Gerak Jalan
Gerak Jalan Tradisional menempuh jarak 28 KM dari Markas Besar Komando Djawa (MBKD) Jendral Soedirman Desa Kepurun, Manisrenggo finish di Monumen Juang 45 Joggrangan Klaten.
Juara O2SN SD KALTENG 2015
Hasil O2SN Tingkat SD Cabang Olahraga Tenis Meja Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005
Juara HUT KORPRI Kapuas
Kejuaraan Tenis Meja dan Sepak Bola Mini dalam Rangka HUT KORPRI Kabupaten Kapuas Tahun 2011
Juara Kelas 9.4
Penerimaan Raport Semester I Tahun Pelajaran 2021/2022
Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas
Hasil Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas Tahun 2021
Wednesday, May 22, 2019
Bimtek Sekolah Terbuka Mandiri
Thursday, May 9, 2019
SMPN 3 Selat Melaksanakan Pesantren Ramadhan
Di acara terakhir Pesantren Ramadhan Tadarus Al Qur'an, Tausiyah Ramadhan dan Buka Bersama dipimpin oleh Ustadz H. Parhani..
Monday, May 6, 2019
Sekolah Model SPMI
Salah satu agenda yang harus dilaksanakan dalam program Sekolah Model SPMI yang diselengggarakan oleh LPMP adalah ekspose kegiatan sekolah model di tingkat kabupaten dan propinsi. Kegiatan ekspose dilaksanakan di akhir program sekolah model, disaat semua siklus SPMI telah dilaksanakan oleh sekolah yang ditunjuk untuk menjadi Sekolah Model SPMI.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata `ekspose` mengandung arti pernyataan (pengungkapan, penyingkapan) secara formal tentang suatu kenyataan. Dalam hubungannya dengan sekolah model, ekspose sekolah model dapat didefinisikan sebagai bentuk pengungkapan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh sekolah model SPMI dalam bentuk pameran. Hal yang diperlihatkan dalam pameran /ekspose SPMI adalah segala dokumen hasil kegiatan SPMI di sekolah yang berupa dokumen tertulis dan foto/video kegiatan SPMI. Tujuan ekspose adalah menunjukan atau mengungkapkan kegiatan SPMI di sekolah model kepada fihak yang berkepentingan (Pemerintah, Dinas Pendidikan, sekolah maupun masyarakat) dan selanjutnya diharapkan fihak-fihak yang berkepentingan dapat mendorong diterapkannya SPMI di seluruh satuan pendidikan di wilayahnya.
Bahan-bahan yang harus dipersiapkan antara lain:
1) Pemetaan Mutu,
2) Perencanaan Pemenuhan mutu,
3) Pelaksanaan Pemenuhan Mutu,
4) Audit Mutu/Monev,
Sekolah Model SPMI
Salah satu agenda yang harus dilaksanakan dalam program Sekolah Model SPMI yang diselengggarakan oleh LPMP adalah ekspose kegiatan sekolah model di tingkat kabupaten dan propinsi. Kegiatan ekspose dilaksanakan di akhir program sekolah model, disaat semua siklus SPMI telah dilaksanakan oleh sekolah yang ditunjuk untuk menjadi Sekolah Model SPMI.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata `ekspose` mengandung arti pernyataan (pengungkapan, penyingkapan) secara formal tentang suatu kenyataan. Dalam hubungannya dengan sekolah model, ekspose sekolah model dapat didefinisikan sebagai bentuk pengungkapan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh sekolah model SPMI dalam bentuk pameran. Hal yang diperlihatkan dalam pameran /ekspose SPMI adalah segala dokumen hasil kegiatan SPMI di sekolah yang berupa dokumen tertulis dan foto/video kegiatan SPMI. Tujuan ekspose adalah menunjukan atau mengungkapkan kegiatan SPMI di sekolah model kepada fihak yang berkepentingan (Pemerintah, Dinas Pendidikan, sekolah maupun masyarakat) dan selanjutnya diharapkan fihak-fihak yang berkepentingan dapat mendorong diterapkannya SPMI di seluruh satuan pendidikan di wilayahnya.
Bahan-bahan yang harus dipersiapkan antara lain:
1) Pemetaan Mutu,
2) Perencanaan Pemenuhan mutu,
3) Pelaksanaan Pemenuhan Mutu,
4) Audit Mutu/Monev,
Sekolah Model SPMI
Salah satu agenda yang harus dilaksanakan dalam program Sekolah Model SPMI yang diselengggarakan oleh LPMP adalah ekspose kegiatan sekolah model di tingkat kabupaten dan propinsi. Kegiatan ekspose dilaksanakan di akhir program sekolah model, disaat semua siklus SPMI telah dilaksanakan oleh sekolah yang ditunjuk untuk menjadi Sekolah Model SPMI.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata `ekspose` mengandung arti pernyataan (pengungkapan, penyingkapan) secara formal tentang suatu kenyataan. Dalam hubungannya dengan sekolah model, ekspose sekolah model dapat didefinisikan sebagai bentuk pengungkapan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh sekolah model SPMI dalam bentuk pameran. Hal yang diperlihatkan dalam pameran /ekspose SPMI adalah segala dokumen hasil kegiatan SPMI di sekolah yang berupa dokumen tertulis dan foto/video kegiatan SPMI. Tujuan ekspose adalah menunjukan atau mengungkapkan kegiatan SPMI di sekolah model kepada fihak yang berkepentingan (Pemerintah, Dinas Pendidikan, sekolah maupun masyarakat) dan selanjutnya diharapkan fihak-fihak yang berkepentingan dapat mendorong diterapkannya SPMI di seluruh satuan pendidikan di wilayahnya.
Bahan-bahan yang harus dipersiapkan antara lain:
1) Pemetaan Mutu,
2) Perencanaan Pemenuhan mutu,
3) Pelaksanaan Pemenuhan Mutu,
4) Audit Mutu/Monev,
Sunday, May 5, 2019
SMPN 3 Selat mengikuti Ekspose Sekolah Model Kabupaten Kapuas
KUALA KAPUAS (04/05) SMPN 3 Selat mengikuti Ekpose Sekolah Model SPMI Kabupaten Kapuas di Citi Mall, yang diselenggarakan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Tengah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kapuas
Roben, S.Sos selaku ketua panitia melaporkan bahwa sekolah model Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) tahun 2019 Kabupaten Kapuas berjumlah 33 sekolah yang terdiri dari 20 sekolah tingkat dasar, 9 sekolah tingkat menengah, 3 sekolah tingkat atas, 1 sekolah kejuruan. Dari 33 sekolah model yang diikutkan dalam kegiatan ini ada 10 sekolah dan nantinya dalam kegiatan ini akan dinilai dan diseleksi oleh tim juri dari LPMP yang memutuskan 4 sekolah yang akan dikirim untuk perwakilan Kabupaten Kapuas mengikuti Ekspose Sekolah Model SPMI tingkat Provinsi.
Peserta kegiatan ini menampilkan dokumen tertulis, foto, dan video hasil kegiatan SPMI, profil sekolah, program unggulan sekolah, dan prestasi yang dicapai sekolah.
Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Kalimantan Tengah yang diwakili oleh Kepala Seksi Pemetaan Mutu dan Supervisi Radison Laun, S.Sos dalam sambutannya menyampaikan saat ini terdapat 280 sekolah model SPMI yang tersebar di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Sekolah model adalah sekolah yang ditetapkan dan dibina oleh LPMP untuk menjadi sekolah acuan bagi sekolah lain disekitarnya. Setiap sekolah model mendapatkan bantuan dan dari pemerintah sebesar Rp7 juta, bimbingan teknis, dan mendapatkan pendampingan dari fasilitator daerah dan LPMP Kalimantan Tengah.
Bupati Kapuas Ir. Ben Brahim S. Bahat, MM.,MT dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Drs. Ilham Anwar, M.Pd mengungkapkan penjaminan mutu pendidikan pada satuan pendidikan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya budaya mutu pada seluruh komponen satuan pendidikan, sehingga perlu adanya kesadaran kolektif dalam proses peningkatan mutu yang dilakukan secara terus menerus yang diwujudkan melalui penjaminan mutu secara mandiri sesuai dengan standar mutu pendidikan.
Thursday, May 2, 2019
Persiapan Ekspo Sekolah Model di Citi Mall Kapuas
Wednesday, May 1, 2019
Wisata Akhir Tahun SMPN 3 Selat
Berangkat dari SMPN 3 Selat jam 06.00 Wib dengan menggunakan 6 bus.















