plus"

Pemerintah menekankan bahwa cara paling efektif memutus rantai penularan adalah dengan gerakan 4M Plus:

  1. Menguras tempat penampungan air secara rutin.

  2. Menutup rapat semua wadah air.

  3. Memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air.

  4. Memantau jentik nyamuk di lingkungan sekitar.

Langkah Plus Tambahan:

  • Hindari kebiasaan menggantung baju di dalam rumah (tempat nyamuk hinggap).

  • Pelihara ikan pemakan jentik di kolam.

  • Gunakan obat anti nyamuk atau kelambu untuk mencegah gigitan.

Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati!

Share:

0 comments:

Post a Comment

Arsip


Followers

Recent Comment

`