Pages

Selamat Datang di website pribadi kang mardi

Jumat, 29 Januari 2021

Materi Senam Irama / Ritmik

 Pengertian Senam Irama

Senam irama adalah gerakan senam ataupun gerakan bebas yang dibarengi dengan musik atau nyanyian sesuai dengan irama yang mengikutinya. Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam senam irama meliputi: keluwesan, kesinambungan gerakan, dan ketepatan irama. Rangkaian senam irama dapat dilakukan dengan cara berjalan, berlari, melompat, loncat, serta ayunan, dan putaran tangan.

Senam irama Senam irama atau disebut juga senam ritmik adalah gerakan senam yang dilakukan dengan irama musik, atau latihan bebas yang dilakukan secara berirama.Senam ritmik dapat dilakukan dengan menggunakan alat ataupun tanpa alat. Alat yang sering digunakan adalah ganda, simpai,tongkat, bola, pita dan topi.

Senam irama atau  senam ritmik adalah salah satu cabang senam artistik dimana seorang atlet atau sekelompok atlet senam mempertunjukkan koreografinya yang kental dengan nuansa akrobatik, balet dan tari modern dengan atau tanpa alat bantu senam yang berupa bola (ball), pita (ribbon), tali (rope), gada (club), dan simpai (hoop).

Senam irama ini merupakan senam yang dipertandingkan dalam olimpiade dan pertandingan senam irama internasional, sementara itu senam aerobik misalnya, merupakan senam yang dilakukan untuk sekedar menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dimana dalam senam ini sekelompok peserta melakukan gerakan senam dengan dipandu oleh seorang pemandu senam.

Sejauh ini senam irama hanya dilakukan/diperuntukkan oleh kaum hawa. Namun akhirnya Jepang mulai mempelopori untuk menciptakan nomor putra dalam senam irama meski hal ini masih berlaku di kalangan Jepang saja.Senam ini di dominasikan oleh kaum hawa Pertama-tama karena senam ini dilahirkan di Eropa oleh beberapa pakar yang justru merupakan pakar di bidang seni. Dalam perkembangannya, senam irama sangat banyak mengadopsi gerakan balet dan waktu itu tari balet ini juga identik dimiliki oleh kaum hawa.

Hal ini berlangsung turun-temurun sehingga senam irama yang awalnya memang dilakukan oleh kaum hawa, menjadi identik sebagai kegiatan olah raga kaum hawa dan sampai sekarang telah menjadi tradisi yang demikian.

Sejarah Senam Irama

Sejarah senam irama bermula dari gagasan Jean-Georges Noverre (1727-1810), Francois Delsarte (1811-1871), dan Rudolf Bode (1881-1970). Ketiganya percaya atas pentingnya ekspresi gerak dimana seseorang menggunakan tubuhnya untuk mencipta keindahan melalui rangkaian gerak tertentu.

Gagasan tersebut kemudian dikembangkan oleh Peter Henry Ling pada abad ke 19 dalam suatu sistem latihan yang disebut sebagai Swedish system (sistem Swedia) dari gerakan bebas yang kemudian dipromosikan sebagai “gymnastik estetis” yang mana seorang atlet mengekspresikan dirinya, emosi dan perasaannya melalui pergerakan tubuh.

Ide tersebut kemudian dikembangkan lagi oleh Catharine Beecher, pendiri Western Female Institute di Ohio, Amerika Serikat pada tahun 1837. Dalam program latihan yang diciptakan Beecher ini, yang dikenal dengan istilah “grace without dancing”, pesenam perempuan berlatih dengan menggunakan musik mulai dari gerakan sederhana menuju gerakan kompleks. Semenjak itu mulai bermunculan para pelopor gagasan mengenai tubuh, ekspresi tubuh, gerak dan musik dengan berbagai jenis gaya. Kemudian pada tahun 1900, semua jenis gaya tersebut dikombinasikan di sekolah Gymnastics Rhytmic Swedia dan setelahnya banyak juga sekolah-sekolah gymnastik yang mengembangkan hal serupa.

Pada tahun 1929, Hinrich Medau mendirikan sekolah di Berlin dan menciptakan gagasan gymnastik modern yang memiliki perbedaan mendasar dari gaya-gaya sebelumnya, yakni Medau menciptakan suatu sistem gerak senam artistik dengan menggunakan alat (bola, pita, tali, gada, dan simpai) sehingga senam ini mulai terlihat berbeda dengan pertunjukan balet kontemporer, tari atau akrobat.

Kompetisi senam irama dimulai pada tahun 1940 di Rusia. FIG sendiri kemudian memasukkan senam irama sebagai salah satu cabang senam pada tahun 1961. Mula-mula senam ini bernama modern gimnastik, lalu berubah menjadi olahraga gimnastik ritmis, dan terakhir berubah menjadi senam irama atau gimnastik ritmis. Pertandingan internasioal pertama kali dalam cabang ini untuk atlet individual dimulai di Budapest pada tahun 1963, sementara pertandingan grup mulai ada pada kompetisi di Copenhagen, Denmark pada tahun 1967. Senam ritmik mulai diadakan dalam olimpiade di tahun 1984 di Los Angles untuk kelas individu. Lalu untuk pertandingan kelompok mulai masuk pada tahun 1996 di Olimpiade Atlanta

Unsur dan Jenis Senam Irama

Unsur-unsur yang diperlukan dalam senam irama adalah :

  1. Kelentukan
  2. Keseimbangan
  3. Keluwesan
  4. Fleksibilitas
  5. Kontinuitas
  6. Ketepatan

Dengan irama kita perlu menguasai teknik gerakan pada senam irama agar mencapai gerakan yang serasi dan bermanfaat bagi jasmani dan rohani.Hal ini sesuai dengan tujuan senam yaitu membentuk keindahan tubuh, kebugaran dan kekuatan. Ada tiga hal yang harus ditekankan pada senam irama, yaitu:

  • Ketepatan musik/irama
  • Kelentukan (fleksibilitas)
  • Kontinuitas gerakan

Jenis Macam Aliran Senam Irama

  1. Senam irama yang berasal dari seni sandiwara, dipelopori oleh Delsarte tahun 1811 – 1871, seorang sutradara. Ia menghendaki agar gerakan dalam sandiwara yang dibuat-buat itu dapat dilakukan dengan gerakan yang wajar. Tetapi ia belum berhasil, karena sifat kesandiwaraan masih terlihat dalam aliran ini. Dialah yang pertama-tama menciptakan system senam irama.
  2. Senam irama yang berasal dari seni music ini dipelopori oleh Jacques Dalcroze, seorang guru music yang ingin menyatakan lagu-lagu dalam bentuk gerakan. Dalam sistemnya sudah tentu lebih mementingkan music dari pada gerakan. Murid Dalcroze, Bode, berpendapat bahwa gerakan itu harus digerakkan dari dalam ke feri-feri. Maka senamnya terkenal dengan nama “Ausdruk Gymnastiek” artinya senam yang dijalankan dengan penuh perasaan. Murid Bode adalah yang sangat senang memberikan latihan dengan alat seperti bola, gada dan simpai.
  3. Senam irama yang berasal dari seni tari, dipelopori oleh RudolfbLaban tahun 1879 – 1958. Ia berpendapat bahwa senam irama mengandung: Dressur dan Prestasi olahraga

Gerakan Dasar Senam Irama

 1. Gerakan Langkah Kaki

Gerakan langkah kaki meliputi sebagai berikut
a. Langkah biasa (looppas)
Berdiri dengan sikap tegak.Langkahkan kaki kiri dan kedua lengan di samping badan.Melangkahkan kaki kanan dan jatuhkan pada tumit, dilanjutkan melangkah dengan kaki kiri secarabergantian.Pada gerakan melangkah biasa harus diperhatikan faktor-faktor

  • Kaki mengeper pada sendi lutut.
  • Gerakan dilakukan dengan rileks.
  • Gerakan disesuaikan dengan irama

Gunakan irama 2/4 (dd), 3/4 (ddd), 4/4 (dddd) diambil sikap tegak, langkah kaki kiri, kedua lengan lepas di samping badan. Pada bilangan “satu” langkahkan kaki kanan ke depan dengan meletakkan tumit di depan telapak kaki kiri lalu baru ujung jari kaki yang terakhir. Bilangan “dua” ganti langkah kaki kiri.Ingat, di dalam melangkah lutut harus mengeper, tumit harus dijatuhkan.

b. Langkah rapat
Berdiri dengan sikap tegak. Langkahkan kaki kanan di depan kaki kiri. Kemudian, melangkahkan kaki kiri di depan kaki kanan, dilanjutkan kedua kaki rapat. Langkah kaki rapat dilakukan dengan hitungan 1 kanan, hitungan 2 kiri, dan hitungan 3 rapat

Secara prinsip, sikap langkah jatuh pada tumit dengan ketentuan sebagai berikut.

  •  Gerakan kaki mengeper pada lutut.
  • Dilakukan dengan rileks dan luwes.
  • Gerakan disesuaikan dengan irama.
c. Langkah keseimbangan (ballanspas)
Berdiri dengan sikap tegak. Hitungan satu, melangkahkan kaki kiri ke depan. Hitungan dua, kaki kanan menyusul melangkah ke depan. Sebelum kaki kanan menapak (tumit masih terangkat) kaki kiri mundur diikuti kaki kanan mundur merapat.

Secara prinsip, langkah ini dilakukan sebagai berikut:

  • Tidak ada saat berhenti;
  • Dilakukan dengan gerakan kaki mengeper;
  • Lebih tepat gunakan irama 3/4 atau 4/4.
  • Langkah depan (galoppas)
Sikap tegak anjur kiri.Pada hitungan 1, silangkan kaki kiri dimuka kaki kanan.Kraissprong dapat pula
dilakukan kebelakang.Langkah silang ini dilakukan dengan irama 2/4.

d. Langkah depan (galoppas)
  • Langkah ini diawali dengan posisi badan berdiri tegak.
  • Pada aba aba pertama kaki kiri diletakkan didepan kaki kanan.
  • Kemudian lakukan gerakan menyilang dibagian belakang dengan langkah irama 2/4.
  • Kemudian kaki kanan dalam posisi tegak dilangkahkan kedepan.
  • Kemudian diikuti dengan langkahan kaki kiri lalu kaki kanan lagi.
  • Gerakan tersebut dilakukan secara bergantian.
e. Langkah silang (kruispas)

  1. Langkah ini diawali sikap badan berdiri.
  2. Pada aba aba pertama kaki kiri diletakkan kedepan dengan posisi menyilang.
  3. Pada aba aba kedua kaki kanan melangkah ke arah samping kanan. Pada jenis langkah ini menggunakan ritme 2/4 atau dd.

 2. Gerakan Ayunan Tangan

a. Ayunan satu lengan ke depan belakang

  1. Sikap permulaan berdiri tegak, melangkah, kedua lengan lurus ke depan.
  2. Hitungan 1: ayun lengan kiri ke belakang diikuti kedua lutut mengeper.
  3. Hitungan 2: ayunkan kembali tangan kiri ke depan.
  4. Hitungan 3-4: sama dengan hitungan 1 – 2 hanya dilakukan dengan tangan kanan.
  5. Lakukan Pembelajaran ini 6 x 4 hitungan dengan irama 4/4

b. Ayunan satu lengan ke samping


  1. Sikap permulaan berdiri tegak, ayunkan kedua lengan ke samping kanan
  2. Hitungan 1: ayunkan lengan kiri dari depan ke samping kiri diikuti kedua lutut mengeper.
  3. Hitungan 2: ayunkan kembali lengan kiri ke depan.
  4. Hitungan 3-4, lengan kanan melakukan gerakan seperti tangan kiri pada hitungan 1 dan 2.
c. Ayunan Satu Lengan Ke Samping Bersamaan Dengan Memindahkan Berat Badan

  1. Sikap permulaan berdiri tegak, ayunkan kedua lengan ke samping kanan.
  2. Hitungan 1: ayunkan lengan kiri ke kiri.
  3. Hitungan 2: ayunkan lengan kanan ke kiri bersamaan dengan memindahkan berat badan ke kiri dan kedua lutut mengeper.
  4. Hitungan 3: ayunkan lengan kanan kembali ke kanan.
  5. Hitungan 4: ayunkan lengan kiri ke kanan bersamaan memindahkan berat badan ke kanan, kedua lutut mengeper
d. Ayunan Dua Lengan Ke Depan Belakang


  1. Sikap permulaan berdiri, kaki kiri melangkah, kedua lengan lurus ke depan.
  2. Hitungan 1: ayunkan kedua lengan ke belakang.
  3. Hitungan 2: ayunkan kembali ke depan.
  4. Hitungan 3-4, putar kedua lengan melalui bawah di samping badan.
  5. Hitungan 5,6,7,8: Pembelajaran sama dengan Pembelajaran 1,2,3,4, tetapi arahnya berlawanan.
e. Ayunan Dua Lengan Silang Di Depan Badan

  1. Sikap permulaan tegakkan kaki kiri ke samping kiri, kedua tangan direntangkan.
  2. Hitungan 1: ayunkan kedua lengan silang di depan badan.
  3. Hitungan 2: ayunkan kedua lengan kembali.
  4. Hitungan 3: ayunkan kedua lengan silang di belakang badan.
  5. Hitungan 4: ayunkan kedua lengan kembali.
  6. Hitungan 5,6,7,8, diulang gerakan hitungan 1,2,3, dan 4.
f. Variasi Gerakan Langkah Ke Depan dan Gerakan Tangan ke Atas
  1. Sikap permulaan tegak, langkahkan kaki kiri, kedua lengan ke samping.
  2. Hitungan 1: langkahkan kaki kiri ke depan, ayun kedua lengan lurus ke atas.
  3. Hitungan 2: pindahkan berat badan ke belakang sambil membungkukkan badan ke depan, ujung tangan ke bawah.
  4. Hitungan 3: tegak kembali.
  5. Hitungan 4: kaki kiri dirapatkan dan kedua lengan kembali ke sikap semula.
  6. Hitungan 5,6,7, dan 8 sama hanya ganti kaki kiri.

 3. Kombinasi Gerakan Langkah Kaki dan Gerakan Ayunan Lengan

a. Gerakan Ayunan Satu Lengan Ke Belakang dan Ke Depan




Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan satu lengan ke belakang dan ke depan aktivitas gerak berirama berikut ini.

  • Sikap awal
    Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri menyilang bergantian dan kedua lengan lurus ke depan.
  • Gerakannya
    1) Hitungan 1 : Lengan kiri diayunkan kebelakang
    2) Hitungan 2 : Lengan kiri diayunkan ke depan.
    3) Hitungan 3 : Lengan kanan diayunkan ke belakang.
    4) Hitungan 4 : Lengan kanan diayunkan ke depan
    5) Pandangan selalu mengikuti ayunan lengan.
  • Sikap akhir
    Kembali ke sikap semula.
b. Gerakan Ayunan Dua Lengan ke Belakang dan ke Depan.


Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan dua lengan ke belakang dan ke depan aktivitas gerak berirama berikut ini.

  • Sikap awal
    Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan lurus ke depan.
  • Gerakannya
    1) Hitungan 1 : Kedua lengan diayunkan ke belakang samping kiri.
    2) Hitungan 2 : Kedua lengan diayunkan kembali ke depan..
    3) Hitungan 3 : Kedua lengan diayunkan ke belakang samping kanan.
    4) Hitungan 4 : Kedua lengan diayunkan kembali ke depan.
    5) Pandangan selalu mengikuti ayunan lengan.

* Sikap akhir
Kembali ke sikap semula.

c. Gerakan Ayunan Lengan Silang dan Rentang di Depan Badan


Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan lengan silang dan
rentang di depan badan aktivitas gerak berirama berikut ini.
  • Sikap awal
    Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan direntangkan.
  • Gerakannya
    1) Hitungan 1 : Kedua lengan disilangkan di depan dada.
    2) Hitungan 2 : Kedua lengan terentang setinggi bahu.
    3) Hitungan 3 : Arahkan pandangan ke bahu kanan secara bergantian.
  • Sikap akhir
    Kembali ke sikap semula.
d. Gerakan Ayunan Lengan Melingkar Di Atas Kepala
Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan lengan melingkar di atas kepala aktivitas gerak berirama berikut ini.
  • Sikap awal
    Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan lurus ke depan.
  • Gerakannya
    1) Hitungan 1 : Kedua lengan diayunkan ke kanan melingkar ke dalam satu lingkaran di atas kepala.
    2) Hitungan 2 : Berdiri tegak, langkahkan kaki kanan dan kedua lengan lurus ke depan.
    3) Hitungan 3 : Kedua lengan diayunkan ke kiri melingkar ke dalam satu lingkaran di atas kepala.
    4) Hitungan 4 : Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri dan kedua lengan lurus ke depan.
    5) Pandangan mengikuti gerakan lengan.
  • Sikap akhir
    Kembali ke sikap semula.
e. Gerakan Ayunan Satu Lengan Horizontal ke Kiri dan ke Kanan

Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan satu lengan horizontal ke kiri dan ke kanan aktivitas gerak berirama berikut ini.
  • Sikap awal
    Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan direntangkan
  • Gerakannya
    1) Hitungan 1 : Lengan kiri diayun ke kanan di depan badan.
    2) Hitungan 2 : Lengan kiri diayun ke kiri (sikap semula).
    3) Hitungan 3 : Lengan kanan diayun ke kiri di depan badan.
    4) Hitungan 4 : Lengan kanan diayun ke kanan (sikap semula)
    5) Setiap ayunan diikuti dorongan panggul.
  • Sikap akhir
    Kembali ke sikap semula.

f. Gerakan Ayunan Kedua Lengan Ditarik Ke Dada Dan Didorong Ke Depan


Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan kedua lengan ditarik ke dada dan didorong ke depan aktivitas gerak berirama berikut ini.
  • Sikap awal
    Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan lurus ke depan.
  • Gerakannya
    1) Hitungan 1 : Kedua lengan diluruskan di depan dada.
    2) Hitungan 2 : Kedua lengan ditarik di depan dada.
    3) Hitungan 3 : Kedua lengan didorong ke depan (sikap semula)
    4) Setiap ayunan diikuti dorongan panggul.
  • Sikap akhir
    Kembali ke sikap semula.

g. Gerakan Ayunan Dua Tangan Setinggi Bahu





Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan kedua tangan setinggi bahu aktivitas gerak berirama berikut ini.
  • Sikap awal
    Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri ke samping kiri dan kedua lengan lurus ke samping kanan.
  • Gerakannya
    1) Hitungan 1 : Kedua lengan diayunkan ke kiri.
    2) Hitungan 2 : Kedua lengan diayunkan ke kanan.
    3) Hitungan 3 : Kedua lengan diayun melingkar satu lingkaran ke kiri di atas kepala.
    4) Hitungan 4 : Kedua lengan lurus ke samping kiri.
    5) Setiap gerakan ini diulang, ayunan lengan dari samping kiri.
  • Sikap akhir
    Kembali ke sikap semula
h. Gerakan Ayunan Satu Lengan Ke Kaki Kanan dan Kiri Secara Bergantian

Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan satu lengan ke kaki kanan dan kiri secara bergantian aktivitas gerak berirama berikut ini.

  • Sikap awal
    Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri ke samping kiri dan kedua tangan direntangkan.
  • Gerakannya
    1) Hitungan 1 : Tangan kanan diayun menyentuh ujung kaki kiri dan badan membungkuk.
    2) Hitungan 2 : Tangan kembali diayun ke sikap semula.
    3) Gerakan dilakukan bergantian dengan tangan kiri.
  • Sikap akhir
    Kembali ke sikap semula.

Senam Irama Dengan Alat

Sesuai dengan laju dan perkembangan cabang-cabang olahraga, begitu pula dengan cabang olahraga senam irama, dulu disebut Rhytmic Gymnastics (senam irama) pada masa sekarang disebut modern Rhytmic Gymnastics. Pada senam irama modern ini selain mempertandingkan rangkaian Senam Irama Modern tanpa alat tangan, alat lima alat yang dipertandingkan baik secara perorangan maupun secara beregu. Alat tersebut terdiri atas: bola (balls), tali (ropes), simpai (hoops), pita (ribbons) dan gada (clubs).

Kelima permainan itu boleh dimainkan secara perorangan dan boleh secara beregu.Setiap alat mempunyai karakteristik masing-masing.

 

Bola (balls)
Ukuran bola tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil, asal dapat dipegang oleh jari-jari tangan dan dapat dikuasai agar tidak mudah jatuh.Bola boleh terbuat dari karet atau plastik. Kompetisi berat
bola 400gr, lingkarannya 18-20 cm.
Cara memainkannya: Bola boleh dilempar ke atas kemudian ditangkap lagi, boleh digelundungkan baik di lantai maupun pada tubuh si pesenam sendiri.

 

Tali (ropes)
Tali seluruhnya terbuat dari bahan yang halus, tidak ada tempat memegang yang khusus.Panjang tali disesuaikan dengan tinggi pesenam itu sendiri. Cara mengukurnya, tengah-tengah tali diinjak oleh salah satu kaki si pesenam kedua ujung tali dipegang oleh tangan kiri dan kanan kemudian ujung tali yang dipegang diletakkan di depan bahu.
Cara memainkannya: Tali dipegang ujungnya baik satu tangan maupun oleh kedua tangan. Tali bebas untuk dimainkan, boleh dilewatkan ke atas kepala atau ke bawah telapak kaki sambil loncat, boleh di lempar ke atas, yang penting tali itu tetap dikuasai dan dimainkan selama waktu rangkaian yang sudah ditentukan.

Simpai (hoops)
Boleh dibuat dari kayu atau plastik ataupun dari bahan lainnya.Berat sebuah simpai tidak lebih dari 300 gram, warnanya bebas boleh putih, kuning atau warna campuran (belang-belang). . tidak termaksud tongkat untuk orang dewasa diameter atau garis tengahnya. 80-90 cm diukur dari sebelah dalam.
Cara memainkannya: Dalam penampilan simpai boleh dipegang oleh satu tangan ataupun dua tangan. Sebelum dapat memainkan simpai dengan baik harus dikuasai macam-macam cara pegangnya. Misalnya: Reguler grip, Reserve grip, Inside grip, Outsite grip dan mixed grip. Simpai boleh dilempar, boleh digelundungkan, menurut teknik dan peraturan-peraturan yang berlaku.

 

Pita (ribbons)
Terbuat dari bahan yang halus seperti kain saten. Panjang pita 6 meter tidak termaksud tongkat (stick) untuk pegangan.Berat pita termaksud tongkat (stick) untuk pegangan 35 gram.Tongkat untuk pegangan terbuat dari kayu, bamboo atau bahan lain, misalnya fiber glass. Panjang stick 50-60 cm. Diameter stick 1 cm.Mengayun, memutar, mempuat angka delapan, berbelit-belit seperti ular, spiral dan macam-macam lemparan.

Gada (clubs)
Terbuat dari kayu atau bahan plastik, bentuk gada hampir sama dengan botol. Panjang gada 40-50 cm. Berat gada 150 gram.
Latihan dengan gada: Mengayun, memutar, memukul, melempar dan menangkap.
Dari kelima alat masing-masing di dalam melakukan rangkaian diiringi music. Lapangan yang
dipergunakan untuk suatu rangkaian senam irama ialah lantai yang ditutup oleh matras yang berukuran 12 X 12 cm.

Prinsip Gerakan-Gerakan Dalam Senam Irama

Karena sifat tekanan seperti hal-hal tersebut di atas itu lebih banyak dimiliki oleh putri, maka senam irama umumnya dilakukan oleh putri.

  1. Irama
    Pada dasarnya irama telah dikenal oleh mahasiswa semasa di Sekolah Menengah Pertama maupun di sekolah Menengah Atas, misalnya irama: 2/3, 3/4, 4/4 dan sebagainya.
  2. Kelentukan tubuh dalam gerakan (flexibilitas).
    Prinsip kelentukan dalam gerakan akan diperoleh berkat latihan yang tekun dan akan makan waktu yang cukup lama.
  3. Kontinuitas Gerakan
    Kontinuitas gerakan akan diperoleh dari rangkaian gerak-gerak senam yang telah disusun dalam bentuk rangkaian yang siap ditampilkan. Ini membutuhkan latihan yang tekun dan cukup lama.Maka demi terciptanya keserasian dalam gerak irama harus dikuasai secara matang.

Komponen Kesegaran Jasmani Dalam Senam

Komponen-Komponen Kesegaran Jasmani Yang Terdapat Dalam Senam

Kesegaran jasmani pada hakekatnya bukan sesuatu keadaan yang berdiri sendir, melainkan lebih merupakan perpaduan dari beberapa komponen.Pemisahan atau membeda-bedakan komponen-komponen itu saaatu sama lain hanya mungkin dalam perbincangan teori, karena selalu saja ada bagian-bagian yang tak dapat dipisahkan. Ada empat komponen dasar yang mutlak diperlukan dalam memelihara dan meningkatkan kesegaran jasmani serta sikap tubuh yang baik yaitu kekuatan otot, kelentukan, daya tahan dan relaksasi.Keempat komponen dasar tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan senam.


·         Kekuatan otot

Kekuatan otot yang dalam bahasa Inggris disebut “Muscular Streengght” merupakan komponen dasar yang penting dalam menyelesaikan tugas-tugas fisik yang memerlukan pengerahan tenaga.Kekuatan ialah kemampuan mengerahkan tenaga dalam melawan bebanatau tahanan.Otot-otot yang kurang diberi pekerjaan atau kurang terlatih cendrung menjadi lemah, kendor, kurang tenaga. Namun dengan latihan dan kerja yang teratur dan berkesinambungan maka otot-otot akan menjadi kuat.

Dengan senam yang direncanakan kekuatan dapat dikembangkan serta tegangan otot diperbaiki.Kekuatan penting dalam kegiatan manusia, selain itu juga untuk memelihara bentuk tubuh dan sikap yang baik. Namun perlu diingat bahwa tidak setiap pekerjaan memerlukan kekuatan otot yang sama. Karena itu tidak sepatutnya kita berharap agar setiap orang memiliki kekkuatan yang sesuai dengan jenis pekerjaannya.Pola-pola kegiatan yang menggunakan kekuatan otot contohnya ialah menari beban seperti pada tarik tambang atau menarik pedati, mendorong benda berat, menjinjing dan menjunjung.

Pola kegiatan lain yang menggunakan kekuatan yang dipadukan dengan kecepatan, contohnya menendang bola dengan keras. Perpaduan kekuatan dan kecepatan disebut “power” memang peranan penting dalam keterampilan olahraga.Otot-otot terdiri atas sejumlah fibrin (serabut otot) yang secara genetis jumlahnya tidak ssama bagi setiap individu.Jumlah fibril yang lebih banyak mempunyai potensi fungsional lebih tinggi dari yang kurang.Artinya dapat lebih kuat, bila sama-sama dilatih.Otot yang terlatih menjadi lebih besar, fibril-fibril lebih gemuk dan menjadi lebih kuat.Besarnya otot ada hubungannya dengan kekuatan dan daya tahannya.

·         Kelentukan

Kelentukan ialah derajat kemampuan gerak pada berbagai persendiaan atau beberapa persendiaan.Seperti gerakan melipat siku hanya bekerja satu persendiaanyaitu persendian engsel.Tetapi pada gerakan membungkuk yang bekerja adalah sejumlah persendiaan, yaitu tulang-tulang leher, punggung, pinggang.

Kelentukan merupakan syarat mutlak untuk mengerahkan kekuatan dengan derajat kemungkinan gerak penus secara efisien. Sebagai contoh misalnya gerakan mengambil bola (cock) rendah dekat net pada permainan bulu tangkis, di mana pemain harus melangkahkan kaki secara penuh sambil menyodorkan tangan ke depan. Walaupun pada gerakan ini kekuatan dan kecepatan bekerja, tetapi peranan kelentukan sangat menentukan.

·         Daya tahan

Daya tahan sering diberi batasan sebagai kemampuan secara jasmaniah seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu dalam waktu yang cukup panjang tanpa sesudahnya mengalami kelelahan yang berlebihan, dalam arti pulih dalam waktu yang wajar. Daya tahan adalah kemampuan menunda kelelahan yang akan menyertai kerja fisik. Batasan ini sebenarnya sama pengertiannya dengan yang terdahulu.

Daya tahan ada bermacam-macam seperti daya tahan mengetik selama lima jam dalam sehari, seharian mendaki bukit, berlari satu setengah kilo meter dan lain-lain. Namun demikian daya tahan itu secara praktis menyangkut kemampuan kerja sistem cardio vascular respiratory (sistem peredaran darah dan pernafasan) yang disebut juga ergosistem sekunder.

  1. Daya tahan otot
    Daya tahan otot ialah daya tahan setempat (lokal) pada otot yang bekerja untuk sesuatu kegiatan.Daya tahan otot bergantung pada dua hal yaitu kekuatan otot dan pengerahan (suplai) darah terhadap kelompok-kelompok otot tersebut.Otot-otot dengan kekuatan yang lebih besar mempunyai daya tahan yang lebih besar pula. Dengan kata lain yang lebih kuat kerjanya lebih efisien dan kelelahan dikurangi. Sebagai contoh misalnya seseorang yang tangannya berotot kuat akan dapat melakukan gerakan push up lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan berotot kurang kuat.
  2. Daya tahan cardio vascular respiratory
    Daya tahan ini menyangkut kemampuan tubuh untuk mengerahkan daerah yang mengandung O2 dan nutrisi kejaringan tubuh yang aktif, serta menyangkut sisa-sisa metabolism kea lat-alat pengeluarannya.Itu semua berhubungan dengan kekuatan dan tonus (tegangan) jantung.Kerja paru-paru, peredaran darah dan mobilisasi cadangan energi dalam menghadapi tekanan yaitu latihan jasmani dan kerja. Jantung adalah otot seperti otot-otot yang lain bila terlatih menjadi lebih kuat dansebagai akibatnya dapat memompa darah lebih banyak, dengan demikian maka denyut nadi lebih tenang.

Jantung yang lebih kuat lebih cepat bereaksi terhadap kegiatan jasmani yang meningkat, tetapi juga lebih cepat menurun kea rah normal denyutannya.Latihan daya tahan cardio vascular respiratory selain memperkuat jantung yang berarti melancarkan peredaran darah juga mempengaruhi kapasitas vital yaitu jumlah O2 yang dapat diambil oleh paru-paru pada saat bernafas, sehingga tarikan nafas pada saat istirahat tidak dalam.

·         Relaksasi

Komponen keempat dari pada kesegaran jasmani adalah relaksasi.Komponen ini sebenarnya bersifat jasmaniah dan rohaniah.Secara jasmaniah maka relaksasi adalah kemampuan melepaskan ketegangan yang berlebihan pada saraf otot.Ketegangan yang berlebihan pada saraf dan otot dapat disembuhkan dengan berolahraga yang mengandung unsur rekreatif.Saraf dan otot harus berada dalam tegangan yang optimal.

Manfaat Senam Irama

  1. Manfaat Fisik
    Orang yang melakukan senam irama secara rutin akan mengembangkan kemampuan daya tahan, otot, kekuatan, tenaga, kelentukan, koordinasi, kelincahan dan keseimbangan.
  2. Manfaat Mental
    Orang yang rutin melakukan senam irama mampu menggunakan kemampuan berfikirnya secara aktif dan kreatif melalui pemecahan masalah gerak.
  3. Manfaat Sosial
    Kegiatan senam dilakukan secara bersama-sama dalam hal ini maka akan terwujud interaksi sosial.

 

TUGAS 

Buatlah rangkaian gerakan senam ritmik minimal 1 x 8 hitungan durasi video Paling lama 1 menit menggunakan seragam olahraga SMPN 3  Selat. Boleh dilakukan sendiri atau kelompok (maksimala 4 orang). Waktu upload video 7 hari. Batas terakahir upload 4 Perbruari 2021.

Jika ada kesulitan silahkan chat bapak via WA atau datang ke sekolah.

Upload video ke link di bawah ini :

Link 1 : meggunakan email sekolah (smpn3selat.sch.id)

https://forms.office.com/Pages/ResponsePage.aspx?id=V5gSdINA10mUuMUi8o6v9PxiqcC94TNLpyEV_HWTSOJUMlVSUDlaVkMzRkdUS0NJTVZFWjhXT1lFWC4u


atau menggunakan

Link 2 (menggunakan emaila pribadi (gmail.com)

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdkXpXkrKOKp_mmMnmK26HS1oHdDmCPs-No8rsxu0JA6Yr1ZQ/viewform?usp=sf_link



Jumat, 15 Januari 2021

MATERI SENAM LANTAI



Sejarah

Senam mulai dikenal di negara Indonesia sekitar tahun 1912, tepatnya waktu masa penjajahan Belanda sedang berlangsung.

Masuknya olahraga senam ini bersamaan dengan penetapan pendidikan jasmani sebagai salah satu mata pelajaran wajib yang ada di sekolah.

Sebab, senam adalah salah bagian dari penjaskes, sehingga dengan sendirinya senam juga otomatis ikut diajarkan di dalam sekolah.

Senam yang pertama kali dikenalkan pada waktu itu ialah senam versi Jerman.  Senam yang satu ini menekankan kepada kemungkinan berbagai gerakan yang kaya akan alat pendidikan.

Kemudian pada tahun 1916, sistem itu digantikan dengan sistem Swedia yang lebih menekankan kepada manfaat gerak.

Sistem ini diciptakan dan dibawa oleh seorang perwira kesehatan yang berasal dari angkatan laut  kerajaan Belanda yang bernama Dr. H. F. Minkema.

Melalu Minkema inilah senam di Indonesia mulai menyebar hingga berbagai daerah. Ketika tahun 1918 Minkema lalu membuka kursus senam Swedia yang bertempat di kota Malang. Yang diperuntukan bagi para tentara dan guru.

Walaupun demikian, awal mula penyebaran senam ini diyakini berasal dari Bandung.

Sebab, sekolah pertama yang berhubungan dengan senam didirikan di kota Bandung di tahun 1922 pada saat dibukanya MGSS (Militaire Gymnastiek en Sporschool).

Mereka yang telah lulus dari sekolah tersebut nantinya akan menjadi instruktur senam Swedia di beberapa sekolah.

Melihat pesatnya pertumbuhan senam yang baik. Kemudian MGSS mulai membuka cabang di beberapa daerah kota lainnya, seperti:

  • Bogor
  • Malang
  • Surakarta
  • Medan
  • Probolinggo.
Jenis Jenis Senam Lantai

Ada banyak sekali jenis dari senam lantai yang tingkat kesulitannya berbeda diantara satu dengan lainnya. Bahkan untuk melakukannya dibutuhkan latihan bertahun-tahun lamanya.

Berikut beberapa jenis dari senam lantai yang akan dibahas, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Sikap Lilin


Sikap lillin merupakan salah satu dari gerakan senam lantai yang biasanya dilakukan di atas matras. Dengan kaki yang tegak berada di atas seemntara kepala berada dibawah sehingga akan berbentuk menyerupai lilin.

Tujuan dari sikap lilin ialah guna melatih keseimbangan tubuh serta menjaga tubuh agar tetap sehat. Tak hanya itu saja, sikap lilin merupakan senam lantai dasar untuk senam kategori yang lainnya.

Untuk dapat melakukan gerakan ini diperlukan latihan yang rutin supaya hasil yang diperoleh maksimal. Dan buat kamu yang masih pemula dapat meminta bantuan kepada teman.

Tetapi perlu diingat ya, sebelum melakukan gerakan ini harus dipastikan terlebih dahulu jika kalian sudah melakukan pemanasan terlebih dahulu. Hal tersebut supaya tidak terjadi kecelakaan maupun cedera.

Berikut beberapa langkah untuk melakukan sikap lilin yang benar:

  1. Langkah pertama yang harus dilakukan ialah tidur terlentang dengan kedua kaki lurus. Semenara kedua tangan lurus berada di samping kanan dan kiri badan.
  2. Pandangan lurus ke atas. Setelah itu angkat kedua kaki dan juga pinggul dibantu dengan menggunakan kedua tangan untuk mendorong kaki ke atas.
    Kaki harus rapat serta didorong dengan menggunakan tangan yang berbentuk seperti siku. Pastikan kaki dan juga pinggul kalian lurus, setelah itu atur dan jaga keseimbangannya.
  3.  Ketika sedang melakukan pendaratan atau yang simplenya menurunkan kaki harus dilakukan secara pelan pelan. Hal tersebut berguna supaya tidak terjadi cedera.

Berikut beberapa cara untuk memberikan bantuan sikap lilin:

  1. Orang yang akan membantu posisinya berada di samping atau dapat juga di depannya untuk sealnjutnya membantu mengangkat kedua kaki temannya serta menahannya.
  2. Pegang pergelangan kaki pada waktu meluruskan kedua kaki di atas.

Kesalahan yang sering terjadi pada waktu melakukan sikap lilin:

  1. Pinggang hanya ditopang dengan menggunakan ibu jari.
  2. Kedua kaki cenderung condong kebelakang, sehingga berat untuk ditopang serta tidak bisa bertahan dalam waktu yang lama.
  3. Kedua kaki cenderung condong ke depan.
  4. Penempatan siku-siku tangan terlalu keluar dari garis lebar badan yang semestinya.
  5. Tidak atau kurang bertumpu kepada pundak.
2. KESEIMBANGAN

Yang dimaksud dengan keseimbangan adalah suatu sikap yang menuntut daya keseimbangan yang 
besar apakah sikap tersebut dilakukan dalam bentuk berdiri atau duduk/jongkok. 

Latihan Keseimbangan 1
Dilakukan berteman atau dekat tembok untuk berpegang bila perlu. Setelah berdiri (atas satu kaki) kaki yang diluruskan ke depan dibawa dengan perlahan ke samping dan diteruskan ke belakang. Sikap terakhir ditahan beberapa saat, kemudian kembali tegak atas kedua kaki. Badan condong mengimbangi kaki yang diluruskan

3. Handstand

Handstand merupakan posisi berdiri dengan memanfaatkan kedua tangan untuk menopang seluruh badan. Dan tangan berada di bawah serta kaki lurus ke atas.

Gerakan ini termasuk ke dalam tingkatan senam lantai yang cukup sulit untuk dilakukan sebab akan membutuhkan keseimbangan yang tinggi.

Berikut beberapa langkah untuk melakukan handstand:

  1. Langkah pertama yang harus dilakukan ialah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan.
  2. Selanjutnya gerakan secara perlahan salah satu kaki untuk lebih maju dari kaki yang lainnya.
  3. Bungkukkan badan dengan menggunakan kedua telapak tangan yang bertumpu ke matras ataupun lantai.
  4. Kemudian angkat tungkai kaki secara perlahan satu persatu.
  5. Dorong bokong setinggi-tingginya sampai dapat terangkat.
  6. Bengkokkan tungkai kearah depan sedangkan tungkai belakang diluruskan.
  7. Posisi akhir ialah badan yang dalam posisi terbalik sebesar 180 derajat. Serta dalam keseimbangan dengan kedua tungkai rapat dan juga lurus.
  8. Bagi kamu yang pemula. Bila belum berpengalaman dalam melakukannya bisa memanfaatkan dinding ataupun tembok sebagai bantuan sandaran maupun tumpuan kedua kaki.

Berikut beberapa cara untuk memberikan bantuan handstand:

  1. Memberikan bantuan dalam gerakan handstand ialah dengan cara membantu menopang di bagian panggul, belakang paha, serta kedua pergelangan kaki.
  2. Untuk kalian yang belum cukup kuat di bagian bahu, lengan, serta tangan bila ingin jatuh diteruskan dengan roll depan supaya bisa mengurangi resiko cedera.

4. Headstand

Headstand merupakan salah satu gerakan senam lantai dengan posisi berdiri kepala berada di bawah. Serta badan ditopang dengan menggunakan kedua tangan yang membentuk segitiga.

Gerakan headstand adalah turunan dari gerakan handstand. Yang juga membutuhkan konsentrasi serta koordinasi yang lebih tinggi. Sehingga memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi daripada handstand.

Berikut beberapa langkah untuk melakukan headstand:

  1. Langkah awal yang harus dilakukan adalah membungkukkan badan dengan dahi serta kedua tangan bertumpu pada lantai.
  2. Pastikan dahi dan juga kedua tangan akan membentuk segitiga sama sisi.
  3. Letakan kepala pas di depan dengan membentuk segitiga.
  4. Jalankan kaki pelan-pelan ke arah depan.
  5. Pada waktu tulang punggung sudah dalam posisi lurus, kuatkan otot perut, tarik nafas, serta angkat 1 kaki lurus ke atas, kemudian kaki yang lainnya ke atas.

Berikut beberapa cara untuk memberikan bantuan headstand:

  1. Membantu untuk mengangkat sekaligus menarik panggul.
  2. Memegang dan juga menahan kedua kaki, pegang pada ujung pergelangan kaki serta belakang paha ataupun pinggul.

Kesalahan yang sering kali terjadi pada saat melakukan headstand:

  1. Penempatan atau posisi kedua tangan serta kepala tidak membentuk titik-titik segitiga sama sisi.
  2. Kekakuan di leher, sendi bahu, perut, pinggang, paha, otot-otot leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan juga paha kurang kuat
  3. Sikap atau posisi tangan yang salah, yakni jari tangan tidak menghadap ke depan.

5. Roll Depan (Forward Roll)

Rolling depan atau yang kita kenal dengan gerakan guling ke depan merupakan berguling ke depan dengan bagian belakang badan (tengkuk, punggung, pinggang serta panggul bagian belakang).

Secara teknis, roll depan bisa dilakukan dengan menggunakan 2 cara. Yakni dengan menggunakan teknik awalan berdiri dan juga teknik awalan jongkok.

Berikut beberapa langkah untuk melakukan roll depan dengan menggunakan awalan jongkok:

  1. Langkah pertama yang harus dilakukan ialah berjongkok dengan kedua tangan dilebarkan sebahu serta telapak tangan diletakkan di atas matras.
  2. Selanjutnya luruskan kedua kaki kemudian tekuk sedikit siku tangan.
  3. Gerakkan kepala ke arah dagu sampai menyentuh bagian dada.
  4. Selanjutnya berguling ke depan.
  5. Diikuti dengan tekukan kedua lutut, tarik dagu dan juga lutut ke depan dada dengan posisi tangan sedang merangkul lutut.
  6. Posisi akhir dari roll depan atau guling depan yaitu jongkok kemudian berdiri tegak

Berikut beberapa langkah untuk melakukan roll depan dengan menggunakan awalan berdiri:

  1. Pertama, angkat kedua tangan ke arah depan serta bungkukkan badan, kemudian letakkan telapak tangan di atas matras.
  2. Lipat kedua siku sedikit ke samping, selanjutnya masukkan kepala diantara kedua tangan.
  3. Sentuhkan bahu pada matras dan bergulinglah ke arah depan.
  4. Tekuk kedua lutut, kemudian tarik dagu dan juga lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul lutut

Berikut beberapa cara untuk memberikan bantuan untuk melakukan roll depan:

  1. Pegang belakang kepala serta menolak ke kedua lutut.
  2. Dorong punggung pada waktu akan duduk.
  3. Membantu dengan menekukkan kepala serta menempatkannya di lantai diantara kedua tangan.

Kesalahan yang sering kali terjadi pada saat melakukan roll depan:

  1. Kedua tangan yang bertumpu tidak bisa dibuka terlalu lebar atau terlalu sempit, terlalu jauh atau terlalu dekat dengan ujung kaki.
  2. Tumpuan tangan kurang atau tidak kuat, sehingga akan membuat keseimbangan badan kurang sempurna serta dapat mengakibatkan badan jatuh kesamping.
  3. Bahu tidak diposisikan di atas matras pada waktu tangan dibengkokkan.
  4. Pada waktu berguling ke depan tangan tidak ikut melolak.

6. Roll Belakang (Back Roll)

Roll belakang merupakan gaya dari gerakan senam lantai yang dimana posisi badan berguling ke arah belakang badan. Dengan melalaui bagian belakang badan, mulai dari panggul, bagian belakang yakni pinggang, punggung, serta tengkuk.

Berikut beberapa langkah untuk melakukan roll belakang:

  1. Posisi awal dalam keadaan jongkok, kedua kaki rapat, serta tumit diangkat.
  2. Kepala posisinya menunduk dan juga dagu rapat ke bagian dada.
  3. Kedua tangan terletak disamping telinga serta telapak tangan menghadap ke arah atas.
  4. Jatuhkan pantat ke arah belakang, namun badan tetap bulat.
  5. Pada waktu punggung menyentuh matras, kedua lutut segera ditarik ke bagian belakang kepala.
  6. Pada waktu kedua ujung kaki menyentuh matras di belakang kepala, kedua telapak tangan menekan matras sampai tangan lurus dan juga kepala terangkat.
  7. Mengambil sikap jongkok, dengan cara lurus ke depan sejajar dengan bahu, kemudian berdiri.

Berikut beberapa cara untuk memberikan bantuan untuk melakukan roll belakang:

  1. Menopang sekaligus mendorong pinggang ke arah guling belakang serta membawanya ke arah guling.
  2. Membantu dengan mengangkat panggul dan juga membawa ke arah guling.

Kesalahan yang sering kali terjadi pada saat melakukan roll belakang:

  1. Peletakan tangan terlalu jauh ke bagian belakang, sehingga pada waktu tolakan, tubuh dan tangan tidak kuat.
  2. Keseimbangan tubuh kurang atau tidak baik pada saat mengguling ke belakang. Hal ini dapat terjadi dikarenakan sikap tubuh yang kurang bulat
  3. Posisi pada saat mengguling kurang sempurna. Hal ini dapat terjadi karena kepala menoleh ke samping.
  4. Keseimbangan tidak terjaga dengan baik sebab mendarat dengan lutut (seharusnya telapak kaki).

7. Meroda (Cart Wheel)

Meroda merupakan suatu gerakan ke samping dalam senam lantai. Pada waktu bertumpu dengan menggunakan kedua tangan dengan kaki yang terbuka lebar.

Meroda bisa dilakukan dengan menggunakan awalan ke kiri atau ke kanan, terserah sesuai dengan bagaimana posisi yang menurut kalian enak. Gerakan meroda akan membutuhkan koordinasi gerak yang baik dan akurat.

Berikut beberapa langkah untuk melakukan gerakan meroda:

  1. Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu dengan berdiri tegak serta kedua tangan lurus di samping badan.
  2. Kemudian buka kaki selebar bahu sedangkan kedua tangan lurus ke atas dan membentuk huruf V.
  3. Jatuhkan badan ke arah kiri sembari meletakkan telapak tangan kiri ke atas matras.
  4. Angkat kaki yang kiri lurus ke atas.
  5. Selanjutnya, taurh tangan kanan di samping tangan kiri.
  6. Angkat kaki kanan lurus ke atas sedangkan kaki kiri juga mulai turun kembali.
  7. Angkat tangan kiri diikuti dengan kaki kiri.
  8. Kembali ke posisi awal saat berdiri tegak.

Berikut beberapa cara untuk memberikan bantuan untuk melakukan cart wheel :

  1. Satu orang teman akan memberikan pertolongan dengan cara berdiri di belakang orang yang nantinya akan melakukan gerakan meroda.
  2. Pada waktu badan dan juga kedua kaki yang melakukan meroda terangkat ke atas. Maka si teman akan dengan cepat memegang kedua sisi pinggulnya
  3. Diikuti dengan melakukan gerakan meroda ke samping. Serta teman yang membantu tetap memegang kedua sisi pinggulnya hingga kedua kaki menumpu di lantai.

Kesalahan yang sering kali terjadi pada saat melakukan meroda:

  1. Hentakan atau lemparan kaki yang kurang kuat.
  2. Hentakan atau lemparan kaki bergerak ke arah depan, yang dimana seharusnya ke arah atas.
  3. Penempatan tangan pertama di lantai yang terlalu dekat dengan kaki tolakan.
  4. Sikap badan kurang melenting.
  5. Kedua siku yang dibengkokan.

8. Salto (Summersault)

Salto merupakan salah satu gerakan berguling di udara, salto juga dapat dilakukan ke depan ataupun kebelakang.

Mungkin salto merupakan salah satu gerakan senam lantai yang tersulit. Sehingga harus sering dilatih supaya dapat melakukan gerakan ini. Sebab apabila gagal dalam melakukan salto dapat berakibat fatal.

Sebelum melakukan salto ada baiknya melakukan pemanasan salah satunya dengan melakukan loncat harimau.

Berikut beberapa cara untuk memberikan bantuan untuk melakukan salto:

  1. Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu dengan berdiri tegak dan posisi kedua tangan lurus di samping badan.
  2. Selanjutnya melangkahlah kaki beberapa kali atau bila perlu berlarilah, sebelum melakukan tolakan sekuat tenaga.
  3. Ayunkan tangan ke bawah pada waktu melakukan tolakan untuk memberikan dorongan tambahan.
  4. Ketika badan sedang melayang di udara, lipat tangan ke arah lutut serta kemudian tundukkan kepala.
  5. Sesudah badan berputar 360 derajat, luruskan tungkai untuk melakukan pendaratan.
  6. Dan diikuti dengan tangan diangkat ke atas.
  7. Posisi terakhir yaitu berdiri tegak kembali dengan menggunakan tangan sebagai keseimbangan.

Kesalahan yang sering kali terjadi pada saat melakukan salto:

  1. Pada waktu sedang melakukan tolakan, kedua kaki kurang kuat.
  2. Kedua lengan kurang atau tidak kuat terayun ke atas.
  3. Loncatan condong ke depan, bukan ke atas. Hal tersebut akan mengakibatkan loncatan tidak dapat mencapai tinggi yang maksimal. Kesalahan jenis ini seringkali akan membuat kalian mendarat dengan posisi duduk.
  4. Posisi badan yang kurang melingkar. Sebab, lutut serta tangan tidak rapat, kepala juga tidak menunduk.
  5. Pada waktu pendaratan lengan tidak merentang ke atas tetapi di ayun ke arah depan. Hal ini tentunya akan mengurangi keseimbangan.

9. Lompat Harimau

Sesuai dengan namanya, lompat harimau meruoakan gerakan melompat yang sangat mirip dengan harimau pada saat akan menerkam mangsa.

Secara teknis, teknik yang biasa digunakan pada saat lompat harimau kurang lebih sama halnya dengan teknik yang digunakan pada guling depan. Yang membedakan hanya pada awalannya saja.

Berikut beberapa cara untuk memberikan bantuan untuk melakukan lompat harimau:

  1. Posisi pertama yang harus dilakaukan yaitu berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan.
  2. Menggunakan papan tolakan, serta melompatlah ke arah depan dengan lengan diayunkan ke atas.
  3. Ketika tubuh sedang melayang di udara, lentingkan badan serta lipat lutut di depan dada.
  4. Luruskan tungkai sesaat sebelum akan melakukan pendaratan.
  5. Posisi terakhir yang dilakukan adalah jongkok yang dilanjutkan dengan berdiri.

Kesalahan yang sering kali terjadi pada saat melakukan lompat harimau:

  1. Loncatan kaki yang kurang kuat.
  2. Tumpuan tangan yang kurang kuat.
  3.  Kepala digunakan sebagai tumpuan.
  4. Pada waktu roll ke depan gerakannya kurang sempurna

10. Lompat Jongkok

Lompat jongkok adalah salah satu jenis lompatan yang dilakukan dengan memanfaatkan peti lompat dan dilakukan dalam posisi badan jongkok pada waktu melewati peti lompat.

Berikut beberapa langkah untuk melakukan gerakan lompat jongkok:

  • Posisi pertama yang harus dilakukan yaitu berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan.
  • Mulai berlari dengan posisi badan yang cenderung condong ke depan.
  • Melakukan tolakan dengan sekuat-kuatnya dalam papan tolakan dengan menggunakan kedua kaki.
  • Ayunkan lengan ke arah depan sedangkan posisi tubuh tetap diluruskan serta tungkai dibuka.
  • Mendaratlah dengan menggunakan kaki dan juga tubuh yang menuju posisi jongkok sedangkan untuk tangan direntangkan ke atas.
  • Posisi terakhir yang dikalakukan adalah jongkok dan diikuti dengan posisi berdiri.

Kesalahan yang sering kali terjadi pada saat melakukan lompat jongkok:

  • Awalan lari yang kurang cepat.
  • Pada saat melompat tolakan pada kedua kaki tidak bersamaan.
  • Pada saat melompat, tungkai kaki kurang terbuka lebar.
  • Lompatan yang dilakukan kurang kuat.
  • Pada waktu pendaratan kaki tidak secara bersamaan serta tidak berurutan.
  • Pandangan mata tidak fokus ke arah depan.

11. Lompat Kangkang

Lompat kangkang adalah salah satu jenis lompatan yang biasanya dilakukan dengan melakukan lompatan dengan melewati atas peti. Serta dengan posisi kaki yang terbuka lebar ke kanan dan juga ke kiri.

Untuk melakukan lompat kangkang diperluan suatu keberanian supaya nantinya tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Berikut beberapa langkah untuk melakukan gerakan lompat lompat kangkang. Namun alangkah baiknya jika sebelum melakukan lompat kangkang diawali dengan melakukan pemanasan supaya tidak terjadi cedera.

  • Gerakan pertama yang dilakukan adalah berlari secepat mungkin ke arah papan dengan badan yang cenderung condong ke depan.
  • Kedua kaki menolak pada papan tolakan dan dilakukan dengan sekuat tenaga. Diikuti dengan ayunan lengan ke bawah dan juga ke depan, badan lurus serta tungkai dibuka.
  • Pandangan mata fokus kearah peti lompatan.
  • Pada waktu kedua tangan menyentuh peti loncat, segera lakukan tolakkan dengan menggunakan kedua tangan dengan sekuat tenaga. Badan lurus diikuti dengan posisi kedua tangan yang direntangkan.
  • Pendaratan dilakukan dengan posisi ujung kaki, lutut mengeper serta kedua tangan lurus ke atas.

Kesalahan yang sering kali terjadi pada saat melakukan lompat kangkang:

  • Lari yang tidak begitu cepat atau kurang sehingga lompatan yang diperoleh kurang maksimal.
  • Pada waktu melakukan tolakan kaki pada papan tolakan, tungkai kaki kurang terangkat tinggi dan juga posisi badan kurang lurus.
  • Pada waktu tangan bertumpu, kepala terlalu condong ke depan sehingga lengan tidak dapat lurus dengan posisi badan.
  • Panggul kurang diangkat tinggi sehingga tidak berhasil untukmembuat sikap kangkang di atas peti.
  • Pada waktu melakukan lompatan, lutut dalam posisi bengkok.
  • Kepala dan juga dada tidak terangkat pada waktu tangan menyentuh peti lompat.
  • Pada waktu melakukan lompatan, lengan posisinya tidak lurus.

Berikut daftar dari jenis-jenis senam lantai:

  1. guling ke depan (forward roll)
  2. guling ke belakang (backward roll)
  3. lompat harimau (tiger sprong)
  4. lenting tangan (hands stand overslag)
  5. meroda (Cart Wheel)
  6. lompat jongkok
  7. lenting tangan putar (round off)
  8. lenting tangan ke belakang (flik flak)
  9. keseimbangan lutut berguling (squat roll)
  10. lompat kangkang
  11. berdiri dengan kepala (kopstand)
  12. kayang (brug)
  13. sikap lilin
  14. salto ke depan (Summer vault)
  15. salto ke belakang (Back Summer vault )
  16. guling lenting (roll kiep)
  17. lompat ikan (snuck)

Unsur-unsur Gerakan Senam Lantai

Adapaun enam unsur dari gerakan senam lantai yang telah yuksianu.id rangkum buat kalian semua, yuk perhatikan penjelasan di bawah:

1. Unsur Keindahan

Keindahan ditumbuhkan dengan cara membuat beragam variasi gerakan yang digunakan dari disiplin tari serta akrobat.

Contohnya dengan berbagai gestur dalam tari balet dan juga gerakan-gerakan kecil yang mengandung unsur tari.

2. Unsur Kekuatan

Kekuatan tentu saja akan menjadi unsur terpenting dalam senam lantai. Sebab beberapa gerakan yang ekstrim hanya dapat dilakukan apabila sang atlet mau dan juga melebarkan jangkauan energi tubuhnya. Melalui latihan-latihan dasar senam lantai.

3. Unsur Keberanian

Senam lantai dan senam artistik lainnya akan memerlukan keberanian tersendiri untuk melakukannya.

Sebab dalam olah raga ini sang atlet dituntut agar dapat mengalahkan rasa takutnya sendiri. Sehingga ia mampu dan berani melakukan gerakan ekstrim. Serta tetap bisa menjaga keseimbangan, keluwesan dan juga keindahan geraknya.

4. Unsur Kelenturan

Tubuh yang lentur mempunyai  flesibilitas tinggi untuk melakukan berbagai jenis gerakan sulit, contohnya kayang, salto, meroda, roll dan lain sebagainya.

Kelenturan juga menjadi hal yang penting guna menciptakan gerakan-gerakan yang estetis.

5. Unsur Keluwesan

Keluwesan gerak pada waktu melakukan performativitas tubuh akan menandakan ketekunan dan juga kedalaman latihan yang telah dilakukan oleh sang atlet.

Dalam sekali penampilan, seringkali sang atlet telah melakukan gerakan tersebut berulangkali supaya pada saat melakukannya lagi, ia tidak lagi canggung dan juga bingung.

6. Unsur KeseimbanganTanpa keseimbangan yang baik, rasanya akan sangat mustahil bagi sang atlet untuk dapat melakukan performa terbaiknya. Alih-alih ia akan jatuh duluan sebelum melompat jika keseimbangan sang atlet tidak dapat dikelola dengan baik.

Peraturan dalam Senam Lantai

Dalam pertandingan senam lantai, aturan yang berlaku sangatlah sederhana, yakni sang atlet tidak boleh keluar arena pertandingan sebelum penampilannya selesai.

Dengan kata lain, performanya hanya dapat ditampilkan dan disahkan di dalam arena sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.

Apabila, ada bagian tubuh dari sang atlet (contoh: kaki dan tangan) yang keluar sedikit saja dari arena. Maka sang wasit akan memberikan bendera merah dan skor akan dikurangi.

Tak hanya itu, skor juga akan berkurang. Jika sang atlet kurang atau tidak dapat melakukan gerakan tertentu di dalam koreografi geraknya.

Tak hanya itu saja, bahkan apabila sang atlet sedikit saja mengalami ketidakseimbangan. Contoh sedikit oleng setelah melakukan rangkaian flip, maka hal itu akan dapat mengurani nilai atau skronya.

Dari semua aspek gerak yang dihadirkan sang atlet senam lantai dalam kompetisi, nantinya  sang juri akan memberi nilai ataupun skor.

Atlet yang mendapatkan skor tertinggi ialah atlet yang berhak mendapatkan gelar juara atau menang.

Matras yang digunakan dalam Senam Lantai

Matras ini fungsinya untuk melindungi para atlet dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Misalnya pada waktu sang atlet terlempar hingga keluar arena. Sewaktu melakukan gerakan akrobatik salto dengan beberapa kali flip (putaran) diudara.

Lapangan untuk senam lantai sendiri adalah arena dengan permukaan datar yang terbuat dari bahan kayu. Dengan permukaan yang halus namun tidak licin dan memiliki ukuran 12×12 meter.

Matras nantinya akan ditempatkan di sekeliling lapangan dengan lebar masing-masing 1 meter.

Matras tersebut telah didesain sedemikian rupa, sehingga permukannya akan sangat datar dan seolah akan menyatu pada lapangan itu sendiri.

Walaupun begitu, matras yang dipasang sebagai pengaman lapangan senam lantai juga tidak setebal. Serta seempuk matras untuk latihan senam lantai pada umumnya.

Lantas, bagaimana untuk matras yang digunakan untuk latihan? Berikut penjelasnnya:

Matras yang digunakan terdapat beberapa jenis. Tetapi kebanyakan latihan senam lantai hanya menggunakan matras tipis yang mempunyai ketebalan sekitar 3-5 cm.

Matras yang terlalu tebal justru akan mengganggu waktu latihan. Sebab atlet akan sulit dalam mengatur keseimbangan tubuhnya ketika latihan di atas matras yang tebal.

Matras alami yang direkomendasikan untuk latihan senam lantai justru ialah matras yang permukaan berpasir. Seperti pantai, atau taman berumput yang gembur.

Tujuan 

Menjadi juara ataupun memiliki tubuh yang atletis dan sexy tampaknya menjadi salah satu tujuan seseorang berlatih senam lantai.

Namun, ada hal lain yang juga menjadi tujuan dari senam lantai ini. Yaitu rasa hidup yang hanya dapat diperoleh saat seorang atlet senam lantai sukses dalam melampaui batasan-batasan tubuhnya. Seperti rasa takutnya, serta rasa tidak percaya bahwa tubuh mampu melakukan hal yang sangat berbahaya sekalipun.

Pada umumnya, tujuan dari sang atlet senam lantai terus melakukan latihan ialah untuk terus menerus berusaha memperlebar jangkauan dari tubuhnya sendiri.

Sehingga ia tidak lagi sanggup melakukannya. Atau tidak ada seorang pun yang dapat melakukan gerakan tubuh seperti yang telah ia capai.

Manfaat Senam Lantai

Adapun beberapa manfaat senam lantai yang harus kalian ketahui selain untuk menjaga kesehatan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Kesehatan tubuh lebih terjaga
  2. Memperbaiki bentuk tubuh yang kurang proposional (membentuk tubuh yang proposional)
  3. Mengurangi berat badan
  4. Tubuh akan menjadi lebih lentur
  5. Sebagai proses dalam pembentukan tubuh (proposional)
  6. Tinggi badan menjadi lebih bertambah
  7. Membantu dalam penguatan dan pertumbuhan tulang
  8. Proses dalam melentukan bahu
  9. Sebagai detoksifikasi
  10. Meningkatkan kepercayaan diri
  11. Membantu merangsang sel-sel pertumbuhan
  12. Melatih badan untuk bergerak lebih lincah
  13. Melatih kesehatan jantung untuk berdetak dengan teratur dan juga kuat
  14. Memelihara kebugaran dan kesegaran tubuh



idhostinger