Halaman

Selamat Datang di website pribadi kang mardi

Jumat, 18 September 2020

Materi Bulutangkis


Pengertian Bulu Tangkis

Secara harfiah, bulu tangkis ini berasal dari dua kata yakni bulu dan tangkis. Kata “bulu” diambil dari sebuah wujud shuttlecock yang terbuat dari bulu angsa.

Sedangkan kata “tangkis” ini diambil dari kata dasar menangkis, dimana inti gerakan dari sebuah permainan cabang olahraga ini ialah untuk menangkis pergerakan dari shuttlecock (bulu) tersebut.

Bulu tangkis ini dikenal juga dengan istilah badminton. Awalnya pada permainan ini dinamakan badminton, namun karena merujuk pada sebuah pengertiannya, maka olahraga ini memiliki sebuah nama lain, yaitu bulu tangkis.

Tujuan dari permainan bulu tangkis yakni dengan mengumpulkan angka sampai 21. Pemain yang telah lebih dahulu mengumpulkan poin atau angka hingga 21 yaitu sebagai pemenangnya.

Pemain bulu tangkis dapat dibedakan menjadi partai tunggal dan partai ganda. Partai tersebut juga dapat dimainkan oleh putra maupun putri. Selain itu, pada partai ganda juga dapat dimainkan secara ganda campuran.

Olahraga bulu tangkis ini cukup populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yaitu Indonesia. Induk dari organisasi bulu tangkis nasional yakni PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) yang didirikan pada tahun 1951.

Adapun berbagai peraturan dalam permainan bulu tangkis yang sudah ditetapkan oleh IBF (Internatinal Badminton Federation). Indonesia secara resmi akan menjadi anggota IBF pada tahun 1953.

 

Pengertian Bulu Tangkis Menurut Para Ahli

1. Tony Grace

Bulutangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang dimainkan dengan menggunakan net, raket, dan bola dengan suatu teknik pemukul yang bervariasi mulai dari yang relative lambat hingga yang sangat cepat disertai dengan suatu gerakan tipuan.

 2. Depdikbud

Bulutangkis ialah suatu cabang olahraga yang termasuk ke dalam sebuah kelompok olahraga permainan, dapat dimainkan di dalam maupun di luar dalam sebuah ruangan di atas lapangan yang di batasi dengan berbagai garis-garis dalam ukuran yang panjang dan lebar yang sudah ditentukan.

 

3. Herman Subardjah

Bulutangkis yaitu sebuah permainan yang bersifat individu yang dapat dilakukan dengan cara satu orang yang melawan satu orang atau dua orang melawan dua orang.

Dalam hal ini pada permainan bulutangkis mempunyai sebuah tujuan bahwa seseorang pemain berusaha menjatuhkan shuttlecock di daerah sebuah permainan lawanan dan berusaha agar lawan ini tidak dapat memukul shuttlecocok dan juga menjatuhkan di daerah sendiri.

 4. M.L Johnson

Bulutangkis yakni dapat dikatakan sebagai salah satu olahraga hiburan dan sebuah pertandingan yang di gemari tua muda di seluruh dunia.

Tidak dapat di pungkiri bahwa pada permainan olahraga badminton ini selain untuk olahraga dapat juga di jadikan salah satu objek yang memiliki berbagai manfaat.

 Manfaat Permainan Bulu Tangkis

  • Olahraga bulu tangkis membuat kita berumur panjang.
  • Bulu Tangkis Dapat Mencegah obesitas.
  • Bermain Bulu Tangkis Menjaga kepadatan tulang
  • Bermain Bulu Tangkis Meningkatkan kekuatan kaki
  • Mencegah penyakit jantung
  • Bulu Tangkis Mencegah penyakit kanker
  • Baik bagi penderita hipertensi
  • Bulu Tangkis Dapat Menurunkan berat badan
  • Membentuk postur tubuh ideal
  • Bermain Bulu Tangkis Menghilangkan stress
  • Membantu kualitas tidur lebih baik
  • Meningkatkan rasa percaya diri
  • Menjaga daya konsentrasi
  • Melatih fungsi otak
  • Sebagai sarana bersosialisasi

Sejarah Bulu Tangkis

Permainan bulu tangkis ini kemungkinan berkembang di Mesir Kuno sekitar 2000 tahun yang lalu, akan tetapi juga dapat disebut-sebut di negara India dan Republik Rakyat Tiongkok.

Dan seiringnya pada perkembangan sebuah permainan bulu tangkis dikenal luas oleh masyarakat dunia pada abad pertengahan di negara Inggris, yaitu sebuah permainan tradisional anak-anak setempat yang bernama sebagai battledore dan shuttlecocks.

Anak-anak pada waktu itu biasanya akan menggunakan sebuah dayung atau tongkat dan dapat bersiasat bersama untuk menjaga kok agar tetap diudara dan mencegah untuk menyentuh tanah.

Dan pada olahraga bulu tangkis diciptakan oleh para petugas tentara Britania di negara Pune, India pada abad yang ke-19 pada saat mereka akan menambahkan jaring dan memainkannya secara bersaingan.

Kemudian para tentara ini membawa sebuah permainan itu kembali ke negara Inggris pada tahun 1850-an. Dan pada tahun 1877 rancangan pada peraturan pertama kali ini ditulis oleh Klub Badminton Bath.

Selanjutnya pada tahun 1893 Asosiasi pada bulu tangkis Inggris di bentuk dan kejuaraan internasional pertamanya pada tahun 1899 dengan sebuah kejuaraan All England.

Setelah itu bulu tangkis ini menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini untuk mendominasi olah raga ini dan di berbagai negara-negara Skandinavia.

Karena pada perkembangannya yang sangat pesat maka perlu didirikannya sebuah organisasi internasional untuk dapat mengatur kegiatan bulu tangkis internasional.

Lalu diberi sebuah nama international badminton federation (IBF) pada tanggal 5 juli 1934 yang beranggotakan dari beberapa negara saja.

Di negara Indonesia dapat dibentuk sebuah organisasi induk bulu tangkis tunggal nasional, yaitu pada persatuan bulu tangkis seluruh indonesia (PBSI) pada tanggal 5 mei 1951.

Kemudian pada tahun 1953 Indonesia ini menjadi anggota IBF dan berhak untuk dapat mengikuti pertandingan-pertandingan internasional.

 Teknik Dasar Permainan Bulu Tangkis

1. Teknik Memegang Raket

  • Pegangan Geblok Kasur atau Pegangan Amerika

Cara memegang raket, dengan letakkan raket di lantai secara mendatar, kemudian ambillah dan peganglah sehingga pada bagian tangan antara ibu jari dan jari telunjuk dapat menempel pada bagian permukaan yang lebar.

  • Pegangan Kapak atau Pegangan Inggris

Cara memegang raket dengan miring di atas lantai, kemudian raket diletakkan dan diangkat pegangannya, sehingga bagian tangan antara ibu jari dan juga jari telunjuk menempel pada bagian permukaan pegangan raket yang kecil atau sempit.

Pegangan Gabungan atau Pegangan Berjabat Tangan

Pegangan jenis ini juga disebut dengan Shakehand grip atau pegangan berjabat tangan. Caranya ialah dengan memegang raket seperti orang yang berjabat tangan.

Caranya ini hampir sama dengan pegangan Inggris, tetapi setelah raket dimiringkan pada tangkai dipegang dengan cara ibu jari ini melekat pada bagian dalam yang kecil sedang jari-jari lain melekat pada bagian dalam yang sangat lebar.

Pegangan Backhand

Cara memegang raket, letakkan raket dengan miring di atas lantai kemudian ambil dan peganglah pada pegangannya.

Letak ibu jari dan menempel pada bagian pegangan raket yang lebar, jari telunjuk letaknya berada di bawah pegangan pada bagian yang sangat kecil.

Kemudian raket ini diputar sedikit ke kanan sehingga letak raket bagian belakang menghadap ke depan.

2. Sikap Berdiri (Stance)

Beberapa bentuk dari sikap berdiri atau stance yang perlu diketahui dan dikuasai pada dasarnya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut :

  • Stance pada saat melakukan servis.
  • Stance pada saat menerima servis
  • Stance pada saat rally.

3. Kerja Kaki (Footwork)

Kerja kaki ini memiliki peranan yang sangat penting dalam sebuah permainan bulutangkis. Footwork yaitu dengan berbagai gerakan-gerakan langkah kaki yang mengatur badan untuk dapat menempatkan posisi badan sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam melakukan sebuah gerakan memukul shuttlecock sesuai dengan posisinya.

Tujuan dari footwork yang baik ialah supaya pemain dapat bergerak seefisien mungkin ke segala bagian dari lapangan.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam sebuah teknik melangkah (footwork) dalam permainan bulutangkis yaitu :

a. Menentukan pada saat yang tepat untuk bergerak mengejar bola dan menentukan saat-saat yang tepat kapan harus berbuat dan memukul bola dengan tenang.

b. Tetap memiliki sebuah keseimbangan badan pada saat melakukan pukulan.

4. Pukulan (Strokes)

a. Pukulan Servis

Pukulan servis merupakan sebuah pukulan dengan raket yang menerbangkan shuttlecock kebidang lapangan lain secara diagonal dan juga bertujuan sebagai pembuka permainan dan merupakan suatu pukulan yang penting dalam permainan bulutangkis.

Teknik pada pukulan servis dapat dilakukan dengan beberapa jenis, yaitu seperti servis pendek, servis panjang, servis drive dan servis kedut.

b. Pukulan Lob

Pukulan lob yakni suatu pukulan dalam sebuah permaian bulutangkis yang dilakukan dengan tujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan.

Kegunaan utama dari pukulan lob untuk dapat membuat bola menjauh dari lawan anda dan membuatnya bergerak dengan cepat.

Dengan mengarahkan bola ke belakang lawan atau juga dengan membuat mereka bergerak lebih cepat dari yang mereka inginkan, akan membuat mereka kekurangan waktu dan akan menjadi lebih cepat lelah.

c. Pukulan Drive

Pukulan drive ialah sebuah pukulan yang dilakukan dengan cara menerbangkan shuttlecock secara mendatar, ketinggiannya menyusur di atas net dan penerbangannya harus sejajar dengan lantai.

Pukulan drive ini biasanya digunakan untuk dapat menyerang atau mengembalikan bola dengan cepat secara lurus maupun dari menyilang ke daerah lawan, baik dengan forehand maupun backhand.

d. Pukulan Dropshot

Pukulan dropshot merupakan salah satu dari pukulan yang lambat atau pelan yang jatuh tepat di muka jaring, di lapangan muka lawan anda dan juga sebaiknya di depan garis serve pendek.

Pukulan ini dapat memaksa lawan untuk dapat bergerak ke depan, sehingga lapangan belakang kosong. Hal ini akan memberikan sebuah kesempatan bagi pemain untuk mematikan lawan.

e. Pukulan Smash

Pukulan smash yakni suatu pukulan yang sangat keras dan curam ke bawah mengarah ke bidang lapangan pihak lawan. Pukulan smash merupakan sebuah usaha penyerangan yang dilakukan dengan suatu pukulan bola yang keras lurus ke bawah sehingga bola dapat bergerak dengan cepat dan menikuk melewati atas net menuju ke lapangan.

f. Pukulan Netting

Pukulan netting atau jaring yaitu salah satu jenis pukulan yang cukup sulit dalam sebuah permainan bulutangkis, karena pada permainan netting ini banyak memerlukan kecermatan yang penuh perasaan atau feeling.

Tujuan dari penempatan bola yang jatuh dekat net ialah agar lawan kesulitan untuk dapat mengembalikan bola, karena jatuhnya bola dekat dengan net, maka pengembalian bola lawan dapat kemungkinan tanggung.

Peraturan Permainan Bulu Tangkis

1. Pemain (player) dalam bulu tangkis yaitu terdiri dari :

  • Pemain tunggal (single)
  • Pemain ganda (double)
  • Pemain ganda campuran (mixed double).

2. Pertandingan ini dipimpin oleh seorang wasit dibantu oleh empat hakim garis. Apabila bola keluar garis, isyarat yang ditunjukkan hakim garis yakni dengan merentangkan kedua tangannya ke samping.

3. Sebelum permainan dimulai, akan diadakan undian (toss) terlebih dahulu untuk menempatkan atau melakukan servis terlebih dahulu bagi regu yang dapat memenangkan undian/foss.

4. Perhitungan (scoring) dalam bulu tangkis memiliki ketentuan sebagai berikut ini :

a. Dilakukan dengan dua kali pada kemenangan.

b. Sejak 1 Februari 2006, seluruh partai dari permainan memakai sistem ’’pemenang dua dari tiga set” (best of three) yang masing-masing dapat diraih demham sistem penilaian rally point, yaitu dengan jumlah setiap game 21 dan apabila terjadi sebuah kedudukan nilai 20-20 maka disebut deuce atau yus sehingga untuk dapat mencari kemenangan setelah kedudukan tersebut dapat selisih nilai 2 poin lebih dulu haus diraih.

5. Jika pihak server (inside) melakukan sebuah kesalahan, penerima server (outside) akan dinyatakan pindah bola dan mendapat nilai satu poin.

6. Jika penerima server melakukan sebuah kesalahan, pemain server mendapat nilai satu poin.

7. Server melakukan kesalahan jika seperti :

  • Letak suttlecock pada saat akan dipukul lebih tinggi dari pinggang server.
  • Pada saat shuttlecock dipukul, badan raket tidak dapat diarahkan ke bawah sedemikian rupa sehingga seluruh bagian kepala raket ini tidak secara jelas dan nyata berada di bawah tangan server yang akan sedang memegang raket.

Sarana dan Prasarana Permainan Bulu Tangkis

1. Raket

Raket ini harus berukuran panjang tidak boleh lebih dari 68 cm dan kepala raket in mempunyai panjang tidak lebih dari 23 cm. Permukaan raket yang dipasang senar harus berukuran tidak lebih dari panjang 28 cm dan lebar 22 cm.

 


2. Kok (Shuttlekock)

Kok harus mempunyai 16 lembar bulu yang dapat ditancapkan pada dasar kok atau juga gabus yang dilapisi kain atau kulit, berat kok berkisar antara 73—85 gram (4,74 gram-5,00 gram).

3. Jaring atau Net

Jaring atau net ini terbuat dari tali halus dan berwarna gelap, lubang-lubangnya berjarak 15-20 mm. Panjang net sesuai dengan lebar sebuah lapangan, yaitu 6,10 m dan 76 cm bagian atas pita putih selebar sekitar 7,5 m. Tinggi tiang net sekitar 155 cm dan bagian tengah net yaitu 1,524 m dari permukaan lantai.

4. Lapangan

Panjang lapangan sekitar 13,40 meter digunakan untuk partai tunggal(single) dan ganda (double). Lebar lapangan 6,10 meter digunakan untuk sebuah partai ganda dan ukuran sekitar 5,18 meter digunakan untuk partai tunggal.

5. Senar

Senar yaitu salah satu alat atau perlengkapan yang sangat diperhatikan dalam sebuah permainan bulu tangkis. Jenis senar ini mempunyai beberapa ciri-ciri yang berbeda satu sama lainnya.

Kuat dan kokoh atau keawetan senar juga tergantung pada kinrjanya. Umunya senar memiliki ketebalan sekitar 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb.

6. Sepatu

Perlengkapan yang akan dibutuhkan dalam permainan bulu tangkis selanjutnya yakni sepatu. Sepatu digunakan untuk dapat melakukan percepatan sepanjang lapangan.

Sepatu bulu tangkis akan memerlukan sol karet yang berfungsi untuk sebuah cengkraman yang baik. Selain itu, terdapat pula dinsing sisi yang bertulang pada sebuah sepatu yang berfungsi agar tahan lama selama tarik menarik yang dilakukan.

Ukuran Lapangan Bulu Tangkis

Ukuran lapangan permainan badminton yang telah ditetapkan dan ditentukan oleh sebuah organisasi Federasi Badminton Internasional (IBF, International Badminton Federation) yang saat ini dikenal dengan nama Federasi Dunia Badminton (BWF, Badminton World Federation).

Sedangkan di Indonesia berada dibawah organisasi PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia). Berikut ini ukuran internasional lapangan badminton yang sudah ditetapkan oleh standar internasional :

  • Panjang dari lapangan bulu tangkis yaitu 13,40 m
  • Lebar dari lapangan bulu tangkis 6,10 m
  • Jarak dari garis servis depan sampai garis net 1,98 m
  • Jarak garis servis tengah dari garis samping lapangan 3,05 m
  • Jarak garis servis belakang (untuk permainan ganda) dari garis belakang lapangan 0,76 m
  • Jarak garis samping permainan tunggal dari garis pinggir lapangan 0,46 m
  • Tinggi tiang net 1,55 m
  • Tinggi net 1,52 m

Untuk lapangan bulu tangkis yang berukuran kecil atau mini pada umumnya digunakan bagi anak yang berumur di bawah 9 tahun lapangannya berbeda yaitu panjang lapangannya yang berukuran sekitar 10.05 meter dan untuk lebarnya 4,40 meter.

 

 

 

 


Rabu, 16 September 2020

Cetified Trainer INDISCH

Alhamdulillah mendapat kesempatan mengikuti Pelatihan Trainer Nasional INDISCH (Indonesia Digital School). Ratusan peserta seluruh Indonesia mengikuti pelatihan ini. Waktu pelatihan sekitar 2 Minggu berakhir tanggal 15  September 2020. Kegiatan pelatihan dilakukan secara daring dengan penyampaian materi dari nara sumber, kemudian tanya jawab melalui WA grup dilanjutkan menyimak video kemudian mengerjakan kuis dan membuat beberapa video tutorial. 

Menyimak video tahap I sejumlah 8 video kemudian mengejakan 8 kuis, tahap II menyimak 19 video kemudian mengerjakan 19 kuis, tahap III menyimak 1 video kemudian mengejakan 1 kuis. Masing-masing kuis terdiri dari 3 soal 

Pada pelatihan Trainer Nasional INDISCH batch 1 lulus sebagai Certified Trainer sebanyak 18 peserta.





 


Kamis, 10 September 2020

Materi Permainan Kasti


Kasti adalah salah satu jenis permainan yang menggunakan bola kecil dan beregu dalam memainkannya.
Dalam memainkannya, ada beberapa unsur yang perlu diutamakan seperti unsur kekompakan, ketangkasan dan kegembiraan.
Biasanya permainan kasti dilakukan dilapangan terbuka dan dimainkan pada anak-anak sekolah dasar guna melatih kedisiplinan diri serta memupuk rasa kebersamaan dan juga solidaritas antar teman.
Supaya bisa bermain kasti dengan baik, pemain dituntut mempunyai beberapa keterampilan diantaranya yaitu:
  • memukul
  • melempar
  • menangkap bola serta kemampuan lari.

Sejarah
Permainan kasti ini merupakan salah satu permainan tertua, sebab keberadaanya telah ada sejak zaman dahulu.
Bahkan, saat masa penjajahan Belanda dan Jepang, permainan ini telah ada.
Seiring berkembangnya zaman, permainan ini banyak dimainkan oleh masyarakat dan menjadi salah satu olahraga wajib untuk anak-anak sekolah dasar.
Namun sayangnya, akhir-akhir ini permainan ini sudah jarang sekali untuk ditemui bahkan hampir tidak ada pertandingan ataupun kompetisi resmi yang memperlombakan permainan ini.

Lapangan Bola Kasti

Untuk ukuran lapangan kasti sendiri yang asli memiliki ukuran lebar 70 meter, ukuran panjang 40 meter, serta 10 meter untuk bagian ruang tunggunya.

Teknik Dasar Permainan Kasti

Setiap permainan pastinya memiliki berbagai teknik yang perlu dikuasai agar dapat bermain dengan baik.
Adapun 3 macam teknik dasar dalam permainan bola kasti, diantaranya adalah sebagai berikut:

Teknik Melempar Bola

Dalam teknik melempar bola sendiri terdiri dar 4 macam, yaitu:
A. Melempar Bola Menyusur Tanah
Cara melakukan teknik melempar bola menyusur tanah:
  • Pemain harus memegang bola pada bagian pangkal ruas dari jari tangan.
  • Posisi badan pemain harus membungkuk.
  • Ayunkan lengan ke belakang kita serta ke depan melalui bawah.
  • Lakukan lemparan bola menyusur tanah dengan mengarah kepada sasaran.
B. Melempar Bola Mendatar
Cara melakukan teknik melempar bola mendatar:
  • Bola yang dipegang pada bagian pangkal ruas jari tangan, diantara jari telunjuk serta jari tengah dan juga jari manis.
    Sementara pada ruas jari kelingking dan juga ibu jari digunakan untuk mengontrol bola supaya tidak jatuh.
  • Badan  dicondongkan ke arah belakang, kemudian ayunkan lengan dari arah  bawah ke atas.
  • Lemparkan bola mendatar setinggi dada ke arah sasaran yang akan dituju.
C. Melempar Bola Melambung
Cara melakukan melempar bola melambung:
  • Bola yang dipegang pada bagian pangkal ruas jari tangan, diantara jari telunjuk serta jari tengah dan juga jari manis.
    Sementara pada ruas jari kelingking dan juga ibu jari digunakan untuk mengontrol bola supaya tidak jatuh.
  • Badan  dicondongkan ke arah belakang, kemudian ayunkan lengan dari arah  bawah ke atas.
  • Lemparkan bola dengan tangan yang paling kuat, jika kita menggunakan tangan kanan maka nantinya kaki kiri berada di depan, begitu juga sebaliknya.
  • Bola yang kita lempar akan melambung tinggi serta diikuti dengan gerakan lanjutan dengan melangkahkan kaki dari belakang ke depan.
  • Pandangan mata harus fokus ke arah sasaran lemparan.
D. Melempar Bola Memantul Tanah
Cara melakukan melempar bola memantul tanah:
  • Kaki dalam posisi ditekuk serta badan dicondongkan ke arah depan.
  • Ayunkan lengan dari arah arah depan bawah.
  • Bola nantinya akan memantul di tanah tepat kearah sasaran.

Teknik Menangkap Bola

Teknik menangkap bola dalam permaian kasti dibagi menjadi 4 macam, diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Menangkap Bola Mendatar.
  2. Menangkap Bola Melambung.
  3. Menangkap Bola Menyusur Tanah.
  4. Menangkap Bola Memantul Tanah.
Adapun cara untuk melakukan keempat teknik tersebut. Sebab keempat teknik tersebut pada dasarnya sama saja, yakni:
  • Pandangan mata tertuju ke arah datangnya bola.
  • Menangkap bola dengan menggunakan kedua tangan serta kedua telapak tangan kita dibuka sehingga akan membentuk setengah bola.
  • Pada waktu perkenaan bola pertama pada telapak tangan, maka harus diikuti sedikit tarikan tangan ke belakang.

Teknik Melambungkan Bola

Teknik dalam melambungkan bola seringkali digunakan sebagai umpan yang bagus kepada pemukul:
Cara untuk melakukan teknik ini yaitu:
  • Badan berdiri dengan posisi yang tegak.
  • Jika kita melempar dengan menggunakan tengan kanan, maka posisi kaki kanan berada di depan.
  • Bola yang dipegang menggunakan tangan kanan berada di depan paha kanan.
  • Condongkan badan ke arah depan.
  • Putar lengan yang membawa bola ke arah belakang dengan ukuran 360°.
  • Diikuti dengan langkahkan kaki kiri ke arah depan. Kemudian ayunkan lengan ke depan lalu lepaskan bola pada waktu bola berada di samping paha kanan yang disertai dengan lecutan pergelangan tangan.

Teknik Memukul Bola

Cara untuk melakukan teknik memukul bola, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Pegang alat pemukul dengan menggunakan satu tangan pada bagian yang lebih kecil.
  • Berdiri dengan posisi badan menyamping sehinggabola akanmelambung atau mengumpan di samping kiri pemukul.
  • Buka kedua kaki selebar bahu.
  • Letakkan alat pemukul di atas bahu pada sebelah kanan dengan posisi siku tangan sedang memegang alat pemukul kita tekuk.
  • Pandangan fokus ke arah pelambung dan juga ke arah datangnya bola.
  • Ayunkan alat pemukul dengan posisi siku lurus diikuti dengan lecutan pada pergelangan tangan ketika bola dalam jangkauan pukulan kita.
  • Selanjutnya diikuti juga dengan gerakan lanjutan, yakni dengan melangkahkan kaki dari arah belakang ke depan.
Adapun beberapa teknik memukul bola, diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Memukul Bola Mendatar
  2. Memukul Bola Melambung
  3. Memukul Bola Memantul Tanah

Cara Bermain Kasti

Di dalam permaian bola kasti, kita akan membutuhkan kerjasama dalam setiap tim serta mengemban rasa tanggung jawab antara individu.
Dan yang tak kalah penting, di dalam sepanjang pertandingan juga harus selalu menjunjung tinggi sportifitas.
Sebelum melakukan permainan, tentukan terlebih dahulu dua regu atau tim yang akan bertanding dengan jumlah setiap regunya masing-masing 12 orang.
Regu Pemukul
  • Setiap pemain akan diberikan hak untuk memukul satu kali, kecuali untuk pemain yang terakhir berhak melakukan pukulan hingga 3 kali pukulan.
  • Sesudah memukul, alat yang digunakan harus diletakan dalam ruang pemukul.
    Bila alat pemukul tersebut diletakkan di luar atau lepas, maka pemain tersebut tidak akan memperoleh nilai, terkecuali bila pemain segera meletakkannya kembali ke dalam ruang pemukul.
  • Pukulan akan dinyatakan sah apabila bola yang dipukul dapat melampaui garis pukul, tidak jatuh dalam ruang bebas, serta juga tidak mengenai tangan si pemukul.
Regu Penjaga
Adapun beberapa tugas dari regu penjaga yang harus kalian ketahui, diantaranya yaitu:
  • Mematikan permainan tim lawan dengan cara melemparkan bola ke arah pemukul atau menangkap langsung bola kasti yang telah dipukul oleh tim pemukul.
  • Membakar ruang bebas. Yakni dengan cara menempati ruang bebas jika ruang tersebut sedang kosong.
Pelambung
Adapun beberapa tugas dari pelambung yang harus kalian ketahui, diantaranya yaitu:
  • Melambungkan bola sesuai dengan permintaan si pemukul.
  • Jika bola yang sudah dilambungkan oleh pelambung tidak sesuai dengan permintaan si pemukul, maka pemukul berhak untuk tidak memukulnya.
    Bila hal ini terjadi hingga sebanyak 3 kali secara berturut-turut, maka pemukul harus berlari bebas ke tiang pemberhentian yang pertama.
Pergantian Tempat
Pergantian tempat antar tim pemukul serta tim penjaga terjadi apabila:
  • Salah seorang dari pemain dalam tim pemukul terkena lemparan bola.
  • Bola pukulan dari tim pemukul ditangkap langsung oleh tim lawan sebanyak 3 kali secara berturut-turut.
  • Alat pemukul lepas pada waktu melakukan pukulan berlangsung.
Cara Mendapatkan Nilai
Untuk dapat memperoleh nilai atau poin dalam permaian bola kasti ditentukan dalam beberapa hal, yaitu:
  • Pemain yang sukses memukul bola, dan kemudian berlari ke pemberhentian I, II, III. Serta juga ruang bebas secara bertahap, maka akan otomatis akan memperoleh nilai 1.
  • Pemain yang berhasil berlari melewati tiang-tiang pemberhentian serta mampu kembali lagi ke ruang bebas atas pukulan yang dilakukannya sendiri, maka tim pemukul akan memperoleh nilai 2.(disebut RUN)
  • Regu penjaga yang berhasil menangkap langsung bola melambung yang telah dipukul oleh tim pemukul, maka akan memperoleh nilai 1.
  • Tim yang berhasil memperoleh nilai atau poin terbanyak dinyatakan sebagai pemenang.
Peraturan Permainan Kasti
Seperti halnya dalam permainan lainnya, kasti sendiri juga mempunyai beberapa peraturan yang harus ditaati setiap pemain agar permainan dapat berjalan lancar.
Diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Lapangan-, berbentuk persegi panjang dengan ukuran 60 m x 30 m
  • Wasit-, Sama hal yang ada dalam peraturan sepak bola, bola basket serta olahraga lainnya, wasit merupakan seseroang yang memimpin dalam permainan kasti ini.
    Wasit disini mempunyai tiga orang penjaga garis yang turut membantunya, serta ada juga seorang pencatat waktu.
  • Jumlah pemain-, Jumlah pemain dalam setiap regu harus ada 12 orang di mana salah satu pemainnya harus ada yang bertugas sebagai kapten tim. Seluruh pemainnya wajib untuk menggunakan nomor dada dari yang dimulai dari satu hingga dua belas, yang juga ditambah dengan pemain pengganti ataupun cadangan yang berjumlah 6 orang.
  • Waktu permainan-, Permainan kasti dilakukan dalam 2 babak dimana dalam setiap babak memiliki duarasi 20 sampai 30 menit. Dan istirahat dilakukan selama 15 menit di dalam setiap babak.
  • Tim penjaga-, Tugas utama dari tim penjaga yaitu untuk mematikan lawan, dengan cara melemparkan bola ke arah pemukul atau langsung menangkap bola dari tim pemukul.
    Tugas lainnya yaitu dengan menempati ruang bebas jika ruang tersebut dalam kondisi kosong, istilah untuk hal ini ialah ‘membakar’ ruang bebas.
  • Tim pemukul-, Setiao pemain kasti memiliki hak untuk memukul sekali terkecuali pemain terakhir yang mempunyai hak untuk melakukan pukulan sampai 3 kali.
    Ketika sudah selesai memukul, pemukul wajib untuk meletakkan alat pemukul di dalam ruang pemukul dan jika pemukul keluar daerah zona pemukul maka pemain pun akhirnya tidak akan mendapatkan nilai.
    Kecuali pemukul secepatnya dialihkan ke dalam ruang pemukul yang seharusnya.
  • Pelambung-, Proses pelambungan bola harus dapat dilakukan sesuai dengan permintaan si pemukul.
    Jika  bola yang pelambung lambungkan tidak sesuai dengan permintaan si pemukul, maka pemukul diperbolehkan untuk tidak memukulnya.
    Tetapi jika sudah sampai 3 kali dan terjadi secara berturut-turut, maka pemukul pun dapat menuju tiang pemberhentian yang pertama dengan cara berlari bebas.
  • Aturan memperoleh nilai-, Pemain yang sukses dalam melakukan pukulan bola harus sesegera mungkin berlari menuju pemberhentian I, II, III, dan juga ruang bebas tetapi secara bertahap dan selanjutnya nilai 1 pun dapat diperoleh tim tersebut.
    Sementara nilai 2 bisa diperoleh pada saat pemain sukses berlari melalui tiang-tiang pemberhentian kemudian berhasil atas pukulannya sendiri untuk kembali ke ruang bebas.(disebut RUN)
    Untuk tim penjaga yang mampu menangkap bola lambung secara langsung, terdapat nilai 1 yang dapat dikoleksi.
    Dan pemenang ditentukan dari banyaknya tim atau regu dalam mengumpulkan poin.
  • Pergantian tempat-, Pergantian tempat akan dilakukan antara tim penjaga serta pemukul jika salah seorang dari pemain tim pemukul terkena lemparan bola.
    Kemudian, kedua tim berganti tempat jika bola dari hasil pukulan tim pemukul langsung daat ditangkap oleh tim penjaga 3 kali secara berturut-turut.
    Pergantian tempat juga akan berlaku pada saat alat pemukul lepas dari tangan si pemukul.
Perlengkapan Kasti
Perlengkapan yang digunakan dalam permainan bola kasti hampir mirip dengan permainan softball pada waktu digunakan dalam pertandingan.
Berikut beberapa perlengkapan kasti yang biasa dipakai dan wajib ada dalam permainan:
  • Bola kasti atau bola tenis. Bola harus berukuran kecil dengan warna kuning ataupun hijau.
  • Tongkat pemukul. Pada umumnya tongkat ini terbuat dari kayu dan memiliki ukuran panjang antara 50-60 cm.
  • Bendera kecil atau keset. Jika menggunakan bendera, maka persiapannya ialah ada pada setiap sudut lapangan dengan peletakan tanda di tengah lapangan.
  • Tiang hinggap. Tiang hinggap sendiri juga perlu terdiri dari tuang yang sudah dipasang dengan bendera kemudian menanamkannya di atas tanah (sudut) supaya pada saat permainan berlangsung tidak akan mudah tergeser maupun tercabut, khususnya pada waktu pelari memegangnya.